<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Mau Dibantu Asuransi China, Ini Sikap BPJS Kesehatan   </title><description>Direktur Utama BPJS Kesehatan mengatakan pihaknya masih mempelajari tawaran kerja sama dengan perusahaan asuransi raksasa asal China.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/28/320/2097542/mau-dibantu-asuransi-china-ini-sikap-bpjs-kesehatan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/28/320/2097542/mau-dibantu-asuransi-china-ini-sikap-bpjs-kesehatan"/><item><title>   Mau Dibantu Asuransi China, Ini Sikap BPJS Kesehatan   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/28/320/2097542/mau-dibantu-asuransi-china-ini-sikap-bpjs-kesehatan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/28/320/2097542/mau-dibantu-asuransi-china-ini-sikap-bpjs-kesehatan</guid><pubDate>Rabu 28 Agustus 2019 10:17 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/28/320/2097542/mau-dibantu-asuransi-china-ini-sikap-bpjs-kesehatan-XmpXj3pXYD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dibantu China, Ini Sikap BPJS Kesehatan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/28/320/2097542/mau-dibantu-asuransi-china-ini-sikap-bpjs-kesehatan-XmpXj3pXYD.jpg</image><title>Dibantu China, Ini Sikap BPJS Kesehatan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris mengatakan pihaknya masih mempelajari tawaran kerja sama dengan perusahaan asuransi raksasa asal China, Ping An Insurance, dalam meningkatkan kapasitas teknologi informatika untuk memperkuat basis data dan penerimaan iuran.

&quot;Kita akan pelajari. Kita akan lihat, tidak serta merta kemudian apa yang ditawarkan itu kita langsung penuhi. Kita harus pelajari dulu,&quot; kata Fachmi di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (27/8/2019) malam.
&amp;nbsp;Baca Juga: Sri Mulyani Usulkan Iuran BPJS Kesehatan Naik Jadi Rp160.000
Fachmi menegaskan belum ada satupun kesepakatan dengan perusahaan subsidari dari induk usaha Ping An Group yang menjadi pemain utama di pasar keuangan negara ekonomi kedua terbesar di dunia itu. Menurut dia, hingga saat ini, antara kedua perusahaan juga belum audiensi atau pertemuan untuk membahas kemungkinan kerja sama.

&quot;Kami belum bertemu, kami belum bisa menilai,&quot; tutur Fachmi.
&amp;nbsp;Baca Juga: Bertemu DPR, DJSN Beberkan Usulan Besaran Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan
Pernyataan Fachmi tersebut menanggapi informasi tawaran kerja sama dari Ping An pasca-pertemuan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dengan salah satu pemimpin dari Ping An saat berkunjung ke China pada Juli 2019.

Ping An disebut Luhut menawarkan bantuan untuk mengevaluasi sistem Teknologi dan Informasi (TI) BPJS Kesehatan. Pemutakhiran sistem TI di tubuh BPJS diperlukan untuk meningkatkan kemampuan penghimpunan iuran berdasarkan basis data yang tepat.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/08/23/58505/299331_medium.jpg&quot; alt=&quot;Dirut BPJS Kesehatan Kunjungi Faskes Terbaik di Ponorogo&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Minimnya kolektabilitas iuran menjadi salah satu penyebab  membengkaknya defisit keuangan BPJS Kesehatan di tengah semakin  meningkatnya pembayaran manfaat. Pada 2019, defisit BPJS Kesehatan  diperkirakan bisa menembus Rp32,8 triliun jika tidak ada perbaikan dalam  kolektabilitas iuran.

Adapun Ping An Insurance merupakan subsidiari dari Grup PA, sebuah  induk usaha jasa keuangan asal China yang memiliki layanan asuransi,  perbankan, investasi, dan bisnis teknologi. Demikian dikutip Antaranews.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/02/13/55842/283160_medium.jpg&quot; alt=&quot;Bincang Santai Bersama Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Dalam keterangan resminya pada Minggu (25/8), Luhut menegaskan  tawaran dari Ping An masih sebatas saran dan tidak terikat dengan  kesepakatan apapun. Kredibilitas Ping An Insurance dinilai sudah teruji  dengan layanan asuransi berbasis daring yang menggunakan teknologi  kecerdasan buatan dan telah sukses meningkatkan efisiensi.

&quot;Perusahaan publik ini memelopori sistem manajemen kesehatan berbasis teknologi di 282 kota di China,&quot; kata Luhut.</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris mengatakan pihaknya masih mempelajari tawaran kerja sama dengan perusahaan asuransi raksasa asal China, Ping An Insurance, dalam meningkatkan kapasitas teknologi informatika untuk memperkuat basis data dan penerimaan iuran.

&quot;Kita akan pelajari. Kita akan lihat, tidak serta merta kemudian apa yang ditawarkan itu kita langsung penuhi. Kita harus pelajari dulu,&quot; kata Fachmi di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (27/8/2019) malam.
&amp;nbsp;Baca Juga: Sri Mulyani Usulkan Iuran BPJS Kesehatan Naik Jadi Rp160.000
Fachmi menegaskan belum ada satupun kesepakatan dengan perusahaan subsidari dari induk usaha Ping An Group yang menjadi pemain utama di pasar keuangan negara ekonomi kedua terbesar di dunia itu. Menurut dia, hingga saat ini, antara kedua perusahaan juga belum audiensi atau pertemuan untuk membahas kemungkinan kerja sama.

&quot;Kami belum bertemu, kami belum bisa menilai,&quot; tutur Fachmi.
&amp;nbsp;Baca Juga: Bertemu DPR, DJSN Beberkan Usulan Besaran Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan
Pernyataan Fachmi tersebut menanggapi informasi tawaran kerja sama dari Ping An pasca-pertemuan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dengan salah satu pemimpin dari Ping An saat berkunjung ke China pada Juli 2019.

Ping An disebut Luhut menawarkan bantuan untuk mengevaluasi sistem Teknologi dan Informasi (TI) BPJS Kesehatan. Pemutakhiran sistem TI di tubuh BPJS diperlukan untuk meningkatkan kemampuan penghimpunan iuran berdasarkan basis data yang tepat.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/08/23/58505/299331_medium.jpg&quot; alt=&quot;Dirut BPJS Kesehatan Kunjungi Faskes Terbaik di Ponorogo&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Minimnya kolektabilitas iuran menjadi salah satu penyebab  membengkaknya defisit keuangan BPJS Kesehatan di tengah semakin  meningkatnya pembayaran manfaat. Pada 2019, defisit BPJS Kesehatan  diperkirakan bisa menembus Rp32,8 triliun jika tidak ada perbaikan dalam  kolektabilitas iuran.

Adapun Ping An Insurance merupakan subsidiari dari Grup PA, sebuah  induk usaha jasa keuangan asal China yang memiliki layanan asuransi,  perbankan, investasi, dan bisnis teknologi. Demikian dikutip Antaranews.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/02/13/55842/283160_medium.jpg&quot; alt=&quot;Bincang Santai Bersama Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Dalam keterangan resminya pada Minggu (25/8), Luhut menegaskan  tawaran dari Ping An masih sebatas saran dan tidak terikat dengan  kesepakatan apapun. Kredibilitas Ping An Insurance dinilai sudah teruji  dengan layanan asuransi berbasis daring yang menggunakan teknologi  kecerdasan buatan dan telah sukses meningkatkan efisiensi.

&quot;Perusahaan publik ini memelopori sistem manajemen kesehatan berbasis teknologi di 282 kota di China,&quot; kata Luhut.</content:encoded></item></channel></rss>
