<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Strategi Fiskal Jokowi pada 2020   </title><description>Defisit anggaran tahun 2020 direncanakan sebesar 1,76% dari PDB, atau sebesar Rp307,2 triliun</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/16/20/2092769/3-strategi-fiskal-jokowi-pada-2020</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/16/20/2092769/3-strategi-fiskal-jokowi-pada-2020"/><item><title>3 Strategi Fiskal Jokowi pada 2020   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/16/20/2092769/3-strategi-fiskal-jokowi-pada-2020</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/16/20/2092769/3-strategi-fiskal-jokowi-pada-2020</guid><pubDate>Jum'at 16 Agustus 2019 14:40 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/16/20/2092769/3-strategi-fiskal-jokowi-pada-2020-AlSirkv4vM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Presiden Jokowi di Nota Keuangan 2019 (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/16/20/2092769/3-strategi-fiskal-jokowi-pada-2020-AlSirkv4vM.jpg</image><title>Foto: Presiden Jokowi di Nota Keuangan 2019 (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Joko Widodo (Jokowi) kembali terpilih menjadi Presiden untuk periode 2019-2024. Dia akan didampingi Wakil Presiden Terpilih Ma'ruf Amin. Dalam menjalankan tugasnya ke depan, Jokowi menyiapkan tiga strategi kebijakan fiskal.
Baca Juga: Jelang Pidato Kenegaraan dan Nota Keuangan, Penjagaan di Gedung DPR-MPR Diperketat
Dalam Nota Keuangan di DPR, Presiden Jokowi mengatakan, pada 2020, pemerintah akan menempuh tiga strategi kebijakan fiskal, yaitu memobilisasi pendapatan dengan tetap menjaga iklim investasi, meningkatkan kualitas belanja agar lebih efektif dalam mendukung program prioritas, serta mencari sumber pembiayaan secara hati-hati dan efisien melalui penguatan peran kuasi fiskal. Sejalan dengan hal tersebut, kebijakan RAPBN 2020 dirancang ekspansif, namun tetap terarah dan terukur.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/08/16/58426/298779_medium.jpg&quot; alt=&quot;Jokowi Hadirkan Kembali Semangat Kebersamaan Anak Bangsa&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Ini sebagai wujud dari komitmen pemerintah, untuk membuat APBN lebih fokus dalam mendukung kegiatan prioritas, dengan tetap menjaga agar risikonya berada dalam batas aman,&quot; ujarnya dalam Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang tentang APBN 2020 Beserta Nota Keuangannya di Gedung DPR-MPR, Jakarta, Jumat (16/8/2019).
Baca Juga: Hari Ini, Presiden Jokowi Bacakan Nasib Keuangan di 2020
Sesuai dengan tema kebijakan fiskal tahun 2020, Jokowi mengatakan, fokus RAPBN diarahkan pada lima hal utama, pertama, penguatan kualitas SDM untuk mewujudkan SDM yang sehat, cerdas, terampil, dan sejahtera.
Kedua, akselerasi pembangunan infrastruktur pendukung transformasi  ekonomi. Ketiga, penguatan program perlindungan sosial untuk menjawab  tantangan demografi dan antisipasi aging population.
Keempat, penguatan kualitas desentralisasi fiskal untuk mendorong kemandirian daerah. Kelima, antisipasi ketidakpastian global.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/08/16/58428/298799_medium.jpg&quot; alt=&quot;Jokowi Pakai Baju Adat Sasak, JK Pilih Baju Adat Betawi&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Dengan fokus pada lima hal tersebut, dan berpatok pada karakter  kebijakan fiskal yang ekspansif namun terarah dan terukur, maka defisit  anggaran tahun 2020 direncanakan sebesar 1,76% dari PDB, atau sebesar  Rp307,2 triliun. Dengan Pendapatan Negara dan Hibah sebesar Rp2.221,5  triliun, serta Belanja Negara sebesar Rp2.528,8 triliun,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Joko Widodo (Jokowi) kembali terpilih menjadi Presiden untuk periode 2019-2024. Dia akan didampingi Wakil Presiden Terpilih Ma'ruf Amin. Dalam menjalankan tugasnya ke depan, Jokowi menyiapkan tiga strategi kebijakan fiskal.
Baca Juga: Jelang Pidato Kenegaraan dan Nota Keuangan, Penjagaan di Gedung DPR-MPR Diperketat
Dalam Nota Keuangan di DPR, Presiden Jokowi mengatakan, pada 2020, pemerintah akan menempuh tiga strategi kebijakan fiskal, yaitu memobilisasi pendapatan dengan tetap menjaga iklim investasi, meningkatkan kualitas belanja agar lebih efektif dalam mendukung program prioritas, serta mencari sumber pembiayaan secara hati-hati dan efisien melalui penguatan peran kuasi fiskal. Sejalan dengan hal tersebut, kebijakan RAPBN 2020 dirancang ekspansif, namun tetap terarah dan terukur.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/08/16/58426/298779_medium.jpg&quot; alt=&quot;Jokowi Hadirkan Kembali Semangat Kebersamaan Anak Bangsa&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Ini sebagai wujud dari komitmen pemerintah, untuk membuat APBN lebih fokus dalam mendukung kegiatan prioritas, dengan tetap menjaga agar risikonya berada dalam batas aman,&quot; ujarnya dalam Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang tentang APBN 2020 Beserta Nota Keuangannya di Gedung DPR-MPR, Jakarta, Jumat (16/8/2019).
Baca Juga: Hari Ini, Presiden Jokowi Bacakan Nasib Keuangan di 2020
Sesuai dengan tema kebijakan fiskal tahun 2020, Jokowi mengatakan, fokus RAPBN diarahkan pada lima hal utama, pertama, penguatan kualitas SDM untuk mewujudkan SDM yang sehat, cerdas, terampil, dan sejahtera.
Kedua, akselerasi pembangunan infrastruktur pendukung transformasi  ekonomi. Ketiga, penguatan program perlindungan sosial untuk menjawab  tantangan demografi dan antisipasi aging population.
Keempat, penguatan kualitas desentralisasi fiskal untuk mendorong kemandirian daerah. Kelima, antisipasi ketidakpastian global.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/08/16/58428/298799_medium.jpg&quot; alt=&quot;Jokowi Pakai Baju Adat Sasak, JK Pilih Baju Adat Betawi&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Dengan fokus pada lima hal tersebut, dan berpatok pada karakter  kebijakan fiskal yang ekspansif namun terarah dan terukur, maka defisit  anggaran tahun 2020 direncanakan sebesar 1,76% dari PDB, atau sebesar  Rp307,2 triliun. Dengan Pendapatan Negara dan Hibah sebesar Rp2.221,5  triliun, serta Belanja Negara sebesar Rp2.528,8 triliun,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
