<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Anjlok di Asia Imbas Memanasnya Perang Dagang</title><description>Harga minyak jatuh di perdagangan Asia pada Senin pagi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/26/320/2096578/harga-minyak-anjlok-di-asia-imbas-memanasnya-perang-dagang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/26/320/2096578/harga-minyak-anjlok-di-asia-imbas-memanasnya-perang-dagang"/><item><title>Harga Minyak Anjlok di Asia Imbas Memanasnya Perang Dagang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/26/320/2096578/harga-minyak-anjlok-di-asia-imbas-memanasnya-perang-dagang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/26/320/2096578/harga-minyak-anjlok-di-asia-imbas-memanasnya-perang-dagang</guid><pubDate>Senin 26 Agustus 2019 10:01 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/26/320/2096578/harga-minyak-anjlok-di-asia-imbas-memanasnya-perang-dagang-AHY0DEF4XK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Minyak Mentah (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/26/320/2096578/harga-minyak-anjlok-di-asia-imbas-memanasnya-perang-dagang-AHY0DEF4XK.jpg</image><title>Minyak Mentah (Reuters)</title></images><description>TOKYO - Harga minyak jatuh di perdagangan Asia pada Senin pagi. Di mana minyak mentah AS juga ke level terendah dalam lebih dari dua minggu, karena meningkatnya ketegangan perang perdagangan AS-China memukul kepercayaan pasar terhadap ekonomi global.

Minyak mentah berjangka Brent turun 89 sen atau 1,5 persen, menjadi diperdagangkan di USD58,45 per barel pada pukul 00.44 GMT (07.44 WIB) setelah sebelumnya menyentuh USD58,24  per barel, terendah sejak 15 Agustus.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Harga Minyak Jatuh Akibat Perang Dagang, Brent Sentuh Level USD59,34/Barel
Sementara itu, mengutip antaranews, Jakarta, Senin (26/8/2019), minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) turun USD1 atau 1,8%, menjadi USD53,17 per barel, sebelumnya jatuh ke USD52,96 per barel, terendah sejak 9 Agustus.
&amp;nbsp;
Harga minyak terpukul &quot;sebagian besar karena kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global yang parah dan bahkan berpotensi resesi AS,&quot; kata Stephen Innes, managing partner di Valor Markets.

Kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi sedang &quot;dikipasi&quot; oleh perang perdagangan yang semakin intensif antara Amerika Serikat dan China.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Stok Minyak AS Turun, Brent Naik Jadi USD60,30/Barel
Kementerian perdagangan China mengatakan akhir pekan lalu, akan memberlakukan tarif tambahan lima persen atau 10 persen pada total 5.078 produk yang berasal dari Amerika Serikat, termasuk minyak mentah, produk pertanian seperti kedelai, dan pesawat kecil.

Sebagai balasan, Presiden Donald Trump memerintahkan perusahaan-perusahaan AS untuk mencari cara untuk menutup operasi di China dan membuat produk-produk di Amerika Serikat.

Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengatakan pada simposium ekonomi tahunan di Jackson Hole, Wyoming bahwa ekonomi AS berada di &quot;tempat yang menguntungkan&quot; dan Federal Reserve akan &quot;bertindak sepantasnya&quot; untuk menjaga ekspansi ekonomi saat ini pada jalurnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Stok Minyak AS Turun, Brent Naik Jadi USD60,30/BarelPernyataan itu memberikan sedikit petunjuk tentang apakah bank  sentral akan memangkas suku bunga pada pertemuan berikutnya. Tetapi  memperparah kekhawatiran tentang kemungkinan resesi. Industri manufaktur  AS mencatat bulan pertama kontraksi mereka dalam hampir satu dekade.

Perusahaan-perusahaan energi AS minggu ini memangkas jumlah rig  minyak paling banyak dalam waktu sekitar empat bulan, dengan jumlah rig  jatuh ke level terendah sejak Januari 2018, karena produsen memangkas  pengeluaran untuk pengeboran dan penyelesaian baru.

Para hedge fund dan manajer uang lainnya menaikkan taruhan bullish  mereka pada minyak mentah AS ke level tertinggi tiga bulan dalam minggu  terakhir, kata Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC).</description><content:encoded>TOKYO - Harga minyak jatuh di perdagangan Asia pada Senin pagi. Di mana minyak mentah AS juga ke level terendah dalam lebih dari dua minggu, karena meningkatnya ketegangan perang perdagangan AS-China memukul kepercayaan pasar terhadap ekonomi global.

Minyak mentah berjangka Brent turun 89 sen atau 1,5 persen, menjadi diperdagangkan di USD58,45 per barel pada pukul 00.44 GMT (07.44 WIB) setelah sebelumnya menyentuh USD58,24  per barel, terendah sejak 15 Agustus.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Harga Minyak Jatuh Akibat Perang Dagang, Brent Sentuh Level USD59,34/Barel
Sementara itu, mengutip antaranews, Jakarta, Senin (26/8/2019), minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) turun USD1 atau 1,8%, menjadi USD53,17 per barel, sebelumnya jatuh ke USD52,96 per barel, terendah sejak 9 Agustus.
&amp;nbsp;
Harga minyak terpukul &quot;sebagian besar karena kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global yang parah dan bahkan berpotensi resesi AS,&quot; kata Stephen Innes, managing partner di Valor Markets.

Kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi sedang &quot;dikipasi&quot; oleh perang perdagangan yang semakin intensif antara Amerika Serikat dan China.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Stok Minyak AS Turun, Brent Naik Jadi USD60,30/Barel
Kementerian perdagangan China mengatakan akhir pekan lalu, akan memberlakukan tarif tambahan lima persen atau 10 persen pada total 5.078 produk yang berasal dari Amerika Serikat, termasuk minyak mentah, produk pertanian seperti kedelai, dan pesawat kecil.

Sebagai balasan, Presiden Donald Trump memerintahkan perusahaan-perusahaan AS untuk mencari cara untuk menutup operasi di China dan membuat produk-produk di Amerika Serikat.

Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengatakan pada simposium ekonomi tahunan di Jackson Hole, Wyoming bahwa ekonomi AS berada di &quot;tempat yang menguntungkan&quot; dan Federal Reserve akan &quot;bertindak sepantasnya&quot; untuk menjaga ekspansi ekonomi saat ini pada jalurnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Stok Minyak AS Turun, Brent Naik Jadi USD60,30/BarelPernyataan itu memberikan sedikit petunjuk tentang apakah bank  sentral akan memangkas suku bunga pada pertemuan berikutnya. Tetapi  memperparah kekhawatiran tentang kemungkinan resesi. Industri manufaktur  AS mencatat bulan pertama kontraksi mereka dalam hampir satu dekade.

Perusahaan-perusahaan energi AS minggu ini memangkas jumlah rig  minyak paling banyak dalam waktu sekitar empat bulan, dengan jumlah rig  jatuh ke level terendah sejak Januari 2018, karena produsen memangkas  pengeluaran untuk pengeboran dan penyelesaian baru.

Para hedge fund dan manajer uang lainnya menaikkan taruhan bullish  mereka pada minyak mentah AS ke level tertinggi tiga bulan dalam minggu  terakhir, kata Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC).</content:encoded></item></channel></rss>
