<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menkeu: Pandangan dari DPR soal RAPBN 2020 Jadi Bahan yang Berharga</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani menghadiri rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada hari ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/27/20/2097174/menkeu-pandangan-dari-dpr-soal-rapbn-2020-jadi-bahan-yang-berharga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/27/20/2097174/menkeu-pandangan-dari-dpr-soal-rapbn-2020-jadi-bahan-yang-berharga"/><item><title>Menkeu: Pandangan dari DPR soal RAPBN 2020 Jadi Bahan yang Berharga</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/27/20/2097174/menkeu-pandangan-dari-dpr-soal-rapbn-2020-jadi-bahan-yang-berharga</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/27/20/2097174/menkeu-pandangan-dari-dpr-soal-rapbn-2020-jadi-bahan-yang-berharga</guid><pubDate>Selasa 27 Agustus 2019 13:13 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/27/20/2097174/menkeu-pandangan-dari-dpr-soal-rapbn-2020-jadi-bahan-yang-berharga-VHHU7Z7NwV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keungan Sri Mulyani di Paripurna (Foto: Okezone.com/Taufik Fajar) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/27/20/2097174/menkeu-pandangan-dari-dpr-soal-rapbn-2020-jadi-bahan-yang-berharga-VHHU7Z7NwV.jpg</image><title>Menteri Keungan Sri Mulyani di Paripurna (Foto: Okezone.com/Taufik Fajar) </title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menghadiri rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada hari ini. Dalam rapat tersebut, Sri Mulyani memberikan tanggapan terhadap pandangan umum dari masing-masing fraksi terkai Rancangan Undang-Undang (RUU) RAPBN 2020 dan nota keuangan.

&quot;Kami atas nama Pemerintah, mengucapkan terima kasih kepada semua fraksi di DPR RI atas seluruh pandangan dan masukan yang konstruktif terhadap berbagai substansi RUU APBN Tahun Anggaran 2020 beserta nota Keuangannya, yang telah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), pada tanggal 16 Agustus 2019 lalu,&quot; ujar Sri Mulyani di Gedung DPR Jakarta, Selasa (27/8/2019).
 
Baca juga:&amp;nbsp; Paripurna, Banyak Bangku Kosong saat Sri Mulyani Tanggapi DPR soal RAPBN 2020
Menurut dia, semua pandangan dan masukan dari semua fraksi di DPR, tentunya akan menjadi bahan yang berharga dalam pembahasan bersama antara Pemerintah dan DPR pada tahap berikutnya.
&amp;nbsp;
&quot;APBN dengan fungsinya untuk alokasi, distribusi, dan stabilisasi adalah instrumen penting dalam mengelola perekonomian. APBN digunakan untuk mendorong pemerataan pembangunan, meningkatkan daya saing, mengurangi kemiskinan dan ketimpangan, serta membuka lapangan kerja yang lebih luas dan berkualitas,&quot; tutur dia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 8 Fraksi Setujui RUU RAPBN 2020 Dilanjutkan ke Bamus 
Dengan potensi sumber daya yang dimiliki saat ini dan di masa mendatang, Indonesia bertekad hendak menjadi negara yang terus menjaga kedaulatan, maju, adil, dan makmur, serta menjadi salah satu kekuatan ekonomi besar di dunia sesuai dengan Visi Indonesia maju dalam jangka panjang yang harus direncanakan dan diwujudkan secara konsisten.
Pemerintah berupaya agar momentum percepatan pertumbuhan ekonomi  terus terjaga, meski di tengah berbagai tantangan. Dan gejolak  lingkungan global yang makin meningkat,&quot; ungkap dia.

Dia menambahkan, perekonomian dunia saat ini masih dihadapkan pada  berbagai ketidakpastian, seperti perang dagang yang berlarut-larut dan  eskalasinya semakin meningkat, perlambatan ekonomi di banyak negara di  dunia, serta gejolak geopolitik yang masih banyak terjadi.

&quot;Perlambatan ekonomi global yang diperkirakan terjadi secara luas,  terutama pada perekonomian negara maju, disebabkan oleh dinamika  perdagangan dunia akhir-akhir ini dan beberapa isu struktural seperti  penurunan produktivitas dan penuaan populasi,&quot; pungkas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menghadiri rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada hari ini. Dalam rapat tersebut, Sri Mulyani memberikan tanggapan terhadap pandangan umum dari masing-masing fraksi terkai Rancangan Undang-Undang (RUU) RAPBN 2020 dan nota keuangan.

&quot;Kami atas nama Pemerintah, mengucapkan terima kasih kepada semua fraksi di DPR RI atas seluruh pandangan dan masukan yang konstruktif terhadap berbagai substansi RUU APBN Tahun Anggaran 2020 beserta nota Keuangannya, yang telah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), pada tanggal 16 Agustus 2019 lalu,&quot; ujar Sri Mulyani di Gedung DPR Jakarta, Selasa (27/8/2019).
 
Baca juga:&amp;nbsp; Paripurna, Banyak Bangku Kosong saat Sri Mulyani Tanggapi DPR soal RAPBN 2020
Menurut dia, semua pandangan dan masukan dari semua fraksi di DPR, tentunya akan menjadi bahan yang berharga dalam pembahasan bersama antara Pemerintah dan DPR pada tahap berikutnya.
&amp;nbsp;
&quot;APBN dengan fungsinya untuk alokasi, distribusi, dan stabilisasi adalah instrumen penting dalam mengelola perekonomian. APBN digunakan untuk mendorong pemerataan pembangunan, meningkatkan daya saing, mengurangi kemiskinan dan ketimpangan, serta membuka lapangan kerja yang lebih luas dan berkualitas,&quot; tutur dia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 8 Fraksi Setujui RUU RAPBN 2020 Dilanjutkan ke Bamus 
Dengan potensi sumber daya yang dimiliki saat ini dan di masa mendatang, Indonesia bertekad hendak menjadi negara yang terus menjaga kedaulatan, maju, adil, dan makmur, serta menjadi salah satu kekuatan ekonomi besar di dunia sesuai dengan Visi Indonesia maju dalam jangka panjang yang harus direncanakan dan diwujudkan secara konsisten.
Pemerintah berupaya agar momentum percepatan pertumbuhan ekonomi  terus terjaga, meski di tengah berbagai tantangan. Dan gejolak  lingkungan global yang makin meningkat,&quot; ungkap dia.

Dia menambahkan, perekonomian dunia saat ini masih dihadapkan pada  berbagai ketidakpastian, seperti perang dagang yang berlarut-larut dan  eskalasinya semakin meningkat, perlambatan ekonomi di banyak negara di  dunia, serta gejolak geopolitik yang masih banyak terjadi.

&quot;Perlambatan ekonomi global yang diperkirakan terjadi secara luas,  terutama pada perekonomian negara maju, disebabkan oleh dinamika  perdagangan dunia akhir-akhir ini dan beberapa isu struktural seperti  penurunan produktivitas dan penuaan populasi,&quot; pungkas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
