<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Efek Pemilu, Kontrak Baru Adhi Karya Hanya Rp6,1 Triliun di Semester I</title><description>PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) membukukan kontrak baru sebesar Rp6,1 triliun sepanjang paruh pertama 2019.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/21/278/2094852/efek-pemilu-kontrak-baru-adhi-karya-hanya-rp6-1-triliun-di-semester-i</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/21/278/2094852/efek-pemilu-kontrak-baru-adhi-karya-hanya-rp6-1-triliun-di-semester-i"/><item><title>Efek Pemilu, Kontrak Baru Adhi Karya Hanya Rp6,1 Triliun di Semester I</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/21/278/2094852/efek-pemilu-kontrak-baru-adhi-karya-hanya-rp6-1-triliun-di-semester-i</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/21/278/2094852/efek-pemilu-kontrak-baru-adhi-karya-hanya-rp6-1-triliun-di-semester-i</guid><pubDate>Rabu 21 Agustus 2019 16:15 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/21/278/2094852/efek-pemilu-kontrak-baru-adhi-karya-hanya-rp6-1-triliun-di-semester-i-5QxVx2dw6e.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Akuntan (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/21/278/2094852/efek-pemilu-kontrak-baru-adhi-karya-hanya-rp6-1-triliun-di-semester-i-5QxVx2dw6e.jpg</image><title>Akuntan (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) membukukan kontrak baru sebesar Rp6,1 triliun sepanjang paruh pertama 2019. Pasalnya, besaran tersebut tidak terlalu besar.

Direktur Keuangan Adhi Karya Enthus Asnawi mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan kontrak baru yang dibukukan oleh perseroan tidak terlalu tinggi. Salah satunya adalah eskalasi situasi politik dalam negeri. Namun, dengan situasi politik yang sudah relatif lebih  stabil, Perseroan optimis kontrak baru bisa lebih tinggi lagi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Adhi Karya Kantongi Kontrak Baru Rp4,6 Triliun hingga Mei
&quot;Untuk perolehan kontrak memang agak rendah karena tahun politik atau pemilu. Diharapkan tahun ke depan lebih tinggi lagi,&quot; ujarnya saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Enthus menjelaskan,  mayoritas kontrak baru berasal dari proyek BUMN (76 persen) untuk menggarap gedung (75 persen).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Realisasi Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp3 Triliun
Salah satu kontrak baru yang berhasil dicapai yaitu pembangunan Gedung Bank Mandiri cabang Jakarta senilai Rp 207,3 miliar. &quot;Untuk anchor proyek memang masih didukung proyek LRT, properti dan konstruksi,&quot; ucapnya.
Dari sisi arus kas lanjut Enthus, saat ini terjadi negative cashflow.  Hal itu disebabkan dari Rp 14 triliun investasi yang telah dikeluarkan  ADHI untuk menggarap proyek LRT Jabodebek, saat ini baru Rp 7,1 triliun  yang telah kembali.

Dirinya berharap, pada akhir tahun pembayaran proyek LRT dapat segera cair hingga Rp 3,1 triliun.

&quot;Artinya masih cukup besar tagihan yang sedang kami proses di KAI dan  Perhubungan. Ini yang berkontribusi terhadap negative cashflow ADHI,&quot;  kata Enthus.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) membukukan kontrak baru sebesar Rp6,1 triliun sepanjang paruh pertama 2019. Pasalnya, besaran tersebut tidak terlalu besar.

Direktur Keuangan Adhi Karya Enthus Asnawi mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan kontrak baru yang dibukukan oleh perseroan tidak terlalu tinggi. Salah satunya adalah eskalasi situasi politik dalam negeri. Namun, dengan situasi politik yang sudah relatif lebih  stabil, Perseroan optimis kontrak baru bisa lebih tinggi lagi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Adhi Karya Kantongi Kontrak Baru Rp4,6 Triliun hingga Mei
&quot;Untuk perolehan kontrak memang agak rendah karena tahun politik atau pemilu. Diharapkan tahun ke depan lebih tinggi lagi,&quot; ujarnya saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Enthus menjelaskan,  mayoritas kontrak baru berasal dari proyek BUMN (76 persen) untuk menggarap gedung (75 persen).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Realisasi Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp3 Triliun
Salah satu kontrak baru yang berhasil dicapai yaitu pembangunan Gedung Bank Mandiri cabang Jakarta senilai Rp 207,3 miliar. &quot;Untuk anchor proyek memang masih didukung proyek LRT, properti dan konstruksi,&quot; ucapnya.
Dari sisi arus kas lanjut Enthus, saat ini terjadi negative cashflow.  Hal itu disebabkan dari Rp 14 triliun investasi yang telah dikeluarkan  ADHI untuk menggarap proyek LRT Jabodebek, saat ini baru Rp 7,1 triliun  yang telah kembali.

Dirinya berharap, pada akhir tahun pembayaran proyek LRT dapat segera cair hingga Rp 3,1 triliun.

&quot;Artinya masih cukup besar tagihan yang sedang kami proses di KAI dan  Perhubungan. Ini yang berkontribusi terhadap negative cashflow ADHI,&quot;  kata Enthus.</content:encoded></item></channel></rss>
