<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani: Penduduk Indonesia Harus Kaya Sebelum Tua</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, Indonesia harus  menghindari kondisi demografi seperti yang tengah dialami China.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/29/20/2098140/sri-mulyani-penduduk-indonesia-harus-kaya-sebelum-tua</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/29/20/2098140/sri-mulyani-penduduk-indonesia-harus-kaya-sebelum-tua"/><item><title>Sri Mulyani: Penduduk Indonesia Harus Kaya Sebelum Tua</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/29/20/2098140/sri-mulyani-penduduk-indonesia-harus-kaya-sebelum-tua</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/29/20/2098140/sri-mulyani-penduduk-indonesia-harus-kaya-sebelum-tua</guid><pubDate>Kamis 29 Agustus 2019 14:42 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/29/20/2098140/sri-mulyani-penduduk-indonesia-harus-kaya-sebelum-tua-gdXairk4Fs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani di Management Forum MNC Group (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/29/20/2098140/sri-mulyani-penduduk-indonesia-harus-kaya-sebelum-tua-gdXairk4Fs.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani di Management Forum MNC Group (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, Indonesia harus menghindari kondisi demografi seperti yang tengah dialami China saat ini. Negeri Tirai Bambu itu mengalami krisis populasi dengan peningkatan populasi manula dan penurunan jumlah kelahiran.

Menurutnya, China juga menghadapi persoalan, di mana kondisi demografi yang mayoritas adalah penduduk usia tua. AKhirnya, China tidak memiliki finansial yang baik untuk menopang masa tua mereka.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sri Mulyani Sebut Indonesia Bisa Ciptakan Perusahaan Besar
&quot;Jadi Indonesia perlu menghindari kondisi seperti China, yaitu menua sebelum kaya,&quot; ujar dia dalam Manager Forum ke-41 MNC Group di iNews Tower, Jakarta, Kamis (29/8/2019).
&amp;nbsp;
Saat ini Indonesia memang tengah menikmati bonus demografi, di mana mayoritas penduduk merupakan usia muda yang produktif. Oleh sebab itu, bonus ini harus dimanfaatkan sebelum akhirnya selesai di tahun 2030.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Meski Punya Unicorn, Daya Saing RI Masih Kalah dari Malaysia dan Vietnam
&quot;Karena nanti yang muda ini akan semakin menua. Tapi kalau nanti anaknya malah lebih sedikit, semakin tua tapi tidak memiliki tabungan, maka yang ada Indonesia mendapatkan generasi yang semakin menua tanpa punya kecukupan menopang kehidupan masa tuanya,&quot; jelas dia.

Kondisi demikianlah yang juga tengah dialami China. Menurut Sri Mulyani, China sendiri terlambat untuk menerapkan penghapusan kebijakan &quot;satu anak&quot; yang sudah berjalan sejak tahun 1980.

&quot;Tapi sayangnya sudah terlanjur (China sekarang sedang berjuang dengan demografi). Karena faktanya memang umur tidak bisa dilawan. Jadi ini sesuatu yang memang harus dipikirkan juga,&quot; ungkapnya.
Oleh sebab itu, Indonesia perlu terus mendorong perekonomian dalam  negeri, sehingga bisa bertahan ditengah gejolak ekonomi global. Juga  bisa meningkatkan pendapatan masyarakat menjadi high income, tidak  terjebak di middle income.

&quot;Kita harus terus bekerja dan tidak boleh masuk ke middle income  trap. Maka semua diperbaikia, diantaranya birokrasi yang tidak efisien,  infrastruktur yang tidak efisien, hingga sumber daya manusia yang  kualitasnya rendah,&quot; jelasnya.

Dengan berbagai perbaikan tersebut, diharapkan pemerataan ekonomi  terjadi, di mana seluruh masyarakat Indonesia memiliki finansial yang  kuat sebelum akhirnya menua.&quot;Penduduk Indonesia itu harus menjadi kaya  sebelum tua, tidak hanya beberapa saja. Itu baru Indonesia sebagai  negara yang kuat dan berkelanjutan,&quot; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, Indonesia harus menghindari kondisi demografi seperti yang tengah dialami China saat ini. Negeri Tirai Bambu itu mengalami krisis populasi dengan peningkatan populasi manula dan penurunan jumlah kelahiran.

Menurutnya, China juga menghadapi persoalan, di mana kondisi demografi yang mayoritas adalah penduduk usia tua. AKhirnya, China tidak memiliki finansial yang baik untuk menopang masa tua mereka.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sri Mulyani Sebut Indonesia Bisa Ciptakan Perusahaan Besar
&quot;Jadi Indonesia perlu menghindari kondisi seperti China, yaitu menua sebelum kaya,&quot; ujar dia dalam Manager Forum ke-41 MNC Group di iNews Tower, Jakarta, Kamis (29/8/2019).
&amp;nbsp;
Saat ini Indonesia memang tengah menikmati bonus demografi, di mana mayoritas penduduk merupakan usia muda yang produktif. Oleh sebab itu, bonus ini harus dimanfaatkan sebelum akhirnya selesai di tahun 2030.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Meski Punya Unicorn, Daya Saing RI Masih Kalah dari Malaysia dan Vietnam
&quot;Karena nanti yang muda ini akan semakin menua. Tapi kalau nanti anaknya malah lebih sedikit, semakin tua tapi tidak memiliki tabungan, maka yang ada Indonesia mendapatkan generasi yang semakin menua tanpa punya kecukupan menopang kehidupan masa tuanya,&quot; jelas dia.

Kondisi demikianlah yang juga tengah dialami China. Menurut Sri Mulyani, China sendiri terlambat untuk menerapkan penghapusan kebijakan &quot;satu anak&quot; yang sudah berjalan sejak tahun 1980.

&quot;Tapi sayangnya sudah terlanjur (China sekarang sedang berjuang dengan demografi). Karena faktanya memang umur tidak bisa dilawan. Jadi ini sesuatu yang memang harus dipikirkan juga,&quot; ungkapnya.
Oleh sebab itu, Indonesia perlu terus mendorong perekonomian dalam  negeri, sehingga bisa bertahan ditengah gejolak ekonomi global. Juga  bisa meningkatkan pendapatan masyarakat menjadi high income, tidak  terjebak di middle income.

&quot;Kita harus terus bekerja dan tidak boleh masuk ke middle income  trap. Maka semua diperbaikia, diantaranya birokrasi yang tidak efisien,  infrastruktur yang tidak efisien, hingga sumber daya manusia yang  kualitasnya rendah,&quot; jelasnya.

Dengan berbagai perbaikan tersebut, diharapkan pemerataan ekonomi  terjadi, di mana seluruh masyarakat Indonesia memiliki finansial yang  kuat sebelum akhirnya menua.&quot;Penduduk Indonesia itu harus menjadi kaya  sebelum tua, tidak hanya beberapa saja. Itu baru Indonesia sebagai  negara yang kuat dan berkelanjutan,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
