<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Sebut Indonesia Berpeluang Kelola Rantai Bisnis Haji dan Umrah</title><description>Sri Mulyani menyoroti peluang yang dimiliki Indonesia dalam menjadi mata rantai (supply chain) di sektor umrah dan haji.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/23/320/2095823/sri-mulyani-sebut-indonesia-berpeluang-kelola-rantai-bisnis-haji-dan-umrah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/23/320/2095823/sri-mulyani-sebut-indonesia-berpeluang-kelola-rantai-bisnis-haji-dan-umrah"/><item><title>Sri Mulyani Sebut Indonesia Berpeluang Kelola Rantai Bisnis Haji dan Umrah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/23/320/2095823/sri-mulyani-sebut-indonesia-berpeluang-kelola-rantai-bisnis-haji-dan-umrah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/23/320/2095823/sri-mulyani-sebut-indonesia-berpeluang-kelola-rantai-bisnis-haji-dan-umrah</guid><pubDate>Jum'at 23 Agustus 2019 18:58 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/23/320/2095823/sri-mulyani-sebut-indonesia-berpeluang-kelola-rantai-bisnis-haji-dan-umrah-wdmyJwQlaN.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani Berpeluang Kelola Rantai Bisnis Haji dan Umrah. (Foto: Yohana/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/23/320/2095823/sri-mulyani-sebut-indonesia-berpeluang-kelola-rantai-bisnis-haji-dan-umrah-wdmyJwQlaN.jpeg</image><title>Sri Mulyani Berpeluang Kelola Rantai Bisnis Haji dan Umrah. (Foto: Yohana/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti peluang yang dimiliki Indonesia dalam menjadi mata rantai (supply chain) di sektor umrah dan haji. Pasalnya, sebagian besar dari masyarakat Indonesia melaksanakan ibadah umrah dan haji.
&amp;nbsp;Baca Juga: Gubernur BI: Ekonomi Syariah Jadi Arus Baru Perkembangan Indonesia
Menurutnya, dengan potensi sebesar itu sudah seharusnya Indonesia menjadi pemain yang menyediakan kebutuhan jamaah umrah dan haji.

&amp;ldquo;Jumlah masyarakat RI yang tunaikan umrah, haji, dan kegiatan tourism, itu begitu banyak dan kita perlu pelajari untuk manfaatkan supply chain dari market tersebut,&amp;rdquo; ujar Sri Mulyani dalam Muktamar Ke-IV Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) di Ritz Carlton, Jakarta, Jumat (23/8).
&amp;nbsp;Baca Juga: Geber Ekonomi Syariah RI Lewat Industri Halal hingga Pesantren


Dia menekankan, Indonesia seringnya hanya sekadar menjadi pasar.  Namun, tidak mengambil peran sebagai penyuplai kebutuhan tersebut.

&amp;ldquo;Kita sering jadi pengguna dan tidak secara sistmatis jadi  kapitalisasi marketnya. Padahal kalau dipikir umrah dan haji itu dari  persiapan dan berngkat potensinya besar sekali,&quot; kata dia.
&amp;nbsp;
Menurut Sri Mulyani, untuk bisa menjadi menjadi pelaku di industri  halal tersebut, maka perlu sinergi antara kementerian dan lembaga.  Sehingga diharapkan, Indonesia tak hanya menjadi konsumen tetapi juga  produsen di industri halal.

&amp;ldquo;(Misalnya) Menperin lauching industri 4.0 kenapa enggak sekalian  industri syariah makanan dan minuman, yang pangsa pasrnya besar di  Indonesia,&amp;rdquo; kata dia.
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti peluang yang dimiliki Indonesia dalam menjadi mata rantai (supply chain) di sektor umrah dan haji. Pasalnya, sebagian besar dari masyarakat Indonesia melaksanakan ibadah umrah dan haji.
&amp;nbsp;Baca Juga: Gubernur BI: Ekonomi Syariah Jadi Arus Baru Perkembangan Indonesia
Menurutnya, dengan potensi sebesar itu sudah seharusnya Indonesia menjadi pemain yang menyediakan kebutuhan jamaah umrah dan haji.

&amp;ldquo;Jumlah masyarakat RI yang tunaikan umrah, haji, dan kegiatan tourism, itu begitu banyak dan kita perlu pelajari untuk manfaatkan supply chain dari market tersebut,&amp;rdquo; ujar Sri Mulyani dalam Muktamar Ke-IV Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) di Ritz Carlton, Jakarta, Jumat (23/8).
&amp;nbsp;Baca Juga: Geber Ekonomi Syariah RI Lewat Industri Halal hingga Pesantren


Dia menekankan, Indonesia seringnya hanya sekadar menjadi pasar.  Namun, tidak mengambil peran sebagai penyuplai kebutuhan tersebut.

&amp;ldquo;Kita sering jadi pengguna dan tidak secara sistmatis jadi  kapitalisasi marketnya. Padahal kalau dipikir umrah dan haji itu dari  persiapan dan berngkat potensinya besar sekali,&quot; kata dia.
&amp;nbsp;
Menurut Sri Mulyani, untuk bisa menjadi menjadi pelaku di industri  halal tersebut, maka perlu sinergi antara kementerian dan lembaga.  Sehingga diharapkan, Indonesia tak hanya menjadi konsumen tetapi juga  produsen di industri halal.

&amp;ldquo;(Misalnya) Menperin lauching industri 4.0 kenapa enggak sekalian  industri syariah makanan dan minuman, yang pangsa pasrnya besar di  Indonesia,&amp;rdquo; kata dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
