<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Investor Berburu Aset Safe Haven, Dolar AS Ditinggalkan   </title><description>Kurs dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/28/278/2097505/investor-berburu-aset-safe-haven-dolar-as-ditinggalkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/28/278/2097505/investor-berburu-aset-safe-haven-dolar-as-ditinggalkan"/><item><title>   Investor Berburu Aset Safe Haven, Dolar AS Ditinggalkan   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/28/278/2097505/investor-berburu-aset-safe-haven-dolar-as-ditinggalkan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/28/278/2097505/investor-berburu-aset-safe-haven-dolar-as-ditinggalkan</guid><pubDate>Rabu 28 Agustus 2019 07:52 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/28/278/2097505/investor-berburu-aset-safe-haven-dolar-as-ditinggalkan-gztapqOFPl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dolar AS Melemah, Investor Berburu Aset Safe Haven (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/28/278/2097505/investor-berburu-aset-safe-haven-dolar-as-ditinggalkan-gztapqOFPl.jpg</image><title>Dolar AS Melemah, Investor Berburu Aset Safe Haven (Shutterstock)</title></images><description>NEW YORK - Kurs dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena kekhawatiran baru tentang penyelesaian perang perdagangan Amerika Serikat (AS)-China mendorong investor beralih ke aset-aset safe haven, memperdalam inversi kurva imbal hasil surat utang dan mengangkat yen Jepang terhadap greenback.

Imbal hasil obligasi pemerintah pemerintah AS bertenor 10-tahun, indikator utama sentimen pasar tentang kesehatan ekonomi negara secara keseluruhan, turun lebih cepat daripada imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 2-tahun, memperdalam inversi di antara keduanya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Tensi Perang Dagang Mereda, Dolar AS Menguat
Inversi atau pembalikan imbal hasil, indikator resesi yang diterima secara luas, menekan dolar AS beberapa hari setelah AS dan China, dua ekonomi terbesar dunia, menaikkan tarif terhadap impor satu sama lain.

&quot;Anda telah melihat dorongan lebih dalam ke inversi pada kurva 2s/10s. Hari ini, sulit untuk meletakkan jari Anda pada satu penggerak spesifik dari inversi itu - meskipun itu mungkin berkontribusi pada rasa umum penghindaran risiko (risk-off) di pasar,&quot; kata Brian Daingerfield, ahli strategi makro di RBS Securities.
&amp;nbsp;Baca Juga: Perang Dagang AS-China Memanas Lagi, Dolar Bergerak Loyo
Pada Jumat lalu, China mengatakan akan menaikkan tarif barang-barang Amerika senilai USD75 miliar. Amerika Serikat membalas dengan mengatakan akan menaikkan tarif yang ada pada USD250 miliar barang-barang China menjadi 30% dari 25% pada 1 Oktober.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/01/18/55421/280678_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Pada Senin (26/8/2019), Trump mengatakan para pejabat China telah  menghubungi mitra dagang AS semalam dan menawarkan untuk kembali ke meja  perundingan, memicu gelombang apa yang disebut perdagangan berisiko  (risk-on).

Namun, keraguan merayap masuk setelah juru bicara Kementerian Luar  Negeri China pada Selasa (27/8/2019) mengatakan dia tidak mengetahui  bahwa ada pembicaraan melalui saluran telepon baru-baru ini, setelah  Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan telah terjadi kontak  antara kedua belah pihak. Kementerian Perdagangan, yang biasanya merilis  pernyataan tentang pembicaraan perdagangan, tidak menanggapi permintaan  komentar.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/01/18/55421/280679_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Yen Jepang menguat 0,34% menjadi 105,75 yen terhadap dolar AS, sehari  setelah mencapai tertinggi dua setengah tahun. Yen telah naik 3,45%  terhadap dolar AS tahun ini karena ketegangan perdagangan meningkat. Demikian dikutip Antaranews, Jakarta, Rabu (28/8/2019).

Di tempat lain, euro diperdagangkan sedikit lebih rendah pada 1,1090  dolar AS, tetapi turun dari posisi terendah sebelumnya karena pasar  saham Italia menguat dengan harapan bahwa pemilihan cepat dapat  dihindari dengan pengaturan untuk membentuk pemerintahan baru di Roma.

&amp;ldquo;Secara keseluruhan pengertiannya adalah bahwa kami terus memiliki  ketidakpastian di sejumlah bidang yang berbeda apakah itu China-AS.  perang dagang, politik di Eropa, Brexit, perlambatan umum di China atau  masalah lainnya, &quot; kata Daingerfield.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/01/18/55421/280683_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Pound naik 0,6%terhadap dolar AS menjadi 1,2288 dolar AS, dan menguat  sebesar 0,69 terhadap mata uang tunggal pada 90,24 pence, setelah  pemimpin oposisi Partai Buruh Inggris Jeremy Corbyn, mengatakan dia akan  melakukan segala yang diperlukan untuk mencegah Inggris meninggalkan  Eropa tanpa kesepakatan perceraian pada 31 Oktober.</description><content:encoded>NEW YORK - Kurs dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena kekhawatiran baru tentang penyelesaian perang perdagangan Amerika Serikat (AS)-China mendorong investor beralih ke aset-aset safe haven, memperdalam inversi kurva imbal hasil surat utang dan mengangkat yen Jepang terhadap greenback.

Imbal hasil obligasi pemerintah pemerintah AS bertenor 10-tahun, indikator utama sentimen pasar tentang kesehatan ekonomi negara secara keseluruhan, turun lebih cepat daripada imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 2-tahun, memperdalam inversi di antara keduanya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Tensi Perang Dagang Mereda, Dolar AS Menguat
Inversi atau pembalikan imbal hasil, indikator resesi yang diterima secara luas, menekan dolar AS beberapa hari setelah AS dan China, dua ekonomi terbesar dunia, menaikkan tarif terhadap impor satu sama lain.

&quot;Anda telah melihat dorongan lebih dalam ke inversi pada kurva 2s/10s. Hari ini, sulit untuk meletakkan jari Anda pada satu penggerak spesifik dari inversi itu - meskipun itu mungkin berkontribusi pada rasa umum penghindaran risiko (risk-off) di pasar,&quot; kata Brian Daingerfield, ahli strategi makro di RBS Securities.
&amp;nbsp;Baca Juga: Perang Dagang AS-China Memanas Lagi, Dolar Bergerak Loyo
Pada Jumat lalu, China mengatakan akan menaikkan tarif barang-barang Amerika senilai USD75 miliar. Amerika Serikat membalas dengan mengatakan akan menaikkan tarif yang ada pada USD250 miliar barang-barang China menjadi 30% dari 25% pada 1 Oktober.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/01/18/55421/280678_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Pada Senin (26/8/2019), Trump mengatakan para pejabat China telah  menghubungi mitra dagang AS semalam dan menawarkan untuk kembali ke meja  perundingan, memicu gelombang apa yang disebut perdagangan berisiko  (risk-on).

Namun, keraguan merayap masuk setelah juru bicara Kementerian Luar  Negeri China pada Selasa (27/8/2019) mengatakan dia tidak mengetahui  bahwa ada pembicaraan melalui saluran telepon baru-baru ini, setelah  Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan telah terjadi kontak  antara kedua belah pihak. Kementerian Perdagangan, yang biasanya merilis  pernyataan tentang pembicaraan perdagangan, tidak menanggapi permintaan  komentar.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/01/18/55421/280679_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Yen Jepang menguat 0,34% menjadi 105,75 yen terhadap dolar AS, sehari  setelah mencapai tertinggi dua setengah tahun. Yen telah naik 3,45%  terhadap dolar AS tahun ini karena ketegangan perdagangan meningkat. Demikian dikutip Antaranews, Jakarta, Rabu (28/8/2019).

Di tempat lain, euro diperdagangkan sedikit lebih rendah pada 1,1090  dolar AS, tetapi turun dari posisi terendah sebelumnya karena pasar  saham Italia menguat dengan harapan bahwa pemilihan cepat dapat  dihindari dengan pengaturan untuk membentuk pemerintahan baru di Roma.

&amp;ldquo;Secara keseluruhan pengertiannya adalah bahwa kami terus memiliki  ketidakpastian di sejumlah bidang yang berbeda apakah itu China-AS.  perang dagang, politik di Eropa, Brexit, perlambatan umum di China atau  masalah lainnya, &quot; kata Daingerfield.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/01/18/55421/280683_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Pound naik 0,6%terhadap dolar AS menjadi 1,2288 dolar AS, dan menguat  sebesar 0,69 terhadap mata uang tunggal pada 90,24 pence, setelah  pemimpin oposisi Partai Buruh Inggris Jeremy Corbyn, mengatakan dia akan  melakukan segala yang diperlukan untuk mencegah Inggris meninggalkan  Eropa tanpa kesepakatan perceraian pada 31 Oktober.</content:encoded></item></channel></rss>
