<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara Jadi Ibu Kota Baru, Ada Ancaman Penebangan Hutan?</title><description>Pembangunan ibu kota baru di Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara disebut berpotensi menyebabkan deforestasi hutan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/27/470/2097093/penajam-paser-utara-dan-kutai-kartanegara-jadi-ibu-kota-baru-ada-ancaman-penebangan-hutan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/27/470/2097093/penajam-paser-utara-dan-kutai-kartanegara-jadi-ibu-kota-baru-ada-ancaman-penebangan-hutan"/><item><title>Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara Jadi Ibu Kota Baru, Ada Ancaman Penebangan Hutan?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/27/470/2097093/penajam-paser-utara-dan-kutai-kartanegara-jadi-ibu-kota-baru-ada-ancaman-penebangan-hutan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/27/470/2097093/penajam-paser-utara-dan-kutai-kartanegara-jadi-ibu-kota-baru-ada-ancaman-penebangan-hutan</guid><pubDate>Selasa 27 Agustus 2019 10:28 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/27/470/2097093/penajam-paser-utara-dan-kutai-kartanegara-jadi-ibu-kota-baru-ada-ancaman-penebangan-hutan-zMF6lgi1LI.png" expression="full" type="image/jpeg">Peta Pulau Kalimantan (Foto: Instagram/@jokowi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/27/470/2097093/penajam-paser-utara-dan-kutai-kartanegara-jadi-ibu-kota-baru-ada-ancaman-penebangan-hutan-zMF6lgi1LI.png</image><title>Peta Pulau Kalimantan (Foto: Instagram/@jokowi)</title></images><description>JAKARTA - Pembangunan ibu kota baru di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, disebut berpotensi menyebabkan deforestasi hutan Kalimantan, yang disebut sebagai &quot;paru-paru Indonesia&quot;. Tetapi di sisi lain, langkah ini dianggap akan membuat perekonomian lokal melesat.

Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, direncanakan menjadi pusat pemerintahan baru pada tahun 2024.
&amp;nbsp;Baca Juga: BKN Bocorkan PNS yang Pindah ke Ibu Kota Baru
Ibu kota itu direncanakan akan memiliki luas sekitar 180.000 hektare atau hampir tiga kali luas Jakarta saat ini.

Dibangun di Kawasan Bukit Soeharto

Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor mengatakan ibu kota baru akan dibangun di Kawasan Taman Hutan Raya Bukit Soeharto, yang terdiri dari hutan produksi, hutan lindung, dan hutan yang digunakan untuk penelitian Universitas Mulawarman.

Di bagian Selatan, terdapat Bukit Bangkirai, yang merupakan pusat konservasi orang utan.
&amp;nbsp;Baca Juga: Infrastruktur Lengkap, Kaltim Layak Jadi Ibu Kota Baru
Isran memastikan ibu kota itu hanya akan dibangun pada bagian hutan produksi, atau area yang menurut regulasi dapat dicadangkan untuk pembangunan di luar kegiatan kehutanan.

Komitmen mempertahankan kawasan hutan juga diutarakan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro.

&quot;Hutan lindung di Kaltim tidak akan diganggu,&quot; tegasnya.
&amp;nbsp;Meski begitu, Juru Kampanye Senior Greenpeace Kalimantan Timur,  Jasmine Puteri, tetap khawatir dampak lingkungan yang ditimbulkan  meningkatnya kebutuhan lahan terkait proyek tersebut.

Di Jakarta, misalnya, pembangunan telah melebihi tata ruang yang direncanakan.

&quot;Takutnya perencanaan tata ruang ini, walau dibilang di hutan  produksi, ketika dia nanti melebar dan meluas, kita tidak bisa  memastikan bahwa ada jaminan (pembangunan) akan dilakukan di area yang  telah didesignasi,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Hingga kini saja, menurut data Walhi dari tahun 2015 sampai 2018,  terdapat lebih dari 3.487 titik panas di Kutai Kertanegara dan daerah  bekas kebakaran hutan dan lahan seluas lebih dari 35.000 hektar. Tahun  ini, jumlah titik panas itu mencapai 105 titik.

Jasmine khawatir pembangunan ibu kota baru akan menambah kerusakan hutan akibat meningkatnya kebutuhan akan lahan baru.

Meski kebakaran hutan bukan masalah utama di Kalimantan Timur,  seperti Kalimantan Tengah, potensi kebakaran hutan di daerah itu juga  harus jadi perhatian, kata Jasmine.

Untuk menghindari hal itu, Jasmine menyarankan pemerintah untuk  menyusun rencana tata kota yang komprehensif untuk memastikan daya  dukung dan daya tampung daerah itu sebagai ibu kota negara.
Bagaimana tahapan pembangunannya?

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono  mengemukakan pembangunan infrastruktur di ibu kota baru akan dibagi  dalam tiga cluster.

Pertama adalah desain kawasan untuk menentukan tata ruang yang akan  diselesaikan tahun ini atau minimal sampai dengan tahun 2020.
&amp;nbsp;
Untuk prasarana dasarnya, seperti jalan dan air, termasuk bendungan,  Basuki mengaku sudah mendesain dan mendapat lokasi pembangunan bendungan  itu.

&quot;Nanti pada tahun 2020, kalau tadi Bapak (Presiden) bilang, akhir  atau mungkin pertengahan 2020, design and build kita mulai,&quot; kata  Basuki.

Pembangunan gedung dan infrastruktur ibu kota baru diestimasi akan memakan waktu tiga sampai empat tahun.

Pemerintah terlihat optimis dengan target itu karena menurut  keterangan, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional  (ATR/BPN) Sofyan Djalil, sebagian besar lahan yang dibutuhkan untuk ibu  kota adalah milik pemerintah.

Hal itu, ujar Sofyan, akan mempermudah proses pembebasan lahan.

Sementara itu, Presiden Jokowi mengatakan pemerintah akan segera menyiapkan rancangan undang-undang terkait pemindahan ini.

&quot;Sehubungan dengan itu, pemerintah akan segera menyiapkan RUU untuk disampaikan ke DPR RI,&quot; katanya.

Biaya pemindahan ibu kota, menurut Jokowi, akan menghabiskan Rp466 triliun. Dari jumlah itu, sebanyak 19% akan didanai APBN.

&quot;(Kebutuhan anggaran) sisanya, berasal dari kerja sama pemerintah  dengan badan usaha atau KPBU dan investasi langsung swasta dan BUMN,&quot;  ujar Jokowi.
Alasan pemindahan

Presiden Jokowi memaparkan beragam alasan khusus mengapa ibu kota   harus dipindahkan. Salah satunya adalah beban Jakarta yang sudah terlalu   berat.

&quot;Sudah terlalu berat sebagai pusat pemerintahan, pusat bisnis, pusat keuangan, pusat perdagangan, dan pusat jasa,&quot; kata Jokowi.

Alasan lain, beban Pulau Jawa yang semakin berat dengan penduduk 150 juta atau 54% dari total jumlah penduduk Indonesia.

&quot;Dan 58 persen PDB ekonomi Indonesia itu ada di Pulau Jawa, dan Pulau Jawa sebagai sumber ketahanan pangan,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Mengapa di Kalimantan Timur?

&quot;Pertama, risiko bencana minimal, baik bencana banjir, gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan, maupun tanah longsor,&quot; bebernya.

Kedua, lokasi tersebut dinilai strategis. Jika ditarik koordinat, lokasinya berada di tengah-tengah wilayah Indonesia.

Ketiga, lokasi itu berada dekat perkotaan yang sudah terlebih dahulu berkembang, yakni Kota Balikpapan dan Kota Samarinda.

&quot;Keempat, telah memiliki infrastruktur yang relatif lengkap,&quot; ujar Jokowi.

Terakhir, hanya di lokasi tersebutlah terdapat lahan pemerintah, yakni seluas 180.000 hektare.
&amp;nbsp;Apa dampak ekonomi dan sosialnya?
 
&amp;nbsp;
Farid Nurrahman, dosen perencanaan wilayah kota Institut Teknologi    Kalimantan, mengatakan beroperasinya ibu kota akan berdampak pada    perputaran uang, yang menyebabkan peningkatan ekonomi yang pesat di    Kalimantan Timur.

Dari segi sosial, Farid tidak melihat adanya potensi pertentangan antara para pendatang dan para masyarakat lokal.

&quot;Masyarakat Kalimantan Timur secara sejarah adalah masyarakat yang memang dikenal baik menerima pendatang,&quot; ujar Farid.
&amp;nbsp;
Selain itu, kata Farid, dibandingkan dengan wilayah Kalimantan    lainnya, daerah Kalimantan Timur bisa disebut yang paling urban,    sehingga perpindahan ibu kota tidak akan mengganggu pola kehidupan    masyarakat yang ada.

Yang perlu diperhatikan, kata Farid, adalah daerah Samarinda dan    Balikpapan, yang memang sudah merupakan wilayah perkotaan, dan akan    mendukung daerah ibu kota.

Kajian mengenai kedua daerah itu krusial agar ke depannya, daerah    urban itu tidak akan mengalami persoalan-persoalan seperti yang dihadapi    di Jakarta, seperti kemacetan, dan sebagainya.
Bagaimana dengan Jakarta?
 
&amp;nbsp;
Meski demikian, Jokowi menegaskan bahwa Jakarta tidak akan dilupakan.

&quot;Jakarta akan tetap menjadi prioritas pembangunan dan terus     dikembangkan jadi kota bisnis, kota keuangan, pusat perdagangan, dan     pusat jasa berskala regional dan global,&quot; katanya.

Menurut dia, sudah ada anggaran sebesar Rp571 triliun untuk     Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan program urban regeneration.     Jokowi menegaskan, rencana itu tetap terus dijalankan.

&quot;Pembahasannya sudah pada level teknis dan siap dieksekusi,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
 
Sejumlah infrastruktur sudah disiapkan

Sementara itu, Bupati Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menilai     penunjukan wilayahnya sebagai ibu kota negara sudah tepat. Sejumlah     infrastruktur sudah dipersiapkan, bahkan sebelum ada isu mengenai     perpindahan ibu kota negara, jelas Bupati PPU, Abdul Gafur Mas'ud.

&quot;Ini keputusan yang sangat baik,&quot; kata Abdul Gafur.

Abdul menambahkan saat ini pembangunan jembatan tol sepanjang 14     kilometer yang menghubungkan Balikpapan dengan PPU sedang dibangun.

&quot;Jembatan ini pas dengan bandaranya, dari bandara internasional     (Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) itu 10-15 menit bisa sampai     di Penajam Paser Utara,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Selain itu, proyek yang sedang dibangun juga adalah jembatan Pulau     Balang yang menghubungkan Kariangau di Balikpapan dan Buluminung.

&quot;Saat ini sudah mencapai 75%, mudah-mudahan akhir tahun ini atau awal     tahun depan bisa nyambung ke Balikpapan,&quot; tambah Abdul Gafur.

Proyek jembatan juga akan disambungkan ke Samarinda. &quot;Jadi kita     memakan waktu ke Samarinda dari tiga jam ke satu jam, bahkan kurang. Ini     sudah dipersiapkan sebelum adanya isu pemindahan ibu kota,&quot; kata   Abdul   Gafur.

Untuk kebutuhan listrik, kata Gafur, saat ini Kabupaten PPU mengalami     surplus. Artinya, kebutuhan listrik masih sangat cukup, bahkan     berlebih.

Untuk menopang kebutuhan listrik saat menjadi ibu kota negara nanti,     Pemkab berencana untuk membangun pembangkit listrik di mulut-mulut     tambang.

&quot;Nah di Penajam Paser Utara itu Alhamdullilah, bahwa batubara sangat banyak,&quot; tambah Abdul.
&amp;nbsp;
Abdul Gafur Mas'ud meyakini ketika ibu kota negara pindah ke     tempatnya, dampak pertumbuhan ekonomi akan terasa di Kalimantan Timur     hingga ke Indonesia bagian timur.

&quot;Saya yakin Kaltim dan Kalimantan pembangunannya akan merata. Dari     Pulau Sulwaesi, Halmahera, Maluku dan Papua pasti akan terbangun dengan     cepat,&quot; katanya.

Sesaat setelah pengumuman, beberapa warga Kabupaten Penajam Paser Utara mengaku gembira.

&quot;Alhamdulillah, kita berbangga sekali. Harapannya SDM-nya semakin meningkat dari sebelumnya,&quot; kata Walihsal.

Namun, ada pula yang mengaku deg-degan. Demikian dikutip BBC Indonesia, Jakarta, Selasa (27/8/2019).

&quot;Senangnya dekat dengan pusat pemerintahan. Pastinya ke depan PPU     akan semakin jauh lebih diperhatikan. Deg-degannya, ASN harus punya     kinerja semakin lebih baik karena dekat dengan pusat pemerintahan,&quot; kata     Hesti Purwati, guru berusia 32 tahun.</description><content:encoded>JAKARTA - Pembangunan ibu kota baru di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, disebut berpotensi menyebabkan deforestasi hutan Kalimantan, yang disebut sebagai &quot;paru-paru Indonesia&quot;. Tetapi di sisi lain, langkah ini dianggap akan membuat perekonomian lokal melesat.

Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, direncanakan menjadi pusat pemerintahan baru pada tahun 2024.
&amp;nbsp;Baca Juga: BKN Bocorkan PNS yang Pindah ke Ibu Kota Baru
Ibu kota itu direncanakan akan memiliki luas sekitar 180.000 hektare atau hampir tiga kali luas Jakarta saat ini.

Dibangun di Kawasan Bukit Soeharto

Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor mengatakan ibu kota baru akan dibangun di Kawasan Taman Hutan Raya Bukit Soeharto, yang terdiri dari hutan produksi, hutan lindung, dan hutan yang digunakan untuk penelitian Universitas Mulawarman.

Di bagian Selatan, terdapat Bukit Bangkirai, yang merupakan pusat konservasi orang utan.
&amp;nbsp;Baca Juga: Infrastruktur Lengkap, Kaltim Layak Jadi Ibu Kota Baru
Isran memastikan ibu kota itu hanya akan dibangun pada bagian hutan produksi, atau area yang menurut regulasi dapat dicadangkan untuk pembangunan di luar kegiatan kehutanan.

Komitmen mempertahankan kawasan hutan juga diutarakan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro.

&quot;Hutan lindung di Kaltim tidak akan diganggu,&quot; tegasnya.
&amp;nbsp;Meski begitu, Juru Kampanye Senior Greenpeace Kalimantan Timur,  Jasmine Puteri, tetap khawatir dampak lingkungan yang ditimbulkan  meningkatnya kebutuhan lahan terkait proyek tersebut.

Di Jakarta, misalnya, pembangunan telah melebihi tata ruang yang direncanakan.

&quot;Takutnya perencanaan tata ruang ini, walau dibilang di hutan  produksi, ketika dia nanti melebar dan meluas, kita tidak bisa  memastikan bahwa ada jaminan (pembangunan) akan dilakukan di area yang  telah didesignasi,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Hingga kini saja, menurut data Walhi dari tahun 2015 sampai 2018,  terdapat lebih dari 3.487 titik panas di Kutai Kertanegara dan daerah  bekas kebakaran hutan dan lahan seluas lebih dari 35.000 hektar. Tahun  ini, jumlah titik panas itu mencapai 105 titik.

Jasmine khawatir pembangunan ibu kota baru akan menambah kerusakan hutan akibat meningkatnya kebutuhan akan lahan baru.

Meski kebakaran hutan bukan masalah utama di Kalimantan Timur,  seperti Kalimantan Tengah, potensi kebakaran hutan di daerah itu juga  harus jadi perhatian, kata Jasmine.

Untuk menghindari hal itu, Jasmine menyarankan pemerintah untuk  menyusun rencana tata kota yang komprehensif untuk memastikan daya  dukung dan daya tampung daerah itu sebagai ibu kota negara.
Bagaimana tahapan pembangunannya?

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono  mengemukakan pembangunan infrastruktur di ibu kota baru akan dibagi  dalam tiga cluster.

Pertama adalah desain kawasan untuk menentukan tata ruang yang akan  diselesaikan tahun ini atau minimal sampai dengan tahun 2020.
&amp;nbsp;
Untuk prasarana dasarnya, seperti jalan dan air, termasuk bendungan,  Basuki mengaku sudah mendesain dan mendapat lokasi pembangunan bendungan  itu.

&quot;Nanti pada tahun 2020, kalau tadi Bapak (Presiden) bilang, akhir  atau mungkin pertengahan 2020, design and build kita mulai,&quot; kata  Basuki.

Pembangunan gedung dan infrastruktur ibu kota baru diestimasi akan memakan waktu tiga sampai empat tahun.

Pemerintah terlihat optimis dengan target itu karena menurut  keterangan, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional  (ATR/BPN) Sofyan Djalil, sebagian besar lahan yang dibutuhkan untuk ibu  kota adalah milik pemerintah.

Hal itu, ujar Sofyan, akan mempermudah proses pembebasan lahan.

Sementara itu, Presiden Jokowi mengatakan pemerintah akan segera menyiapkan rancangan undang-undang terkait pemindahan ini.

&quot;Sehubungan dengan itu, pemerintah akan segera menyiapkan RUU untuk disampaikan ke DPR RI,&quot; katanya.

Biaya pemindahan ibu kota, menurut Jokowi, akan menghabiskan Rp466 triliun. Dari jumlah itu, sebanyak 19% akan didanai APBN.

&quot;(Kebutuhan anggaran) sisanya, berasal dari kerja sama pemerintah  dengan badan usaha atau KPBU dan investasi langsung swasta dan BUMN,&quot;  ujar Jokowi.
Alasan pemindahan

Presiden Jokowi memaparkan beragam alasan khusus mengapa ibu kota   harus dipindahkan. Salah satunya adalah beban Jakarta yang sudah terlalu   berat.

&quot;Sudah terlalu berat sebagai pusat pemerintahan, pusat bisnis, pusat keuangan, pusat perdagangan, dan pusat jasa,&quot; kata Jokowi.

Alasan lain, beban Pulau Jawa yang semakin berat dengan penduduk 150 juta atau 54% dari total jumlah penduduk Indonesia.

&quot;Dan 58 persen PDB ekonomi Indonesia itu ada di Pulau Jawa, dan Pulau Jawa sebagai sumber ketahanan pangan,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Mengapa di Kalimantan Timur?

&quot;Pertama, risiko bencana minimal, baik bencana banjir, gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan, maupun tanah longsor,&quot; bebernya.

Kedua, lokasi tersebut dinilai strategis. Jika ditarik koordinat, lokasinya berada di tengah-tengah wilayah Indonesia.

Ketiga, lokasi itu berada dekat perkotaan yang sudah terlebih dahulu berkembang, yakni Kota Balikpapan dan Kota Samarinda.

&quot;Keempat, telah memiliki infrastruktur yang relatif lengkap,&quot; ujar Jokowi.

Terakhir, hanya di lokasi tersebutlah terdapat lahan pemerintah, yakni seluas 180.000 hektare.
&amp;nbsp;Apa dampak ekonomi dan sosialnya?
 
&amp;nbsp;
Farid Nurrahman, dosen perencanaan wilayah kota Institut Teknologi    Kalimantan, mengatakan beroperasinya ibu kota akan berdampak pada    perputaran uang, yang menyebabkan peningkatan ekonomi yang pesat di    Kalimantan Timur.

Dari segi sosial, Farid tidak melihat adanya potensi pertentangan antara para pendatang dan para masyarakat lokal.

&quot;Masyarakat Kalimantan Timur secara sejarah adalah masyarakat yang memang dikenal baik menerima pendatang,&quot; ujar Farid.
&amp;nbsp;
Selain itu, kata Farid, dibandingkan dengan wilayah Kalimantan    lainnya, daerah Kalimantan Timur bisa disebut yang paling urban,    sehingga perpindahan ibu kota tidak akan mengganggu pola kehidupan    masyarakat yang ada.

Yang perlu diperhatikan, kata Farid, adalah daerah Samarinda dan    Balikpapan, yang memang sudah merupakan wilayah perkotaan, dan akan    mendukung daerah ibu kota.

Kajian mengenai kedua daerah itu krusial agar ke depannya, daerah    urban itu tidak akan mengalami persoalan-persoalan seperti yang dihadapi    di Jakarta, seperti kemacetan, dan sebagainya.
Bagaimana dengan Jakarta?
 
&amp;nbsp;
Meski demikian, Jokowi menegaskan bahwa Jakarta tidak akan dilupakan.

&quot;Jakarta akan tetap menjadi prioritas pembangunan dan terus     dikembangkan jadi kota bisnis, kota keuangan, pusat perdagangan, dan     pusat jasa berskala regional dan global,&quot; katanya.

Menurut dia, sudah ada anggaran sebesar Rp571 triliun untuk     Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan program urban regeneration.     Jokowi menegaskan, rencana itu tetap terus dijalankan.

&quot;Pembahasannya sudah pada level teknis dan siap dieksekusi,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
 
Sejumlah infrastruktur sudah disiapkan

Sementara itu, Bupati Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menilai     penunjukan wilayahnya sebagai ibu kota negara sudah tepat. Sejumlah     infrastruktur sudah dipersiapkan, bahkan sebelum ada isu mengenai     perpindahan ibu kota negara, jelas Bupati PPU, Abdul Gafur Mas'ud.

&quot;Ini keputusan yang sangat baik,&quot; kata Abdul Gafur.

Abdul menambahkan saat ini pembangunan jembatan tol sepanjang 14     kilometer yang menghubungkan Balikpapan dengan PPU sedang dibangun.

&quot;Jembatan ini pas dengan bandaranya, dari bandara internasional     (Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) itu 10-15 menit bisa sampai     di Penajam Paser Utara,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Selain itu, proyek yang sedang dibangun juga adalah jembatan Pulau     Balang yang menghubungkan Kariangau di Balikpapan dan Buluminung.

&quot;Saat ini sudah mencapai 75%, mudah-mudahan akhir tahun ini atau awal     tahun depan bisa nyambung ke Balikpapan,&quot; tambah Abdul Gafur.

Proyek jembatan juga akan disambungkan ke Samarinda. &quot;Jadi kita     memakan waktu ke Samarinda dari tiga jam ke satu jam, bahkan kurang. Ini     sudah dipersiapkan sebelum adanya isu pemindahan ibu kota,&quot; kata   Abdul   Gafur.

Untuk kebutuhan listrik, kata Gafur, saat ini Kabupaten PPU mengalami     surplus. Artinya, kebutuhan listrik masih sangat cukup, bahkan     berlebih.

Untuk menopang kebutuhan listrik saat menjadi ibu kota negara nanti,     Pemkab berencana untuk membangun pembangkit listrik di mulut-mulut     tambang.

&quot;Nah di Penajam Paser Utara itu Alhamdullilah, bahwa batubara sangat banyak,&quot; tambah Abdul.
&amp;nbsp;
Abdul Gafur Mas'ud meyakini ketika ibu kota negara pindah ke     tempatnya, dampak pertumbuhan ekonomi akan terasa di Kalimantan Timur     hingga ke Indonesia bagian timur.

&quot;Saya yakin Kaltim dan Kalimantan pembangunannya akan merata. Dari     Pulau Sulwaesi, Halmahera, Maluku dan Papua pasti akan terbangun dengan     cepat,&quot; katanya.

Sesaat setelah pengumuman, beberapa warga Kabupaten Penajam Paser Utara mengaku gembira.

&quot;Alhamdulillah, kita berbangga sekali. Harapannya SDM-nya semakin meningkat dari sebelumnya,&quot; kata Walihsal.

Namun, ada pula yang mengaku deg-degan. Demikian dikutip BBC Indonesia, Jakarta, Selasa (27/8/2019).

&quot;Senangnya dekat dengan pusat pemerintahan. Pastinya ke depan PPU     akan semakin jauh lebih diperhatikan. Deg-degannya, ASN harus punya     kinerja semakin lebih baik karena dekat dengan pusat pemerintahan,&quot; kata     Hesti Purwati, guru berusia 32 tahun.</content:encoded></item></channel></rss>
