<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kriteria Calon Suami Melek Keuangan, Nomor 5 Jangan Sampai Lolos</title><description>Memilih partner hidup harus hati-hati. Terutama suami, karena memiliki kewajiban untuk mencari nafkah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/20/320/2094252/kriteria-calon-suami-melek-keuangan-nomor-5-jangan-sampai-lolos</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/20/320/2094252/kriteria-calon-suami-melek-keuangan-nomor-5-jangan-sampai-lolos"/><item><title>Kriteria Calon Suami Melek Keuangan, Nomor 5 Jangan Sampai Lolos</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/20/320/2094252/kriteria-calon-suami-melek-keuangan-nomor-5-jangan-sampai-lolos</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/20/320/2094252/kriteria-calon-suami-melek-keuangan-nomor-5-jangan-sampai-lolos</guid><pubDate>Selasa 20 Agustus 2019 14:11 WIB</pubDate><dc:creator>Maghfira Nursyabila</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/20/320/2094252/kriteria-calon-suami-melek-keuangan-nomor-5-jangan-sampai-lolos-sR48d0QG9g.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pasangan (Wowdate)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/20/320/2094252/kriteria-calon-suami-melek-keuangan-nomor-5-jangan-sampai-lolos-sR48d0QG9g.jpg</image><title>Pasangan (Wowdate)</title></images><description>JAKARTA - Memilih partner hidup harus hati-hati. Terutama suami, karena memiliki kewajiban untuk mencari nafkah.

Sebelum menginjak ke jenjang pernikahan, hal yang perlu dilakukan adalah membicarakan tentang finansial atau keuangan.

Bagi kebanyakan orang atau pasangan, soal keuangan adalah topik yang sensitif dan bersifat pribadi. Tetapi topik ini sangat penting untuk dibicarakan agar kehidupan rumah tangga bisa berjalan lancar.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Dear Milenial, daripada Boros Cek Tips Investasi Modal Rp10.000
Berikut beberapa kriteria calon suami yang melek keuangan, seperti dikutip dari laman OJK, Selasa (20/8/2019).

 
1. Bersikap Transparan dan Jujur dengan Pasangan

Ini adalah kunci utama, ketika sepasang kekasih memutuskan untuk menikah maka keduanya telah sepakat akan selalu bersikap transparan dalam segala hal, termasuk urusan keuangan.
&amp;nbsp;
Ceritakan yang sebenar-benarnya tentang kondisi keuangan masing-masing, penghasilan, pengeluaran, hingga utang. Apabila kalian memiliki utang, lebih baik diselesaikan dahulu secara pribadi agar tidak membebani pasangan dan menjadi pemicu masalah ke depannya.
Baca juga: Punya Cicilan Rumah atau Mobil? Ini Pengeluaran yang Harus Dibuang untuk Berhemat
Jangan sungkan untuk saling bertanya dan berdiskusi bila merasa ada yang masih perlu dijelaskan karena kalian akan menjalani kehidupan rumah tangga ini berdua.

 
2. Membicarakan Masa Depan dan Tujuan Bersama

Tiap manusia tentu punya kebiasaan dan sifat yang berbeda-beda, begitupun sobat dan pasangan. Betapa pun kalian merasa klik dan jodoh tapi sedikit banyak pasti punya perbedaan dalam menyikapi uang, bagaimana memakai dan mengelola uang tersebut.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Tips Gaji UMP Miliki Rumah dan Tanpa Ganggu Rutinitas Nongkrong di Cafe
Itulah mengapa penting untuk berkomunikasi dengan transparan di awal. Setelah mengetahui kebiasaan masing-masing kalian bisa mulai menentukan tujuan bersama yang ingin dicapai setelah menikah nanti misalnya, ingin memiliki rumah di daerah mana, punya anak berapa, ingin disekolahkan dimana dan masih banyak lagi.
&amp;nbsp;
Bila sudah menentukan tujuan kalian bisa mulai menyiapkan anggaran dana sesegera mungkin dan jangan ditunda-tunda, ya!

 
3.  Menawarkan Perjanjian Pranikah

Perjanjian pranikah juga sering disebut perjanjian pisah harta karena dengan adanya perjanjian ini maka harta dan utang yang didapat selama masa pernikahan adalah milik masing-masing. Jika tidak ada perjanjian pranikah, maka harta dan utang yang didapat selama masa pernikahan adalah milik bersama.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Gaji Pas-pasan Tetap Bisa Beli Rumah, Begini Siasatinya 

Perjanjian pranikah seringkali dianggap sebelah mata bahkan dianggap miring. Buatlah perjanjian pranikah bersama pasangan bila dirasa perlu karena perjanjian pranikah ini bisa melindungi hak kedua belah pihak apabila ada hal-hal tidak diinginkan terjadi selama masa pernikahan.
4. Antisipasi Risiko

Saat masih single saja kita sudah dianjurkan untuk memiliki  perlindungan/asuransi akan diri kita sendiri apalagi setelah menikah.  Asuransi jiwa cocok sudah punya risiko finansial (tanggungan) seperti  anak dan orangtua yang sudah pensiun.
&amp;nbsp;
Asuransi kesehatan juga tak kalah penting, nggak mau kan uang yang  selama ini kita kumpulkan tiba-tiba harus lenyap digunakan untuk biaya  pengobatan. Perlindungan ini dibutuhkan agar kita selalu siap apabila  hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

 
5. Bertanggung Jawab

Setelah menikah ataupun sebelum menikah, Anda dan pasangan harus  membicarakan mengenai pengaturan kas keluarga, mulai dari siapa yang  bertanggung jawab mengatur atau mencatat keluar masuk kas, apakah perlu  membuat tabungan bersama, dan hal-hal lain.
&amp;nbsp;
Membuat anggaran untuk kebutuhan rumah tangga penting agar keuangan  lebih terkontrol. Selain dicatat manual, kini banyak aplikasi keuangan  rumah tangga. Dengan kecanggihan teknologi, pengeluaran atau pemasukan  bisa langsung dicatat saat itu juga.6. Merencakan Pesta Pernikahan

Di era Instagram ini, setiap pasangan selain ingin melaksanakan pesta  pernikahan yang berkesan tapi juga berlomba-lomba agar pesta  pernikahannya tersebut instagrammable.
&amp;nbsp;
Pesta pernikahan yang instagrammable ini biasanya membutuhkan dana  yang tidak sedikit. Untuk itu penting menyiapkan dana ini jauh hari  sebelumnya bahkan ketika sebelum menikah. Jika serius, maka si calon  suami akan mempersiapkan dana menikah sehingga saat hari H, dana juga  sudah tersedia.

Ingat, buatlah pesta pernikahan semampunya dan jangan sampai  memberatkan kamu dan pasangan bahkan keluarga karena menikah adalah  untuk bahagia dan kehidupan rumah tangga yang sebenarnya baru dimulai  setelah pesta pernikahan selesai.</description><content:encoded>JAKARTA - Memilih partner hidup harus hati-hati. Terutama suami, karena memiliki kewajiban untuk mencari nafkah.

Sebelum menginjak ke jenjang pernikahan, hal yang perlu dilakukan adalah membicarakan tentang finansial atau keuangan.

Bagi kebanyakan orang atau pasangan, soal keuangan adalah topik yang sensitif dan bersifat pribadi. Tetapi topik ini sangat penting untuk dibicarakan agar kehidupan rumah tangga bisa berjalan lancar.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Dear Milenial, daripada Boros Cek Tips Investasi Modal Rp10.000
Berikut beberapa kriteria calon suami yang melek keuangan, seperti dikutip dari laman OJK, Selasa (20/8/2019).

 
1. Bersikap Transparan dan Jujur dengan Pasangan

Ini adalah kunci utama, ketika sepasang kekasih memutuskan untuk menikah maka keduanya telah sepakat akan selalu bersikap transparan dalam segala hal, termasuk urusan keuangan.
&amp;nbsp;
Ceritakan yang sebenar-benarnya tentang kondisi keuangan masing-masing, penghasilan, pengeluaran, hingga utang. Apabila kalian memiliki utang, lebih baik diselesaikan dahulu secara pribadi agar tidak membebani pasangan dan menjadi pemicu masalah ke depannya.
Baca juga: Punya Cicilan Rumah atau Mobil? Ini Pengeluaran yang Harus Dibuang untuk Berhemat
Jangan sungkan untuk saling bertanya dan berdiskusi bila merasa ada yang masih perlu dijelaskan karena kalian akan menjalani kehidupan rumah tangga ini berdua.

 
2. Membicarakan Masa Depan dan Tujuan Bersama

Tiap manusia tentu punya kebiasaan dan sifat yang berbeda-beda, begitupun sobat dan pasangan. Betapa pun kalian merasa klik dan jodoh tapi sedikit banyak pasti punya perbedaan dalam menyikapi uang, bagaimana memakai dan mengelola uang tersebut.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Tips Gaji UMP Miliki Rumah dan Tanpa Ganggu Rutinitas Nongkrong di Cafe
Itulah mengapa penting untuk berkomunikasi dengan transparan di awal. Setelah mengetahui kebiasaan masing-masing kalian bisa mulai menentukan tujuan bersama yang ingin dicapai setelah menikah nanti misalnya, ingin memiliki rumah di daerah mana, punya anak berapa, ingin disekolahkan dimana dan masih banyak lagi.
&amp;nbsp;
Bila sudah menentukan tujuan kalian bisa mulai menyiapkan anggaran dana sesegera mungkin dan jangan ditunda-tunda, ya!

 
3.  Menawarkan Perjanjian Pranikah

Perjanjian pranikah juga sering disebut perjanjian pisah harta karena dengan adanya perjanjian ini maka harta dan utang yang didapat selama masa pernikahan adalah milik masing-masing. Jika tidak ada perjanjian pranikah, maka harta dan utang yang didapat selama masa pernikahan adalah milik bersama.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Gaji Pas-pasan Tetap Bisa Beli Rumah, Begini Siasatinya 

Perjanjian pranikah seringkali dianggap sebelah mata bahkan dianggap miring. Buatlah perjanjian pranikah bersama pasangan bila dirasa perlu karena perjanjian pranikah ini bisa melindungi hak kedua belah pihak apabila ada hal-hal tidak diinginkan terjadi selama masa pernikahan.
4. Antisipasi Risiko

Saat masih single saja kita sudah dianjurkan untuk memiliki  perlindungan/asuransi akan diri kita sendiri apalagi setelah menikah.  Asuransi jiwa cocok sudah punya risiko finansial (tanggungan) seperti  anak dan orangtua yang sudah pensiun.
&amp;nbsp;
Asuransi kesehatan juga tak kalah penting, nggak mau kan uang yang  selama ini kita kumpulkan tiba-tiba harus lenyap digunakan untuk biaya  pengobatan. Perlindungan ini dibutuhkan agar kita selalu siap apabila  hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

 
5. Bertanggung Jawab

Setelah menikah ataupun sebelum menikah, Anda dan pasangan harus  membicarakan mengenai pengaturan kas keluarga, mulai dari siapa yang  bertanggung jawab mengatur atau mencatat keluar masuk kas, apakah perlu  membuat tabungan bersama, dan hal-hal lain.
&amp;nbsp;
Membuat anggaran untuk kebutuhan rumah tangga penting agar keuangan  lebih terkontrol. Selain dicatat manual, kini banyak aplikasi keuangan  rumah tangga. Dengan kecanggihan teknologi, pengeluaran atau pemasukan  bisa langsung dicatat saat itu juga.6. Merencakan Pesta Pernikahan

Di era Instagram ini, setiap pasangan selain ingin melaksanakan pesta  pernikahan yang berkesan tapi juga berlomba-lomba agar pesta  pernikahannya tersebut instagrammable.
&amp;nbsp;
Pesta pernikahan yang instagrammable ini biasanya membutuhkan dana  yang tidak sedikit. Untuk itu penting menyiapkan dana ini jauh hari  sebelumnya bahkan ketika sebelum menikah. Jika serius, maka si calon  suami akan mempersiapkan dana menikah sehingga saat hari H, dana juga  sudah tersedia.

Ingat, buatlah pesta pernikahan semampunya dan jangan sampai  memberatkan kamu dan pasangan bahkan keluarga karena menikah adalah  untuk bahagia dan kehidupan rumah tangga yang sebenarnya baru dimulai  setelah pesta pernikahan selesai.</content:encoded></item></channel></rss>
