<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Darmin : Pasar Modal Bukan Hanya untuk Pemilik Rumah di Atas Awan</title><description>Darmin Nasution menyebut pasar modal masih menjadi wadah pencarian modal bagi perusahaan-perusahaan besar</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/23/278/2095645/menko-darmin-pasar-modal-bukan-hanya-untuk-pemilik-rumah-di-atas-awan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/23/278/2095645/menko-darmin-pasar-modal-bukan-hanya-untuk-pemilik-rumah-di-atas-awan"/><item><title>Menko Darmin : Pasar Modal Bukan Hanya untuk Pemilik Rumah di Atas Awan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/23/278/2095645/menko-darmin-pasar-modal-bukan-hanya-untuk-pemilik-rumah-di-atas-awan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/23/278/2095645/menko-darmin-pasar-modal-bukan-hanya-untuk-pemilik-rumah-di-atas-awan</guid><pubDate>Jum'at 23 Agustus 2019 12:51 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/23/278/2095645/menko-darmin-pasar-modal-bukan-hanya-untuk-pemilik-rumah-di-atas-awan-CV6CZcfHdn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Darmin Nasution. (Foto: Okezone/Dede Kurniawan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/23/278/2095645/menko-darmin-pasar-modal-bukan-hanya-untuk-pemilik-rumah-di-atas-awan-CV6CZcfHdn.jpg</image><title>Menko Darmin Nasution. (Foto: Okezone/Dede Kurniawan)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebut pasar modal masih menjadi wadah pencarian modal bagi perusahaan-perusahaan besar saja. Maka itu, pihaknya ingin pasar modal menjadi tempat untuk pencarian modal bagi perusahaan kecil.
Baca Juga: 42 Emiten Lakukan Paparan Publik secara Online
&quot;Begitu juga dari sisi investor. Pasar modal itu bukan cuma bagi yang berumah di atas awan, tapi juga bagi mereka yang bermukim di bumi juga bisa memasuki pasar modal,&quot; kata dia pada acara Capital Market Summit 2019 di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Menurut Darmin, masyarakat dan perusahaan kecil ini sudah tahu tentang skema berinvestasi saham. Di mana sejak, dirinya masih SMP di pedalaman Sumatera sudah ada yang namanya investasi saham.
&quot;Pada saat bersekolah di SMP itu, saya nge-kost, karena jaraknya 2 km dari rumah. Dan pemilik kost ini merupakan pemegang saham di salah satu bioskop di pedalaman Sumatera saat itu,&quot; tutur dia.
Baca Juga: Jelang HUT ke-74 RI, Kapitalisasi BEI Tembus Rp7.211 Triliun
Artinya, tahun 60-an di pedalaman Sumatera sana ada pemegang saham dari bioskop di kota itu. Hal tersebut menjadi contoh bahwa sebenarnya perusahaan kecil juga butuh modal.
&quot;Mereka juga bahkan sudah paham tentang mencari modal dengan menawarkan saham,&quot; pungkas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebut pasar modal masih menjadi wadah pencarian modal bagi perusahaan-perusahaan besar saja. Maka itu, pihaknya ingin pasar modal menjadi tempat untuk pencarian modal bagi perusahaan kecil.
Baca Juga: 42 Emiten Lakukan Paparan Publik secara Online
&quot;Begitu juga dari sisi investor. Pasar modal itu bukan cuma bagi yang berumah di atas awan, tapi juga bagi mereka yang bermukim di bumi juga bisa memasuki pasar modal,&quot; kata dia pada acara Capital Market Summit 2019 di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Menurut Darmin, masyarakat dan perusahaan kecil ini sudah tahu tentang skema berinvestasi saham. Di mana sejak, dirinya masih SMP di pedalaman Sumatera sudah ada yang namanya investasi saham.
&quot;Pada saat bersekolah di SMP itu, saya nge-kost, karena jaraknya 2 km dari rumah. Dan pemilik kost ini merupakan pemegang saham di salah satu bioskop di pedalaman Sumatera saat itu,&quot; tutur dia.
Baca Juga: Jelang HUT ke-74 RI, Kapitalisasi BEI Tembus Rp7.211 Triliun
Artinya, tahun 60-an di pedalaman Sumatera sana ada pemegang saham dari bioskop di kota itu. Hal tersebut menjadi contoh bahwa sebenarnya perusahaan kecil juga butuh modal.
&quot;Mereka juga bahkan sudah paham tentang mencari modal dengan menawarkan saham,&quot; pungkas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
