<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penerimaan Perpajakan Rp810 Triliun, Sri Mulyani: Masih di Bawah 50%      </title><description>Kemenkeu mencatat realisasi penerimaan perpajakan sampai dengan Juli 2019 sebesar Rp810,7 triliun</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/26/20/2096715/penerimaan-perpajakan-rp810-triliun-sri-mulyani-masih-di-bawah-50</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/26/20/2096715/penerimaan-perpajakan-rp810-triliun-sri-mulyani-masih-di-bawah-50"/><item><title>Penerimaan Perpajakan Rp810 Triliun, Sri Mulyani: Masih di Bawah 50%      </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/26/20/2096715/penerimaan-perpajakan-rp810-triliun-sri-mulyani-masih-di-bawah-50</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/26/20/2096715/penerimaan-perpajakan-rp810-triliun-sri-mulyani-masih-di-bawah-50</guid><pubDate>Senin 26 Agustus 2019 14:49 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/26/20/2096715/penerimaan-perpajakan-rp810-triliun-sri-mulyani-masih-di-bawah-50-j1zH75aBBN.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/Yohana)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/26/20/2096715/penerimaan-perpajakan-rp810-triliun-sri-mulyani-masih-di-bawah-50-j1zH75aBBN.jpeg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/Yohana)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi penerimaan perpajakan sampai dengan Juli 2019 sebesar Rp810,7 triliun. Angka tersebut baru mencapai 48,6% dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pertumbuhan realisasi penerimaan perpajakan sebesar 3,9% sampai dengan Juli 2019. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tumbuh 16,5%.
Baca Juga: Baru 50%, Realisasi Belanja Negara Capai Rp1.236 Triliun
&quot;Jadi, penerimaan pajak dan perpajakan masih di bawah 50% pertengahan tahun ini. Kalau kita lihat breakdown penerimaan perpajakan tumbuh 3,9% lebih rendah dari tahun lalu 14,6%,&quot; ujar dia pada konferensi pers di Jakarta, Senin (26/8/2019).

Untuk realisasi penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) sampai dengan Juli 2019 mencapai Rp440,17 triliun, tumbuh 4,66% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan realisasi tersebut, maka angka penerimaan PPh sudah mencapai 49,21% target APBN 2019.
Baca Juga: Defisit APBN 2019 Kian Melebar, Tembus Rp183,7 Triliun pada Juli
&quot;Jika dilihat lebih detail, PPh migas menyumbangkan Rp404,67 triliun, tumbuh 5,27% dari Juli tahun lalu. Sementara PPh non migas menyumbang Rp35,50 triliun, terkontraksi 1,84%,&quot; tutur dia.
Lalu untuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Atas  Barang Mewah (PPnBM) juga terkontraksi 4,55% dari periode yang sama  tahun lalu menjadi Rp249,40 triliun.
&quot;Kalau lihat dari data tadi keliatan bahwa korporasi PPh, PPN dalam  negeri dan PPN impor, tiga ini saja kontribusinya terhadap total  penerimaan negara di atas 50%. Di mana tiga-tiganya mengalami tekanan,&quot;  ungkap dia.

Menurut dia, ada dua hal utama yang sebabkan itu. Seperti kondisi  perekonomian global yang berdampak ke dalam negeri dan kebijakan  restitusi pajak, yang menyebabkan terjadinya front loading perpajakan.
&quot;Jadi, PPh badan terlihat sektor-sektor berbasis komoditas semuanya  mengalami tekanan. Sektor manufaktur terkena restitusi,&quot; pungkas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi penerimaan perpajakan sampai dengan Juli 2019 sebesar Rp810,7 triliun. Angka tersebut baru mencapai 48,6% dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pertumbuhan realisasi penerimaan perpajakan sebesar 3,9% sampai dengan Juli 2019. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tumbuh 16,5%.
Baca Juga: Baru 50%, Realisasi Belanja Negara Capai Rp1.236 Triliun
&quot;Jadi, penerimaan pajak dan perpajakan masih di bawah 50% pertengahan tahun ini. Kalau kita lihat breakdown penerimaan perpajakan tumbuh 3,9% lebih rendah dari tahun lalu 14,6%,&quot; ujar dia pada konferensi pers di Jakarta, Senin (26/8/2019).

Untuk realisasi penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) sampai dengan Juli 2019 mencapai Rp440,17 triliun, tumbuh 4,66% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan realisasi tersebut, maka angka penerimaan PPh sudah mencapai 49,21% target APBN 2019.
Baca Juga: Defisit APBN 2019 Kian Melebar, Tembus Rp183,7 Triliun pada Juli
&quot;Jika dilihat lebih detail, PPh migas menyumbangkan Rp404,67 triliun, tumbuh 5,27% dari Juli tahun lalu. Sementara PPh non migas menyumbang Rp35,50 triliun, terkontraksi 1,84%,&quot; tutur dia.
Lalu untuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Atas  Barang Mewah (PPnBM) juga terkontraksi 4,55% dari periode yang sama  tahun lalu menjadi Rp249,40 triliun.
&quot;Kalau lihat dari data tadi keliatan bahwa korporasi PPh, PPN dalam  negeri dan PPN impor, tiga ini saja kontribusinya terhadap total  penerimaan negara di atas 50%. Di mana tiga-tiganya mengalami tekanan,&quot;  ungkap dia.

Menurut dia, ada dua hal utama yang sebabkan itu. Seperti kondisi  perekonomian global yang berdampak ke dalam negeri dan kebijakan  restitusi pajak, yang menyebabkan terjadinya front loading perpajakan.
&quot;Jadi, PPh badan terlihat sektor-sektor berbasis komoditas semuanya  mengalami tekanan. Sektor manufaktur terkena restitusi,&quot; pungkas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
