<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Studi Banding ke Luar Negeri, BKN: Bisa Googling</title><description>Bima Haria Wibisana setuju dengan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai pejabat negara harus lebih efisien.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/17/320/2093196/soal-studi-banding-ke-luar-negeri-bkn-bisa-googling</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/17/320/2093196/soal-studi-banding-ke-luar-negeri-bkn-bisa-googling"/><item><title>Soal Studi Banding ke Luar Negeri, BKN: Bisa Googling</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/17/320/2093196/soal-studi-banding-ke-luar-negeri-bkn-bisa-googling</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/17/320/2093196/soal-studi-banding-ke-luar-negeri-bkn-bisa-googling</guid><pubDate>Sabtu 17 Agustus 2019 16:25 WIB</pubDate><dc:creator>Maghfira Nursyabila</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/17/320/2093196/soal-studi-banding-ke-luar-negeri-bkn-bisa-googling-q2hloUULH8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/17/320/2093196/soal-studi-banding-ke-luar-negeri-bkn-bisa-googling-q2hloUULH8.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mendukung pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai pejabat negara harus lebih efisien dalam penggunaan anggaran.

Efisien penggunaan anggaran yang dimaksud dengan tidak perlu lagi studi banding ke luar negeri. Sebab, hanya dengan menggunakan smartphone, semua informasi dapat diakses.
&amp;nbsp;Baca Juga: Sambil Tunjuk Smartphone, Jokowi Singgung untuk Apa Studi Banding Jauh-Jauh ke Luar Negeri
Bima mengatakan bahwa dengan perkembangan teknologi dan informasi yang semakin canggih, banyak informasi yang bisa di akses hanya hanya menggunakan gawai yang terhubung dengan internet sehingga kegiatan studi banding bisa diefisiensikan agar tidak terjadi lagi pengeluaran anggaran yang semakin besar.

&amp;ldquo;Sekarang kan, untuk mengetahui tidak harus datang. Bisa googling saja kecuali kalau ada hal-hal yang tidak bisa didapatkan dari Google atau dianggap rahasia untuk dipublikasi ke dunia maya itu memang harus ketemu orangnya,&quot; kata Bima ditemui di Kantor BKN Pusat, Jakarta, Sabtu (17/8/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Menko Darmin: Tidak Perlu Lagi Studi Banding ke Luar Negeri
Bima menambahkan, jika memang harus studi banding ke luar negeri, tidak perlu banyak pejabat negara yang ikut serta. Hal ini kata Bima dapat mengefisienkan anggaran.

&quot;Tapi itu juga tidak terlalu banyak. Nah itu yang harus dihitung efisiensi dari anggaran terhadap benefit yang diterima. Jadi itu harus wise,&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/08/16/58428/298793_medium.jpg&quot; alt=&quot;Jokowi Pakai Baju Adat Sasak, JK Pilih Baju Adat Betawi&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung kebiasaan studi banding ke  luar negeri yang dilakukan para pejabat negara. Lantaran, kunjungan  tersebut membutuhkan anggaran yang besar, oleh sebab itu para pejabat  perlu melakukan efisiensi.

&quot;Saya ingatkan kepada jajaran eksekutif agar lebih efisien,&quot; kata dia di Gedung  DPR-MPR, Jakarta, Jumat kemarin.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/08/16/58428/298791_medium.jpg&quot; alt=&quot;Jokowi Pakai Baju Adat Sasak, JK Pilih Baju Adat Betawi&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Menurutnya, dengan perkembangan teknologi saat ini, segala informasi  dengan mudah didapatkan. Sehingga tak perlu lagi sering-sering melakukan  studi banding ke luar negeri.

&quot;Untuk apa studi banding jauh-jauh sampai ke luar negeri padahal  informasi yang kita butuhkan bisa diperoleh dari smartphone kita,&quot; ujar  Jokowi sambil menunjukkan gawainya.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mendukung pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai pejabat negara harus lebih efisien dalam penggunaan anggaran.

Efisien penggunaan anggaran yang dimaksud dengan tidak perlu lagi studi banding ke luar negeri. Sebab, hanya dengan menggunakan smartphone, semua informasi dapat diakses.
&amp;nbsp;Baca Juga: Sambil Tunjuk Smartphone, Jokowi Singgung untuk Apa Studi Banding Jauh-Jauh ke Luar Negeri
Bima mengatakan bahwa dengan perkembangan teknologi dan informasi yang semakin canggih, banyak informasi yang bisa di akses hanya hanya menggunakan gawai yang terhubung dengan internet sehingga kegiatan studi banding bisa diefisiensikan agar tidak terjadi lagi pengeluaran anggaran yang semakin besar.

&amp;ldquo;Sekarang kan, untuk mengetahui tidak harus datang. Bisa googling saja kecuali kalau ada hal-hal yang tidak bisa didapatkan dari Google atau dianggap rahasia untuk dipublikasi ke dunia maya itu memang harus ketemu orangnya,&quot; kata Bima ditemui di Kantor BKN Pusat, Jakarta, Sabtu (17/8/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Menko Darmin: Tidak Perlu Lagi Studi Banding ke Luar Negeri
Bima menambahkan, jika memang harus studi banding ke luar negeri, tidak perlu banyak pejabat negara yang ikut serta. Hal ini kata Bima dapat mengefisienkan anggaran.

&quot;Tapi itu juga tidak terlalu banyak. Nah itu yang harus dihitung efisiensi dari anggaran terhadap benefit yang diterima. Jadi itu harus wise,&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/08/16/58428/298793_medium.jpg&quot; alt=&quot;Jokowi Pakai Baju Adat Sasak, JK Pilih Baju Adat Betawi&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung kebiasaan studi banding ke  luar negeri yang dilakukan para pejabat negara. Lantaran, kunjungan  tersebut membutuhkan anggaran yang besar, oleh sebab itu para pejabat  perlu melakukan efisiensi.

&quot;Saya ingatkan kepada jajaran eksekutif agar lebih efisien,&quot; kata dia di Gedung  DPR-MPR, Jakarta, Jumat kemarin.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/08/16/58428/298791_medium.jpg&quot; alt=&quot;Jokowi Pakai Baju Adat Sasak, JK Pilih Baju Adat Betawi&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Menurutnya, dengan perkembangan teknologi saat ini, segala informasi  dengan mudah didapatkan. Sehingga tak perlu lagi sering-sering melakukan  studi banding ke luar negeri.

&quot;Untuk apa studi banding jauh-jauh sampai ke luar negeri padahal  informasi yang kita butuhkan bisa diperoleh dari smartphone kita,&quot; ujar  Jokowi sambil menunjukkan gawainya.
</content:encoded></item></channel></rss>
