<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Kaget Tiba-Tiba Putera Mahkota Abu Dhabi Kirim Utusan Bangun Masjid di Solo</title><description>Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan mengirimkan utusan untuk membangun sebuah masjid di Solo</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/15/470/2092344/presiden-kaget-tiba-tiba-putera-mahkota-abu-dhabi-kirim-utusan-bangun-masjid-di-solo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/15/470/2092344/presiden-kaget-tiba-tiba-putera-mahkota-abu-dhabi-kirim-utusan-bangun-masjid-di-solo"/><item><title>Presiden Kaget Tiba-Tiba Putera Mahkota Abu Dhabi Kirim Utusan Bangun Masjid di Solo</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/15/470/2092344/presiden-kaget-tiba-tiba-putera-mahkota-abu-dhabi-kirim-utusan-bangun-masjid-di-solo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/15/470/2092344/presiden-kaget-tiba-tiba-putera-mahkota-abu-dhabi-kirim-utusan-bangun-masjid-di-solo</guid><pubDate>Kamis 15 Agustus 2019 17:31 WIB</pubDate><dc:creator>Rani Hardjanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/15/470/2092344/presiden-kaget-tiba-tiba-putera-mahkota-abu-dhabi-kirim-utusan-bangun-masjid-di-solo-ozF6v6aufd.png" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi Bertemu dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/15/470/2092344/presiden-kaget-tiba-tiba-putera-mahkota-abu-dhabi-kirim-utusan-bangun-masjid-di-solo-ozF6v6aufd.png</image><title>Jokowi Bertemu dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo terkejut lantaran tiba-tiba Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan akan mengirimkan utusan menteri dan staf ahlinya. Tim tersebut diutus untuk membangun sebuah masjid di Solo.
Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan dalam sebuah postingan di Facebook melalui akun pribadinya.
Baca Juga: Presiden Jokowi Minta Investor Danau Toba Diganti
&quot;Belum seminggu setelah kunjungan kenegaraan Putera Mahkota Abu Dhabi tiba-tiba saya mendapat kabar, bahwa Sheik Mohammed akan mengirim seorang Menteri senior dan kepercayaannya untuk menindaklanjuti kunjungannya itu. Saya lapor ke Pak Presiden dan beliau terkejut juga. 'Cepat sekali ya?' tanya Presiden,&quot; demikian seperti dikutip Okezone, Kamis (15/8/2019).

Sekadar diketahui, Putra Mahkota telah melakukan kunjungan kenegaraan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu, 24 Juli 2019. Belum genap satu bulan dari pertemuan tersebut, sejumlah komitmen akan segera direalisakan.
Baca Juga: Jokowi Akan Tinjau Sejumlah Destinasi Wisata di Danau Toba
Dalam postingan tersebut, Menko Luhut mengungkapkan percakapannya bersama Putra Mahkota di dalam mobil perjalanan menuju Bandara Soekarno Hatta. Berikut ini cuplikan dari sebuah postingan berjudul Too Good To Be True.
Belum seminggu setelah kunjungan kenegaraan Putera Mahkota Abu Dhabi tiba-tiba saya mendapat kabar, bahwa Sheik Mohammed akan mengirim seorang Menteri senior dan kepercayaannya untuk menindaklanjuti kunjungannya itu. Saya lapor ke Pak Presiden dan beliau terkejut juga. &amp;ldquo;Cepat sekali ya?&amp;rdquo; tanya beliau dan menginstruksikan kepada saya agar merespons sama cepatnya. Menteri yang dikirim ke Jakarta adalah Menteri Enerji Suhail Al Mazrroui dan sejumlah pakar..Salah satu yang mereka inginkan kepastiannya dari Indonesia adalah  lokasi untuk pembangunan masjid di kota Surakarta (Solo). Sheik  Mohammed dalam pembicaraan dengan Pak Presiden di Bogor menjanjikan  bahwa ia ingin memberi dan membangun sebuah masjid di kota kelahiran Pak  Jokowi. Hanya seminggu setelah janji itu, utusan sang pangeran sudah  terbang ke Solo untuk meninjau beberapa lokasi yang mungkin bisa  dibangun masjid modern. 
Lokasi yang pasti tentu merupakan kewenangan Pak Jokowi  untuk menentukannya, tapi kecepatan untuk follow-up dari UAE luar biasa  mengagumkan! &amp;ldquo;The Royal Highness ingin laporan dari saya secepat mungkin  dan juga secepat mungkin dibangun&amp;hellip;&amp;rdquo; ujar sang Menteri ke saya.

 
Tidak itu saja. Pak Menteri UAE juga juga langsung  meninjau lokasi tanah di provinsi Kalimantan Tengah untuk pengembangan  pertanian skala raksasa yang sepenuhnya merupakan investasi UAE. &amp;ldquo;Jika  cocok, kami akan berbagi pengetahuan mengenai teknologi pertanian modern  yang kami punyai. Bapak Sheik telah menginstuksikan kepada saya bahwa  apapun yang diminta Indonesia harus dipenuhi&amp;hellip;.!&amp;rdquo;
 
Menurut saya janji Sheik Mohammed dan upaya merealisasikan  semua perjanjian dan investasi yang dijanjikan hanya kurang dari satu  minggu setelah diucapkan betul-betul sulit dipercaya.
 
Istilahnya, belum kering bibir mengucapkan, sudah ada  usaha untuk menepatinya. Memang it's too good to be true. Walau  demikian, saya yakin bisa diwujudkan.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo terkejut lantaran tiba-tiba Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan akan mengirimkan utusan menteri dan staf ahlinya. Tim tersebut diutus untuk membangun sebuah masjid di Solo.
Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan dalam sebuah postingan di Facebook melalui akun pribadinya.
Baca Juga: Presiden Jokowi Minta Investor Danau Toba Diganti
&quot;Belum seminggu setelah kunjungan kenegaraan Putera Mahkota Abu Dhabi tiba-tiba saya mendapat kabar, bahwa Sheik Mohammed akan mengirim seorang Menteri senior dan kepercayaannya untuk menindaklanjuti kunjungannya itu. Saya lapor ke Pak Presiden dan beliau terkejut juga. 'Cepat sekali ya?' tanya Presiden,&quot; demikian seperti dikutip Okezone, Kamis (15/8/2019).

Sekadar diketahui, Putra Mahkota telah melakukan kunjungan kenegaraan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu, 24 Juli 2019. Belum genap satu bulan dari pertemuan tersebut, sejumlah komitmen akan segera direalisakan.
Baca Juga: Jokowi Akan Tinjau Sejumlah Destinasi Wisata di Danau Toba
Dalam postingan tersebut, Menko Luhut mengungkapkan percakapannya bersama Putra Mahkota di dalam mobil perjalanan menuju Bandara Soekarno Hatta. Berikut ini cuplikan dari sebuah postingan berjudul Too Good To Be True.
Belum seminggu setelah kunjungan kenegaraan Putera Mahkota Abu Dhabi tiba-tiba saya mendapat kabar, bahwa Sheik Mohammed akan mengirim seorang Menteri senior dan kepercayaannya untuk menindaklanjuti kunjungannya itu. Saya lapor ke Pak Presiden dan beliau terkejut juga. &amp;ldquo;Cepat sekali ya?&amp;rdquo; tanya beliau dan menginstruksikan kepada saya agar merespons sama cepatnya. Menteri yang dikirim ke Jakarta adalah Menteri Enerji Suhail Al Mazrroui dan sejumlah pakar..Salah satu yang mereka inginkan kepastiannya dari Indonesia adalah  lokasi untuk pembangunan masjid di kota Surakarta (Solo). Sheik  Mohammed dalam pembicaraan dengan Pak Presiden di Bogor menjanjikan  bahwa ia ingin memberi dan membangun sebuah masjid di kota kelahiran Pak  Jokowi. Hanya seminggu setelah janji itu, utusan sang pangeran sudah  terbang ke Solo untuk meninjau beberapa lokasi yang mungkin bisa  dibangun masjid modern. 
Lokasi yang pasti tentu merupakan kewenangan Pak Jokowi  untuk menentukannya, tapi kecepatan untuk follow-up dari UAE luar biasa  mengagumkan! &amp;ldquo;The Royal Highness ingin laporan dari saya secepat mungkin  dan juga secepat mungkin dibangun&amp;hellip;&amp;rdquo; ujar sang Menteri ke saya.

 
Tidak itu saja. Pak Menteri UAE juga juga langsung  meninjau lokasi tanah di provinsi Kalimantan Tengah untuk pengembangan  pertanian skala raksasa yang sepenuhnya merupakan investasi UAE. &amp;ldquo;Jika  cocok, kami akan berbagi pengetahuan mengenai teknologi pertanian modern  yang kami punyai. Bapak Sheik telah menginstuksikan kepada saya bahwa  apapun yang diminta Indonesia harus dipenuhi&amp;hellip;.!&amp;rdquo;
 
Menurut saya janji Sheik Mohammed dan upaya merealisasikan  semua perjanjian dan investasi yang dijanjikan hanya kurang dari satu  minggu setelah diucapkan betul-betul sulit dipercaya.
 
Istilahnya, belum kering bibir mengucapkan, sudah ada  usaha untuk menepatinya. Memang it's too good to be true. Walau  demikian, saya yakin bisa diwujudkan.</content:encoded></item></channel></rss>
