<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ibu Kota Pindah ke Kaltim, 2 Bandara Ini Langsung 'Dipercantik'      </title><description>PT Angkasa Pura II siap mendukung pengembangan Ibu Kota di Kalimantan Timur melalui Bandara Tjilik Riwut dan Bandara Supadio, Pontianak</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/26/470/2096932/ibu-kota-pindah-ke-kaltim-2-bandara-ini-langsung-dipercantik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/26/470/2096932/ibu-kota-pindah-ke-kaltim-2-bandara-ini-langsung-dipercantik"/><item><title>Ibu Kota Pindah ke Kaltim, 2 Bandara Ini Langsung 'Dipercantik'      </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/26/470/2096932/ibu-kota-pindah-ke-kaltim-2-bandara-ini-langsung-dipercantik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/26/470/2096932/ibu-kota-pindah-ke-kaltim-2-bandara-ini-langsung-dipercantik</guid><pubDate>Senin 26 Agustus 2019 21:03 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/26/470/2096932/ibu-kota-pindah-ke-kaltim-2-bandara-ini-langsung-dipercantik-FiI4OSVSs5.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">AP II Kembangkan 2 Bandara di Kalimantan. (Foto: Okezone.com/Shuttertock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/26/470/2096932/ibu-kota-pindah-ke-kaltim-2-bandara-ini-langsung-dipercantik-FiI4OSVSs5.jpeg</image><title>AP II Kembangkan 2 Bandara di Kalimantan. (Foto: Okezone.com/Shuttertock)</title></images><description> 
JAKARTA - PT Angkasa Pura II siap mendukung pengembangan Ibu Kota di Kalimantan Timur melalui Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dan Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.
Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan, perseroan telah memiliki rencana pengembangan kedua bandara itu agar dapat optimal mendukung ibu kota yang baru di Kaltim.
Baca Juga: Fakta Ibu Kota di Penajam, Didominasi Pria dan Cek Besaran UMK-nya
&amp;ldquo;Bandara Tjilik Riwut dan Supadio siap mendukung ibu kota Indonesia yang baru di Kaltim. Selain membangun infrastruktur untuk mendukung operasional bandara, AP II juga mengembangkan bandara dengan konsep multiairport system,&amp;rdquo; katanya.
Konsep multi airport system, lanjut Awaluddin, secara umum akan membuat operasional bandara saling mendukung satu sama lain sehingga penerbangan dapat optimal dalam mendukung pertumbuhan perekonomian suatu wilayah.

Pengembangan berkonsep multi airport system saat ini diimplementasikan di Soekarno-Hatta (Tangerang), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Husein Sastranegara (Bandung), dan Kertajati (Majalengka).
Terkait dengan pengembangan infrastruktur, di Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, AP II menyiapkan investasi Rp480 miliar untuk pembangunan terminal baru seluas 20.553 meter persegi dan perpanjangan landasan pacu dari 2.600 meter menjadi 3.000 meter.
Baca Juga: Biaya Ibu Kota Pindah Rp466 Triliun, Sri Mulyani: Kita Bahas dengan DPR
Saat ini Bandara Tjilik Riwut beroperasi dengan terminal baru seluas 29.124 meter persegi dan dapat menampung hingga 2.200 orang per hari.
Terminal baru itu dioperasikan oleh Angkasa Pura II sejak 28 Maret 2019. Sebelumnya, Angkasa Pura II memperolah hak pengelolaan Bandara Tjilik Riwut pada 19 Desember 2018 dari Kementerian Perhubungan.

Sementara itu untuk Bandara Supadio di Pontianak (Kalbar), AP II saat ini tengah memperpanjang runway menjadi 2.600 x 45 meter. Proyek tersebut sudah dimulai tahun ini dan ditargetkan tuntas dalam 1,5 tahun ke depan.
Perpanjangan landasan pacu bertujuan agar Supadio dapat melayani penerbangan pesawat berbadan lebar atau widebody seperti Airbus A330.Seiring dengan itu, maka nantinya Bandara Internasional Supadio dapat melayani penerbangan langsung untuk ibadah umroh dan haji.
Awaluddin menuturkan pengembangan Bandara Tjilik Riwut dan Supadio,  ditambah dengan implementasi konsep multi airport system yang  menyelerasakan rute penerbangan, akan sangat membantu pengembangan ibu  kota yang baru di Kalimantan.

&amp;ldquo;Tentunya, AP II akan mengupayakan lebih banyak lagi penerbangan dari  dan ke Kalimantan baik itu rute domestik mau pun rute internasional,&amp;rdquo;  jelasnya, demikian dikutip dari Antaranews, Senin (26/8/2019).
AP II saat ini mengelola 16 bandara di seluruh Indonesia. Dalam waktu  dekat, sebanyak tiga bandara lagi akan dikelola oleh AP II yaitu HAS  Hanandjoeddin di Tanjung Pandang, Radin Inten II di Lampung, dan  Fatmawati Soekarno di Bengkulu.</description><content:encoded> 
JAKARTA - PT Angkasa Pura II siap mendukung pengembangan Ibu Kota di Kalimantan Timur melalui Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dan Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.
Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan, perseroan telah memiliki rencana pengembangan kedua bandara itu agar dapat optimal mendukung ibu kota yang baru di Kaltim.
Baca Juga: Fakta Ibu Kota di Penajam, Didominasi Pria dan Cek Besaran UMK-nya
&amp;ldquo;Bandara Tjilik Riwut dan Supadio siap mendukung ibu kota Indonesia yang baru di Kaltim. Selain membangun infrastruktur untuk mendukung operasional bandara, AP II juga mengembangkan bandara dengan konsep multiairport system,&amp;rdquo; katanya.
Konsep multi airport system, lanjut Awaluddin, secara umum akan membuat operasional bandara saling mendukung satu sama lain sehingga penerbangan dapat optimal dalam mendukung pertumbuhan perekonomian suatu wilayah.

Pengembangan berkonsep multi airport system saat ini diimplementasikan di Soekarno-Hatta (Tangerang), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Husein Sastranegara (Bandung), dan Kertajati (Majalengka).
Terkait dengan pengembangan infrastruktur, di Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, AP II menyiapkan investasi Rp480 miliar untuk pembangunan terminal baru seluas 20.553 meter persegi dan perpanjangan landasan pacu dari 2.600 meter menjadi 3.000 meter.
Baca Juga: Biaya Ibu Kota Pindah Rp466 Triliun, Sri Mulyani: Kita Bahas dengan DPR
Saat ini Bandara Tjilik Riwut beroperasi dengan terminal baru seluas 29.124 meter persegi dan dapat menampung hingga 2.200 orang per hari.
Terminal baru itu dioperasikan oleh Angkasa Pura II sejak 28 Maret 2019. Sebelumnya, Angkasa Pura II memperolah hak pengelolaan Bandara Tjilik Riwut pada 19 Desember 2018 dari Kementerian Perhubungan.

Sementara itu untuk Bandara Supadio di Pontianak (Kalbar), AP II saat ini tengah memperpanjang runway menjadi 2.600 x 45 meter. Proyek tersebut sudah dimulai tahun ini dan ditargetkan tuntas dalam 1,5 tahun ke depan.
Perpanjangan landasan pacu bertujuan agar Supadio dapat melayani penerbangan pesawat berbadan lebar atau widebody seperti Airbus A330.Seiring dengan itu, maka nantinya Bandara Internasional Supadio dapat melayani penerbangan langsung untuk ibadah umroh dan haji.
Awaluddin menuturkan pengembangan Bandara Tjilik Riwut dan Supadio,  ditambah dengan implementasi konsep multi airport system yang  menyelerasakan rute penerbangan, akan sangat membantu pengembangan ibu  kota yang baru di Kalimantan.

&amp;ldquo;Tentunya, AP II akan mengupayakan lebih banyak lagi penerbangan dari  dan ke Kalimantan baik itu rute domestik mau pun rute internasional,&amp;rdquo;  jelasnya, demikian dikutip dari Antaranews, Senin (26/8/2019).
AP II saat ini mengelola 16 bandara di seluruh Indonesia. Dalam waktu  dekat, sebanyak tiga bandara lagi akan dikelola oleh AP II yaitu HAS  Hanandjoeddin di Tanjung Pandang, Radin Inten II di Lampung, dan  Fatmawati Soekarno di Bengkulu.</content:encoded></item></channel></rss>
