<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pidato Lengkap Presiden Jokowi tentang RAPBN 2020   </title><description>Presiden Joko Widodo telah membacakan pidato APBN 2020. Pidato yang dibacakan setebal 23 halaman</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/16/20/2092835/pidato-lengkap-presiden-jokowi-tentang-rapbn-2020</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/16/20/2092835/pidato-lengkap-presiden-jokowi-tentang-rapbn-2020"/><item><title>Pidato Lengkap Presiden Jokowi tentang RAPBN 2020   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/16/20/2092835/pidato-lengkap-presiden-jokowi-tentang-rapbn-2020</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/16/20/2092835/pidato-lengkap-presiden-jokowi-tentang-rapbn-2020</guid><pubDate>Jum'at 16 Agustus 2019 15:54 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/16/20/2092835/pidato-lengkap-presiden-jokowi-tentang-apbn-2020-B5kgz5Lzdi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Presiden Jokowi di Nota Keuangan 2019 (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/16/20/2092835/pidato-lengkap-presiden-jokowi-tentang-apbn-2020-B5kgz5Lzdi.jpg</image><title>Foto: Presiden Jokowi di Nota Keuangan 2019 (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo telah membacakan pidato APBN 2020. Pidato yang dibacakan setebal 23 halaman.
Seperti tahun-tahun sebelumnya Presiden membacakannya di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019). Seluruh sektor disebutkan dalam pidato tersebut, antara lain asumsi makro ekonomi 2019, pendidikan, kesehatan, dana desa.
Berikut ini pidato selengkapnya :
Bismillaahirrahmaanirrahiim, Assalamu&amp;rsquo;alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh,
Selamat Siang, Salam sejahtera bagi kita semua, Om Swasti Astu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.
Yang saya hormati Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Yang saya hormati Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Daerah, Yang saya hormati Pimpinan dan Anggota Lembaga Negara, Yang saya hormati para Menteri Kabinet Kerja, Kepala Lembaga Pemerintahan, Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung.
Baca Juga: Pidato Kenegaraan, Terselip Doa Anggota DPD Ibu Kota Pindah Kaltim
Hadirin sekalian yang berbahagia, serta Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air, Kita patut bersyukur bahwa di tengah gejolak perekonomian global, pembangunan ekonomi kita selama lima tahun ini telah menunjukkan capaian yang menggembirakan.
Pertumbuhan ekonomi kita trennya meningkat dari 4,88% di tahun 2015, menjadi 5,17% di tahun 2018, dan terakhir Semester I-2019 mencapai 5,06%. Angka pengangguran menurun dari 5,81% pada Februari 2015, menjadi 5,01% pada Februari 2019.
Penduduk miskin terus menurun dari 11,22% pada Maret 2015, menjadi 9,41% pada Maret 2019, terendah dalam sejarah NKRI. Ketimpangan pendapatan terus menurun, ditunjukkan dengan semakin rendahnya Rasio Gini dari 0,408 pada Maret 2015, menjadi 0,382 pada Maret 2019.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik dari 69,55 di 2015, menjadi 71,39 di 2018, atau masuk dalam status tinggi. Selain itu, tidak ada lagi provinsi dengan tingkat IPM yang rendah. Logistik Performance Index (LPI) naik dari peringkat 53 dunia pada 2014, menjadi peringkat 46 dunia pada 2018.
Dalam Global Competitiveness Index, kualitas infrastruktur kita termasuk listrik dan air meningkat, dari peringkat 81 dunia pada 2015, ke peringkat 71 dunia pada 2018.
Baca Juga: Pidato Kenegaraan, Jokowi Banggakan Laporan Keuangan Lolos WTP
Berbagai capaian tersebut tidak terlepas dari reformasi fiskal yang telah kita lakukan. Kita tidak lagi menggunakan pola money follows function, tetapi money follows program. Kita tidak lagi berorientasi pada proses dan output, tetapi pada impact dan outcome. Kita terus mengelola fiskal agar lebih sehat, lebih adil, dan menopang kemandirian.
Namun, kita tidak boleh lengah. Tantangan ekonomi ke depan semakin berat dan semakin kompleks, ekonomi dunia sedang mengalami ketidakpastian, beberapa emerging market sedang mengalami krisis, dan beberapa negara sedang mengalami pertumbuhan negatif. Kita juga menghadapi tantangan perang dagang. Depresiasi nilai mata uang beberapa negara seperti Yuan-Tiongkok dan PesoArgentina, membuat kita harus waspada.Pimpinan dan Anggota Dewan yang saya muliakan,
Saat negara-negara  lain ekonominya melambat, ekonomi kita harus mampu tumbuh. Situasi  krisis harus kita balik sebagai peluang, kita harus jeli. Kita  manfaatkan kesulitan sebagai kekuatan untuk bangkit, untuk tumbuh, untuk  Indonesia Maju.
Salah satu kuncinya adalah dengan terus meningkatkan daya saing  nasional, dengan bertumpu pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). SDM  yang berkualitas merupakan modal penting memasuki era ekonomi berbasis  digital. Berbagai program pembangunan SDM kita siapkan, untuk memastikan  bonus demografi menjadi bonus lompatan kemajuan.

Kita bangun generasi bertalenta yang berkarakter dan mampu  beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Indonesia memiliki modal awal  untuk bersaing di tingkat global. Jumlah penduduk kita nomor empat  terbesar di dunia. Sebagian besar penduduk kita berusia muda.
Kelas menengah kita tumbuh dengan pesat. Saya yakin dengan fokus pada  peningkatan kualitas SDM, Indonesia dapat segera mewujudkan visinya  menjadi negara maju. Dengan tekad tersebut, tema kebijakan fiskal tahun  2020 adalah &amp;rdquo;APBN untuk Akselerasi Daya Saing melalui Inovasi dan  Penguatan Kualitas Sumber Daya Manusia&amp;rdquo;.
Pimpinan dan Anggota Dewan yang saya muliakan,
Pada tahun 2020,  Pemerintah menyusun asumsi ekonomi makro sebagai berikut: Pertama,  pertumbuhan ekonomi akan berada pada tingkat 5,3% dengan konsumsi dan  investasi sebagai motor penggerak utamanya. Inflasi akan tetap dijaga  rendah pada tingkat 3,1% untuk mendukung daya beli masyarakat.

Kedua, di tengah kondisi eksternal yang masih dibayangi oleh  ketidakpastian, nilai tukar Rupiah diperkirakan berada di kisaran  Rp14.400 per dolar Amerika Serikat. Pemerintah yakin investasi terus  mengalir ke dalam negeri, karena persepsi positif atas Indonesia dan  perbaikan iklim investasi. Dengan demikian, suku bunga SPN 3 bulan  diperkirakan berada di tingkat 5,4%. Ketiga, harga minyak mentah  Indonesia (ICP) diperkirakan sekitar 65 dolar Amerika Serikat per barel.
Dengan sensitivitas yang tinggi terhadap berbagai dinamika global,  Pemerintah terus memantau pergerakan harga minyak dan komoditi global.  Keempat, melalui optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam, termasuk  minyak dan gas bumi. Target lifting minyak dan gas bumi di tahun 2020  diasumsikan masing-masing sebesar 734 ribu barel dan 1,19 juta barel  setara minyak per hari. Seluruh gambaran perkiraan indikator ekonomi  makro di atas menjadi dasar dalam penyusunan RAPBN tahun 2020.
Ketua, para Wakil Ketua, dan para Anggota DPR RI dan DPD RI,
Pada tahun 2020, Pemerintah akan menempuh tiga strategi kebijakan  fiskal, yaitu: memobilisasi pendapatan dengan tetap menjaga iklim  investasi, meningkatkan kualitas belanja agar lebih efektif dalam  mendukung program prioritas, serta mencari sumber pembiayaan secara  hati-hati dan efisien melalui penguatan peran kuasi fiskal.Sejalan dengan hal tersebut, kebijakan RAPBN tahun 2020 dirancang   ekspansif, namun tetap terarah dan terukur. Ini sebagai wujud dari   komitmen Pemerintah, untuk membuat APBN lebih fokus dalam mendukung   kegiatan prioritas, dengan tetap menjaga agar risikonya berada dalam   batas aman.
Sesuai dengan tema kebijakan fiskal tahun 2020, fokus RAPBN diarahkan   pada lima hal utama, yaitu: Pertama, penguatan kualitas SDM untuk   mewujudkan SDM yang sehat, cerdas, terampil, dan sejahtera. Kedua,   akselerasi pembangunan infrastruktur pendukung transformasi ekonomi.   Ketiga, penguatan program perlindungan sosial untuk menjawab tantangan   demografi dan antisipasi aging population.

Keempat, 9 penguatan kualitas desentralisasi fiskal untuk mendorong   kemandirian daerah. Kelima, antisipasi ketidakpastian global. Dengan   fokus pada lima hal tersebut, dan berpatok pada karakter kebijakan   fiskal yang ekspansif namun terarah dan terukur, maka defisit anggaran   tahun 2020 direncanakan sebesar 1,76% dari PDB, atau sebesar Rp307,2   triliun. Dengan Pendapatan Negara dan Hibah sebesar Rp2.221,5 triliun,   serta Belanja Negara sebesar Rp2.528,8 triliun.
Pimpinan dan para Anggota Dewan yang terhormat, Dalam RAPBN tahun   2020, Belanja Negara direncanakan akan mencapai Rp2.528,8 triliun, atau   sekitar 14,5% dari PDB. Belanja Negara tersebut akan digunakan untuk   memperbaiki kualitas SDM dan melanjutkan program perlindungan sosial   untuk menjawab tantangan demografi.
Selain itu, belanja juga ditujukan untuk meningkatkan investasi dan   ekspor, melalui peningkatan daya saing dan produktivitas, akselerasi   infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas dan mendukung transformasi   ekonomi, serta penguatan kualitas desentralisasi fiskal. Sesuai dengan   amanat konstitusi, Pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan  sebesar  20% dari 10 belanja negara.

Pada tahun 2020, anggaran pendidikan direncanakan sebesar Rp505,8   triliun, atau meningkat 29,6%, dibandingkan realisasi anggaran   pendidikan di tahun 2015 yang sekitar Rp390,3 triliun. Dengan anggaran   pendidikan yang meningkat tersebut, diharapkan tidak ada lagi anak   Indonesia yang tertinggal. Kemampuan dasar anak-anak Indonesia harus   terus dibangun, mulai dari pendidikan usia dini dan pendidikan dasar.
Terutama untuk meningkatkan kemampuan literasi, matematika, dan   sains, sehingga menjadi pijakan bagi peningkatan pengetahuan dan   keterampilan anak di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Di jenjang   pendidikan menengah dan tinggi, Pemerintah merancang pendidikan dan   pelatihan sesuai dengan kebutuhan industri.Pemerintah juga  mencetak  calon-calon pemikir, penemu, dan  entrepreneur hebat di masa  depan.  Kebijakan untuk meningkatkan  kualitas manusia Indonesia juga  akan  ditekankan pada perbaikan  kualitas guru, mulai dari proses  penyaringan,  pendidikan keguruan,  pengembangan pembelajaran, dan metode  pengajaran  yang tepat dengan  memanfaatkan teknologi.
Pada pendidikan dasar dan menengah, dalam rangka pemerataan akses    pendidikan dan percepatan wajib belajar 12 tahun, Pemerintah melanjutkan    program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kepada 54,6 juta 11 siswa    pada tahun 2020. Selain itu, Pemerintah juga melanjutkan Program    Indonesia Pintar (PIP) dengan memberikan beasiswa hingga 20,1 juta    siswa.

Setelah pemenuhan wajib belajar 12 tahun, Pemerintah juga merasa    perlu untuk memberikan akses yang lebih luas kepada anak-anak dari    keluarga kurang mampu, untuk mengenyam pendidikan hingga jenjang    pendidikan tinggi. Hanya lewat pendidikan yang lebih baik kita dapat    memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.
Oleh sebab itu, Pemerintah pada tahun 2020 memperluas sasaran    beasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi kepada 818 ribu mahasiswa    yang berasal dari keluarga tidak mampu, yang memiliki prestasi akademik    melalui Kartu Indonesia PintarKuliah (KIP-Kuliah), termasuk lanjutan    bidik misi. Beasiswa KIP-Kuliah ini juga diberikan untuk mahasiswa    pendidikan vokasi dan politeknik, serta pendidikan sarjana pada program    studi sains dan teknologi.
Untuk meningkatkan akses keterampilan bagi anakanak muda, para    pencari kerja, dan mereka yang mau berganti pekerjaan, Pemerintah pada    tahun 2020 akan menginisiasi program kartu Pra-Kerja. Di mana mereka    dapat memilih jenis kursus yang diinginkan, antara lain coding, data    analytics, desain grafis, akuntansi, bahasa asing, barista, agrobisnis,    hingga operator alat berat.
Hadirin yang saya muliakan, Sesuai dengan amanat UU Kesehatan tahun 2009, sejak tahun 2016 Pemerintah konsisten menjaga anggaran kesehatan, setidaknya 5 persen dari belanja negara. Berbagai program kesehatan yang dilakukan Pemerintah selama ini, telah mampu meningkatkan pemerataan dan mutu pelayanan kesehatan masyarakat. Seperti ketersediaan dan penyebaran obat serta tenaga kesehatan di daerah, maupun akses rumah tangga terhadap sanitasi dan air bersih.

Untuk memperkuat layanan kesehatan pada tahun 2020, Pemerintah mengalokasikan Rp132,2 triliun untuk anggaran kesehatan, atau naik hampir dua kali lipat dari realisasi anggaran kesehatan di tahun 2015 sebesar Rp69,3 triliun.
Pada tahun 2020, kita terus melanjutkan program prioritas di bidang kesehatan, dengan memperkuat layanan dan akses kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama, diikuti ketersediaan tenaga kesehatan yang berkualitas. Penguatan program promotif dan preventif juga dilakukan, melalui pemenuhan gizi dan imunisasi balita, serta edukasi publik tentang pentingnya pola hidup sehat untuk menekan angka penyakit tidak menular. Konvergensi program dan kegiatan percepatan penurunan stunting pada tahun 2020 juga diperluas mencakup 260 kabupaten/kota.
Program dukungan bagi kesehatan dan keselamatan ibu hamil dan melahirkan juga menjadi prioritas. BPJS Kesehatan dan Jaminan Kesehatan Nasional dibenahi secara total.Hadirin yang saya hormati,
Pemerintah juga terus memberikan  perlindungan, khususnya bagi 40 persen lapisan masyarakat terbawah,  sejak dari dalam kandungan hingga lanjut usia. Agar perlindungan sosial  itu efektif dan efisien, Pemerintah terus memperbaiki target sasaran,  meningkatkan sinergi antar-program, dan melakukan evaluasi agar  kebijakan berbasis bukti.
Pada tahun 2020, Pemerintah akan  menyalurkan anggaran pada 96,8 juta jiwa penerima bantuan iuran Jaminan  Kesehatan Nasional (JKN), melanjutkan Program Keluarga Harapan (PKH)  kepada 10 juta keluarga penerima manfaat, dan menyalurkan Bantuan Pangan  Non-Tunai (BPNT) kepada 15,6 juta keluarga melalui kartu sembako.  Dengan kartu sembako, keluarga penerima manfaat dapat membeli dan  memilih bahan pangan yang lebih beragam, karena jumlah bantuan yang  diterima meningkat menjadi Rp1,80 juta per keluarga per tahun, dari  sebelumnya sebesar Rp1,32 juta per keluarga per tahun.

Selain dari bantuan yang ditujukan  pada keluarga tak mampu, Pemerintah juga hadir untuk melanjutkan 14  program-program yang mendukung usaha ultra mikro dan UMKM. Semua ini  didesain untuk memastikan unit sosial dan ekonomi terkecil di  masyarakat, baik keluarga maupun UMKM yang memang membutuhkan uluran  tangan, dapat tersentuh langsung oleh program Pemerintah.
Pimpinan dan para Anggota Dewan yang terhormat,
Belanja negara pada tahun 2020 juga difokuskan untuk pengurangan ketimpangan antarwilayah. Oleh karena itu, kita akan melanjutkan pengembangan berbagai kawasan ekonomi di luar Jawa, melanjutkan industrialisasi dalam bentuk hilirisasi hasil tambang maupun perkebunan, dan mengembangkan beberapa wilayah metropolitan di luar Jawa, supaya bisa menjadi sumber ekonomi baru.
Selama ini, denyut kegiatan ekonomi secara umum masih terpusat di Jakarta dan Pulau Jawa. Sehingga Pulau Jawa menjadi sangat padat dan menciptakan ketimpangan dengan pulau-pulau di luar Jawa. Apabila kita membiarkan hal ini berlanjut tanpa ada upaya yang serius, maka ketimpangan akan semakin parah. Untuk itu, rencana pemindahan ibukota ke Pulau Kalimantan diletakkan dalam konteks ini, sehingga akan mendorong pertumbuhan ekonomi baru, sekaligus memacu pemerataan dan keadilan ekonomi di luar Jawa.
Ibu kota baru dirancang bukan hanya sebagai simbol identitas, tetapi representasi kemajuan bangsa, dengan mengusung konsep modern, smart, and green city, memakai energi baru dan terbarukan, tidak bergantung kepada energi fosil.

Dukungan pendanaan bagi pemindahan ibu kota akan sekecil mungkin menggunakan APBN. Kita dorong partisipasi swasta, BUMN, maupun skema Kerja sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU).
Hadirin sekalian,
Selain meningkatkan pembangunan SDM,   Pemerintah melanjutkan pembangunan infrastruktur dan konektivitas   antarwilayah, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).   Untuk infrastruktur di luar kawasan 3T, Pemerintah menekankan  perbaikan  manajemen, tata kelola, dan kerangka regulasi, agar makin  mendukung  transformasi ekonomi.
Infrastruktur terus dibangun ke   seluruh pelosok dan difokuskan pada konektivitas di sepanjang rantai   pasok, menghubungkan pasar dengan sentra-sentra produksi rakyat, mulai   dari pertanian, perikanan, perkebunan, dan industri, termasuk UMKM. Kita   juga akan meneruskan pembangunan Moda Raya Terpadu (MRT) dan   transportasi massal lainnya, agar keseluruhan sistem transportasi di   kota-kota besar semakin efisien, semakin bersih dari polusi, dan   terkoneksi secara menyeluruh.Dukungan pembangunan infrastruktur  juga dilakukan melalui skema pembiayaan kreatif, seperti Kerja sama  Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Partisipasi swasta dalam  penyediaan infrastruktur publik melalui skema pembiayaan kreatif semacam  ini, dilakukan dengan memperhatikan value for money.
Di sektor pariwisata, pada tahun 2020  Pemerintah memprioritaskan pembangunan empat destinasi wisata secara  lintas sektor dan terintegrasi. Destinasi pariwisata tersebut meliputi  Danau Toba, Candi Borobudur, Labuan Bajo, dan Mandalika.
Subsidi energi untuk BBM, listrik, LPG  3 kg, serta subsidi pupuk, terus diperbaiki agar tepat sasaran dan  efektif membantu rakyat yang kurang mampu, agar menjaga efisiensi dan  daya saing ekonomi, serta meningkatkan produktivitas petani.

Belanja pegawai yang meningkat harus  dikaitkan dengan reformasi birokrasi, baik di pusat maupun di daerah.  Birokrasi yang tidak melayani dan menghambat investasi, serta tidak  responsif terhadap kebutuhan rakyat, harus dipangkas. Anggaran belanja  barang yang boros dan membebani APBN, harus dihapus.
Pemerintah tetap memperhatikan  kesejahteraan aparatur negara, dengan mempertahankan kebijakan  penggajian yang sudah ada melalui pemberian gaji dan pensiun ke-13 serta  Tunjangan Hari Raya (THR). Pemerintah juga menyiapkan reformasi skema  program pensiun dan Jaminan Hari Tua (JHT) untuk aparatur negara.
Berbagai belanja tersebut diharapkan  dapat mendorong tercapainya sasaran pembangunan pada tahun 2020, yakni  penurunan pengangguran ke tingkat 4,8% sampai 5,1%. Selain itu,  kemiskinan diharapkan dapat terus diturunkan di kisaran 8,5% sampai 9,0%  dan ketimpangan menurun di kisaran 0,375 sampai 0,380. Pemerintah juga  optimis pembangunan kualitas manusia dapat terus ditingkatkan dengan  target IPM mencapai 72,51 pada tahun 2020.
Hadirin yang saya muliakan,
Desentralisasi fiskal di Indonesia pada tahun 2020 telah mencapai dua dasawarsa. Sejak pertama kali dialokasikan, anggaran Transfer ke Daerah dan Dana Desa sudah meningkat sangat signifikan. Hal ini menunjukkan komitmen Pemerintah dalam mempercepat pembangunan di daerah.

Pada tahun 2020, Pemerintah akan mengalokasikan anggaran Transfer ke Daerah dan Dana Desa sebesar Rp858,8 triliun. Jumlah tersebut sudah meningkat 5,4% dari perkiraan realisasi di tahun 2019, atau meningkat 37,8% dari realisasinya di tahun 2015 yang sebesar Rp623,1 triliun. Peningkatan alokasi tersebut akan diiringi dengan peningkatan kualitas implementasinya, agar belanja pemerintah daerah dapat meningkatkan 18 layanan dasar publik, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta mengurangi kesenjangan dan kemiskinan.
Sejalan dengan itu, kapasitas Pemerintah Daerah untuk meningkatkan sumber-sumber penerimaan daerah, dengan tetap menjaga iklim investasi dan usaha di daerah perlu ditingkatkan.
Dalam lima tahun terakhir, hasil dari dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa sudah dirasakan oleh sebagian besar masyarakat melalui peningkatan kinerja pelayanan dasar publik, seperti akses rumah tangga terhadap sanitasi dan air minum layak, persalinan yang dibantu oleh tenaga kesehatan, serta angka partisipasi murni (APM) dari PAUD sampai dengan SMA sederajat.
Tingkat kesenjangan di perdesaan juga menurun, yang ditunjukkan dengan semakin rendahnya Rasio Gini dari 0,334 pada tahun 2015, menjadi 0,317 pada tahun 2019. Demikian juga dengan kesenjangan fiskal antardaerah, di mana Indeks Williamson turun dari 0,726 pada tahun 2015, menjadi 0,597 pada tahun 2018.Selain itu, melalui DAK fisik,  Pemerintah juga sudah berhasil membangun berbagai infrastruktur bagi  masyarakat. Selama periode 2017-2018, DAK fisik telah dimanfaatkan untuk  peningkatan jalan sepanjang 17,7 ribu kilometer, penyelesaian  pembangunan 19 jembatan sepanjang 7,8 ribu meter, pembangunan ruang  kelas baru sebanyak 14,2 ribu unit, pembangunan laboratorium sekolah  sebanyak 4,0 ribu unit, peningkatan dan pembangunan jaringan irigasi  sebanyak 373,1 ribu hektare, pembangunan rumah dan peningkatan kualitas  rumah sebanyak 112,3 ribu unit, serta rehabilitasi sarana prasarana  kesehatan sebanyak 8,6 ribu unit per paket.
Pada tahun 2020, selain dukungan  pendanaan kelurahan, Pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk  penghasilan tetap perangkat desa, agar kinerja dan kualitas pelayanan  penyelenggaraan Pemerintahan Desa meningkat. Selain itu, telah  dialokasikan juga anggaran untuk penggajian Pegawai Pemerintah dengan  Perjanjian Kerja (PPPK) untuk mendukung pembiayaan dari APBD.

Sementara itu, Dana Desa pada tahun  2020 dialokasikan sebesar Rp72 triliun. Penggunaan dana desa tersebut  akan lebih ditingkatkan untuk pemberdayaan masyarakat desa dan  pengembangan potensi ekonomi desa, sehingga dapat mempercepat  peningkatan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat desa. Di samping  itu, dana desa diharapkan dapat mendorong inovasi dan entrepreneur baru,  sehingga produk-produk lokal yang dimiliki oleh setiap desa dapat  dipasarkan secara nasional, bahkan global, melalui market place.
Pimpinan dan para Anggota Dewan yang terhormat,
Untuk mencapai sasaran pembangunan di  atas, diperlukan peningkatan pendapatan negara pada tahun 2020 menjadi  sebesar Rp2.221,5 triliun. Mobilisasi pendapatan negara dilakukan, baik  dalam bentuk optimalisasi penerimaan perpajakan, maupun reformasi  pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Di bidang perpajakan, Pemerintah  melanjutkan reformasi perpajakan berupa perbaikan administrasi,  peningkatan kepatuhan, serta penguatan basis data dan sistem informasi  perpajakan.
Dalam rangka mendukung peningkatan  daya saing dan investasi, Pemerintah memberikan insentif perpajakan  melalui beberapa instrumen, yaitu: perluasan tax holiday, perubahan tax  allowance, insentif investment allowance, insentif super deduction untuk  pengembangan kegiatan vokasi dan litbang serta industri padat karya.  Untuk industri padat karya, memperoleh juga fasilitas pembebasan Bea  Masuk dan subsidi pajak.

Pemerintah juga akan menempuh  kebijakan penyetaraan level playing field, bagi pelaku usaha  konvensional maupun e-commerce, untuk mengoptimalkan penerimaan  perpajakan di era digital. Sementara itu, reformasi PNBP dilakukan  melalui penguatan regulasi dan penyempurnaan tata kelola dengan tetap  menjaga kualitas pelayanan publik.
Pimpinan dan para Anggota Dewan yang terhormat,
Kebijakan fiskal tahun 2020 bersifat ekspansif, terarah, dan terukur. Defisit anggaran pada tahun 2020 akan dibiayai dengan memanfaatkan sumber-sumber pembiayaan yang aman dan dikelola secara hati-hati sehingga berkelanjutan.
Utang dikelola melalui kombinasi instrumen yang efisien, di antaranya dengan mempertimbangkan faktor risiko, serta pemanfaatannya secara lebih produktif. Utang dimanfaatkan antara lain untuk kegiatan yang mendukung program pembangunan nasional, baik di bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, infrastruktur, maupun pertahanan dan keamanan. Pembiayaan yang kreatif untuk akselerasi pembangunan infrastruktur juga dilakukan dengan memberdayakan peran swasta, melalui skema Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).Pengelolaan fiskal yang hati-hati,  selalu dijaga Pemerintah secara konsisten. Defisit anggaran dan rasio  utang terhadap PDB tetap dikendalikan dalam batas aman, di bawah tingkat  yang diatur dalam UU Keuangan Negara, sekaligus untuk mendorong  keseimbangan primer menuju positif. Upaya tersebut ditunjukkan dengan  diturunkannya Defisit Anggaran dari 2,59% terhadap PDB pada tahun 2015,  menjadi sekitar 1,93% pada tahun 2019 dan pada tahun 2020 diturunkan  lagi menjadi 1,76%.
Sejalan dengan itu, defisit  keseimbangan primer juga dipersempit dari Rp142,5 triliun pada tahun  2015, menjadi sekitar Rp34,7 triliun pada tahun 2019, dan diupayakan  lebih rendah lagi menjadi Rp12,0 triliun pada tahun 2020. Kebijakan  fiskal tersebut, diharapkan mampu menjaga keseimbangan primer atau  bahkan surplus dalam waktu dekat.

Selain itu, utang pemerintah terus  dikelola secara transparan dan akuntabel, dengan memperkecil risiko pada  stabilitas ekonomi di masa sekarang dan akan datang.
Pimpinan dan para anggota Dewan yang terhormat,
Saya mengajak kita semua agar mulai  hari ini, mulai saat ini, mulai detik ini, kita gerakkan seluruh sumber  daya ekonomi Indonesia untuk mewujudkan lompatan-lompatan kemajuan.
Kita buktikan, bahwa Indonesia memang  layak dan mampu menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia. Kita  tunjukkan, bahwa ekonomi Indonesia dapat tumbuh sekaligus memberikan  rasa keadilan. Kita wujudkan ekonomi Indonesia yang menghadirkan  kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Demikianlah Keterangan Pemerintah atas  Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran 23 Pendapatan dan Belanja  Negara Tahun Anggaran 2020, beserta Nota Keuangannya. Pemerintah  berharap, pembahasan RAPBN tahun 2020 dapat dilakukan secara  konstruktif, demi terwujudnya Indonesia yang maju, berdaulat, mandiri,  dan berkepribadian.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat dan ridho-Nya bagi kita semua dalam menjalankan amanah seluruh rakyat Indonesia.
Dirgahayu Republik Indonesia!
Dirgahayu Negeri Pancasila!
SDM Unggul Indonesia Maju!
Terima kasih, Wassalammu&amp;rsquo;alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh, Om Shanti Shanti Shanti Om, Namo Buddhaya Salam Kebajikan.
Jakarta, 16 Agustus 2019
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA JOKO WIDODO</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo telah membacakan pidato APBN 2020. Pidato yang dibacakan setebal 23 halaman.
Seperti tahun-tahun sebelumnya Presiden membacakannya di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019). Seluruh sektor disebutkan dalam pidato tersebut, antara lain asumsi makro ekonomi 2019, pendidikan, kesehatan, dana desa.
Berikut ini pidato selengkapnya :
Bismillaahirrahmaanirrahiim, Assalamu&amp;rsquo;alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh,
Selamat Siang, Salam sejahtera bagi kita semua, Om Swasti Astu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.
Yang saya hormati Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Yang saya hormati Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Daerah, Yang saya hormati Pimpinan dan Anggota Lembaga Negara, Yang saya hormati para Menteri Kabinet Kerja, Kepala Lembaga Pemerintahan, Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung.
Baca Juga: Pidato Kenegaraan, Terselip Doa Anggota DPD Ibu Kota Pindah Kaltim
Hadirin sekalian yang berbahagia, serta Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air, Kita patut bersyukur bahwa di tengah gejolak perekonomian global, pembangunan ekonomi kita selama lima tahun ini telah menunjukkan capaian yang menggembirakan.
Pertumbuhan ekonomi kita trennya meningkat dari 4,88% di tahun 2015, menjadi 5,17% di tahun 2018, dan terakhir Semester I-2019 mencapai 5,06%. Angka pengangguran menurun dari 5,81% pada Februari 2015, menjadi 5,01% pada Februari 2019.
Penduduk miskin terus menurun dari 11,22% pada Maret 2015, menjadi 9,41% pada Maret 2019, terendah dalam sejarah NKRI. Ketimpangan pendapatan terus menurun, ditunjukkan dengan semakin rendahnya Rasio Gini dari 0,408 pada Maret 2015, menjadi 0,382 pada Maret 2019.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik dari 69,55 di 2015, menjadi 71,39 di 2018, atau masuk dalam status tinggi. Selain itu, tidak ada lagi provinsi dengan tingkat IPM yang rendah. Logistik Performance Index (LPI) naik dari peringkat 53 dunia pada 2014, menjadi peringkat 46 dunia pada 2018.
Dalam Global Competitiveness Index, kualitas infrastruktur kita termasuk listrik dan air meningkat, dari peringkat 81 dunia pada 2015, ke peringkat 71 dunia pada 2018.
Baca Juga: Pidato Kenegaraan, Jokowi Banggakan Laporan Keuangan Lolos WTP
Berbagai capaian tersebut tidak terlepas dari reformasi fiskal yang telah kita lakukan. Kita tidak lagi menggunakan pola money follows function, tetapi money follows program. Kita tidak lagi berorientasi pada proses dan output, tetapi pada impact dan outcome. Kita terus mengelola fiskal agar lebih sehat, lebih adil, dan menopang kemandirian.
Namun, kita tidak boleh lengah. Tantangan ekonomi ke depan semakin berat dan semakin kompleks, ekonomi dunia sedang mengalami ketidakpastian, beberapa emerging market sedang mengalami krisis, dan beberapa negara sedang mengalami pertumbuhan negatif. Kita juga menghadapi tantangan perang dagang. Depresiasi nilai mata uang beberapa negara seperti Yuan-Tiongkok dan PesoArgentina, membuat kita harus waspada.Pimpinan dan Anggota Dewan yang saya muliakan,
Saat negara-negara  lain ekonominya melambat, ekonomi kita harus mampu tumbuh. Situasi  krisis harus kita balik sebagai peluang, kita harus jeli. Kita  manfaatkan kesulitan sebagai kekuatan untuk bangkit, untuk tumbuh, untuk  Indonesia Maju.
Salah satu kuncinya adalah dengan terus meningkatkan daya saing  nasional, dengan bertumpu pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). SDM  yang berkualitas merupakan modal penting memasuki era ekonomi berbasis  digital. Berbagai program pembangunan SDM kita siapkan, untuk memastikan  bonus demografi menjadi bonus lompatan kemajuan.

Kita bangun generasi bertalenta yang berkarakter dan mampu  beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Indonesia memiliki modal awal  untuk bersaing di tingkat global. Jumlah penduduk kita nomor empat  terbesar di dunia. Sebagian besar penduduk kita berusia muda.
Kelas menengah kita tumbuh dengan pesat. Saya yakin dengan fokus pada  peningkatan kualitas SDM, Indonesia dapat segera mewujudkan visinya  menjadi negara maju. Dengan tekad tersebut, tema kebijakan fiskal tahun  2020 adalah &amp;rdquo;APBN untuk Akselerasi Daya Saing melalui Inovasi dan  Penguatan Kualitas Sumber Daya Manusia&amp;rdquo;.
Pimpinan dan Anggota Dewan yang saya muliakan,
Pada tahun 2020,  Pemerintah menyusun asumsi ekonomi makro sebagai berikut: Pertama,  pertumbuhan ekonomi akan berada pada tingkat 5,3% dengan konsumsi dan  investasi sebagai motor penggerak utamanya. Inflasi akan tetap dijaga  rendah pada tingkat 3,1% untuk mendukung daya beli masyarakat.

Kedua, di tengah kondisi eksternal yang masih dibayangi oleh  ketidakpastian, nilai tukar Rupiah diperkirakan berada di kisaran  Rp14.400 per dolar Amerika Serikat. Pemerintah yakin investasi terus  mengalir ke dalam negeri, karena persepsi positif atas Indonesia dan  perbaikan iklim investasi. Dengan demikian, suku bunga SPN 3 bulan  diperkirakan berada di tingkat 5,4%. Ketiga, harga minyak mentah  Indonesia (ICP) diperkirakan sekitar 65 dolar Amerika Serikat per barel.
Dengan sensitivitas yang tinggi terhadap berbagai dinamika global,  Pemerintah terus memantau pergerakan harga minyak dan komoditi global.  Keempat, melalui optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam, termasuk  minyak dan gas bumi. Target lifting minyak dan gas bumi di tahun 2020  diasumsikan masing-masing sebesar 734 ribu barel dan 1,19 juta barel  setara minyak per hari. Seluruh gambaran perkiraan indikator ekonomi  makro di atas menjadi dasar dalam penyusunan RAPBN tahun 2020.
Ketua, para Wakil Ketua, dan para Anggota DPR RI dan DPD RI,
Pada tahun 2020, Pemerintah akan menempuh tiga strategi kebijakan  fiskal, yaitu: memobilisasi pendapatan dengan tetap menjaga iklim  investasi, meningkatkan kualitas belanja agar lebih efektif dalam  mendukung program prioritas, serta mencari sumber pembiayaan secara  hati-hati dan efisien melalui penguatan peran kuasi fiskal.Sejalan dengan hal tersebut, kebijakan RAPBN tahun 2020 dirancang   ekspansif, namun tetap terarah dan terukur. Ini sebagai wujud dari   komitmen Pemerintah, untuk membuat APBN lebih fokus dalam mendukung   kegiatan prioritas, dengan tetap menjaga agar risikonya berada dalam   batas aman.
Sesuai dengan tema kebijakan fiskal tahun 2020, fokus RAPBN diarahkan   pada lima hal utama, yaitu: Pertama, penguatan kualitas SDM untuk   mewujudkan SDM yang sehat, cerdas, terampil, dan sejahtera. Kedua,   akselerasi pembangunan infrastruktur pendukung transformasi ekonomi.   Ketiga, penguatan program perlindungan sosial untuk menjawab tantangan   demografi dan antisipasi aging population.

Keempat, 9 penguatan kualitas desentralisasi fiskal untuk mendorong   kemandirian daerah. Kelima, antisipasi ketidakpastian global. Dengan   fokus pada lima hal tersebut, dan berpatok pada karakter kebijakan   fiskal yang ekspansif namun terarah dan terukur, maka defisit anggaran   tahun 2020 direncanakan sebesar 1,76% dari PDB, atau sebesar Rp307,2   triliun. Dengan Pendapatan Negara dan Hibah sebesar Rp2.221,5 triliun,   serta Belanja Negara sebesar Rp2.528,8 triliun.
Pimpinan dan para Anggota Dewan yang terhormat, Dalam RAPBN tahun   2020, Belanja Negara direncanakan akan mencapai Rp2.528,8 triliun, atau   sekitar 14,5% dari PDB. Belanja Negara tersebut akan digunakan untuk   memperbaiki kualitas SDM dan melanjutkan program perlindungan sosial   untuk menjawab tantangan demografi.
Selain itu, belanja juga ditujukan untuk meningkatkan investasi dan   ekspor, melalui peningkatan daya saing dan produktivitas, akselerasi   infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas dan mendukung transformasi   ekonomi, serta penguatan kualitas desentralisasi fiskal. Sesuai dengan   amanat konstitusi, Pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan  sebesar  20% dari 10 belanja negara.

Pada tahun 2020, anggaran pendidikan direncanakan sebesar Rp505,8   triliun, atau meningkat 29,6%, dibandingkan realisasi anggaran   pendidikan di tahun 2015 yang sekitar Rp390,3 triliun. Dengan anggaran   pendidikan yang meningkat tersebut, diharapkan tidak ada lagi anak   Indonesia yang tertinggal. Kemampuan dasar anak-anak Indonesia harus   terus dibangun, mulai dari pendidikan usia dini dan pendidikan dasar.
Terutama untuk meningkatkan kemampuan literasi, matematika, dan   sains, sehingga menjadi pijakan bagi peningkatan pengetahuan dan   keterampilan anak di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Di jenjang   pendidikan menengah dan tinggi, Pemerintah merancang pendidikan dan   pelatihan sesuai dengan kebutuhan industri.Pemerintah juga  mencetak  calon-calon pemikir, penemu, dan  entrepreneur hebat di masa  depan.  Kebijakan untuk meningkatkan  kualitas manusia Indonesia juga  akan  ditekankan pada perbaikan  kualitas guru, mulai dari proses  penyaringan,  pendidikan keguruan,  pengembangan pembelajaran, dan metode  pengajaran  yang tepat dengan  memanfaatkan teknologi.
Pada pendidikan dasar dan menengah, dalam rangka pemerataan akses    pendidikan dan percepatan wajib belajar 12 tahun, Pemerintah melanjutkan    program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kepada 54,6 juta 11 siswa    pada tahun 2020. Selain itu, Pemerintah juga melanjutkan Program    Indonesia Pintar (PIP) dengan memberikan beasiswa hingga 20,1 juta    siswa.

Setelah pemenuhan wajib belajar 12 tahun, Pemerintah juga merasa    perlu untuk memberikan akses yang lebih luas kepada anak-anak dari    keluarga kurang mampu, untuk mengenyam pendidikan hingga jenjang    pendidikan tinggi. Hanya lewat pendidikan yang lebih baik kita dapat    memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.
Oleh sebab itu, Pemerintah pada tahun 2020 memperluas sasaran    beasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi kepada 818 ribu mahasiswa    yang berasal dari keluarga tidak mampu, yang memiliki prestasi akademik    melalui Kartu Indonesia PintarKuliah (KIP-Kuliah), termasuk lanjutan    bidik misi. Beasiswa KIP-Kuliah ini juga diberikan untuk mahasiswa    pendidikan vokasi dan politeknik, serta pendidikan sarjana pada program    studi sains dan teknologi.
Untuk meningkatkan akses keterampilan bagi anakanak muda, para    pencari kerja, dan mereka yang mau berganti pekerjaan, Pemerintah pada    tahun 2020 akan menginisiasi program kartu Pra-Kerja. Di mana mereka    dapat memilih jenis kursus yang diinginkan, antara lain coding, data    analytics, desain grafis, akuntansi, bahasa asing, barista, agrobisnis,    hingga operator alat berat.
Hadirin yang saya muliakan, Sesuai dengan amanat UU Kesehatan tahun 2009, sejak tahun 2016 Pemerintah konsisten menjaga anggaran kesehatan, setidaknya 5 persen dari belanja negara. Berbagai program kesehatan yang dilakukan Pemerintah selama ini, telah mampu meningkatkan pemerataan dan mutu pelayanan kesehatan masyarakat. Seperti ketersediaan dan penyebaran obat serta tenaga kesehatan di daerah, maupun akses rumah tangga terhadap sanitasi dan air bersih.

Untuk memperkuat layanan kesehatan pada tahun 2020, Pemerintah mengalokasikan Rp132,2 triliun untuk anggaran kesehatan, atau naik hampir dua kali lipat dari realisasi anggaran kesehatan di tahun 2015 sebesar Rp69,3 triliun.
Pada tahun 2020, kita terus melanjutkan program prioritas di bidang kesehatan, dengan memperkuat layanan dan akses kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama, diikuti ketersediaan tenaga kesehatan yang berkualitas. Penguatan program promotif dan preventif juga dilakukan, melalui pemenuhan gizi dan imunisasi balita, serta edukasi publik tentang pentingnya pola hidup sehat untuk menekan angka penyakit tidak menular. Konvergensi program dan kegiatan percepatan penurunan stunting pada tahun 2020 juga diperluas mencakup 260 kabupaten/kota.
Program dukungan bagi kesehatan dan keselamatan ibu hamil dan melahirkan juga menjadi prioritas. BPJS Kesehatan dan Jaminan Kesehatan Nasional dibenahi secara total.Hadirin yang saya hormati,
Pemerintah juga terus memberikan  perlindungan, khususnya bagi 40 persen lapisan masyarakat terbawah,  sejak dari dalam kandungan hingga lanjut usia. Agar perlindungan sosial  itu efektif dan efisien, Pemerintah terus memperbaiki target sasaran,  meningkatkan sinergi antar-program, dan melakukan evaluasi agar  kebijakan berbasis bukti.
Pada tahun 2020, Pemerintah akan  menyalurkan anggaran pada 96,8 juta jiwa penerima bantuan iuran Jaminan  Kesehatan Nasional (JKN), melanjutkan Program Keluarga Harapan (PKH)  kepada 10 juta keluarga penerima manfaat, dan menyalurkan Bantuan Pangan  Non-Tunai (BPNT) kepada 15,6 juta keluarga melalui kartu sembako.  Dengan kartu sembako, keluarga penerima manfaat dapat membeli dan  memilih bahan pangan yang lebih beragam, karena jumlah bantuan yang  diterima meningkat menjadi Rp1,80 juta per keluarga per tahun, dari  sebelumnya sebesar Rp1,32 juta per keluarga per tahun.

Selain dari bantuan yang ditujukan  pada keluarga tak mampu, Pemerintah juga hadir untuk melanjutkan 14  program-program yang mendukung usaha ultra mikro dan UMKM. Semua ini  didesain untuk memastikan unit sosial dan ekonomi terkecil di  masyarakat, baik keluarga maupun UMKM yang memang membutuhkan uluran  tangan, dapat tersentuh langsung oleh program Pemerintah.
Pimpinan dan para Anggota Dewan yang terhormat,
Belanja negara pada tahun 2020 juga difokuskan untuk pengurangan ketimpangan antarwilayah. Oleh karena itu, kita akan melanjutkan pengembangan berbagai kawasan ekonomi di luar Jawa, melanjutkan industrialisasi dalam bentuk hilirisasi hasil tambang maupun perkebunan, dan mengembangkan beberapa wilayah metropolitan di luar Jawa, supaya bisa menjadi sumber ekonomi baru.
Selama ini, denyut kegiatan ekonomi secara umum masih terpusat di Jakarta dan Pulau Jawa. Sehingga Pulau Jawa menjadi sangat padat dan menciptakan ketimpangan dengan pulau-pulau di luar Jawa. Apabila kita membiarkan hal ini berlanjut tanpa ada upaya yang serius, maka ketimpangan akan semakin parah. Untuk itu, rencana pemindahan ibukota ke Pulau Kalimantan diletakkan dalam konteks ini, sehingga akan mendorong pertumbuhan ekonomi baru, sekaligus memacu pemerataan dan keadilan ekonomi di luar Jawa.
Ibu kota baru dirancang bukan hanya sebagai simbol identitas, tetapi representasi kemajuan bangsa, dengan mengusung konsep modern, smart, and green city, memakai energi baru dan terbarukan, tidak bergantung kepada energi fosil.

Dukungan pendanaan bagi pemindahan ibu kota akan sekecil mungkin menggunakan APBN. Kita dorong partisipasi swasta, BUMN, maupun skema Kerja sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU).
Hadirin sekalian,
Selain meningkatkan pembangunan SDM,   Pemerintah melanjutkan pembangunan infrastruktur dan konektivitas   antarwilayah, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).   Untuk infrastruktur di luar kawasan 3T, Pemerintah menekankan  perbaikan  manajemen, tata kelola, dan kerangka regulasi, agar makin  mendukung  transformasi ekonomi.
Infrastruktur terus dibangun ke   seluruh pelosok dan difokuskan pada konektivitas di sepanjang rantai   pasok, menghubungkan pasar dengan sentra-sentra produksi rakyat, mulai   dari pertanian, perikanan, perkebunan, dan industri, termasuk UMKM. Kita   juga akan meneruskan pembangunan Moda Raya Terpadu (MRT) dan   transportasi massal lainnya, agar keseluruhan sistem transportasi di   kota-kota besar semakin efisien, semakin bersih dari polusi, dan   terkoneksi secara menyeluruh.Dukungan pembangunan infrastruktur  juga dilakukan melalui skema pembiayaan kreatif, seperti Kerja sama  Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Partisipasi swasta dalam  penyediaan infrastruktur publik melalui skema pembiayaan kreatif semacam  ini, dilakukan dengan memperhatikan value for money.
Di sektor pariwisata, pada tahun 2020  Pemerintah memprioritaskan pembangunan empat destinasi wisata secara  lintas sektor dan terintegrasi. Destinasi pariwisata tersebut meliputi  Danau Toba, Candi Borobudur, Labuan Bajo, dan Mandalika.
Subsidi energi untuk BBM, listrik, LPG  3 kg, serta subsidi pupuk, terus diperbaiki agar tepat sasaran dan  efektif membantu rakyat yang kurang mampu, agar menjaga efisiensi dan  daya saing ekonomi, serta meningkatkan produktivitas petani.

Belanja pegawai yang meningkat harus  dikaitkan dengan reformasi birokrasi, baik di pusat maupun di daerah.  Birokrasi yang tidak melayani dan menghambat investasi, serta tidak  responsif terhadap kebutuhan rakyat, harus dipangkas. Anggaran belanja  barang yang boros dan membebani APBN, harus dihapus.
Pemerintah tetap memperhatikan  kesejahteraan aparatur negara, dengan mempertahankan kebijakan  penggajian yang sudah ada melalui pemberian gaji dan pensiun ke-13 serta  Tunjangan Hari Raya (THR). Pemerintah juga menyiapkan reformasi skema  program pensiun dan Jaminan Hari Tua (JHT) untuk aparatur negara.
Berbagai belanja tersebut diharapkan  dapat mendorong tercapainya sasaran pembangunan pada tahun 2020, yakni  penurunan pengangguran ke tingkat 4,8% sampai 5,1%. Selain itu,  kemiskinan diharapkan dapat terus diturunkan di kisaran 8,5% sampai 9,0%  dan ketimpangan menurun di kisaran 0,375 sampai 0,380. Pemerintah juga  optimis pembangunan kualitas manusia dapat terus ditingkatkan dengan  target IPM mencapai 72,51 pada tahun 2020.
Hadirin yang saya muliakan,
Desentralisasi fiskal di Indonesia pada tahun 2020 telah mencapai dua dasawarsa. Sejak pertama kali dialokasikan, anggaran Transfer ke Daerah dan Dana Desa sudah meningkat sangat signifikan. Hal ini menunjukkan komitmen Pemerintah dalam mempercepat pembangunan di daerah.

Pada tahun 2020, Pemerintah akan mengalokasikan anggaran Transfer ke Daerah dan Dana Desa sebesar Rp858,8 triliun. Jumlah tersebut sudah meningkat 5,4% dari perkiraan realisasi di tahun 2019, atau meningkat 37,8% dari realisasinya di tahun 2015 yang sebesar Rp623,1 triliun. Peningkatan alokasi tersebut akan diiringi dengan peningkatan kualitas implementasinya, agar belanja pemerintah daerah dapat meningkatkan 18 layanan dasar publik, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta mengurangi kesenjangan dan kemiskinan.
Sejalan dengan itu, kapasitas Pemerintah Daerah untuk meningkatkan sumber-sumber penerimaan daerah, dengan tetap menjaga iklim investasi dan usaha di daerah perlu ditingkatkan.
Dalam lima tahun terakhir, hasil dari dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa sudah dirasakan oleh sebagian besar masyarakat melalui peningkatan kinerja pelayanan dasar publik, seperti akses rumah tangga terhadap sanitasi dan air minum layak, persalinan yang dibantu oleh tenaga kesehatan, serta angka partisipasi murni (APM) dari PAUD sampai dengan SMA sederajat.
Tingkat kesenjangan di perdesaan juga menurun, yang ditunjukkan dengan semakin rendahnya Rasio Gini dari 0,334 pada tahun 2015, menjadi 0,317 pada tahun 2019. Demikian juga dengan kesenjangan fiskal antardaerah, di mana Indeks Williamson turun dari 0,726 pada tahun 2015, menjadi 0,597 pada tahun 2018.Selain itu, melalui DAK fisik,  Pemerintah juga sudah berhasil membangun berbagai infrastruktur bagi  masyarakat. Selama periode 2017-2018, DAK fisik telah dimanfaatkan untuk  peningkatan jalan sepanjang 17,7 ribu kilometer, penyelesaian  pembangunan 19 jembatan sepanjang 7,8 ribu meter, pembangunan ruang  kelas baru sebanyak 14,2 ribu unit, pembangunan laboratorium sekolah  sebanyak 4,0 ribu unit, peningkatan dan pembangunan jaringan irigasi  sebanyak 373,1 ribu hektare, pembangunan rumah dan peningkatan kualitas  rumah sebanyak 112,3 ribu unit, serta rehabilitasi sarana prasarana  kesehatan sebanyak 8,6 ribu unit per paket.
Pada tahun 2020, selain dukungan  pendanaan kelurahan, Pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk  penghasilan tetap perangkat desa, agar kinerja dan kualitas pelayanan  penyelenggaraan Pemerintahan Desa meningkat. Selain itu, telah  dialokasikan juga anggaran untuk penggajian Pegawai Pemerintah dengan  Perjanjian Kerja (PPPK) untuk mendukung pembiayaan dari APBD.

Sementara itu, Dana Desa pada tahun  2020 dialokasikan sebesar Rp72 triliun. Penggunaan dana desa tersebut  akan lebih ditingkatkan untuk pemberdayaan masyarakat desa dan  pengembangan potensi ekonomi desa, sehingga dapat mempercepat  peningkatan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat desa. Di samping  itu, dana desa diharapkan dapat mendorong inovasi dan entrepreneur baru,  sehingga produk-produk lokal yang dimiliki oleh setiap desa dapat  dipasarkan secara nasional, bahkan global, melalui market place.
Pimpinan dan para Anggota Dewan yang terhormat,
Untuk mencapai sasaran pembangunan di  atas, diperlukan peningkatan pendapatan negara pada tahun 2020 menjadi  sebesar Rp2.221,5 triliun. Mobilisasi pendapatan negara dilakukan, baik  dalam bentuk optimalisasi penerimaan perpajakan, maupun reformasi  pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Di bidang perpajakan, Pemerintah  melanjutkan reformasi perpajakan berupa perbaikan administrasi,  peningkatan kepatuhan, serta penguatan basis data dan sistem informasi  perpajakan.
Dalam rangka mendukung peningkatan  daya saing dan investasi, Pemerintah memberikan insentif perpajakan  melalui beberapa instrumen, yaitu: perluasan tax holiday, perubahan tax  allowance, insentif investment allowance, insentif super deduction untuk  pengembangan kegiatan vokasi dan litbang serta industri padat karya.  Untuk industri padat karya, memperoleh juga fasilitas pembebasan Bea  Masuk dan subsidi pajak.

Pemerintah juga akan menempuh  kebijakan penyetaraan level playing field, bagi pelaku usaha  konvensional maupun e-commerce, untuk mengoptimalkan penerimaan  perpajakan di era digital. Sementara itu, reformasi PNBP dilakukan  melalui penguatan regulasi dan penyempurnaan tata kelola dengan tetap  menjaga kualitas pelayanan publik.
Pimpinan dan para Anggota Dewan yang terhormat,
Kebijakan fiskal tahun 2020 bersifat ekspansif, terarah, dan terukur. Defisit anggaran pada tahun 2020 akan dibiayai dengan memanfaatkan sumber-sumber pembiayaan yang aman dan dikelola secara hati-hati sehingga berkelanjutan.
Utang dikelola melalui kombinasi instrumen yang efisien, di antaranya dengan mempertimbangkan faktor risiko, serta pemanfaatannya secara lebih produktif. Utang dimanfaatkan antara lain untuk kegiatan yang mendukung program pembangunan nasional, baik di bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, infrastruktur, maupun pertahanan dan keamanan. Pembiayaan yang kreatif untuk akselerasi pembangunan infrastruktur juga dilakukan dengan memberdayakan peran swasta, melalui skema Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).Pengelolaan fiskal yang hati-hati,  selalu dijaga Pemerintah secara konsisten. Defisit anggaran dan rasio  utang terhadap PDB tetap dikendalikan dalam batas aman, di bawah tingkat  yang diatur dalam UU Keuangan Negara, sekaligus untuk mendorong  keseimbangan primer menuju positif. Upaya tersebut ditunjukkan dengan  diturunkannya Defisit Anggaran dari 2,59% terhadap PDB pada tahun 2015,  menjadi sekitar 1,93% pada tahun 2019 dan pada tahun 2020 diturunkan  lagi menjadi 1,76%.
Sejalan dengan itu, defisit  keseimbangan primer juga dipersempit dari Rp142,5 triliun pada tahun  2015, menjadi sekitar Rp34,7 triliun pada tahun 2019, dan diupayakan  lebih rendah lagi menjadi Rp12,0 triliun pada tahun 2020. Kebijakan  fiskal tersebut, diharapkan mampu menjaga keseimbangan primer atau  bahkan surplus dalam waktu dekat.

Selain itu, utang pemerintah terus  dikelola secara transparan dan akuntabel, dengan memperkecil risiko pada  stabilitas ekonomi di masa sekarang dan akan datang.
Pimpinan dan para anggota Dewan yang terhormat,
Saya mengajak kita semua agar mulai  hari ini, mulai saat ini, mulai detik ini, kita gerakkan seluruh sumber  daya ekonomi Indonesia untuk mewujudkan lompatan-lompatan kemajuan.
Kita buktikan, bahwa Indonesia memang  layak dan mampu menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia. Kita  tunjukkan, bahwa ekonomi Indonesia dapat tumbuh sekaligus memberikan  rasa keadilan. Kita wujudkan ekonomi Indonesia yang menghadirkan  kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Demikianlah Keterangan Pemerintah atas  Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran 23 Pendapatan dan Belanja  Negara Tahun Anggaran 2020, beserta Nota Keuangannya. Pemerintah  berharap, pembahasan RAPBN tahun 2020 dapat dilakukan secara  konstruktif, demi terwujudnya Indonesia yang maju, berdaulat, mandiri,  dan berkepribadian.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat dan ridho-Nya bagi kita semua dalam menjalankan amanah seluruh rakyat Indonesia.
Dirgahayu Republik Indonesia!
Dirgahayu Negeri Pancasila!
SDM Unggul Indonesia Maju!
Terima kasih, Wassalammu&amp;rsquo;alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh, Om Shanti Shanti Shanti Om, Namo Buddhaya Salam Kebajikan.
Jakarta, 16 Agustus 2019
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA JOKO WIDODO</content:encoded></item></channel></rss>
