<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>2 Langkah Jitu Terbebas dari Tagihan Kartu Kredit yang Mencekik</title><description>Memiliki kartu kredit menjadi hal yang tepat jika memahami fungsinya</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/21/320/2094743/2-langkah-jitu-terbebas-dari-tagihan-kartu-kredit-yang-mencekik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/21/320/2094743/2-langkah-jitu-terbebas-dari-tagihan-kartu-kredit-yang-mencekik"/><item><title>2 Langkah Jitu Terbebas dari Tagihan Kartu Kredit yang Mencekik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/21/320/2094743/2-langkah-jitu-terbebas-dari-tagihan-kartu-kredit-yang-mencekik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/21/320/2094743/2-langkah-jitu-terbebas-dari-tagihan-kartu-kredit-yang-mencekik</guid><pubDate>Rabu 21 Agustus 2019 15:08 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/21/320/2094743/2-langkah-jitu-terbebas-dari-tagihan-kartu-kredit-yang-mencekik-0ahHRg4TQt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Kartu Kredit (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/21/320/2094743/2-langkah-jitu-terbebas-dari-tagihan-kartu-kredit-yang-mencekik-0ahHRg4TQt.jpg</image><title>Ilustrasi Kartu Kredit (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Bukan rahasia umum jika kartu kredit seringkali membuat penggunanya menjadi konsumtif. Meski demikian, bukan berarti memiliki kartu kredit menjadi suatu kesalahan.
Baca Juga: Cara Survive bagi Anak Kost, Simak 5 Celahnya
Memiliki kartu kredit menjadi hal yang tepat jika memahami fungsinya. Perencana Keuangan dari Finansial Consulting Eko Endarto menyebut, fungsi kartu kredit adalah pengganti alat bayar, bukan uang tambahan.

Jadi jangan sampai memiliki kartu kredit membuat keinginan diri untuk terus berbelanja menjadi tak terbendung. Mengingat limit dari kartu kredit yang memang bisa melampaui dari besaran penghasilan di setiap bulannya.
Baca Juga: 5 Tips Atur Uang untuk Mahasiswa yang Ngekos di Jakarta
Kepada Okezone, Eko menyatakan, untuk pengguna kartu kredit tak terjerat tagihan yang bisa 'mematikan' keuangan, maka perlu pengelolaan yang tepat.Berikut ini selengkapnya :
1.	Porsi tagihan kartu kredit maksimal 20% dari pendapatan.
&amp;ldquo;Kartu kredit itu utang konsumtif, jadi sebaiknya tidak lebih dari 20% dari gaji untuk membayar cicilannya,&quot; ungkap dia.

2.	Pastikan 30% Tagihan Mampu Dibayarkan
Dia menyatakan, jika ada tagihan yang ternyata tidak ingin dibayarkan  penuh pada bulan tersebut, maka setidaknya 30% dari tagihan itu harus  mampu dibayarkan. &quot;Kalau enggak mau bayar lunas, minimal 30% dari  tagihan itu harus ada yang dibayarkan,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bukan rahasia umum jika kartu kredit seringkali membuat penggunanya menjadi konsumtif. Meski demikian, bukan berarti memiliki kartu kredit menjadi suatu kesalahan.
Baca Juga: Cara Survive bagi Anak Kost, Simak 5 Celahnya
Memiliki kartu kredit menjadi hal yang tepat jika memahami fungsinya. Perencana Keuangan dari Finansial Consulting Eko Endarto menyebut, fungsi kartu kredit adalah pengganti alat bayar, bukan uang tambahan.

Jadi jangan sampai memiliki kartu kredit membuat keinginan diri untuk terus berbelanja menjadi tak terbendung. Mengingat limit dari kartu kredit yang memang bisa melampaui dari besaran penghasilan di setiap bulannya.
Baca Juga: 5 Tips Atur Uang untuk Mahasiswa yang Ngekos di Jakarta
Kepada Okezone, Eko menyatakan, untuk pengguna kartu kredit tak terjerat tagihan yang bisa 'mematikan' keuangan, maka perlu pengelolaan yang tepat.Berikut ini selengkapnya :
1.	Porsi tagihan kartu kredit maksimal 20% dari pendapatan.
&amp;ldquo;Kartu kredit itu utang konsumtif, jadi sebaiknya tidak lebih dari 20% dari gaji untuk membayar cicilannya,&quot; ungkap dia.

2.	Pastikan 30% Tagihan Mampu Dibayarkan
Dia menyatakan, jika ada tagihan yang ternyata tidak ingin dibayarkan  penuh pada bulan tersebut, maka setidaknya 30% dari tagihan itu harus  mampu dibayarkan. &quot;Kalau enggak mau bayar lunas, minimal 30% dari  tagihan itu harus ada yang dibayarkan,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
