<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Merinding, Sri Mulyani: Ingatlah Detik-Detik Kemerdekaan Indonesia</title><description>Sri Mulyani mengatakan, momen HUT Kemerdekaan Indonesia yang ke-74 harus bisa kembali mengingat detik-detik perjuangan kemerdekaan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/17/320/2093142/merinding-sri-mulyani-ingatlah-detik-detik-kemerdekaan-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/17/320/2093142/merinding-sri-mulyani-ingatlah-detik-detik-kemerdekaan-indonesia"/><item><title> Merinding, Sri Mulyani: Ingatlah Detik-Detik Kemerdekaan Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/17/320/2093142/merinding-sri-mulyani-ingatlah-detik-detik-kemerdekaan-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/17/320/2093142/merinding-sri-mulyani-ingatlah-detik-detik-kemerdekaan-indonesia</guid><pubDate>Sabtu 17 Agustus 2019 10:19 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/17/320/2093142/merinding-sri-mulyani-ingatlah-detik-detik-kemerdekaan-indonesia-QIq4i3V2yg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Sri Mulyani Berkebaya Merah Pimpin Upacara (Taufik/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/17/320/2093142/merinding-sri-mulyani-ingatlah-detik-detik-kemerdekaan-indonesia-QIq4i3V2yg.jpg</image><title>Foto: Sri Mulyani Berkebaya Merah Pimpin Upacara (Taufik/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, momen HUT Kemerdekaan Indonesia yang ke-74 harus bisa kembali mengingat detik-detik perjuangan kemerdekaan.

&quot;Peringatan HUT ke-74 RI ini, untuk kembali menghidupkan semangat mengingat jasa pahlawan, jadi menghidupkan semangat kita untuk meneruskan mengejar cita-cita bangsa,&quot; ujar dia di Kemenko Perekonomian Jakarta, Sabtu (17/8/2019).

&amp;nbsp;Baca Juga: Momen Kemesraan Sri Mulyani dan Suami pada Upacara 17 Agustus
Semangat dalam mengingat pejuang kemerdekaan Indonesia dapat dilakukan dengan upacara pengibaran bendera Merah Putih serta menyanyikan lagu Indonesia Raya.

&quot;Saya rasa semangat itulah yang harus terus kita pelihara dari zaman ke zaman,&quot; kata dia.
&amp;nbsp;Baca Juga: HUT ke-74 RI, Sri Mulyani Nyanyi Lagu Esok Kan Masih Ada
Dia juga menyampaikan bahwa pada upacara bendera memiliki pesan untuk keberagaman dan toleransi di Indonesia. Hal ini mempresentasikan keberagaman di Tanah Air.

&quot;Tadi ada tari Jawa, ada pakai kipas Bali tapi bentuknya bukan Bali, ini adalah suatu apresiasi kita kepada suatu bangsa yang begitu beragam Bhineka. Namun kita disamakan atau disatukan dengan satu tujuan. Disatukan dengan satu kebangsaan, bangsa Indonesia. Itulah semangat yang kita munculkan,&quot; ungkap dia.
&amp;nbsp;

</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, momen HUT Kemerdekaan Indonesia yang ke-74 harus bisa kembali mengingat detik-detik perjuangan kemerdekaan.

&quot;Peringatan HUT ke-74 RI ini, untuk kembali menghidupkan semangat mengingat jasa pahlawan, jadi menghidupkan semangat kita untuk meneruskan mengejar cita-cita bangsa,&quot; ujar dia di Kemenko Perekonomian Jakarta, Sabtu (17/8/2019).

&amp;nbsp;Baca Juga: Momen Kemesraan Sri Mulyani dan Suami pada Upacara 17 Agustus
Semangat dalam mengingat pejuang kemerdekaan Indonesia dapat dilakukan dengan upacara pengibaran bendera Merah Putih serta menyanyikan lagu Indonesia Raya.

&quot;Saya rasa semangat itulah yang harus terus kita pelihara dari zaman ke zaman,&quot; kata dia.
&amp;nbsp;Baca Juga: HUT ke-74 RI, Sri Mulyani Nyanyi Lagu Esok Kan Masih Ada
Dia juga menyampaikan bahwa pada upacara bendera memiliki pesan untuk keberagaman dan toleransi di Indonesia. Hal ini mempresentasikan keberagaman di Tanah Air.

&quot;Tadi ada tari Jawa, ada pakai kipas Bali tapi bentuknya bukan Bali, ini adalah suatu apresiasi kita kepada suatu bangsa yang begitu beragam Bhineka. Namun kita disamakan atau disatukan dengan satu tujuan. Disatukan dengan satu kebangsaan, bangsa Indonesia. Itulah semangat yang kita munculkan,&quot; ungkap dia.
&amp;nbsp;

</content:encoded></item></channel></rss>
