<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada Artificial Intelligence, Jokowi Ingin Kualitas PNS Berubah</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, peningkatan kualitas dan kultur aparat harus segera berubah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/16/320/2092670/ada-artificial-intelligence-jokowi-ingin-kualitas-pns-berubah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/16/320/2092670/ada-artificial-intelligence-jokowi-ingin-kualitas-pns-berubah"/><item><title>Ada Artificial Intelligence, Jokowi Ingin Kualitas PNS Berubah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/16/320/2092670/ada-artificial-intelligence-jokowi-ingin-kualitas-pns-berubah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/16/320/2092670/ada-artificial-intelligence-jokowi-ingin-kualitas-pns-berubah</guid><pubDate>Jum'at 16 Agustus 2019 11:31 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/16/320/2092670/ada-artificial-intelligence-jokowi-ingin-kualitas-pns-berubah-16R7jE21CA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi Pidato Kenegaraan (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/16/320/2092670/ada-artificial-intelligence-jokowi-ingin-kualitas-pns-berubah-16R7jE21CA.jpg</image><title>Jokowi Pidato Kenegaraan (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, peningkatan kualitas dan kultur aparat harus segera berubah. Hal itu mulai dari aparat negara, termasuk PNS, birokrat, TNI dan Polri, serta pejabat BUMN.
&quot;Harus segera berubah! Kita tidak kompromi aparat yang mengingkari Pancasila. Kita tidak kompromi aparat yang tidak melayani yang tidak turun ke bawah,&quot; kata Jokowi pada Pidato Kenegaraan dalam Rangka HUT ke-74 Indonesia, Jakarta, Jumat (16/8/2019).
Sebaliknya, Jokowi menyampaikan apresiasi kepada aparat negara yang selalu menebarkan optimisme. Serta mampu melakukan penyederhaan regulasi.
&quot;Yang melakukan smart shortcut dan yang sepenuh hati melayani rakyat,&quot; katanya.
Baca Juga: Hadapi Persaingan Global, Jokowi Sebut Cara-Cara Lama Harus Ditinggalkan
Jokowi menyatakan, pemanfaatan teknologi terbaru harus mampu dimanfaatkan. Lantaran membuka peluang untuk mempermudah hal-hal yang dulu sulit dan mempermurah hal-hal yang dulu mahal.
&quot;Serta mempercepat hal-hal yang dulu lamban dan lama,&quot; katanya.
Menurutnya, penyederhanaan prosedur dan pemanfaatan teknologi baru dalam bekerja harus pula disertai dengan penyederhanaan organisasi. &quot;Organisasi yang tumpang tindih fungsinya harus digabung,&quot; imbuh dia.
Baca Juga: Indonesia Kaya dengan Batu Bara hingga Sawit, Presiden Jokowi: Itu Tidak Cukup
Oleh sebab itu, pekerjaan berkaitan administrasi yang bisa dilakukan oleh komputer, dan oleh kecerdasan buatan Artificial Intelligence, harus dilakukan.
&quot;Oleh karena itu jumlah organisasi dan jumlah aparat yang tidak efisien dan tidak relevan harus mulai dipangkas,&quot; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, peningkatan kualitas dan kultur aparat harus segera berubah. Hal itu mulai dari aparat negara, termasuk PNS, birokrat, TNI dan Polri, serta pejabat BUMN.
&quot;Harus segera berubah! Kita tidak kompromi aparat yang mengingkari Pancasila. Kita tidak kompromi aparat yang tidak melayani yang tidak turun ke bawah,&quot; kata Jokowi pada Pidato Kenegaraan dalam Rangka HUT ke-74 Indonesia, Jakarta, Jumat (16/8/2019).
Sebaliknya, Jokowi menyampaikan apresiasi kepada aparat negara yang selalu menebarkan optimisme. Serta mampu melakukan penyederhaan regulasi.
&quot;Yang melakukan smart shortcut dan yang sepenuh hati melayani rakyat,&quot; katanya.
Baca Juga: Hadapi Persaingan Global, Jokowi Sebut Cara-Cara Lama Harus Ditinggalkan
Jokowi menyatakan, pemanfaatan teknologi terbaru harus mampu dimanfaatkan. Lantaran membuka peluang untuk mempermudah hal-hal yang dulu sulit dan mempermurah hal-hal yang dulu mahal.
&quot;Serta mempercepat hal-hal yang dulu lamban dan lama,&quot; katanya.
Menurutnya, penyederhanaan prosedur dan pemanfaatan teknologi baru dalam bekerja harus pula disertai dengan penyederhanaan organisasi. &quot;Organisasi yang tumpang tindih fungsinya harus digabung,&quot; imbuh dia.
Baca Juga: Indonesia Kaya dengan Batu Bara hingga Sawit, Presiden Jokowi: Itu Tidak Cukup
Oleh sebab itu, pekerjaan berkaitan administrasi yang bisa dilakukan oleh komputer, dan oleh kecerdasan buatan Artificial Intelligence, harus dilakukan.
&quot;Oleh karena itu jumlah organisasi dan jumlah aparat yang tidak efisien dan tidak relevan harus mulai dipangkas,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
