<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bangunan Ikonik Gelombang Laut Ini Ternyata dari Botol Plastik</title><description>Mereka mengusulkan untuk menggunakan botol plastik daur ulang dari laut untuk membangun sebuah sekolah seni di Meksiko.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/22/470/2095223/bangunan-ikonik-gelombang-laut-ini-ternyata-dari-botol-plastik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/22/470/2095223/bangunan-ikonik-gelombang-laut-ini-ternyata-dari-botol-plastik"/><item><title>Bangunan Ikonik Gelombang Laut Ini Ternyata dari Botol Plastik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/22/470/2095223/bangunan-ikonik-gelombang-laut-ini-ternyata-dari-botol-plastik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/22/470/2095223/bangunan-ikonik-gelombang-laut-ini-ternyata-dari-botol-plastik</guid><pubDate>Kamis 22 Agustus 2019 13:39 WIB</pubDate><dc:creator>Maghfira Nursyabila</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/22/470/2095223/bangunan-ikonik-gelombang-laut-ini-ternyata-dari-botol-plastik-3r2JoLxGhU.png" expression="full" type="image/jpeg">Sekolah Seni dari Botol Plastik di Meksiko (Foto: UMA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/22/470/2095223/bangunan-ikonik-gelombang-laut-ini-ternyata-dari-botol-plastik-3r2JoLxGhU.png</image><title>Sekolah Seni dari Botol Plastik di Meksiko (Foto: UMA)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Untuk menyelamatkan dunia dari sampah plastik, banyak perusahaan yang berlomba-lomba mengembangkan sampah plastik menjadi sebuah inovasi baru.
Contohnya seperti Arsitek Mejergen (UMA) yang memiliki proyek konseptual berjudul gelombang baru seperti yang dilansir dari Designbloom.com, Selasa (20/11/2019).
Baca Juga: Rumah Bos Twitter di Hollywood Hills Rp60,4 Miliar, Intip Kemewahannya
Mereka mengusulkan untuk menggunakan botol plastik daur ulang dari laut untuk membangun sebuah sekolah seni di Meksiko.
Ide kreatif ini muncul karena sampah plastik yang dihasilkan di Meksiko mencapai setengah juta ton dan berakhir di laut setiap tahun. Proyek ini bertujuan untuk memberi contoh positif kepada masyarakat dan menunjukan apa yang dapat dicapai dengan mendaur ulang botol plastik.

Bentuk gelombang yang ditunjukan oleh UMA pada sekolah seninya bermaksud untuk membuat rasa ingin tahu masyarakat yang lewat dan menawarkan lingkungan yang menginspirasi bagi anak-anak untuk berkembang, sementara itu berfungsi untuk pengingat dari mana botol-botol itu di ambil.
Baca Juga: Apartemen Seluas Parkiran Satu Mobil Laris Manis di Amerika Latin
Botol-botol plastik itu di bor di bagian bawah agar menghasilkan lubang dan di sambung pada setiap batang botol, kemudian botol tersebut di tekuk sehingga membentuk gelombang. Botol-botol yang berada di bawah di isi dengan semen atau pasir untuk memastikan keseimbangan dan masing-masing botol menempel pada dinding atau lempengan udara.
Botol-botol itu dicat dengan gradasi warna biru- cyan &amp;ndash; putih  sehingga menghasilkan warna yang cantik dan terlihat seperti ombak. Lalu  pada bagian atas ombak juga dapat melindungi dari hujan dan matahari.  Di dalam bangunan ini juga di isi dengan meja, kursi, alat melukis  bahkan papan tulis seperti sekolah seni pada umumnya.

Dengan adanya proyek ini juga memberikan gambaran bahwa bagaimana  plastik dapat merusak lingkungan laut kita dan bagaimana plastik dapat  digunakan dan di daur ulang dalam sebuah bangunan.
Selain kreatif, inovasi ini sangat berguna untuk mengurangi sampah  plastik yang ada di dunia, semoga Indonesia juga dapat mengembangkan  sampah plastik untuk sesuatu yang bisa lebih berguna.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Untuk menyelamatkan dunia dari sampah plastik, banyak perusahaan yang berlomba-lomba mengembangkan sampah plastik menjadi sebuah inovasi baru.
Contohnya seperti Arsitek Mejergen (UMA) yang memiliki proyek konseptual berjudul gelombang baru seperti yang dilansir dari Designbloom.com, Selasa (20/11/2019).
Baca Juga: Rumah Bos Twitter di Hollywood Hills Rp60,4 Miliar, Intip Kemewahannya
Mereka mengusulkan untuk menggunakan botol plastik daur ulang dari laut untuk membangun sebuah sekolah seni di Meksiko.
Ide kreatif ini muncul karena sampah plastik yang dihasilkan di Meksiko mencapai setengah juta ton dan berakhir di laut setiap tahun. Proyek ini bertujuan untuk memberi contoh positif kepada masyarakat dan menunjukan apa yang dapat dicapai dengan mendaur ulang botol plastik.

Bentuk gelombang yang ditunjukan oleh UMA pada sekolah seninya bermaksud untuk membuat rasa ingin tahu masyarakat yang lewat dan menawarkan lingkungan yang menginspirasi bagi anak-anak untuk berkembang, sementara itu berfungsi untuk pengingat dari mana botol-botol itu di ambil.
Baca Juga: Apartemen Seluas Parkiran Satu Mobil Laris Manis di Amerika Latin
Botol-botol plastik itu di bor di bagian bawah agar menghasilkan lubang dan di sambung pada setiap batang botol, kemudian botol tersebut di tekuk sehingga membentuk gelombang. Botol-botol yang berada di bawah di isi dengan semen atau pasir untuk memastikan keseimbangan dan masing-masing botol menempel pada dinding atau lempengan udara.
Botol-botol itu dicat dengan gradasi warna biru- cyan &amp;ndash; putih  sehingga menghasilkan warna yang cantik dan terlihat seperti ombak. Lalu  pada bagian atas ombak juga dapat melindungi dari hujan dan matahari.  Di dalam bangunan ini juga di isi dengan meja, kursi, alat melukis  bahkan papan tulis seperti sekolah seni pada umumnya.

Dengan adanya proyek ini juga memberikan gambaran bahwa bagaimana  plastik dapat merusak lingkungan laut kita dan bagaimana plastik dapat  digunakan dan di daur ulang dalam sebuah bangunan.
Selain kreatif, inovasi ini sangat berguna untuk mengurangi sampah  plastik yang ada di dunia, semoga Indonesia juga dapat mengembangkan  sampah plastik untuk sesuatu yang bisa lebih berguna.</content:encoded></item></channel></rss>
