<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Stabil, Brent Dipatok USD60,03 per Barel   </title><description>West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus, naik 13 sen menjadi berakhir di USD56,34 per barel</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/21/320/2094601/harga-minyak-stabil-brent-dipatok-usd60-03-per-barel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/21/320/2094601/harga-minyak-stabil-brent-dipatok-usd60-03-per-barel"/><item><title>Harga Minyak Stabil, Brent Dipatok USD60,03 per Barel   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/21/320/2094601/harga-minyak-stabil-brent-dipatok-usd60-03-per-barel</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/21/320/2094601/harga-minyak-stabil-brent-dipatok-usd60-03-per-barel</guid><pubDate>Rabu 21 Agustus 2019 07:29 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/21/320/2094601/harga-minyak-stabil-brent-dipatok-usd60-03-per-barel-OchEvWuMfx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Harga Minyak (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/21/320/2094601/harga-minyak-stabil-brent-dipatok-usd60-03-per-barel-OchEvWuMfx.jpg</image><title>Ilustrasi: Harga Minyak (Foto: Shutterstock)</title></images><description>NEW YORK - Harga minyak relatif stabil pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), di tengah optimisme meredanya ketegangan perdagangan AS-China dan harapan ekonomi-ekonomi utama mengambil langkah-langkah stimulus untuk menangkal kemungkinan perlambatan ekonomi.
Minyak mentah berjangka Brent untuk penyerahan September, patokan internasional untuk harga minyak, menetap 29 sen atau 0,5% lebih tinggi menjadi USD60,03 per barel di London ICE Futures Exchange.
Baca Juga: Harga Minyak Naik 2% Usai Penyerangan Kilang Minyak Aramco
Sementara minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus, naik 13 sen menjadi berakhir di USD56,34 per barel di New York Mercantile Exchange.
Minyak mentah AS berbalik lebih rendah dalam perdagangan pasca-penyelesaian setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan ia tidak siap untuk membuat kesepakatan perdagangan dengan China.
Amerika Serikat mengatakan akan memperpanjang penangguhan hukuman yang mengizinkan Huawei Technologies, China, untuk membeli komponen dari perusahaan AS, menandakan sedikit pelunakan dari konflik perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia.

&quot;Ini adalah surut dan mengalirnya perang dagang AS-China dan beberapa harapan stimulus ekonomi yang datang di pasar-pasar ini, termasuk potensi stimulus fiskal oleh Jerman,&quot; kata Mitra Again Capital John Kilduff, dikutip dari Reuters.
Kekhawatiran atas tingkat permintaan minyak keseluruhan terus membebani harga minyak mentah. Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan minyak global pada tahun ini sebesar 40.000 barel per hari (bph) menjadi 1,10 juta barel per hari dan mengindikasikan pasar akan mengalami sedikit surplus pada 2020.
Baca Juga: Harga Minyak Naik Ditopang Meredanya Resesi Ekonomi
Reli di pasar ekuitas di seluruh dunia karena ekspektasi yang meningkat bahwa ekonomi global akan mengambil tindakan terhadap perlambatan pertumbuhan, juga memberikan dukungan terhadap harga minyak.
Suku bunga referensi pinjaman baru China ditetapkan sedikit lebih rendah pada Selasa (20/8/2019) setelah bank sentral mengumumkan reformasi suku bunga yang dirancang untuk mengurangi biaya pinjaman perusahaan, sementara di Jerman ada juga langkah positif.Pemerintah koalisi Jerman mengatakan akan siap untuk mengabaikan  aturan anggaran berimbang dan mengambil utang baru untuk menghadapi  kemungkinan resesi.
&quot;Pengumuman China tentang reformasi suku bunga utama selama akhir  pekan telah mendorong ekspektasi pengurangan segera dalam biaya pinjaman  perusahaan,&quot; kata Cantor Fitzgerald dalam sebuah catatan, dikutip dari  Antaranews, Rabu (21/8/2019).
Para pedagang juga mengamati tanda-tanda ketegangan di Timur Tengah  setelah Amerika Serikat menggambarkan sebagai patut disayangkan  pembebasan sebuah kapal tanker Iran di pusat konfrontasi antara Iran dan  Washington, memperingatkan Yunani dan pelabuhan-pelabuhan Mediterania  agar tidak membantu kapal itu.
Selain itu, pasar menunggu data mingguan persediaan AS, yang  diperkirakan akan menunjukkan penurunan 1,9 juta barel dalam stok minyak  mentah untuk minggu lalu. American Petroleum Institute (API), sebuah  kelompok industri, melaporkan perkiraannya pada pukul 16.30 waktu  setempat, diikuti oleh dan data pemerintah pada Rabu pagi.</description><content:encoded>NEW YORK - Harga minyak relatif stabil pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), di tengah optimisme meredanya ketegangan perdagangan AS-China dan harapan ekonomi-ekonomi utama mengambil langkah-langkah stimulus untuk menangkal kemungkinan perlambatan ekonomi.
Minyak mentah berjangka Brent untuk penyerahan September, patokan internasional untuk harga minyak, menetap 29 sen atau 0,5% lebih tinggi menjadi USD60,03 per barel di London ICE Futures Exchange.
Baca Juga: Harga Minyak Naik 2% Usai Penyerangan Kilang Minyak Aramco
Sementara minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus, naik 13 sen menjadi berakhir di USD56,34 per barel di New York Mercantile Exchange.
Minyak mentah AS berbalik lebih rendah dalam perdagangan pasca-penyelesaian setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan ia tidak siap untuk membuat kesepakatan perdagangan dengan China.
Amerika Serikat mengatakan akan memperpanjang penangguhan hukuman yang mengizinkan Huawei Technologies, China, untuk membeli komponen dari perusahaan AS, menandakan sedikit pelunakan dari konflik perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia.

&quot;Ini adalah surut dan mengalirnya perang dagang AS-China dan beberapa harapan stimulus ekonomi yang datang di pasar-pasar ini, termasuk potensi stimulus fiskal oleh Jerman,&quot; kata Mitra Again Capital John Kilduff, dikutip dari Reuters.
Kekhawatiran atas tingkat permintaan minyak keseluruhan terus membebani harga minyak mentah. Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan minyak global pada tahun ini sebesar 40.000 barel per hari (bph) menjadi 1,10 juta barel per hari dan mengindikasikan pasar akan mengalami sedikit surplus pada 2020.
Baca Juga: Harga Minyak Naik Ditopang Meredanya Resesi Ekonomi
Reli di pasar ekuitas di seluruh dunia karena ekspektasi yang meningkat bahwa ekonomi global akan mengambil tindakan terhadap perlambatan pertumbuhan, juga memberikan dukungan terhadap harga minyak.
Suku bunga referensi pinjaman baru China ditetapkan sedikit lebih rendah pada Selasa (20/8/2019) setelah bank sentral mengumumkan reformasi suku bunga yang dirancang untuk mengurangi biaya pinjaman perusahaan, sementara di Jerman ada juga langkah positif.Pemerintah koalisi Jerman mengatakan akan siap untuk mengabaikan  aturan anggaran berimbang dan mengambil utang baru untuk menghadapi  kemungkinan resesi.
&quot;Pengumuman China tentang reformasi suku bunga utama selama akhir  pekan telah mendorong ekspektasi pengurangan segera dalam biaya pinjaman  perusahaan,&quot; kata Cantor Fitzgerald dalam sebuah catatan, dikutip dari  Antaranews, Rabu (21/8/2019).
Para pedagang juga mengamati tanda-tanda ketegangan di Timur Tengah  setelah Amerika Serikat menggambarkan sebagai patut disayangkan  pembebasan sebuah kapal tanker Iran di pusat konfrontasi antara Iran dan  Washington, memperingatkan Yunani dan pelabuhan-pelabuhan Mediterania  agar tidak membantu kapal itu.
Selain itu, pasar menunggu data mingguan persediaan AS, yang  diperkirakan akan menunjukkan penurunan 1,9 juta barel dalam stok minyak  mentah untuk minggu lalu. American Petroleum Institute (API), sebuah  kelompok industri, melaporkan perkiraannya pada pukul 16.30 waktu  setempat, diikuti oleh dan data pemerintah pada Rabu pagi.</content:encoded></item></channel></rss>
