<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Wawancara Khusus, Presiden Jokowi: Bangun Infrastruktur-SDM Jadi Fondasi Kuat Ekonomi RI</title><description>Selama lima tahun, Presiden Joko Widodo (Jokowi) fokus pada pembangunan infrastruktur.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/17/320/2093185/wawancara-khusus-presiden-jokowi-bangun-infrastruktur-sdm-jadi-fondasi-kuat-ekonomi-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/17/320/2093185/wawancara-khusus-presiden-jokowi-bangun-infrastruktur-sdm-jadi-fondasi-kuat-ekonomi-ri"/><item><title>   Wawancara Khusus, Presiden Jokowi: Bangun Infrastruktur-SDM Jadi Fondasi Kuat Ekonomi RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/17/320/2093185/wawancara-khusus-presiden-jokowi-bangun-infrastruktur-sdm-jadi-fondasi-kuat-ekonomi-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/17/320/2093185/wawancara-khusus-presiden-jokowi-bangun-infrastruktur-sdm-jadi-fondasi-kuat-ekonomi-ri</guid><pubDate>Sabtu 17 Agustus 2019 15:31 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/17/320/2093185/wawancara-khusus-presiden-jokowi-bangun-infrastruktur-sdm-jadi-fondasi-kuat-ekonomi-ri-UuC6AugVYt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Jokowi saat Pidato Nota Keuangan (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/17/320/2093185/wawancara-khusus-presiden-jokowi-bangun-infrastruktur-sdm-jadi-fondasi-kuat-ekonomi-ri-UuC6AugVYt.jpg</image><title>Foto: Jokowi saat Pidato Nota Keuangan (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintahan Jokowi-JK akan segera berakhir. Selama lima tahun, Presiden Joko Widodo (Jokowi) fokus pada pembangunan infrastruktur.

Hasilnya sudah dapat dilihat, berbagai macam pembangunan infrastruktur berhasil dibangun, mulai jalan tol, pelabuhan, pembangkit listrik, transportasi massal, bandara hingga satelit.
&amp;nbsp;Baca Juga: Wawancara Khusus, Presiden Jokowi: Persiapkan SDM Unggul Hadapi Persaingan Antar Negara
Untuk periode kedua kepemimpinan Jokowi, fokus pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Pembangunan infrastruktur dan SDM merupakan fondasi yang harus dilakukan guna menjadi Indonesia maju.

&quot;Ya ini fondasi, fondasi ini fondasi dua duanya ini fondasi kuat dalam rangka kita berkompetisi,&quot; kata Presiden Jokowi saat wawancara khusus dengan iNews TV.

Berikut ini petikan wawancara khusus dengan Presiden Joko Widodo.

Apa yang Bisa Dikaitkan Antara Pembangunan Infrastruktur dengan Pembangunan SDM?

 
Ya ini fondasi, fondasi ini fondasi dua-duanya ini fondasi kuat dalam rangka kita berkompetisi. Memang pembangunan manusia ini  mau tidak mau kita harus mulai dari betul-betul awal sejak dari kandungan urusan gizi, urusan nutrisi harus betul betul diikuti betul sehingga yang nanti apa itu yang terlahirkan tidak dalam posisi stunting. Ini harus sudah kita harus bilang ini tidak.
 
&amp;nbsp;
 
Kemudian yang kedua setelah lahir juga sama, sejak umur 1 sampai 7 , 8 tahun ini juga urusan gizi, urusan nutrisi juga harus diikuti dan diperhatikan karena ini akan menyangkut sebuah jangka yang sangat panjang dan saat masuk sekolah entah itu PAUD, entah itu TK, entah itu SD, anak harus mulai dikenalkan bukan matematikanya dulu bukan fisikanya dulu tetapi yang paling penting adalah yang berkaitan dengan budi pekerti apa yang ada didalamnya urusan yang berkaitan dengan etika, urusan yang berkaitan dengan disiplin, urusan yang berkaitan dengan antre.
 
&amp;nbsp;Baca Juga: Wawancara Khusus, Presiden Jokowi: Hati-Hati dengan Kedaulatan Data
 
Misalnya, urusan yang berkaitan dengan kerelawanan gotong royong ini harus diberikan pendidikannya sejak mulai anak-anak, sehingga anak tumbuh itu dalam siap betul, hormat pada senior, pada orangtua, ini sangat basic ekali. ya boleh lah matematika diikutkan dikit-dikit, mungkin apa yang lain ya ilmu pengetahuan yang lain boleh tetapi ini basic sekali.
 
&amp;nbsp;
 
Kemudian menginjak pada pendidikan menengah. Nah pendidikan menengah ini pilihan-pilihan yang ada harus ditawarkan dan anak harus memilih apakah masuk kekejuruan atau masuk ke yang bidang keilmuan. Ini sudah harus jelas karena sekarang kalau kita lihat emerging job, emerging skill itu sudah berbeda masa kini masa depan sudah berbeda tidak seperti yang lalu-lalu sudah berubah, berubah total.
 
&amp;nbsp;
 
Dan masuk ke perguruan tinggi, di perguruan tinggi ini kita harapkan masuknya kepada manusia-manusia yang bisa berkompetisi global memang kita ini perombakannya harus besar besaran. Kembali lagi ke emerging job, emerging skill pekerjaan sekarang itu kerjaan ke depan sudah berbeda yang dibutuhkan misalnya teknisi, sekarang ke depan sudah teknisi coding teknisi untuk programing sudah seperti itu. skill emerging skill sudah berbeda lagi, kalau dulu orang apa olahraga olahraga yang kelihatan ya, sepakbola yang kelihatan.
 
&amp;nbsp;
 
Ke depan sudah berbeda lagi pispot sudah virtual. Nah ini kalau tidak sisiapkan mulai sekarang anak-anak kita, mahasiswa-mahasiwa kita harus ngerti semuanya karena semuanya sudah artificial intelligence sudah semuanya internet of things sudah semuanya sudah bigdata ini memang basisnya ada di situ.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/08/16/58428/298794_medium.jpg&quot; alt=&quot;Jokowi Pakai Baju Adat Sasak, JK Pilih Baju Adat Betawi&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Bagaimana soal Investasi?

 
Ya, tetap yang pertama tetep pembangun manusia, pembangunan sumber  daya manusia ini pertama fokus konsentrasi ada di situ. Tetapi ada hal  lain yang penting yang juga harus kita kerjakan yaitu buka investasi  seluas luasnya sehingga muncul pekerjaan pekerjaan itu akan muncul.
 
&amp;nbsp;
 
Peluang-peluang kerja itu akan muncul tanpa ini enggak akan yang  namanya muncul peluang kerja sehingga kecepatan investasi ini harus  betul-betul dilihat secara detail apa yang menghambat apa tantangan yang  ada di situ apakah perizinan, kecepatan pelayanan di pusat atau di  daerah dilihat semuanya harus detail ini sistem apa yang harus kita  bangun untuk mempercepat itu misalnya online single submission ini harus  jelas dan harus detail.
 
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/08/16/58428/298799_medium.jpg&quot; alt=&quot;Jokowi Pakai Baju Adat Sasak, JK Pilih Baju Adat Betawi&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
 
Akan saya kejar betul ini urusan ini saya kejar betul siapa yang  menghambat, siapa yang memperlambat akan kelihatan dan akan saya kejar.  Kemudian yang selanjutnya yang berkaitan dengan reformasi birokrasi itu  juga dalam rangka mendukung ini.
 
&amp;nbsp;
 
Birokrasi yang sederhana, birokrasi yang cepat, birokrasi yang  melayani, regulasi yang tidak bertele tele sehingga nanti akan ada  pemangkasan pemangkasan peraturan regulasi yang sebanyak banyaknya.  terakhir, penggunaan APBN yang fokus dan harus tepat sasaran. belanjanya  harus lebih baik kualitasnya bukan hanya realisasi anggaran tapi  hasilnya apa.
 
&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintahan Jokowi-JK akan segera berakhir. Selama lima tahun, Presiden Joko Widodo (Jokowi) fokus pada pembangunan infrastruktur.

Hasilnya sudah dapat dilihat, berbagai macam pembangunan infrastruktur berhasil dibangun, mulai jalan tol, pelabuhan, pembangkit listrik, transportasi massal, bandara hingga satelit.
&amp;nbsp;Baca Juga: Wawancara Khusus, Presiden Jokowi: Persiapkan SDM Unggul Hadapi Persaingan Antar Negara
Untuk periode kedua kepemimpinan Jokowi, fokus pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Pembangunan infrastruktur dan SDM merupakan fondasi yang harus dilakukan guna menjadi Indonesia maju.

&quot;Ya ini fondasi, fondasi ini fondasi dua duanya ini fondasi kuat dalam rangka kita berkompetisi,&quot; kata Presiden Jokowi saat wawancara khusus dengan iNews TV.

Berikut ini petikan wawancara khusus dengan Presiden Joko Widodo.

Apa yang Bisa Dikaitkan Antara Pembangunan Infrastruktur dengan Pembangunan SDM?

 
Ya ini fondasi, fondasi ini fondasi dua-duanya ini fondasi kuat dalam rangka kita berkompetisi. Memang pembangunan manusia ini  mau tidak mau kita harus mulai dari betul-betul awal sejak dari kandungan urusan gizi, urusan nutrisi harus betul betul diikuti betul sehingga yang nanti apa itu yang terlahirkan tidak dalam posisi stunting. Ini harus sudah kita harus bilang ini tidak.
 
&amp;nbsp;
 
Kemudian yang kedua setelah lahir juga sama, sejak umur 1 sampai 7 , 8 tahun ini juga urusan gizi, urusan nutrisi juga harus diikuti dan diperhatikan karena ini akan menyangkut sebuah jangka yang sangat panjang dan saat masuk sekolah entah itu PAUD, entah itu TK, entah itu SD, anak harus mulai dikenalkan bukan matematikanya dulu bukan fisikanya dulu tetapi yang paling penting adalah yang berkaitan dengan budi pekerti apa yang ada didalamnya urusan yang berkaitan dengan etika, urusan yang berkaitan dengan disiplin, urusan yang berkaitan dengan antre.
 
&amp;nbsp;Baca Juga: Wawancara Khusus, Presiden Jokowi: Hati-Hati dengan Kedaulatan Data
 
Misalnya, urusan yang berkaitan dengan kerelawanan gotong royong ini harus diberikan pendidikannya sejak mulai anak-anak, sehingga anak tumbuh itu dalam siap betul, hormat pada senior, pada orangtua, ini sangat basic ekali. ya boleh lah matematika diikutkan dikit-dikit, mungkin apa yang lain ya ilmu pengetahuan yang lain boleh tetapi ini basic sekali.
 
&amp;nbsp;
 
Kemudian menginjak pada pendidikan menengah. Nah pendidikan menengah ini pilihan-pilihan yang ada harus ditawarkan dan anak harus memilih apakah masuk kekejuruan atau masuk ke yang bidang keilmuan. Ini sudah harus jelas karena sekarang kalau kita lihat emerging job, emerging skill itu sudah berbeda masa kini masa depan sudah berbeda tidak seperti yang lalu-lalu sudah berubah, berubah total.
 
&amp;nbsp;
 
Dan masuk ke perguruan tinggi, di perguruan tinggi ini kita harapkan masuknya kepada manusia-manusia yang bisa berkompetisi global memang kita ini perombakannya harus besar besaran. Kembali lagi ke emerging job, emerging skill pekerjaan sekarang itu kerjaan ke depan sudah berbeda yang dibutuhkan misalnya teknisi, sekarang ke depan sudah teknisi coding teknisi untuk programing sudah seperti itu. skill emerging skill sudah berbeda lagi, kalau dulu orang apa olahraga olahraga yang kelihatan ya, sepakbola yang kelihatan.
 
&amp;nbsp;
 
Ke depan sudah berbeda lagi pispot sudah virtual. Nah ini kalau tidak sisiapkan mulai sekarang anak-anak kita, mahasiswa-mahasiwa kita harus ngerti semuanya karena semuanya sudah artificial intelligence sudah semuanya internet of things sudah semuanya sudah bigdata ini memang basisnya ada di situ.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/08/16/58428/298794_medium.jpg&quot; alt=&quot;Jokowi Pakai Baju Adat Sasak, JK Pilih Baju Adat Betawi&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Bagaimana soal Investasi?

 
Ya, tetap yang pertama tetep pembangun manusia, pembangunan sumber  daya manusia ini pertama fokus konsentrasi ada di situ. Tetapi ada hal  lain yang penting yang juga harus kita kerjakan yaitu buka investasi  seluas luasnya sehingga muncul pekerjaan pekerjaan itu akan muncul.
 
&amp;nbsp;
 
Peluang-peluang kerja itu akan muncul tanpa ini enggak akan yang  namanya muncul peluang kerja sehingga kecepatan investasi ini harus  betul-betul dilihat secara detail apa yang menghambat apa tantangan yang  ada di situ apakah perizinan, kecepatan pelayanan di pusat atau di  daerah dilihat semuanya harus detail ini sistem apa yang harus kita  bangun untuk mempercepat itu misalnya online single submission ini harus  jelas dan harus detail.
 
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/08/16/58428/298799_medium.jpg&quot; alt=&quot;Jokowi Pakai Baju Adat Sasak, JK Pilih Baju Adat Betawi&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
 
Akan saya kejar betul ini urusan ini saya kejar betul siapa yang  menghambat, siapa yang memperlambat akan kelihatan dan akan saya kejar.  Kemudian yang selanjutnya yang berkaitan dengan reformasi birokrasi itu  juga dalam rangka mendukung ini.
 
&amp;nbsp;
 
Birokrasi yang sederhana, birokrasi yang cepat, birokrasi yang  melayani, regulasi yang tidak bertele tele sehingga nanti akan ada  pemangkasan pemangkasan peraturan regulasi yang sebanyak banyaknya.  terakhir, penggunaan APBN yang fokus dan harus tepat sasaran. belanjanya  harus lebih baik kualitasnya bukan hanya realisasi anggaran tapi  hasilnya apa.
 
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
