<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Lesu, Penjualan Semen Bisa Turun?</title><description>Semen Indonesia Group sepanjang semester I-2019 mencatatkan pendapatan Rp16,35 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/21/278/2094732/ekonomi-lesu-penjualan-semen-bisa-turun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/21/278/2094732/ekonomi-lesu-penjualan-semen-bisa-turun"/><item><title>Ekonomi Lesu, Penjualan Semen Bisa Turun?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/21/278/2094732/ekonomi-lesu-penjualan-semen-bisa-turun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/21/278/2094732/ekonomi-lesu-penjualan-semen-bisa-turun</guid><pubDate>Rabu 21 Agustus 2019 13:16 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/21/278/2094732/ekonomi-lesu-penjualan-semen-bisa-turun-YnX78IWmcO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Semen (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/21/278/2094732/ekonomi-lesu-penjualan-semen-bisa-turun-YnX78IWmcO.jpg</image><title>Semen (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Semen Indonesia Group sepanjang semester I-2019 mencatatkan pendapatan Rp16,35 triliun. Angka ini tumbuh sebesar 22,9% dari tahun sebelumnya yang hanya Rp13,3 triliun.
Meskipun kinerja penjualan cukup positif, namun penjualan semen secara kesuluruhan cukup melambat. Hal ini seiring dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bisnis Lesu, Penjualan Semen Indonesia Turun 4,86%
Adapun pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2019 hanya 5,05% year on year (yoy). Angka itu melambat jika dibandingkan pertumbuhan pada kuartal II-2018 sebesar 5,27%.
&amp;nbsp;
Untuk tahun ini pertumbuhan penjualan semen secara industri akan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. Sementara diprediksi pertumbuhan penjualan semen domestik tahun ini hanya 4%
 
&amp;nbsp;Baca juga:  Pendapatan Naik, Laba Bersih Semen Indonesia Anjlok 42%
GM Of Marketing PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) Johanna Daunan mengatakan, penjualan semen merupakan salah satu hal yang menjadi acuan dalam proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
&amp;ldquo;Kalau dilihat memang secara demand turun juga. Growth kita harapkan 4%, itu korelasi dengan pertumbuhan ekonomi,&quot; ujarnya saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (21/8/2019).Johana menjelaskan, pertumbuhan penjualan industri semen itu sangat  dipengaruhi untuk kategori penjualan ritel. Sebab untuk konsumsi semen  domestik ritel mencapai 70% dari total penjualan.
Selain itu, para pelaku melihat adanya penurunan permintaan lantaran  lesunya pembangunan rumah. Pembangunan rumah ini juga menjadi salah satu  tolak ukur untuk pertumbuhan ekonomi.
&quot;Karena kalau dari sisi pembangunan rumah ritel kurang juga, kurang  permintaan semennya. Jadi orang enggak bangun lagi. Itu faktor utama  yang kita rasakan,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Semen Indonesia Group sepanjang semester I-2019 mencatatkan pendapatan Rp16,35 triliun. Angka ini tumbuh sebesar 22,9% dari tahun sebelumnya yang hanya Rp13,3 triliun.
Meskipun kinerja penjualan cukup positif, namun penjualan semen secara kesuluruhan cukup melambat. Hal ini seiring dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bisnis Lesu, Penjualan Semen Indonesia Turun 4,86%
Adapun pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2019 hanya 5,05% year on year (yoy). Angka itu melambat jika dibandingkan pertumbuhan pada kuartal II-2018 sebesar 5,27%.
&amp;nbsp;
Untuk tahun ini pertumbuhan penjualan semen secara industri akan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. Sementara diprediksi pertumbuhan penjualan semen domestik tahun ini hanya 4%
 
&amp;nbsp;Baca juga:  Pendapatan Naik, Laba Bersih Semen Indonesia Anjlok 42%
GM Of Marketing PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) Johanna Daunan mengatakan, penjualan semen merupakan salah satu hal yang menjadi acuan dalam proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
&amp;ldquo;Kalau dilihat memang secara demand turun juga. Growth kita harapkan 4%, itu korelasi dengan pertumbuhan ekonomi,&quot; ujarnya saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (21/8/2019).Johana menjelaskan, pertumbuhan penjualan industri semen itu sangat  dipengaruhi untuk kategori penjualan ritel. Sebab untuk konsumsi semen  domestik ritel mencapai 70% dari total penjualan.
Selain itu, para pelaku melihat adanya penurunan permintaan lantaran  lesunya pembangunan rumah. Pembangunan rumah ini juga menjadi salah satu  tolak ukur untuk pertumbuhan ekonomi.
&quot;Karena kalau dari sisi pembangunan rumah ritel kurang juga, kurang  permintaan semennya. Jadi orang enggak bangun lagi. Itu faktor utama  yang kita rasakan,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
