<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lebih Cepat dari Target, Penerapan B30 Dimulai Oktober 2019   </title><description>Penerapan penggunaan bauran minyak sawit 30% pada solar berlangsung lebih cepat</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/29/320/2098236/lebih-cepat-dari-target-penerapan-b30-dimulai-oktober-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/29/320/2098236/lebih-cepat-dari-target-penerapan-b30-dimulai-oktober-2019"/><item><title>Lebih Cepat dari Target, Penerapan B30 Dimulai Oktober 2019   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/29/320/2098236/lebih-cepat-dari-target-penerapan-b30-dimulai-oktober-2019</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/29/320/2098236/lebih-cepat-dari-target-penerapan-b30-dimulai-oktober-2019</guid><pubDate>Kamis 29 Agustus 2019 17:52 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/29/320/2098236/lebih-cepat-dari-target-penerapan-b30-dimulai-oktober-2019-KODrmQcfjQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Biodiesel. (Foto: Okezone.com/Kementan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/29/320/2098236/lebih-cepat-dari-target-penerapan-b30-dimulai-oktober-2019-KODrmQcfjQ.jpg</image><title>Ilustrasi Biodiesel. (Foto: Okezone.com/Kementan)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pemerintah akan menjalankan kebijakan biodiesel 30% atau B30. Rencananya kebijakan ini akan dimulai pada Oktober 2019.
Menurut Darmin, dengan penerapan B30 pada tahun ini artinya, penerapan penggunaan bauran minyak sawit 30% pada solar berlangsung lebih cepat. Semula penerapan B30 sendiri akan dilakukan pada tahun 2020 mendatang.
Baca Juga: Menperin: Lewat Biodiesel RI Tak Perlu 'Mengemis' ke Negara Lain
&amp;ldquo;Mudah-mudahan kita memulai B30 tahun ini,&amp;rdquo; ujarnya di Gedung DPR-RI, Jakarta, Kamis (29/8/2019).
Menurut Darmin, saat ini pemerintah sudah melakukan uji coba penerapan B30 ini. Dari hasil uji coba ini tidak ada perubahan siginifikan yang artinya tidak masalah jika segera di jalankan.

&amp;ldquo;Hasil pengecekan hasilnya tidak ada yang signifikan sehingga kita memprediksi itu bisa dilakuakn. Mudah-mudah kita bisa menilai melaksanakannya pada Oktober atau November,&amp;rdquo; jelasnya.
Menurut Darmin, penerapan B30 sendiri diharapkan bisa menurunkan permasalahan besarnya impor migas. Diperkirakan penggunaan solar bisa berkurang 3 juta kilo liter.
Baca Juga: Impor Solar Turun 45% berkat B20
Menurut Darmin, penerapan B30 sendiri merupakan salah satu langkah juga untuk mengatasi diskriminasi terhadap sawit oleh Uni Eropa. Sehingga sawit dalam negeri ini bisa terserap meskipun mengalami diskriminasi.&amp;ldquo;Penggunaan B30 kita bisa mengurangi penggunaan solar 3 juta KL,&amp;rdquo; ucapnya.
Darmin menambahkan, wacana B30 ini juga merupakan tindak lanjut dari  kebijakan sebelumnya yakni B20. Penyaluran B20 sendiri hingga saat ini  sudah mencapai 97,5%.
&amp;ldquo;Tahun ini kita mau melaksanakan B30. Kita sudah melaksanakan B20.  Kami sudah melaksanakan dengan 97,5%. Itupun karena ada kelonggaran  tertentu dikarenakan tidak menggunakan solar dia menggunakan gas dan  batu bara,&amp;rdquo; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pemerintah akan menjalankan kebijakan biodiesel 30% atau B30. Rencananya kebijakan ini akan dimulai pada Oktober 2019.
Menurut Darmin, dengan penerapan B30 pada tahun ini artinya, penerapan penggunaan bauran minyak sawit 30% pada solar berlangsung lebih cepat. Semula penerapan B30 sendiri akan dilakukan pada tahun 2020 mendatang.
Baca Juga: Menperin: Lewat Biodiesel RI Tak Perlu 'Mengemis' ke Negara Lain
&amp;ldquo;Mudah-mudahan kita memulai B30 tahun ini,&amp;rdquo; ujarnya di Gedung DPR-RI, Jakarta, Kamis (29/8/2019).
Menurut Darmin, saat ini pemerintah sudah melakukan uji coba penerapan B30 ini. Dari hasil uji coba ini tidak ada perubahan siginifikan yang artinya tidak masalah jika segera di jalankan.

&amp;ldquo;Hasil pengecekan hasilnya tidak ada yang signifikan sehingga kita memprediksi itu bisa dilakuakn. Mudah-mudah kita bisa menilai melaksanakannya pada Oktober atau November,&amp;rdquo; jelasnya.
Menurut Darmin, penerapan B30 sendiri diharapkan bisa menurunkan permasalahan besarnya impor migas. Diperkirakan penggunaan solar bisa berkurang 3 juta kilo liter.
Baca Juga: Impor Solar Turun 45% berkat B20
Menurut Darmin, penerapan B30 sendiri merupakan salah satu langkah juga untuk mengatasi diskriminasi terhadap sawit oleh Uni Eropa. Sehingga sawit dalam negeri ini bisa terserap meskipun mengalami diskriminasi.&amp;ldquo;Penggunaan B30 kita bisa mengurangi penggunaan solar 3 juta KL,&amp;rdquo; ucapnya.
Darmin menambahkan, wacana B30 ini juga merupakan tindak lanjut dari  kebijakan sebelumnya yakni B20. Penyaluran B20 sendiri hingga saat ini  sudah mencapai 97,5%.
&amp;ldquo;Tahun ini kita mau melaksanakan B30. Kita sudah melaksanakan B20.  Kami sudah melaksanakan dengan 97,5%. Itupun karena ada kelonggaran  tertentu dikarenakan tidak menggunakan solar dia menggunakan gas dan  batu bara,&amp;rdquo; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
