<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ingin Buat Startup? Intip Langkah-Langkah Ini Biar Tak Gagal!</title><description>Sebelum membuat perusahaan rintisan (startup) akan banyak hal yang perlu dipertimbangkan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/28/320/2097856/ingin-buat-startup-intip-langkah-langkah-ini-biar-tak-gagal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/28/320/2097856/ingin-buat-startup-intip-langkah-langkah-ini-biar-tak-gagal"/><item><title>Ingin Buat Startup? Intip Langkah-Langkah Ini Biar Tak Gagal!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/28/320/2097856/ingin-buat-startup-intip-langkah-langkah-ini-biar-tak-gagal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/28/320/2097856/ingin-buat-startup-intip-langkah-langkah-ini-biar-tak-gagal</guid><pubDate>Rabu 28 Agustus 2019 22:04 WIB</pubDate><dc:creator>Maghfira Nursyabila</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/28/320/2097856/ingin-buat-startup-intip-langkah-langkah-ini-biar-tak-gagal-OWvRn98h5T.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Startup (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/28/320/2097856/ingin-buat-startup-intip-langkah-langkah-ini-biar-tak-gagal-OWvRn98h5T.jpg</image><title>Startup (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Sebelum membuat perusahaan rintisan (startup) akan banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Selain dana, kamu juga harus memikirkan ide-ide inovatif apa yang nanti dituangkan dalam starup.

Saat ini, membuat suatu startup tidak perlu lagi memikirkan dana. Bila, idemu bagus dan inovatif, maka investor pun akan mengalir sendiri.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Tren Mukbang, Modal Kenyang Bisa Bawa Uang hingga Rp14,3 Miliar
Oleh sebab itu, ide ini menentukan seberapa maju nanti bisnismu. Kemudian, strategi promosi seperti apa yang akan kamu pakai untuk menarik konsumen.

Dalam pasar bisnis, banyak startup yang saling berkompetisi dan tidak pasti yang membuat banyak usaha startup yang gagal. Para pengusaha diharapkan berhati-hati tentang langkah yang akan mereka ambil untuk memulai bisnis.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 10 Cara Mudah Membangun dan Mempertahankan Brand di Media Sosial
Mengutip Entrepreneur, Jakarta, Rabu (28/8/2019), Okezone akan menjabarkan cara membuat startup yang inovatif dan memperkecil risiko kegagalannya. Berikut tipsnya.
&amp;nbsp;
 
1. Temukan Masalah untuk Diselesaikan

Cara terbaik untuk memulai bisnis startupmu adalah dengan melihat masalah terbesar yang mungkin akan kalian hadapi nantinya. Dengan begitu, kamu akan belajar mencari cara untuk menyelesaikan masalah tersebut agar kamu tidak akan kaget nantinya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Cara Jitu Kembangkan Bisnis di Instagram, Nomor 6 Paling Gampang
Jika kamu sudah terbiasa untuk menyelesaikan sebuah masalah, akan lebih mudah menyelesaikan masalah apa saja yang ada di perusahaanmu nanti.

 
2. Buat Produk
 
&amp;nbsp;
Setelah kamu memikirkan ide-ide yang inovatif yang akan kamu buat untuk bisnis startup yang kamu kembangkan, mulailah memproduksi produk apa yang cocok untuk ide-ide yang telah kamu susun sejak awal dan mulai lah mengeksplorasikan ide tersebut untuk sebuah produk bisnismu.
3. Jual Segera

Setelah membuat produk untuk bisnismu, jual lah sesegera mungkin  untuk mengetahui seberapa banyak jumlah konsumen yang akan kamu dapatkan  untuk penjualan pertamamu, setelah mengetahui seberapa banyak jumlah  konsumen yang berhasil kamu dapatkan, kamu bisa menentukan akan  memproduksi sebanyak apa untuk usaha mu kedepannya.
&amp;nbsp;
 
4. Tetap Fokus

Seiring berkembangnya bisnis startupmu, kamu akan berfikir untuk  mengeksplor fitur-fitur yang membuat bisnismu maju. Tapi ingat, kamu  harus tetap fokus pada tujuan produk mu, jangan sampai menghilangkan  ciri khas dari produkmu sendiri agar konsumen tidak pergi.</description><content:encoded>JAKARTA - Sebelum membuat perusahaan rintisan (startup) akan banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Selain dana, kamu juga harus memikirkan ide-ide inovatif apa yang nanti dituangkan dalam starup.

Saat ini, membuat suatu startup tidak perlu lagi memikirkan dana. Bila, idemu bagus dan inovatif, maka investor pun akan mengalir sendiri.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Tren Mukbang, Modal Kenyang Bisa Bawa Uang hingga Rp14,3 Miliar
Oleh sebab itu, ide ini menentukan seberapa maju nanti bisnismu. Kemudian, strategi promosi seperti apa yang akan kamu pakai untuk menarik konsumen.

Dalam pasar bisnis, banyak startup yang saling berkompetisi dan tidak pasti yang membuat banyak usaha startup yang gagal. Para pengusaha diharapkan berhati-hati tentang langkah yang akan mereka ambil untuk memulai bisnis.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 10 Cara Mudah Membangun dan Mempertahankan Brand di Media Sosial
Mengutip Entrepreneur, Jakarta, Rabu (28/8/2019), Okezone akan menjabarkan cara membuat startup yang inovatif dan memperkecil risiko kegagalannya. Berikut tipsnya.
&amp;nbsp;
 
1. Temukan Masalah untuk Diselesaikan

Cara terbaik untuk memulai bisnis startupmu adalah dengan melihat masalah terbesar yang mungkin akan kalian hadapi nantinya. Dengan begitu, kamu akan belajar mencari cara untuk menyelesaikan masalah tersebut agar kamu tidak akan kaget nantinya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Cara Jitu Kembangkan Bisnis di Instagram, Nomor 6 Paling Gampang
Jika kamu sudah terbiasa untuk menyelesaikan sebuah masalah, akan lebih mudah menyelesaikan masalah apa saja yang ada di perusahaanmu nanti.

 
2. Buat Produk
 
&amp;nbsp;
Setelah kamu memikirkan ide-ide yang inovatif yang akan kamu buat untuk bisnis startup yang kamu kembangkan, mulailah memproduksi produk apa yang cocok untuk ide-ide yang telah kamu susun sejak awal dan mulai lah mengeksplorasikan ide tersebut untuk sebuah produk bisnismu.
3. Jual Segera

Setelah membuat produk untuk bisnismu, jual lah sesegera mungkin  untuk mengetahui seberapa banyak jumlah konsumen yang akan kamu dapatkan  untuk penjualan pertamamu, setelah mengetahui seberapa banyak jumlah  konsumen yang berhasil kamu dapatkan, kamu bisa menentukan akan  memproduksi sebanyak apa untuk usaha mu kedepannya.
&amp;nbsp;
 
4. Tetap Fokus

Seiring berkembangnya bisnis startupmu, kamu akan berfikir untuk  mengeksplor fitur-fitur yang membuat bisnismu maju. Tapi ingat, kamu  harus tetap fokus pada tujuan produk mu, jangan sampai menghilangkan  ciri khas dari produkmu sendiri agar konsumen tidak pergi.</content:encoded></item></channel></rss>
