<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertamina Terbitkan Surat Utang Global Rp21 Triliun, Dipakai untuk Apa?</title><description>PT Pertamina (Persero) menyebut telah menerbitkan surat utang global (global bond) senilai USD1,5 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/27/320/2097042/pertamina-terbitkan-surat-utang-global-rp21-triliun-dipakai-untuk-apa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/27/320/2097042/pertamina-terbitkan-surat-utang-global-rp21-triliun-dipakai-untuk-apa"/><item><title>Pertamina Terbitkan Surat Utang Global Rp21 Triliun, Dipakai untuk Apa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/27/320/2097042/pertamina-terbitkan-surat-utang-global-rp21-triliun-dipakai-untuk-apa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/27/320/2097042/pertamina-terbitkan-surat-utang-global-rp21-triliun-dipakai-untuk-apa</guid><pubDate>Selasa 27 Agustus 2019 08:01 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/27/320/2097042/pertamina-terbitkan-surat-utang-global-rp21-triliun-dipakai-untuk-apa-mGG3ahcFbf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pertamina Terbitkan Surat Utang Global Rp21 Triliun (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/27/320/2097042/pertamina-terbitkan-surat-utang-global-rp21-triliun-dipakai-untuk-apa-mGG3ahcFbf.jpg</image><title>Pertamina Terbitkan Surat Utang Global Rp21 Triliun (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menyebut telah menerbitkan surat utang global (global bond) senilai USD1,5 miliar atau setara Rp21 triliun. Penerbitan surat utang itu dilakukan pada 30 Juli 2019.
&amp;nbsp;Baca Juga: Pertamina Bukukan Laba Bersih Rp9,4 Triliun pada Semester I-2019
Direktur Keuangan Pertamina Pahala Mansury mengatakan bahwa penerbitan surat utang tersebut terbagi ke dalam dua tenor, ada yang 10 tahun dan 30 tahun. Di mana sebanyak USD 750 juta diterbitkan dengan tenor 10 tahun, dan sisanya untuk 30 tahun.

&quot;Jadi, bookbuilding 30 Juli tapi closing semua 5 Agustus. Jumlahnya USD1,5 miliar,&quot; kata dia di Jakarta, Selasa (27/8/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: PLN Akan Terbitkan Global Bond Rp21 Triliun
Menurut dia, dana dari surat utang ini akan digunakan untuk belanja modal (capital expenditure/capex) tahun depan yang diperkirakan sebesar USD8 miliar. Dan tingkat bunga tersebut terbilang rendah.

&quot;Kita perkirakan capex tahun depan mencapai USD8 miliar atau bahkan lebih. Sedangkan di 2019 sekitar USD4,3 miliar sampai USD4,4 miliar,&quot; ungkap dia.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/01/18/55421/280679_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menyebut telah menerbitkan surat utang global (global bond) senilai USD1,5 miliar atau setara Rp21 triliun. Penerbitan surat utang itu dilakukan pada 30 Juli 2019.
&amp;nbsp;Baca Juga: Pertamina Bukukan Laba Bersih Rp9,4 Triliun pada Semester I-2019
Direktur Keuangan Pertamina Pahala Mansury mengatakan bahwa penerbitan surat utang tersebut terbagi ke dalam dua tenor, ada yang 10 tahun dan 30 tahun. Di mana sebanyak USD 750 juta diterbitkan dengan tenor 10 tahun, dan sisanya untuk 30 tahun.

&quot;Jadi, bookbuilding 30 Juli tapi closing semua 5 Agustus. Jumlahnya USD1,5 miliar,&quot; kata dia di Jakarta, Selasa (27/8/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: PLN Akan Terbitkan Global Bond Rp21 Triliun
Menurut dia, dana dari surat utang ini akan digunakan untuk belanja modal (capital expenditure/capex) tahun depan yang diperkirakan sebesar USD8 miliar. Dan tingkat bunga tersebut terbilang rendah.

&quot;Kita perkirakan capex tahun depan mencapai USD8 miliar atau bahkan lebih. Sedangkan di 2019 sekitar USD4,3 miliar sampai USD4,4 miliar,&quot; ungkap dia.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/01/18/55421/280679_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

</content:encoded></item></channel></rss>
