<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Olah Data PNS, BKN Dapat Hibah dari Jepang-Spanyol Tapi Ada Kekurangannya</title><description>Bantuan dari Jepang itu kurang optimal. Sebab, pemberian computer hibah itu tanpa disertai pengembangan sistem</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/19/320/2093749/olah-data-pns-bkn-dapat-hibah-dari-jepang-spanyol-tapi-ada-kekurangannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/19/320/2093749/olah-data-pns-bkn-dapat-hibah-dari-jepang-spanyol-tapi-ada-kekurangannya"/><item><title>Olah Data PNS, BKN Dapat Hibah dari Jepang-Spanyol Tapi Ada Kekurangannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/19/320/2093749/olah-data-pns-bkn-dapat-hibah-dari-jepang-spanyol-tapi-ada-kekurangannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/19/320/2093749/olah-data-pns-bkn-dapat-hibah-dari-jepang-spanyol-tapi-ada-kekurangannya</guid><pubDate>Senin 19 Agustus 2019 12:22 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/19/320/2093749/olah-data-pns-bkn-dapat-hibah-dari-jepang-spanyol-tapi-ada-kekurangannya-23lH4fZC4z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Kerjasama BKN dengan Kemenkeu</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/19/320/2093749/olah-data-pns-bkn-dapat-hibah-dari-jepang-spanyol-tapi-ada-kekurangannya-23lH4fZC4z.jpg</image><title>Foto: Kerjasama BKN dengan Kemenkeu</title></images><description>JAKARTA - Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyambut baik kerjasama dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dari sisi teknologinya. Kerjasama tersebut dinilai sangat penting karena bisa mengakselerasi data kepegawaian lebih akurat lagi lantaran data base kepegawaian sudah menggunakan teknologi digital.
Baca Juga: Kemenkeu dan BKN Kembangkan Pelayanan Kepegawaian Berbasis Teknologi
Menurut Kepala BKN Bima Haria Wibisana, sebelumnya sistem informasi mengenai ASN tidak semuanya berada di BKN, sebab tersebar di beberapa Kementerian /Lembaga. Misalnya, ada data PNS di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).
&amp;ldquo;Di sistem informasi ASN yang kedua kami dapat penugasan kelola ini tapi pengelolaannya tidak sepenuhnya di kami karena banyak di tempati lagi di Kemenpan, sehingga kami harus inovasi update dan kumpulkan data itu,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (19/8/2019).

Ketika mengembangkan teknologi informasi sebenarnya BKN mendapatkan bantuan dari beberapa pihak. Seperti beberapa waktu, mendapatkan hibah dari Jepang.
Namun sayangnya, bantuan dari Jepang itu kurang optimal. Sebab, pemberian computer hibah itu tanpa disertai pengembangan sistem.
&amp;ldquo;Ada bantuan dari Jepang yang beri hibah komputer disertai pengembangan kapassitas dan sistem sehingga hanya digunakan mesin ketik biasa,&amp;rdquo; jelasnya.
Baca Juga: Indonesia Jadi Negara Maju, PNS Harus Berbenah Diri
Kemudian pihaknya juga mendapat bantuan berupa mainframe hibah dari Prancis. Namun bantuan hibah itu juga dinilai kurang maksimal karena bantuan yang diserahkan tanpa disertai sparepart-nya.
&amp;ldquo;Prancis beri hibah mainframe yang dulu sedang sulit karena dunia digital dari mainframe ke komputer yang di serahkan tidak ada sparepart-nya,&amp;rdquo; ucapya.Lalu BKN mendapatkan pinjaman yang lengkap dari Spanyol. Hanya saja  biaya sewanya cukup mahal belum lagi ditambah dengan bunganya.
&amp;ldquo;Kemudian ada pinjaman dari Spanyol yang mahal,&amp;rdquo; ucapnya.
Oleh karena itu, lanjut Bima, bantuan ini sangat membantu sekali  untuk BKN. Apalagi semua kegiatan kepegawaian nantinya akan berbasis  digital semua.
Bahkan menurut Bima, saat ini pihaknya sedang mengembangkan inovasi  baru berbasis mobile digital. Nantinya para pegawai bisa mengupdate  informasi datanya melalui smartphonenya.
&amp;ldquo;Kami saat ini sedang mencoba akselrasi digitallisasi. Tidak lagi  manual bahkan tidak lagi web service tapi mobile. Update pegawai kami  akan launching aplikasinya jadi masing-masing PNS bisa update datanya  masing-masing,&amp;rdquo; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyambut baik kerjasama dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dari sisi teknologinya. Kerjasama tersebut dinilai sangat penting karena bisa mengakselerasi data kepegawaian lebih akurat lagi lantaran data base kepegawaian sudah menggunakan teknologi digital.
Baca Juga: Kemenkeu dan BKN Kembangkan Pelayanan Kepegawaian Berbasis Teknologi
Menurut Kepala BKN Bima Haria Wibisana, sebelumnya sistem informasi mengenai ASN tidak semuanya berada di BKN, sebab tersebar di beberapa Kementerian /Lembaga. Misalnya, ada data PNS di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).
&amp;ldquo;Di sistem informasi ASN yang kedua kami dapat penugasan kelola ini tapi pengelolaannya tidak sepenuhnya di kami karena banyak di tempati lagi di Kemenpan, sehingga kami harus inovasi update dan kumpulkan data itu,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (19/8/2019).

Ketika mengembangkan teknologi informasi sebenarnya BKN mendapatkan bantuan dari beberapa pihak. Seperti beberapa waktu, mendapatkan hibah dari Jepang.
Namun sayangnya, bantuan dari Jepang itu kurang optimal. Sebab, pemberian computer hibah itu tanpa disertai pengembangan sistem.
&amp;ldquo;Ada bantuan dari Jepang yang beri hibah komputer disertai pengembangan kapassitas dan sistem sehingga hanya digunakan mesin ketik biasa,&amp;rdquo; jelasnya.
Baca Juga: Indonesia Jadi Negara Maju, PNS Harus Berbenah Diri
Kemudian pihaknya juga mendapat bantuan berupa mainframe hibah dari Prancis. Namun bantuan hibah itu juga dinilai kurang maksimal karena bantuan yang diserahkan tanpa disertai sparepart-nya.
&amp;ldquo;Prancis beri hibah mainframe yang dulu sedang sulit karena dunia digital dari mainframe ke komputer yang di serahkan tidak ada sparepart-nya,&amp;rdquo; ucapya.Lalu BKN mendapatkan pinjaman yang lengkap dari Spanyol. Hanya saja  biaya sewanya cukup mahal belum lagi ditambah dengan bunganya.
&amp;ldquo;Kemudian ada pinjaman dari Spanyol yang mahal,&amp;rdquo; ucapnya.
Oleh karena itu, lanjut Bima, bantuan ini sangat membantu sekali  untuk BKN. Apalagi semua kegiatan kepegawaian nantinya akan berbasis  digital semua.
Bahkan menurut Bima, saat ini pihaknya sedang mengembangkan inovasi  baru berbasis mobile digital. Nantinya para pegawai bisa mengupdate  informasi datanya melalui smartphonenya.
&amp;ldquo;Kami saat ini sedang mencoba akselrasi digitallisasi. Tidak lagi  manual bahkan tidak lagi web service tapi mobile. Update pegawai kami  akan launching aplikasinya jadi masing-masing PNS bisa update datanya  masing-masing,&amp;rdquo; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
