<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fasilitas Masyarakat dan Dunia Usaha Akan Dapat Anggaran Rp221 Triliun dari Penerimaan Pajak</title><description>Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan bahwa pihaknya akan terus mengelola APBN.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/21/20/2094717/fasilitas-masyarakat-dan-dunia-usaha-akan-dapat-anggaran-rp221-triliun-dari-penerimaan-pajak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/21/20/2094717/fasilitas-masyarakat-dan-dunia-usaha-akan-dapat-anggaran-rp221-triliun-dari-penerimaan-pajak"/><item><title>Fasilitas Masyarakat dan Dunia Usaha Akan Dapat Anggaran Rp221 Triliun dari Penerimaan Pajak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/21/20/2094717/fasilitas-masyarakat-dan-dunia-usaha-akan-dapat-anggaran-rp221-triliun-dari-penerimaan-pajak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/21/20/2094717/fasilitas-masyarakat-dan-dunia-usaha-akan-dapat-anggaran-rp221-triliun-dari-penerimaan-pajak</guid><pubDate>Rabu 21 Agustus 2019 12:41 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/21/20/2094717/fasilitas-masyarakat-dan-dunia-usaha-akan-dapat-anggaran-rp221-triliun-dari-penerimaan-pajak-EGYv9MdQWA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/21/20/2094717/fasilitas-masyarakat-dan-dunia-usaha-akan-dapat-anggaran-rp221-triliun-dari-penerimaan-pajak-EGYv9MdQWA.jpg</image><title>Sri Mulyani (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan bahwa pihaknya akan terus mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan baik dan sehat. Salah satunya dengan meningkatkan penerimaan pajak.

&quot;Penerimaan pajak menjadi tulang punggung dalam membangun ekonomi Indonesia. Kami akan memberikan anggaran Rp221 triliun berasal dari penerimaan pajak untuk bisa dirasakan masyarakat dan para pelaku dunia usaha,&quot; ujar dia di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (21/8/2019).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sri Mulyani: Kemenkeu Akan Jaga APBN 2020 Tetap Sehat 
Menurut dia policy pajak tidak collection tapi tax expenditure atau penerimaan pajak yang hilang yang tujuannya stimulate ke dunia usaha dan masyarakat. Tax expenditure Rp221 triliun atau 1,5% dari gdp.
&amp;nbsp;
&quot;Artinya potensi penerimaan Rp221 triliun yang tidak kita ambil atau collect di dalam angka fasilitas ke masyarakat dan dunia usaha. angka ini lebih tinggi dari 2017 yang capai Rp196 triliun,&quot; kata dia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Masih Wacana, Sri Mulyani Enggan Bahas Anggaran Usulan Penambahan 10 Pimpinan MPR
Dia menjelaskan, reformasi pajak yang sudah diterapkannya saat ini cukup membuat penerimaan pajak menjadi tinggi. Hal ini untuk menciptakan kemandrian fiskal
&quot;Menciptakan kemandirian fiskal, maka reformasi dan policy penerimaan  negara jadi penting, dari sisi penerimaan, kita bisa bagi jadi  penerimaan perpajakan di mana pajak dan bea cukai menjadi tulang  punggung dan penerimaan negara bukan pajak,&quot; tutur dia.

Dia menambahkan pihaknya terus memacu penerimaan negara. Salah  satunya memperbaiki administrasi sisi perpajakan. Hal tersebut seiring  kondisi ekonomi tertekan akibat ketidakpastian ekonomi global yang masih  memanas.

&quot;Oleh karena itu kita fokus di reformasi perpajakan. ini sudah  dimulai dan akan terus dilakukan dengan secara fokus dan efektif,&quot;  pungkas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan bahwa pihaknya akan terus mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan baik dan sehat. Salah satunya dengan meningkatkan penerimaan pajak.

&quot;Penerimaan pajak menjadi tulang punggung dalam membangun ekonomi Indonesia. Kami akan memberikan anggaran Rp221 triliun berasal dari penerimaan pajak untuk bisa dirasakan masyarakat dan para pelaku dunia usaha,&quot; ujar dia di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (21/8/2019).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sri Mulyani: Kemenkeu Akan Jaga APBN 2020 Tetap Sehat 
Menurut dia policy pajak tidak collection tapi tax expenditure atau penerimaan pajak yang hilang yang tujuannya stimulate ke dunia usaha dan masyarakat. Tax expenditure Rp221 triliun atau 1,5% dari gdp.
&amp;nbsp;
&quot;Artinya potensi penerimaan Rp221 triliun yang tidak kita ambil atau collect di dalam angka fasilitas ke masyarakat dan dunia usaha. angka ini lebih tinggi dari 2017 yang capai Rp196 triliun,&quot; kata dia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Masih Wacana, Sri Mulyani Enggan Bahas Anggaran Usulan Penambahan 10 Pimpinan MPR
Dia menjelaskan, reformasi pajak yang sudah diterapkannya saat ini cukup membuat penerimaan pajak menjadi tinggi. Hal ini untuk menciptakan kemandrian fiskal
&quot;Menciptakan kemandirian fiskal, maka reformasi dan policy penerimaan  negara jadi penting, dari sisi penerimaan, kita bisa bagi jadi  penerimaan perpajakan di mana pajak dan bea cukai menjadi tulang  punggung dan penerimaan negara bukan pajak,&quot; tutur dia.

Dia menambahkan pihaknya terus memacu penerimaan negara. Salah  satunya memperbaiki administrasi sisi perpajakan. Hal tersebut seiring  kondisi ekonomi tertekan akibat ketidakpastian ekonomi global yang masih  memanas.

&quot;Oleh karena itu kita fokus di reformasi perpajakan. ini sudah  dimulai dan akan terus dilakukan dengan secara fokus dan efektif,&quot;  pungkas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
