<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Meleset dari Target, Sri Mulyani Prediksi Pertumbuhan Ekonomi di 2019 hanya 5,08%</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan angka pertumbuhan  ekonomi Indonesia pada akhir tahun nanti hanya sebesar 5,08%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/29/20/2098264/meleset-dari-target-sri-mulyani-prediksi-pertumbuhan-ekonomi-di-2019-hanya-5-08</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/29/20/2098264/meleset-dari-target-sri-mulyani-prediksi-pertumbuhan-ekonomi-di-2019-hanya-5-08"/><item><title>Meleset dari Target, Sri Mulyani Prediksi Pertumbuhan Ekonomi di 2019 hanya 5,08%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/29/20/2098264/meleset-dari-target-sri-mulyani-prediksi-pertumbuhan-ekonomi-di-2019-hanya-5-08</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/29/20/2098264/meleset-dari-target-sri-mulyani-prediksi-pertumbuhan-ekonomi-di-2019-hanya-5-08</guid><pubDate>Kamis 29 Agustus 2019 18:51 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/29/20/2098264/meleset-dari-target-sri-mulyani-prediksi-pertumbuhan-ekonomi-di-2019-hanya-5-08-RiJSAELaNr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani (Foto: Okezone/Instagram/@Smindrawati)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/29/20/2098264/meleset-dari-target-sri-mulyani-prediksi-pertumbuhan-ekonomi-di-2019-hanya-5-08-RiJSAELaNr.jpg</image><title>Sri Mulyani (Foto: Okezone/Instagram/@Smindrawati)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada akhir tahun nanti hanya sebesar 5,08%. Angka ini jauh dubawah target yang ditetapkan dalam APBB 5,3%.

Namun lanjut Sri Mulyani mengaku pemerintah masih akan tetap mengejar pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2%. Asal tahu saja, angka sebesar 5,2% merupakan revisi dari Pertumbuhan Ekonomi 2019 yang dilakukan pada Juli lalu.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sri Mulyani Siapkan Rp3 Triliun untuk 8.212 Kelurahan 
&quot;Total 2019 dibulatkan satu digit 5,1% atau 5,08% itu adalah forecasting berarti outlook 5,2% masih kami taruh di sana tapi internal kita lihat di 5,08%,&quot; ujarnya di Gedung DPR-RI, Jakarta, Kamis (29/8/2019).
&amp;nbsp;
Bukan tapa alasan mengapa dirinya pribadi memprediksi angka pertumbuhan ekonomi meleset dari target. Karena ada beberapa faktor yang membuat ekonomi dalam negeri belum stabil.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Komisi VII Sepakati Volume Elpiji Bersubsidi 7,5 Juta Ton di 2020 
Salah satunya adalah masih adanya ketidakpastian global yang masih terjadi hingga saat ini. Hal ini memberikan dampak kepada negara-negara berkembang seperti Indonesia.
&quot;Seperti kami sampaikan tahun 2019 saja untuk pertumbuhan ekonomi  dari berbagai lembaga memang revisi ke bawah untuk global maupun  masing-masing negara,&quot; kata Sri Mulyani.

Selain itu, faktor internal juga mempengaruhi kinerja perekonomian  nasional. Pasalnya, di semester II-2019 ini beberapa faktor oendukunf  seperi konsumsi rumah tangga, investasi hingga ekspor masih lesu.

&quot;Kami harap masih ada akselerasi dari belanja pemerintah untuk  belanja modal di beberapa kementerian lambat bahkan baru 34% belanja  barang dan pegawai mungkin nggak masalah,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada akhir tahun nanti hanya sebesar 5,08%. Angka ini jauh dubawah target yang ditetapkan dalam APBB 5,3%.

Namun lanjut Sri Mulyani mengaku pemerintah masih akan tetap mengejar pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2%. Asal tahu saja, angka sebesar 5,2% merupakan revisi dari Pertumbuhan Ekonomi 2019 yang dilakukan pada Juli lalu.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sri Mulyani Siapkan Rp3 Triliun untuk 8.212 Kelurahan 
&quot;Total 2019 dibulatkan satu digit 5,1% atau 5,08% itu adalah forecasting berarti outlook 5,2% masih kami taruh di sana tapi internal kita lihat di 5,08%,&quot; ujarnya di Gedung DPR-RI, Jakarta, Kamis (29/8/2019).
&amp;nbsp;
Bukan tapa alasan mengapa dirinya pribadi memprediksi angka pertumbuhan ekonomi meleset dari target. Karena ada beberapa faktor yang membuat ekonomi dalam negeri belum stabil.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Komisi VII Sepakati Volume Elpiji Bersubsidi 7,5 Juta Ton di 2020 
Salah satunya adalah masih adanya ketidakpastian global yang masih terjadi hingga saat ini. Hal ini memberikan dampak kepada negara-negara berkembang seperti Indonesia.
&quot;Seperti kami sampaikan tahun 2019 saja untuk pertumbuhan ekonomi  dari berbagai lembaga memang revisi ke bawah untuk global maupun  masing-masing negara,&quot; kata Sri Mulyani.

Selain itu, faktor internal juga mempengaruhi kinerja perekonomian  nasional. Pasalnya, di semester II-2019 ini beberapa faktor oendukunf  seperi konsumsi rumah tangga, investasi hingga ekspor masih lesu.

&quot;Kami harap masih ada akselerasi dari belanja pemerintah untuk  belanja modal di beberapa kementerian lambat bahkan baru 34% belanja  barang dan pegawai mungkin nggak masalah,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
