<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Defisit APBN 2019 Kian Melebar, Tembus Rp183,7 Triliun pada Juli</title><description>Kemenkeu mencatatkan realisasi defisit Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Juli 2019 sebesar Rp183,7 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/26/20/2096645/defisit-apbn-2019-kian-melebar-tembus-rp183-7-triliun-pada-juli</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/26/20/2096645/defisit-apbn-2019-kian-melebar-tembus-rp183-7-triliun-pada-juli"/><item><title>   Defisit APBN 2019 Kian Melebar, Tembus Rp183,7 Triliun pada Juli</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/26/20/2096645/defisit-apbn-2019-kian-melebar-tembus-rp183-7-triliun-pada-juli</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/26/20/2096645/defisit-apbn-2019-kian-melebar-tembus-rp183-7-triliun-pada-juli</guid><pubDate>Senin 26 Agustus 2019 12:43 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/26/20/2096645/defisit-apbn-2019-kian-melebar-tembus-rp183-7-triliun-pada-juli-d7SBAkf4RF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Defisit APBN 2019 Kian Melebar (Foto: Okezone/Taufik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/26/20/2096645/defisit-apbn-2019-kian-melebar-tembus-rp183-7-triliun-pada-juli-d7SBAkf4RF.jpg</image><title>Defisit APBN 2019 Kian Melebar (Foto: Okezone/Taufik)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatatkan realisasi defisit Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Juli 2019 sebesar Rp183,7 triliun. Angka itu setara dengan 1,4% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
&amp;nbsp;Baca Juga: Defisit APBN 2019 Melebar, Tembus Rp135,7 Triliun pada Semester I
Realisasi defisit ini mengalami peningkatan bila dibandingkan periode yang sama tahun 2018. Saat itu, defisit APBN sampai dengan 30 Juli 2018 mencatat defisit Rp151,0 triliun atau setara 1,02% terhadap PDB.

&quot;Dibandingkan Juli tahun lalu memang defisit meningkat. Total defisit anggaran sampai Juli adalah Rp183,7 triliun, dalam hal ini lebih besar dibandingkan defisit Juli lalu sebesar Rp151 triliun,&quot; ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Senin (26/8/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Sri Mulyani Pamer Realisasi APBN 2019 ke DPR
Menurut dia, defisit terjadi disebabkan realisasi belanja yang tumbuh lebih tinggi dibandingkan pendapatan negara.

&quot;Defisit ini dihasilkan dari realisasi pendapatan sampai dengan Juli 2019 sebesar Rp1.052,8 triliun atau setara 48,6% dari target APBN. Angka ini tumbuh 5,9% dari periode yang sama di tahun sebelumnya, tutur dia.
&amp;nbsp;

Dia menjelaskan, realisasi belanja sampai Juli 2019 sebesar Rp1.236,5  triliun atau setara 50,2% target APBN. Angka ini tumbuh 7,9%  dibandingkan periode yang sama di 2018.

&quot;Pertumbuhan belanja negara 7,9%. Di mana belanja kementerian/lembaga  (K/L) Rp419,9 triliun, atau tumbuh 11,7%, dan belanja non K/L Rp 341,6  triliun atau tumbuh 6,4%&quot; ungkap dia.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/08/16/58429/298802_medium.jpg&quot; alt=&quot;Anggunnya Sri Mulyani Kenakan Kebaya Hijau di Sidang Tahunan MPR&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sri Mulyani mengakui bahwa realisasi defisit sampai dengan Juli  melebihi perhitungannya. Hal tersebut diakibatkan pertumbuhan realisasi  belanja yang lebih cepat dibanding pendapatan negara.

&quot;Realisasi defisit tidak serendah yang tadinya kita rencanakan. Sebab  penerimaan negara lebih lemah dan belanja negara yang sangat kuat,&quot;  katanya.

Dia juga memastikan bahwa pihaknya akan menjaga keseimbangan anggaran akan terjaga sesuai dengan target awal pemerintah.

&quot;Kita akan menjaga keseimbangan anggaran,&quot; katanya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatatkan realisasi defisit Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Juli 2019 sebesar Rp183,7 triliun. Angka itu setara dengan 1,4% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
&amp;nbsp;Baca Juga: Defisit APBN 2019 Melebar, Tembus Rp135,7 Triliun pada Semester I
Realisasi defisit ini mengalami peningkatan bila dibandingkan periode yang sama tahun 2018. Saat itu, defisit APBN sampai dengan 30 Juli 2018 mencatat defisit Rp151,0 triliun atau setara 1,02% terhadap PDB.

&quot;Dibandingkan Juli tahun lalu memang defisit meningkat. Total defisit anggaran sampai Juli adalah Rp183,7 triliun, dalam hal ini lebih besar dibandingkan defisit Juli lalu sebesar Rp151 triliun,&quot; ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Senin (26/8/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Sri Mulyani Pamer Realisasi APBN 2019 ke DPR
Menurut dia, defisit terjadi disebabkan realisasi belanja yang tumbuh lebih tinggi dibandingkan pendapatan negara.

&quot;Defisit ini dihasilkan dari realisasi pendapatan sampai dengan Juli 2019 sebesar Rp1.052,8 triliun atau setara 48,6% dari target APBN. Angka ini tumbuh 5,9% dari periode yang sama di tahun sebelumnya, tutur dia.
&amp;nbsp;

Dia menjelaskan, realisasi belanja sampai Juli 2019 sebesar Rp1.236,5  triliun atau setara 50,2% target APBN. Angka ini tumbuh 7,9%  dibandingkan periode yang sama di 2018.

&quot;Pertumbuhan belanja negara 7,9%. Di mana belanja kementerian/lembaga  (K/L) Rp419,9 triliun, atau tumbuh 11,7%, dan belanja non K/L Rp 341,6  triliun atau tumbuh 6,4%&quot; ungkap dia.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/08/16/58429/298802_medium.jpg&quot; alt=&quot;Anggunnya Sri Mulyani Kenakan Kebaya Hijau di Sidang Tahunan MPR&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sri Mulyani mengakui bahwa realisasi defisit sampai dengan Juli  melebihi perhitungannya. Hal tersebut diakibatkan pertumbuhan realisasi  belanja yang lebih cepat dibanding pendapatan negara.

&quot;Realisasi defisit tidak serendah yang tadinya kita rencanakan. Sebab  penerimaan negara lebih lemah dan belanja negara yang sangat kuat,&quot;  katanya.

Dia juga memastikan bahwa pihaknya akan menjaga keseimbangan anggaran akan terjaga sesuai dengan target awal pemerintah.

&quot;Kita akan menjaga keseimbangan anggaran,&quot; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
