<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Menko Darmin Sebut Bunga Kredit Bank Harus Turun</title><description>Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan suku bunga kredit perbankan seharusnya lebih cepat menurun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/23/20/2095872/menko-darmin-sebut-bunga-kredit-bank-harus-turun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/23/20/2095872/menko-darmin-sebut-bunga-kredit-bank-harus-turun"/><item><title>   Menko Darmin Sebut Bunga Kredit Bank Harus Turun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/23/20/2095872/menko-darmin-sebut-bunga-kredit-bank-harus-turun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/23/20/2095872/menko-darmin-sebut-bunga-kredit-bank-harus-turun</guid><pubDate>Jum'at 23 Agustus 2019 20:50 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/23/20/2095872/menko-darmin-sebut-bunga-kredit-bank-harus-turun-GUWVwIcLMJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bunga Kredit Bank Harus Turun. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/23/20/2095872/menko-darmin-sebut-bunga-kredit-bank-harus-turun-GUWVwIcLMJ.jpg</image><title>Bunga Kredit Bank Harus Turun. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan suku bunga kredit perbankan seharusnya lebih cepat menurun setelah Bank Sentral memangkas suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate hingga 0,5% menjadi 5,5%  dalam dua bulan terakhir.

&quot;Karena suku bunga kebijakan yang turun, seharusnya arah yang lain juga menurun,&quot; kata Darmin di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (23/8/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Suku Bunga BI Jadi 5,5%, Menko Darmin: Arahnya Global Memang Itu
Menurut Darmin, sebenarnya dua regulator, Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bisa menerapkan langkah lanjutan untuk memastikan transmisi suku bunga kebijakan dapat bergerak lebih cepat ke suku bunga perbankan. Namun, dia memastikan pemerintah juga tidak akan tinggal diam. Pemerintah akan turut mengevaluasi pergerakkan suku bunga perbankan setelah stimulus dari kebijakan suku bunga.


&quot;Regulator itu ada di BI dan OJK. Tetapi pemerintah juga tentu punya peran. Pemerintah memiliki dana banyak (di pasar keuangan). Ekonomi itu saling terkait,&quot; ujar dia.
&amp;nbsp;Baca Juga: Gubernur BI Buka-bukaan Alasan Suku Bunga Acuan Turun 2 Kali
Dampak lain terhadap sektor riil dari pelonggaran suku bunga itu, ujar Darmin, adalah peningkatan investasi untuk sektor riil dan juga investasi portofolio di pasar keuangan.
&amp;nbsp;Mantan Gubernur BI itu tidak khawatir penurunan suku bunga acuan akan  membuat imbal hasil instrumen keuangan domestik tidak menarik dibanding  negara-negara sepadan. Pasalnya, negara-negara maju dan negara sepadan  (peers) juga sedang menerapkan rezim penurunan suku bunga.

Dengan begitu, dia masih optimistis dengan potensi arus modal asing  masuk yang akan digunakan untuk menambal pembiayaan defisit transaksi  berjalan.

&quot;Jadi jangan langsung melihatnya oh bagaimana dampak ke capital  inflow (arus modal masuk). Karena negara lain juga sedang mengarah (suku  bunga) turun,&quot; ujar dia. Demikian dikutip Antaranews.
&amp;nbsp;
Investasi akan meningkat, kata Darmin, karena ekspetasi semakin  murahnya pendanaan akan memacu kinerja dunia usaha dari sektor produksi  dan ekspor. Hal itu diharapkan menjadi penggerak konsumsi dan investasi  di semester II 2019.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan pemerintah akan  mensinkronkan kebijakan fiskal dengan pelonggaran kebijakan moneter yang  sudah dilakukan Bank Sentral. Dia menyambut baik langkah pelonggaran  suku bunga acuan itu sebagai stimulus untuk memanfaatkan momentum  pertumbuhan ekonomi. Adapun di kuartal II 2019, pertumbuhan ekonomi baru  mencapai 5,05% secara tahunan (yoy).

&quot;Jadi policy (kebijakan) yang sudah dilakukan oleh Bank Indonesia  akan kita sinkronkan dengan pemerintah, baik fiskal ke depan maupun yang  sekarang,&quot; ujar Ani, sapaan akrab Sri Mulyani.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan suku bunga kredit perbankan seharusnya lebih cepat menurun setelah Bank Sentral memangkas suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate hingga 0,5% menjadi 5,5%  dalam dua bulan terakhir.

&quot;Karena suku bunga kebijakan yang turun, seharusnya arah yang lain juga menurun,&quot; kata Darmin di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (23/8/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Suku Bunga BI Jadi 5,5%, Menko Darmin: Arahnya Global Memang Itu
Menurut Darmin, sebenarnya dua regulator, Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bisa menerapkan langkah lanjutan untuk memastikan transmisi suku bunga kebijakan dapat bergerak lebih cepat ke suku bunga perbankan. Namun, dia memastikan pemerintah juga tidak akan tinggal diam. Pemerintah akan turut mengevaluasi pergerakkan suku bunga perbankan setelah stimulus dari kebijakan suku bunga.


&quot;Regulator itu ada di BI dan OJK. Tetapi pemerintah juga tentu punya peran. Pemerintah memiliki dana banyak (di pasar keuangan). Ekonomi itu saling terkait,&quot; ujar dia.
&amp;nbsp;Baca Juga: Gubernur BI Buka-bukaan Alasan Suku Bunga Acuan Turun 2 Kali
Dampak lain terhadap sektor riil dari pelonggaran suku bunga itu, ujar Darmin, adalah peningkatan investasi untuk sektor riil dan juga investasi portofolio di pasar keuangan.
&amp;nbsp;Mantan Gubernur BI itu tidak khawatir penurunan suku bunga acuan akan  membuat imbal hasil instrumen keuangan domestik tidak menarik dibanding  negara-negara sepadan. Pasalnya, negara-negara maju dan negara sepadan  (peers) juga sedang menerapkan rezim penurunan suku bunga.

Dengan begitu, dia masih optimistis dengan potensi arus modal asing  masuk yang akan digunakan untuk menambal pembiayaan defisit transaksi  berjalan.

&quot;Jadi jangan langsung melihatnya oh bagaimana dampak ke capital  inflow (arus modal masuk). Karena negara lain juga sedang mengarah (suku  bunga) turun,&quot; ujar dia. Demikian dikutip Antaranews.
&amp;nbsp;
Investasi akan meningkat, kata Darmin, karena ekspetasi semakin  murahnya pendanaan akan memacu kinerja dunia usaha dari sektor produksi  dan ekspor. Hal itu diharapkan menjadi penggerak konsumsi dan investasi  di semester II 2019.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan pemerintah akan  mensinkronkan kebijakan fiskal dengan pelonggaran kebijakan moneter yang  sudah dilakukan Bank Sentral. Dia menyambut baik langkah pelonggaran  suku bunga acuan itu sebagai stimulus untuk memanfaatkan momentum  pertumbuhan ekonomi. Adapun di kuartal II 2019, pertumbuhan ekonomi baru  mencapai 5,05% secara tahunan (yoy).

&quot;Jadi policy (kebijakan) yang sudah dilakukan oleh Bank Indonesia  akan kita sinkronkan dengan pemerintah, baik fiskal ke depan maupun yang  sekarang,&quot; ujar Ani, sapaan akrab Sri Mulyani.</content:encoded></item></channel></rss>
