<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wall Street Anjlok Usai Aksi Balasan China pada Produk AS   </title><description>Komisi Tarif Bea Cukai Dewan Negara mengumumkan akan mengenakan tarif tambahan pada impor barang-barang dari AS</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/24/278/2096028/wall-street-anjlok-usai-aksi-balasan-china-pada-produk-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/24/278/2096028/wall-street-anjlok-usai-aksi-balasan-china-pada-produk-as"/><item><title>Wall Street Anjlok Usai Aksi Balasan China pada Produk AS   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/24/278/2096028/wall-street-anjlok-usai-aksi-balasan-china-pada-produk-as</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/24/278/2096028/wall-street-anjlok-usai-aksi-balasan-china-pada-produk-as</guid><pubDate>Sabtu 24 Agustus 2019 07:34 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/24/278/2096028/wall-street-anjlok-usai-aksi-balasan-china-pada-produk-as-tYcViNBXwQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Perang Dagang China-AS. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/24/278/2096028/wall-street-anjlok-usai-aksi-balasan-china-pada-produk-as-tYcViNBXwQ.jpg</image><title>Ilustrasi Perang Dagang China-AS. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>NEW YORK &amp;ndash; Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street berakhir melemah tajam pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Setelah China mengumumkan langkah-langkah pembalasan terhadap tarif impor Amerika Serikat.
Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 623,34 poin atau 2,37% menjadi ditutup di 25.628,90 poin. Indeks S&amp;amp;P 500 merosot 75,84 poin atau 2,59%, menjadi berakhir di 2.847,11 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup turun 239,62 poin atau 3,00% menjadi 7.751,77 poin.
Baca Juga: Wall Street Lesu Menjelang Putusan Suku Bunga The Fed
Komisi Tarif Bea Cukai Dewan Negara mengumumkan akan mengenakan tarif tambahan pada impor barang-barang dari AS senilai sekitar USD75 miliar. Ini sebagai tanggapan atas kenaikan tarif Amerika yang baru diumumkan atas barang-barang China.

Berdasarkan undang-undang dan disetujui oleh Dewan Negara, total 5.078 produk Amerika Serikat akan dikenakan tarif tambahan 10% atau 5%.
Kenaikan tarif akan dilaksanakan dalam dua kelompok dan mulai berlaku masing-masing pada pada 1 September dan pukul 24.01 malam waktu Beijing dan pada 15 Desember.
Baca Juga: Daya Beli Konsumen Meningkat, Wall Street Ditutup Menguat
Pengenaan tarif tambahan China adalah tanggapan paksa terhadap unilateralisme dan proteksionisme perdagangan Amerika Serikat.
Sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat mengumumkan pada 15 Agustus bahwa mereka akan mengenakan tarif tambahan 10% untuk barang-barang China senilai sekitar USD300 miliar dolar AS, masing-masing berlaku pada 1 September dan 15 Desember, dalam dua kelompok.Berita itu muncul pada saat pasar AS telah mengkhawatirkan  kemungkinan resesi ekonomi yang disumbang oleh ketegangan perdagangan  antara Amerika Serikat dan mitra dagang utamanya.
Ketua Federal Reserve Jerome Powell menyampaikan pidato yang banyak  diantisipasi pada di simposium ekonomi tahunan Bank Sentral di Jackson  Hole, Wyoming. Bertentangan dengan apa yang diharapkan pasar, Powell  tidak memberikan sinyal yang jelas tentang penurunan suku bunga lebih  lanjut.
Dia berjanji untuk bertindak sewajarnya untuk mempertahankan  ekspansi, sebuah ungkapan yang telah dia gunakan beberapa kali dalam  beberapa bulan terakhir.

Sementara itu Powell mencatat bahwa ekonomi AS terus berkinerja baik  secara keseluruhan, dia menunjukkan tiga faktor yang membebani prospek  yang menguntungkan, yaitu perlambatan pertumbuhan global, ketidakpastian  kebijakan perdagangan, dan inflasi yang diredam.
Dia mengatakan prospek pertumbuhan global telah memburuk sejak  pertengahan tahun lalu. Ketidakpastian kebijakan perdagangan tampaknya  memainkan peran dalam perlambatan global dan lemahnya manufaktur serta  belanja modal di Amerika Serikat. Demikian dikutip dari Antaranews,  Sabtu (24/8/2019).
Powell berbicara panjang lebar tentang ketidakpastian kebijakan  perdagangan. Dia mengatakan menyesuaikan ketidakpastian kebijakan  perdagangan ke dalam kerangka kebijakan Fed adalah tantangan baru.</description><content:encoded>NEW YORK &amp;ndash; Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street berakhir melemah tajam pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Setelah China mengumumkan langkah-langkah pembalasan terhadap tarif impor Amerika Serikat.
Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 623,34 poin atau 2,37% menjadi ditutup di 25.628,90 poin. Indeks S&amp;amp;P 500 merosot 75,84 poin atau 2,59%, menjadi berakhir di 2.847,11 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup turun 239,62 poin atau 3,00% menjadi 7.751,77 poin.
Baca Juga: Wall Street Lesu Menjelang Putusan Suku Bunga The Fed
Komisi Tarif Bea Cukai Dewan Negara mengumumkan akan mengenakan tarif tambahan pada impor barang-barang dari AS senilai sekitar USD75 miliar. Ini sebagai tanggapan atas kenaikan tarif Amerika yang baru diumumkan atas barang-barang China.

Berdasarkan undang-undang dan disetujui oleh Dewan Negara, total 5.078 produk Amerika Serikat akan dikenakan tarif tambahan 10% atau 5%.
Kenaikan tarif akan dilaksanakan dalam dua kelompok dan mulai berlaku masing-masing pada pada 1 September dan pukul 24.01 malam waktu Beijing dan pada 15 Desember.
Baca Juga: Daya Beli Konsumen Meningkat, Wall Street Ditutup Menguat
Pengenaan tarif tambahan China adalah tanggapan paksa terhadap unilateralisme dan proteksionisme perdagangan Amerika Serikat.
Sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat mengumumkan pada 15 Agustus bahwa mereka akan mengenakan tarif tambahan 10% untuk barang-barang China senilai sekitar USD300 miliar dolar AS, masing-masing berlaku pada 1 September dan 15 Desember, dalam dua kelompok.Berita itu muncul pada saat pasar AS telah mengkhawatirkan  kemungkinan resesi ekonomi yang disumbang oleh ketegangan perdagangan  antara Amerika Serikat dan mitra dagang utamanya.
Ketua Federal Reserve Jerome Powell menyampaikan pidato yang banyak  diantisipasi pada di simposium ekonomi tahunan Bank Sentral di Jackson  Hole, Wyoming. Bertentangan dengan apa yang diharapkan pasar, Powell  tidak memberikan sinyal yang jelas tentang penurunan suku bunga lebih  lanjut.
Dia berjanji untuk bertindak sewajarnya untuk mempertahankan  ekspansi, sebuah ungkapan yang telah dia gunakan beberapa kali dalam  beberapa bulan terakhir.

Sementara itu Powell mencatat bahwa ekonomi AS terus berkinerja baik  secara keseluruhan, dia menunjukkan tiga faktor yang membebani prospek  yang menguntungkan, yaitu perlambatan pertumbuhan global, ketidakpastian  kebijakan perdagangan, dan inflasi yang diredam.
Dia mengatakan prospek pertumbuhan global telah memburuk sejak  pertengahan tahun lalu. Ketidakpastian kebijakan perdagangan tampaknya  memainkan peran dalam perlambatan global dan lemahnya manufaktur serta  belanja modal di Amerika Serikat. Demikian dikutip dari Antaranews,  Sabtu (24/8/2019).
Powell berbicara panjang lebar tentang ketidakpastian kebijakan  perdagangan. Dia mengatakan menyesuaikan ketidakpastian kebijakan  perdagangan ke dalam kerangka kebijakan Fed adalah tantangan baru.</content:encoded></item></channel></rss>
