<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Tinjau Tambak Garam NTT, Jokowi: Kita Masih Impor 3,7 Juta Ton</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau operasional tambak garam di Desa Nunkurus.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/21/320/2094757/tinjau-tambak-garam-ntt-jokowi-kita-masih-impor-3-7-juta-ton</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/21/320/2094757/tinjau-tambak-garam-ntt-jokowi-kita-masih-impor-3-7-juta-ton"/><item><title>   Tinjau Tambak Garam NTT, Jokowi: Kita Masih Impor 3,7 Juta Ton</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/21/320/2094757/tinjau-tambak-garam-ntt-jokowi-kita-masih-impor-3-7-juta-ton</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/21/320/2094757/tinjau-tambak-garam-ntt-jokowi-kita-masih-impor-3-7-juta-ton</guid><pubDate>Rabu 21 Agustus 2019 13:57 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/21/320/2094757/tinjau-tambak-garam-ntt-jokowi-kita-masih-impor-3-7-juta-ton-5HLHF4atJr.png" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Jokowi Tinjau Tambak Garam (Setneg)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/21/320/2094757/tinjau-tambak-garam-ntt-jokowi-kita-masih-impor-3-7-juta-ton-5HLHF4atJr.png</image><title>Foto: Jokowi Tinjau Tambak Garam (Setneg)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo  (Jokowi) meninjau operasional tambak garam di Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada hari ini.
&amp;nbsp;Baca Juga: Ada 10.000 Ha Tambak Garam di Kupang, Masih Perlu Impor?
Kepala Negara ingin memastikan bahwa perkembangan produksi tambak garam di daerah tersebut telah berjalan sekaligus melihat potensi yang dimilikinya.
&quot;Saya ke sini hanya ingin memastikan bahwa program untuk urusan garam ini sudah dimulai. Karena kita tahu impor garam kita 3,7 juta (metrik) ton, sementara yang bisa diproduksi dalam negeri baru 1,1 juta ton. Masih jauh sekali,&quot; ujar Jokowi, Rabu (21/8/2019).
&amp;nbsp;
Secara keseluruhan, Provinsi NTT memiliki potensi besar produksi garam dengan luas tambak kurang lebih 21.000 hektare. Khusus Kupang, setidaknya 7.000 hektare lahan dapat dikembangkan untuk tujuan tersebut. Sementara lokasi tambak garam yang dikunjungi Presiden hari ini berproduksi di atas lahan tambak seluas 10 hektare dari potensi 600 hektare yang ada.
&quot;NTT ini memiliki potensi yang bisa dikerjakan itu 21.000 hektare. Di Kupang ada kurang lebih 7.000 hektare, yang dimulai ini 600 hektare dulu. Tetapi juga baru diselesaikan 10 hektare,&quot; kata dia.
&amp;nbsp;Baca Juga: 1,5 Juta Ton Garam Impor Banjiri Indonesia dalam 6 Bulan
Pengembangan industri garam di NTT tersebut memerlukan investasi yang tak sedikit. Meski demikian, pemanfaatan sepenuhnya untuk lahan tambak seluas 600 hektare tersebut akan dikejar penyelesaiannya di tahun mendatang.Jokowi mengatakan, para petani tambak setempat juga akan diberdayakan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan.
&quot;Tahun depan akan selesai 600 hektare, petani tambak diikutkan juga.  Kerja sekaligus ikut (memiliki) seperti saham sehingga nanti penghasilan  masyarakat di sini bisa lebih baik,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;
Dalam kunjungan tersebut, Kepala Negara juga sempat melihat garam  hasil produksi lahan tambak tersebut dan membandingkannya dengan garam  sejenis dari luar wilayah tersebut. Ia memastikan bahwa garam yang  dihasilkan di Nunkurus tersebut memiliki kualitas yang sangat baik.
&quot;Tadi saya ditunjukkan beberapa perbandingan garam yang diambil dari  luar dibawa ke sini. Yang dari Madura, yang dari Surabaya, dan dari  Australia. Memang hasilnya di sini lebih bagus, lebih putih, bisa masuk  ke garam industri, dan kalau diolah lagi bisa juga menjadi garam  konsumsi,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;
Selama kunjungan tersebut, Presiden Joko Widodo didampingi oleh  Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri Perindustrian Airlangga  Hartarto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur NTT Viktor  Laiskodat beserta istri, dan Staf Khusus Presiden Gregorius Gories Mere.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo  (Jokowi) meninjau operasional tambak garam di Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada hari ini.
&amp;nbsp;Baca Juga: Ada 10.000 Ha Tambak Garam di Kupang, Masih Perlu Impor?
Kepala Negara ingin memastikan bahwa perkembangan produksi tambak garam di daerah tersebut telah berjalan sekaligus melihat potensi yang dimilikinya.
&quot;Saya ke sini hanya ingin memastikan bahwa program untuk urusan garam ini sudah dimulai. Karena kita tahu impor garam kita 3,7 juta (metrik) ton, sementara yang bisa diproduksi dalam negeri baru 1,1 juta ton. Masih jauh sekali,&quot; ujar Jokowi, Rabu (21/8/2019).
&amp;nbsp;
Secara keseluruhan, Provinsi NTT memiliki potensi besar produksi garam dengan luas tambak kurang lebih 21.000 hektare. Khusus Kupang, setidaknya 7.000 hektare lahan dapat dikembangkan untuk tujuan tersebut. Sementara lokasi tambak garam yang dikunjungi Presiden hari ini berproduksi di atas lahan tambak seluas 10 hektare dari potensi 600 hektare yang ada.
&quot;NTT ini memiliki potensi yang bisa dikerjakan itu 21.000 hektare. Di Kupang ada kurang lebih 7.000 hektare, yang dimulai ini 600 hektare dulu. Tetapi juga baru diselesaikan 10 hektare,&quot; kata dia.
&amp;nbsp;Baca Juga: 1,5 Juta Ton Garam Impor Banjiri Indonesia dalam 6 Bulan
Pengembangan industri garam di NTT tersebut memerlukan investasi yang tak sedikit. Meski demikian, pemanfaatan sepenuhnya untuk lahan tambak seluas 600 hektare tersebut akan dikejar penyelesaiannya di tahun mendatang.Jokowi mengatakan, para petani tambak setempat juga akan diberdayakan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan.
&quot;Tahun depan akan selesai 600 hektare, petani tambak diikutkan juga.  Kerja sekaligus ikut (memiliki) seperti saham sehingga nanti penghasilan  masyarakat di sini bisa lebih baik,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;
Dalam kunjungan tersebut, Kepala Negara juga sempat melihat garam  hasil produksi lahan tambak tersebut dan membandingkannya dengan garam  sejenis dari luar wilayah tersebut. Ia memastikan bahwa garam yang  dihasilkan di Nunkurus tersebut memiliki kualitas yang sangat baik.
&quot;Tadi saya ditunjukkan beberapa perbandingan garam yang diambil dari  luar dibawa ke sini. Yang dari Madura, yang dari Surabaya, dan dari  Australia. Memang hasilnya di sini lebih bagus, lebih putih, bisa masuk  ke garam industri, dan kalau diolah lagi bisa juga menjadi garam  konsumsi,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;
Selama kunjungan tersebut, Presiden Joko Widodo didampingi oleh  Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri Perindustrian Airlangga  Hartarto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur NTT Viktor  Laiskodat beserta istri, dan Staf Khusus Presiden Gregorius Gories Mere.</content:encoded></item></channel></rss>
