<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Darmin Sebut Banyak Negara Alami Resesi Ekonomi</title><description>Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution memaparkan kondisi perekonomian dunia terkin</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/29/20/2098205/menko-darmin-sebut-banyak-negara-alami-resesi-ekonomi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/29/20/2098205/menko-darmin-sebut-banyak-negara-alami-resesi-ekonomi"/><item><title>Menko Darmin Sebut Banyak Negara Alami Resesi Ekonomi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/29/20/2098205/menko-darmin-sebut-banyak-negara-alami-resesi-ekonomi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/29/20/2098205/menko-darmin-sebut-banyak-negara-alami-resesi-ekonomi</guid><pubDate>Kamis 29 Agustus 2019 16:39 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/29/20/2098205/menko-darmin-sebut-banyak-negara-alami-resesi-ekonomi-FE28ZVQV3F.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banyak Negara Alami Resesi (Foto: Okezone/Giri)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/29/20/2098205/menko-darmin-sebut-banyak-negara-alami-resesi-ekonomi-FE28ZVQV3F.jpg</image><title>Banyak Negara Alami Resesi (Foto: Okezone/Giri)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution memaparkan kondisi perekonomian dunia terkini. Hal tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI).
&amp;nbsp;Baca Juga: Sri Mulyani: Penduduk Indonesia Harus Kaya Sebelum Tua
Menurut Darmin, saat ini kondisi perekonomian dunia masih belum stabil. Hal tersebut ditandai dengan banyaknya negara negara maju di dunia yang dihantui dengan resesi.
&amp;ldquo;Banyak (negara-negara) dunia yang akan resesi,&amp;rdquo; ujarnya saat di Ruang Rapat Banggar, Jakarta, Kamis (29/8/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Sinyal Resesi Kembali Menguat, Wall Street Terguncang
Menurut Darmin, resesi yang menghantui negara-negara maju di dunia disebabkan oleh tingkat bunga jangka panjang yang lebih rendah dari tingkat suku bunga jangka pendek.
&amp;ldquo;Ini dibuktikan dengan tingkat bunga jangka panjang lebih rendah dari pada tingkat bunga jangka pendek di Amerika Serikat,&amp;rdquo; katanya.Menurut Darmin, adanya hal tersebut membuat dunia usaha mulai tak  yakin dengan kondisi perekonomian global. Apalagi, pertumbuhan ekonomi  dunia terus dipanngkas  berkali-kali.
&amp;ldquo;Biasanya dunia usaha kurang yakin akan situasi jangka panjang.  bersamaan dengan proyeksi perekonomian global yang terus dipngkas. Dari  Januari turun ke April, April turun ke Juni,&amp;rdquo; katanya
Selain itu, perang dagang antara Amerika Serikat dan China hingga  saat ini masih belum rampung juga. Para pengamat diprediksi perang  dagang akan berakhir pasca pemilu Amerika Serikat di 2020.
&amp;ldquo;Perang dagang yang terjadi bukan hanya mengkhawatirkan ekonomi  melambat. China menggunakan mata uang sebagai instrumen perang dagang.  Kalau saling membalas. Bisanya berakhir pada menjelang pemilu di AS  tahun 2020,&amp;rdquo; katanya.(dni)</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution memaparkan kondisi perekonomian dunia terkini. Hal tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI).
&amp;nbsp;Baca Juga: Sri Mulyani: Penduduk Indonesia Harus Kaya Sebelum Tua
Menurut Darmin, saat ini kondisi perekonomian dunia masih belum stabil. Hal tersebut ditandai dengan banyaknya negara negara maju di dunia yang dihantui dengan resesi.
&amp;ldquo;Banyak (negara-negara) dunia yang akan resesi,&amp;rdquo; ujarnya saat di Ruang Rapat Banggar, Jakarta, Kamis (29/8/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Sinyal Resesi Kembali Menguat, Wall Street Terguncang
Menurut Darmin, resesi yang menghantui negara-negara maju di dunia disebabkan oleh tingkat bunga jangka panjang yang lebih rendah dari tingkat suku bunga jangka pendek.
&amp;ldquo;Ini dibuktikan dengan tingkat bunga jangka panjang lebih rendah dari pada tingkat bunga jangka pendek di Amerika Serikat,&amp;rdquo; katanya.Menurut Darmin, adanya hal tersebut membuat dunia usaha mulai tak  yakin dengan kondisi perekonomian global. Apalagi, pertumbuhan ekonomi  dunia terus dipanngkas  berkali-kali.
&amp;ldquo;Biasanya dunia usaha kurang yakin akan situasi jangka panjang.  bersamaan dengan proyeksi perekonomian global yang terus dipngkas. Dari  Januari turun ke April, April turun ke Juni,&amp;rdquo; katanya
Selain itu, perang dagang antara Amerika Serikat dan China hingga  saat ini masih belum rampung juga. Para pengamat diprediksi perang  dagang akan berakhir pasca pemilu Amerika Serikat di 2020.
&amp;ldquo;Perang dagang yang terjadi bukan hanya mengkhawatirkan ekonomi  melambat. China menggunakan mata uang sebagai instrumen perang dagang.  Kalau saling membalas. Bisanya berakhir pada menjelang pemilu di AS  tahun 2020,&amp;rdquo; katanya.(dni)</content:encoded></item></channel></rss>
