<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemindahan Ibu Kota ke Kaltim Dijamin Tak Ganggu Bukit Soeharto</title><description>Pemerintah bahkan memperbaikinya, termasuk hutan konservasi Bukit Soeharto.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/27/470/2097111/pemindahan-ibu-kota-ke-kaltim-dijamin-tak-ganggu-bukit-soeharto</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/27/470/2097111/pemindahan-ibu-kota-ke-kaltim-dijamin-tak-ganggu-bukit-soeharto"/><item><title>Pemindahan Ibu Kota ke Kaltim Dijamin Tak Ganggu Bukit Soeharto</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/27/470/2097111/pemindahan-ibu-kota-ke-kaltim-dijamin-tak-ganggu-bukit-soeharto</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/27/470/2097111/pemindahan-ibu-kota-ke-kaltim-dijamin-tak-ganggu-bukit-soeharto</guid><pubDate>Selasa 27 Agustus 2019 11:10 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/27/470/2097111/pemindahan-ibu-kota-ke-kaltim-dijamin-tak-ganggu-bukit-soeharto-PdkAKN0wYq.png" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi Cek Bukit Soeharto (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/27/470/2097111/pemindahan-ibu-kota-ke-kaltim-dijamin-tak-ganggu-bukit-soeharto-PdkAKN0wYq.png</image><title>Jokowi Cek Bukit Soeharto (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah memastikan bahwa pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke sebagian Kebupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupatan Kutai Kartanegara, di Kalimantan Timur (Kaltim), tidak akan menganggu hutan konservasi. Pemerintah bahkan memperbaikinya, termasuk hutan konservasi Bukit Soeharto.
&amp;nbsp;Baca Juga: Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara Jadi Ibu Kota Baru, Ada Ancaman Penebangan Hutan?
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengemukakan, dari areal seluas 180 ribu hektare (ha) yang disediakan untuk ibu kota baru nanti, kawasan induknya mulai dengan 40 ribu ha dulu, kemudian suatu saat di masa depan bisa diperluas sampai 180 ribu ha.

&amp;ldquo;180 ribu itu separuhnya nanti adalah ruang terbuka hijau termasuk hutan lindung,&amp;rdquo; kata Bambang di Istana Negara.
&amp;nbsp;Baca Juga: BKN Bocorkan PNS yang Pindah ke Ibu Kota Baru
Bambang menegaskan, hutan lindung tidak akan diganggu bahkan di tempat yang disebut tadi sebagian dari Penajem Paser Utara dan Kutai Kartanegara ada hutan konservasi Bukit Soeharto.

&amp;ldquo;Justru kita akan perbaiki hutan konservasi itu yang sekarang, Pak Gubernur lebih tahu dari saya, ada yang memakainya tidak untuk keperluan hutan, termasuk perkebunan. Jadi, justru akan direhabilitasi yang namanya hutan konservasi Bukit Soeharto,&amp;rdquo; ujar Bambang seraya menambahkan, untuk hutan lindung yang ada di Kaltim tidak akan diganggu.
&amp;nbsp;Warga Kaltim Siap

Sementara itu Gubernur Kaltim Isran Noor mengemukakan, pemeirntah  provinsi yang dipimpinnya beserta segenap warga Kaltim siap menerima  pemindahan ibu kota negara dari Jakarta.

&amp;ldquo;Kalau kami semua siap, masyarakat siap, pemerintah daerah siap, dan  kita akan melakukan koordinasi dengan dua wali kota, Samarinda dan  Balikpapan, kemudian  Bupati Kutai Kartanegara dan Bupati Penajam Paser  Utara. Itu kesiapan kita, tentu tidak ada pilihan lain kecuali harus  siap,&amp;rdquo; tegas Isran.
&amp;nbsp;
Gubernur meyakini, dampak positif pemindahan ibu kota itu bukan hanya  untuk kepentingan Kalimantan Timur, tapi juga untuk semua provinsi dan  wilayah yang ada di Kalimantan, termasuk juga provinsi-provinsi yang ada  di wilayah tengah dan timur.

&amp;ldquo;Kenapa? Karena ini berbatasan langsung dengan Sulawesi bagian barat,  jadi Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Ini adalah  supplai dari pada bahan baku bangunan seperti batu yang kualitasnya yang  sangat bagus,&amp;rdquo; ujar Islan seperti dikutip setkab, Jakarta, Selasa  (27/8/2019).

Menurut Gubernur Kaltim, dampak positif pemindahan ibu kota negara  itu akan banyak, bukan hanya persoalan-persoalan yang ada di Kalimantan  Timur tapi juga di beberapa wilayah Indonesia tengah ke timur akan  mendapatkan dampaknya karena jarak dari wilayah ini berada pada posisi  di tengah-tengah negara.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah memastikan bahwa pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke sebagian Kebupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupatan Kutai Kartanegara, di Kalimantan Timur (Kaltim), tidak akan menganggu hutan konservasi. Pemerintah bahkan memperbaikinya, termasuk hutan konservasi Bukit Soeharto.
&amp;nbsp;Baca Juga: Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara Jadi Ibu Kota Baru, Ada Ancaman Penebangan Hutan?
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengemukakan, dari areal seluas 180 ribu hektare (ha) yang disediakan untuk ibu kota baru nanti, kawasan induknya mulai dengan 40 ribu ha dulu, kemudian suatu saat di masa depan bisa diperluas sampai 180 ribu ha.

&amp;ldquo;180 ribu itu separuhnya nanti adalah ruang terbuka hijau termasuk hutan lindung,&amp;rdquo; kata Bambang di Istana Negara.
&amp;nbsp;Baca Juga: BKN Bocorkan PNS yang Pindah ke Ibu Kota Baru
Bambang menegaskan, hutan lindung tidak akan diganggu bahkan di tempat yang disebut tadi sebagian dari Penajem Paser Utara dan Kutai Kartanegara ada hutan konservasi Bukit Soeharto.

&amp;ldquo;Justru kita akan perbaiki hutan konservasi itu yang sekarang, Pak Gubernur lebih tahu dari saya, ada yang memakainya tidak untuk keperluan hutan, termasuk perkebunan. Jadi, justru akan direhabilitasi yang namanya hutan konservasi Bukit Soeharto,&amp;rdquo; ujar Bambang seraya menambahkan, untuk hutan lindung yang ada di Kaltim tidak akan diganggu.
&amp;nbsp;Warga Kaltim Siap

Sementara itu Gubernur Kaltim Isran Noor mengemukakan, pemeirntah  provinsi yang dipimpinnya beserta segenap warga Kaltim siap menerima  pemindahan ibu kota negara dari Jakarta.

&amp;ldquo;Kalau kami semua siap, masyarakat siap, pemerintah daerah siap, dan  kita akan melakukan koordinasi dengan dua wali kota, Samarinda dan  Balikpapan, kemudian  Bupati Kutai Kartanegara dan Bupati Penajam Paser  Utara. Itu kesiapan kita, tentu tidak ada pilihan lain kecuali harus  siap,&amp;rdquo; tegas Isran.
&amp;nbsp;
Gubernur meyakini, dampak positif pemindahan ibu kota itu bukan hanya  untuk kepentingan Kalimantan Timur, tapi juga untuk semua provinsi dan  wilayah yang ada di Kalimantan, termasuk juga provinsi-provinsi yang ada  di wilayah tengah dan timur.

&amp;ldquo;Kenapa? Karena ini berbatasan langsung dengan Sulawesi bagian barat,  jadi Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Ini adalah  supplai dari pada bahan baku bangunan seperti batu yang kualitasnya yang  sangat bagus,&amp;rdquo; ujar Islan seperti dikutip setkab, Jakarta, Selasa  (27/8/2019).

Menurut Gubernur Kaltim, dampak positif pemindahan ibu kota negara  itu akan banyak, bukan hanya persoalan-persoalan yang ada di Kalimantan  Timur tapi juga di beberapa wilayah Indonesia tengah ke timur akan  mendapatkan dampaknya karena jarak dari wilayah ini berada pada posisi  di tengah-tengah negara.</content:encoded></item></channel></rss>
