<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bos BCA Prediksi Suku Bunga BI Takkan Berkutik dari Posisi 5,75%</title><description>BI sedang menggelar Rapat Dewan Gubernur pada Rabu dan Kamis 22 Agustus ini di Jakarta untuk menentukan kebijakan suku bunga acuan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/21/20/2094750/bos-bca-prediksi-suku-bunga-bi-takkan-berkutik-dari-posisi-5-75</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/21/20/2094750/bos-bca-prediksi-suku-bunga-bi-takkan-berkutik-dari-posisi-5-75"/><item><title>Bos BCA Prediksi Suku Bunga BI Takkan Berkutik dari Posisi 5,75%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/21/20/2094750/bos-bca-prediksi-suku-bunga-bi-takkan-berkutik-dari-posisi-5-75</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/21/20/2094750/bos-bca-prediksi-suku-bunga-bi-takkan-berkutik-dari-posisi-5-75</guid><pubDate>Rabu 21 Agustus 2019 13:46 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/21/20/2094750/bos-bca-prediksi-suku-bunga-bi-takkan-berkutik-dari-posisi-5-75-69nkdBK2TU.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Pengumuman Suku Bunga Bank Indonesia</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/21/20/2094750/bos-bca-prediksi-suku-bunga-bi-takkan-berkutik-dari-posisi-5-75-69nkdBK2TU.jpeg</image><title>Foto: Pengumuman Suku Bunga Bank Indonesia</title></images><description>JAKARTA -&amp;nbsp; PT Bank Central Asia Tbk memperkirakan Bank Indonesia (BI) tidak kembali menurunkan suku bunga acuan &quot;7-Day Reverse Repo Rate&quot; pada Agustus 2019, meskipun arah kebijakan moneter Bank Sentral kini berorientasi akomodatif kepada pertumbuhan ekonomi.
&quot;Saya melihat stay (tetap) ya, karena kita lihat stabilitas, misalnya dari nilai tukar Rupiah cukup stabil ya,&quot; ujar Direktur BCA Vera Eve Lim.
Baca Juga: BI Masih Tunggu Waktu Tepat Turunkan Suku Bunga
Bank Sentral sedang menggelar Rapat Dewan Gubernur pada Rabu dan Kamis 22 Agustus ini di Jakarta untuk menentukan kebijakan suku bunga acuan, setelah pada Juli 2019. BI memangkas suku bunga acuannya menjadi 5,75% dan melontarkan sinyalemen untuk berlanjutnya pelonggaran suku bunga acuan di sisa tahun.

Bos BCA tersebut melihat penurunan suku bunga acuan BI pada Juli 2019 sudah menimbulkan transmisi ke pasar keuangan. Bank swasta terbesar di Tanah Air itu berencana menurunkan suku bunga kredit untuk Kredit Pemilikan Rumah dan Kredit Kendaraan Bermotor, setelah sebelumnya menurunkan suku bunga simpanan sebesar 50 basis poin.
&quot;Kita lihat tren ya, bank juga ikutin tren, karena kalau suku bunga BI turun, bank juga ikuti penurunannya,&quot; ujar dia.
Baca Juga: Destry Beri Sinyal Penurunan Suku Bunga BI
Selain bunga KPR dan KKB, yang merupakan sektor konsumsi, Vera mengatakan BCA juga akan menyesuaikan suku bunga korporasi.
Adapun, Otoritas Moneter pada Juli 2019 memangkas suku bunga acuannya setelah delapan bulan berturut-turut mempertahankan kebijakan netral dengan suku bunga acuan enam persen.Pelonggaran kebijakan suku bunga acuan itu dimulai dengan pelonggaran  likuiditas melalui penurunan Giro Wajib Minimum Rupiah sebesar 0,5%  menjadi enam persen.
Pelonggaran kebijakan moneter dilakukan setelah BI melihat sinyalemen  rezim kebijakan moneter longgar oleh sejumlah negara untuk  mengantisipasi perlambatan pertumbuhan ekonomi global.
Dari domestik, Bank Sentral menganggap laju inflasi yang semakin  terkendali semakin mendukung langkah BI untuk memulai penurunan suku  bunga acuan tahun ini. Demikian dikutip dari Antaranews, Rabu  (21/8/2019).
BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi domestik pada 2019 dapat berada  di kisaran 5,0-5,4%. Pelonggaran likuiditas dan suku bunga diharapkan  BI dapat menstimulus pertumbuhan ekonomi dan mendorong pertumbuhan  kredit perbankan ke 12% (year on year/yoy).</description><content:encoded>JAKARTA -&amp;nbsp; PT Bank Central Asia Tbk memperkirakan Bank Indonesia (BI) tidak kembali menurunkan suku bunga acuan &quot;7-Day Reverse Repo Rate&quot; pada Agustus 2019, meskipun arah kebijakan moneter Bank Sentral kini berorientasi akomodatif kepada pertumbuhan ekonomi.
&quot;Saya melihat stay (tetap) ya, karena kita lihat stabilitas, misalnya dari nilai tukar Rupiah cukup stabil ya,&quot; ujar Direktur BCA Vera Eve Lim.
Baca Juga: BI Masih Tunggu Waktu Tepat Turunkan Suku Bunga
Bank Sentral sedang menggelar Rapat Dewan Gubernur pada Rabu dan Kamis 22 Agustus ini di Jakarta untuk menentukan kebijakan suku bunga acuan, setelah pada Juli 2019. BI memangkas suku bunga acuannya menjadi 5,75% dan melontarkan sinyalemen untuk berlanjutnya pelonggaran suku bunga acuan di sisa tahun.

Bos BCA tersebut melihat penurunan suku bunga acuan BI pada Juli 2019 sudah menimbulkan transmisi ke pasar keuangan. Bank swasta terbesar di Tanah Air itu berencana menurunkan suku bunga kredit untuk Kredit Pemilikan Rumah dan Kredit Kendaraan Bermotor, setelah sebelumnya menurunkan suku bunga simpanan sebesar 50 basis poin.
&quot;Kita lihat tren ya, bank juga ikutin tren, karena kalau suku bunga BI turun, bank juga ikuti penurunannya,&quot; ujar dia.
Baca Juga: Destry Beri Sinyal Penurunan Suku Bunga BI
Selain bunga KPR dan KKB, yang merupakan sektor konsumsi, Vera mengatakan BCA juga akan menyesuaikan suku bunga korporasi.
Adapun, Otoritas Moneter pada Juli 2019 memangkas suku bunga acuannya setelah delapan bulan berturut-turut mempertahankan kebijakan netral dengan suku bunga acuan enam persen.Pelonggaran kebijakan suku bunga acuan itu dimulai dengan pelonggaran  likuiditas melalui penurunan Giro Wajib Minimum Rupiah sebesar 0,5%  menjadi enam persen.
Pelonggaran kebijakan moneter dilakukan setelah BI melihat sinyalemen  rezim kebijakan moneter longgar oleh sejumlah negara untuk  mengantisipasi perlambatan pertumbuhan ekonomi global.
Dari domestik, Bank Sentral menganggap laju inflasi yang semakin  terkendali semakin mendukung langkah BI untuk memulai penurunan suku  bunga acuan tahun ini. Demikian dikutip dari Antaranews, Rabu  (21/8/2019).
BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi domestik pada 2019 dapat berada  di kisaran 5,0-5,4%. Pelonggaran likuiditas dan suku bunga diharapkan  BI dapat menstimulus pertumbuhan ekonomi dan mendorong pertumbuhan  kredit perbankan ke 12% (year on year/yoy).</content:encoded></item></channel></rss>
