<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri Jonan Ajak Jepang Kembangkan Green Energy</title><description>Menteri Jonan melakukan pertemuan dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang Hiroshige Seko</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/24/320/2096050/menteri-jonan-ajak-jepang-kembangkan-green-energy</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/24/320/2096050/menteri-jonan-ajak-jepang-kembangkan-green-energy"/><item><title>Menteri Jonan Ajak Jepang Kembangkan Green Energy</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/24/320/2096050/menteri-jonan-ajak-jepang-kembangkan-green-energy</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/24/320/2096050/menteri-jonan-ajak-jepang-kembangkan-green-energy</guid><pubDate>Sabtu 24 Agustus 2019 15:08 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/24/320/2096050/menteri-jonan-ajak-jepang-kembangkan-green-energy-22U1EQWjUF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Jonan dengan Menteri Jepang Hiroshige Seko. (Foto: Dok. KESDM)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/24/320/2096050/menteri-jonan-ajak-jepang-kembangkan-green-energy-22U1EQWjUF.jpg</image><title>Menteri Jonan dengan Menteri Jepang Hiroshige Seko. (Foto: Dok. KESDM)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengajak Jepang untuk bersama-sama mengembangkan green energy (energi hijau) yang berkelanjutan, salah satunya berbasis produk turunan kelapa sawit.
Hal tersebut disampaikan Menteri Jonan kepada Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang Hiroshige Seko, dalam kunjungan kerja di Tokyo, Jepang, Jumat 23 Agustus 2018.
Baca Juga: Penggunaan Sumber Energi Terbarukan Bikin Kualitas Udara Jakarta Membaik?
&quot;Kita minta Jepang mendukung adanya standar yang digunakan oleh industri kelapa sawit kita, Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), tidak menggunakan semata-mata standar lain yang seperti Roundtable Suistanable Palm Oil (RSPO),&quot; ujar Jonan, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (24/8/2019).

Jonan mengungkapkan pada dasarnya pihak Jepang menyepakati usulan tersebut dengan membentuk tim bersama yang akan melakukan studi teknis lebih lanjut.
&quot;Jadi respons pihak Jepang juga sepakat, jadi mereka akan melakukan studi secara teknis bersama tim Indonesia,&quot; ungkapnya.
Baca Juga: Siang Ini Jakarta Tempati Peringkat Ketiga Kota dengan Udara Terkotor
Sementara itu, Menteri METI Seko memahami penjelasan Indonesia. Diakan meneruskan permintaan ini kepada tim teknis METI yang akan melakukan verifikasi lebih lanjut.
&quot;Semua masukan ini sangat berarti bagi kami. Selanjutnya tim teknis METI akan berkunjung ke Indonesia untuk melihat secara langsung pengelolaan sawit di Indonesia,&quot; kata Seko.Pada kesempatan yang sama, Kepala BPDP KS Dono Boestami menambahkan,  sudah semestinya Jepang juga menggunakan ISPO karena mandatori wajib  bagi pengusaha-pengusaha sawit Indonesia.
&quot;Sementara RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) itu lebih voluntary, sukarela sifatnya,&quot; tutur Dono.
Pada kunjungan kerja tersebut, Menteri ESDM turut didampingi Dubes  Indonesia Arifin Tasrif, Komisioner Ombudsman Republik Indonesia (ORI)  Laode Ida, Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi FX  Sutijastoto, Kepala Badan Pengelola Dana Perkebunan KelapaSawit (BPDP  KS) Dono Boestami, dan Ketua Umum Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia MP  Tumanggor.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengajak Jepang untuk bersama-sama mengembangkan green energy (energi hijau) yang berkelanjutan, salah satunya berbasis produk turunan kelapa sawit.
Hal tersebut disampaikan Menteri Jonan kepada Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang Hiroshige Seko, dalam kunjungan kerja di Tokyo, Jepang, Jumat 23 Agustus 2018.
Baca Juga: Penggunaan Sumber Energi Terbarukan Bikin Kualitas Udara Jakarta Membaik?
&quot;Kita minta Jepang mendukung adanya standar yang digunakan oleh industri kelapa sawit kita, Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), tidak menggunakan semata-mata standar lain yang seperti Roundtable Suistanable Palm Oil (RSPO),&quot; ujar Jonan, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (24/8/2019).

Jonan mengungkapkan pada dasarnya pihak Jepang menyepakati usulan tersebut dengan membentuk tim bersama yang akan melakukan studi teknis lebih lanjut.
&quot;Jadi respons pihak Jepang juga sepakat, jadi mereka akan melakukan studi secara teknis bersama tim Indonesia,&quot; ungkapnya.
Baca Juga: Siang Ini Jakarta Tempati Peringkat Ketiga Kota dengan Udara Terkotor
Sementara itu, Menteri METI Seko memahami penjelasan Indonesia. Diakan meneruskan permintaan ini kepada tim teknis METI yang akan melakukan verifikasi lebih lanjut.
&quot;Semua masukan ini sangat berarti bagi kami. Selanjutnya tim teknis METI akan berkunjung ke Indonesia untuk melihat secara langsung pengelolaan sawit di Indonesia,&quot; kata Seko.Pada kesempatan yang sama, Kepala BPDP KS Dono Boestami menambahkan,  sudah semestinya Jepang juga menggunakan ISPO karena mandatori wajib  bagi pengusaha-pengusaha sawit Indonesia.
&quot;Sementara RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) itu lebih voluntary, sukarela sifatnya,&quot; tutur Dono.
Pada kunjungan kerja tersebut, Menteri ESDM turut didampingi Dubes  Indonesia Arifin Tasrif, Komisioner Ombudsman Republik Indonesia (ORI)  Laode Ida, Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi FX  Sutijastoto, Kepala Badan Pengelola Dana Perkebunan KelapaSawit (BPDP  KS) Dono Boestami, dan Ketua Umum Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia MP  Tumanggor.</content:encoded></item></channel></rss>
