<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peninggalan Belanda, Kini Okupansi Jalur Kereta Cianjur-Ciranjang 58%   </title><description>Masyarakat antusias dengan dibukanya jalur kereta Cianjur-Ciranjang</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/26/320/2096906/peninggalan-belanda-kini-okupansi-jalur-kereta-cianjur-ciranjang-58</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/26/320/2096906/peninggalan-belanda-kini-okupansi-jalur-kereta-cianjur-ciranjang-58"/><item><title>Peninggalan Belanda, Kini Okupansi Jalur Kereta Cianjur-Ciranjang 58%   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/26/320/2096906/peninggalan-belanda-kini-okupansi-jalur-kereta-cianjur-ciranjang-58</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/26/320/2096906/peninggalan-belanda-kini-okupansi-jalur-kereta-cianjur-ciranjang-58</guid><pubDate>Senin 26 Agustus 2019 20:06 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/26/320/2096906/peninggalan-belanda-kini-okupansi-jalur-kereta-cianjur-ciranjang-58-efKyOyaQcg.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">KA Sukabumi-Ciranjang. (Foto: Okezone.com/Giri Hartomo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/26/320/2096906/peninggalan-belanda-kini-okupansi-jalur-kereta-cianjur-ciranjang-58-efKyOyaQcg.jpeg</image><title>KA Sukabumi-Ciranjang. (Foto: Okezone.com/Giri Hartomo)</title></images><description>SUKABUMI &amp;ndash; Masyarakat antusias dengan dibukanya jalur kereta Cianjur-Ciranjang. Terbukti dengan tingkat okupansi yang terus meningkat sejak uji coba 30 Juli 2019.
Kepala Balai Teknis Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Barat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Achyar Pasaribu mengatakan, selama 20 hari ada sekitar 15.000-an penumpang yang sudah diangkut. Jika dihitung angka tersebut sekitar 58% dari total kursi yang disediakan.
Baca Juga: Senangnya Warga Sukabumi KA Bisa Melintasi Lagi di Jalur Peninggalan Belanda
Asal tahu saja, saat ini hanya KA Siliwangi yang melayani rute dari Sukabumi-Cianjur-Ciranjang. Setiap harinya ada enam pemberangkatan terdiri dari tiga pemberangkatan untuk rute Sukabumi-Cianjur-Ciranjang begitu sebaliknya.

&amp;ldquo;Cianjur-Ciranjang saja yang kita bangun 15 km, selama 20 hari kita mampu mengangkut 15 ribu penumpang. Okupansinya 58%,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Sukabumi, Jawa Barat, Senin (26/8/2019).
Saat ditanyai mengenai target, Achyar menyebut menargetkan sebanyak-banyaknya penumpang bisa diangkut oleh Kereta Api Siliwangi tersebut. Karena tujuan mengaktifkan kembali jalur ini adalah untuk membantu mobilitas masyarakat sekitar.
Baca Juga: Menjajal Jalur Kereta Sukabumi-Ciranjang, Peninggalan Zaman Belanda yang Penuh Sejarah
&amp;ldquo;Targetnya sebanyak mungkin kalau nanyain target,&amp;rdquo; ucapnya.
Sebagai informasi, Untuk menggunakan kereta ini, para penumpang bisa membeli tiket yang tersedia di loket Stasiun Sukabumi. Adapun harga tiket yang dipatok adalah Rp3000 per penumpang saja.Setelah mendapatkan tiket, kemudian para penumpang bisa menaiki  kereta yang terdiri dari empat gerbong ekonomi. Dalam kereta kursi yang  tersedia ada yang diperuntukan untuk tiga penumpang, adapula yang dua  penumpang.
Saat memasuki kereta terlihat setiap gerbongnya cukup penuh. Apalagi  untuk ukuran kereta yang kembali beroperasi setelah sekian lama tak ada  transportasi berbasis rel.
Masing-masing kursi terletak berhadapan baik itu yang untuk dua  penumpang maupun tiga penumpang. Meskipun kereta kelas ekonomi, namun  kereta ini dilengkapi oleh air conditioner (ac) alias pendingin ruangan.</description><content:encoded>SUKABUMI &amp;ndash; Masyarakat antusias dengan dibukanya jalur kereta Cianjur-Ciranjang. Terbukti dengan tingkat okupansi yang terus meningkat sejak uji coba 30 Juli 2019.
Kepala Balai Teknis Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Barat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Achyar Pasaribu mengatakan, selama 20 hari ada sekitar 15.000-an penumpang yang sudah diangkut. Jika dihitung angka tersebut sekitar 58% dari total kursi yang disediakan.
Baca Juga: Senangnya Warga Sukabumi KA Bisa Melintasi Lagi di Jalur Peninggalan Belanda
Asal tahu saja, saat ini hanya KA Siliwangi yang melayani rute dari Sukabumi-Cianjur-Ciranjang. Setiap harinya ada enam pemberangkatan terdiri dari tiga pemberangkatan untuk rute Sukabumi-Cianjur-Ciranjang begitu sebaliknya.

&amp;ldquo;Cianjur-Ciranjang saja yang kita bangun 15 km, selama 20 hari kita mampu mengangkut 15 ribu penumpang. Okupansinya 58%,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Sukabumi, Jawa Barat, Senin (26/8/2019).
Saat ditanyai mengenai target, Achyar menyebut menargetkan sebanyak-banyaknya penumpang bisa diangkut oleh Kereta Api Siliwangi tersebut. Karena tujuan mengaktifkan kembali jalur ini adalah untuk membantu mobilitas masyarakat sekitar.
Baca Juga: Menjajal Jalur Kereta Sukabumi-Ciranjang, Peninggalan Zaman Belanda yang Penuh Sejarah
&amp;ldquo;Targetnya sebanyak mungkin kalau nanyain target,&amp;rdquo; ucapnya.
Sebagai informasi, Untuk menggunakan kereta ini, para penumpang bisa membeli tiket yang tersedia di loket Stasiun Sukabumi. Adapun harga tiket yang dipatok adalah Rp3000 per penumpang saja.Setelah mendapatkan tiket, kemudian para penumpang bisa menaiki  kereta yang terdiri dari empat gerbong ekonomi. Dalam kereta kursi yang  tersedia ada yang diperuntukan untuk tiga penumpang, adapula yang dua  penumpang.
Saat memasuki kereta terlihat setiap gerbongnya cukup penuh. Apalagi  untuk ukuran kereta yang kembali beroperasi setelah sekian lama tak ada  transportasi berbasis rel.
Masing-masing kursi terletak berhadapan baik itu yang untuk dua  penumpang maupun tiga penumpang. Meskipun kereta kelas ekonomi, namun  kereta ini dilengkapi oleh air conditioner (ac) alias pendingin ruangan.</content:encoded></item></channel></rss>
