<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Investor Inggris Bakal Jor-joran Investasi di Indonesia</title><description>Sejumlah perusahaan investasi yang berasal dari Inggris menyatakan tertarik untuk memperbanyak investasinya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/28/320/2097545/investor-inggris-bakal-jor-joran-investasi-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/28/320/2097545/investor-inggris-bakal-jor-joran-investasi-di-indonesia"/><item><title>Investor Inggris Bakal Jor-joran Investasi di Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/28/320/2097545/investor-inggris-bakal-jor-joran-investasi-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/28/320/2097545/investor-inggris-bakal-jor-joran-investasi-di-indonesia</guid><pubDate>Rabu 28 Agustus 2019 10:25 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/28/320/2097545/investor-inggris-bakal-jor-joran-investasi-di-indonesia-azP78vM667.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Inggris Perbesar Investasi di Indonesia (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/28/320/2097545/investor-inggris-bakal-jor-joran-investasi-di-indonesia-azP78vM667.jpg</image><title>Inggris Perbesar Investasi di Indonesia (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Sejumlah perusahaan investasi yang berasal dari Inggris menyatakan tertarik untuk memperbanyak investasinya di sektor jasa keuangan terutama untuk pembiayaan ramah lingkungan (green financing), dan pembiayaan yang menunjang pencapaian program pembangunan berkelanjutan.
&amp;nbsp;Baca Juga: Tom Lembong Sebut Indonesia Masih Anti Investasi Asing
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, ketertarikan investor Inggris itu terlihat dalam ajang finansial United Kingdom Financial Services Dialogue 2019 akhir Agustus 2019 ini.

Dengan minat investasi yang tinggi dari pelaku ekonomi global, Wimboh mengatakan, pemerintah dan regulator industri keuangan di Indonesia akan mengantisipasi tantangan-tantangan ekonomi global agar ketahanan ekonomi domestik terjaga, dan mampu menjaga iklim investasi.
&amp;nbsp;Baca Juga: Kepercayaan Investor Eropa Berbisnis di Indonesia Turun
&quot;Hal itu dilakukan dengan berbagai kebijakan yang antisipatif, di antaranya pemerintah meluncurkan berbagai insentif pajak untuk menarik investasi masuk ke Indonesia dan Bank Indonesia sendiri telah menurunkan suku bunga sebanyak 50 basis poin ke level 5,5% dalam dua bulan terakhir untuk antisipasi perlambatan pertumbuhan ekonomi global,&quot; ujar dia, Jakarta, Rabu (28/8/2019).
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/01/18/55421/280681_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;OJK, ujar Wimboh, telah bekerja sama dengan pemerintah pusat maupun  daerah, Kamar Dagang dan Industri, Asosiasi Pengusaha Indonesia, dan  pelaku di industri keuangan untuk pengembangan sektor unggulan, yaitu  pariwisata, manufaktur, pertambangan, agribisnis dan perikanan.

&quot;Pengembangan sektor unggulan ini diharapkan dapat meningkatkan  ekspor dan substitusi impor, membuka lapangan kerja dan meningkatkan  basis pajak,&quot; ungkap Wimboh.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/01/18/55421/280682_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Duta Besar Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins menjelaskan, Inggris  sudah memposisikan diri sebagai mitra bagi Indonesia untuk berkolaborasi  dalam green financing, pembiayaan syariah (Islamic finance), dan  perusahaan finanasial berbasis teknologi (fintech). Demikian dikutip Antaranews.

Hingga saat ini, menurut keterangan OJK, pinjaman untuk sektor  industri ramah lingkungan (green loans) di Indonesia mencapai USD133  miliar, surat utang untuk sektor ramah lingkungan dengan nilai emisi  USD169 juta dan Surat Utang Syariah pemerintah untuk sektor ramah  lingkungan USD2 juta.</description><content:encoded>JAKARTA - Sejumlah perusahaan investasi yang berasal dari Inggris menyatakan tertarik untuk memperbanyak investasinya di sektor jasa keuangan terutama untuk pembiayaan ramah lingkungan (green financing), dan pembiayaan yang menunjang pencapaian program pembangunan berkelanjutan.
&amp;nbsp;Baca Juga: Tom Lembong Sebut Indonesia Masih Anti Investasi Asing
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, ketertarikan investor Inggris itu terlihat dalam ajang finansial United Kingdom Financial Services Dialogue 2019 akhir Agustus 2019 ini.

Dengan minat investasi yang tinggi dari pelaku ekonomi global, Wimboh mengatakan, pemerintah dan regulator industri keuangan di Indonesia akan mengantisipasi tantangan-tantangan ekonomi global agar ketahanan ekonomi domestik terjaga, dan mampu menjaga iklim investasi.
&amp;nbsp;Baca Juga: Kepercayaan Investor Eropa Berbisnis di Indonesia Turun
&quot;Hal itu dilakukan dengan berbagai kebijakan yang antisipatif, di antaranya pemerintah meluncurkan berbagai insentif pajak untuk menarik investasi masuk ke Indonesia dan Bank Indonesia sendiri telah menurunkan suku bunga sebanyak 50 basis poin ke level 5,5% dalam dua bulan terakhir untuk antisipasi perlambatan pertumbuhan ekonomi global,&quot; ujar dia, Jakarta, Rabu (28/8/2019).
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/01/18/55421/280681_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;OJK, ujar Wimboh, telah bekerja sama dengan pemerintah pusat maupun  daerah, Kamar Dagang dan Industri, Asosiasi Pengusaha Indonesia, dan  pelaku di industri keuangan untuk pengembangan sektor unggulan, yaitu  pariwisata, manufaktur, pertambangan, agribisnis dan perikanan.

&quot;Pengembangan sektor unggulan ini diharapkan dapat meningkatkan  ekspor dan substitusi impor, membuka lapangan kerja dan meningkatkan  basis pajak,&quot; ungkap Wimboh.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/01/18/55421/280682_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Duta Besar Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins menjelaskan, Inggris  sudah memposisikan diri sebagai mitra bagi Indonesia untuk berkolaborasi  dalam green financing, pembiayaan syariah (Islamic finance), dan  perusahaan finanasial berbasis teknologi (fintech). Demikian dikutip Antaranews.

Hingga saat ini, menurut keterangan OJK, pinjaman untuk sektor  industri ramah lingkungan (green loans) di Indonesia mencapai USD133  miliar, surat utang untuk sektor ramah lingkungan dengan nilai emisi  USD169 juta dan Surat Utang Syariah pemerintah untuk sektor ramah  lingkungan USD2 juta.</content:encoded></item></channel></rss>
