<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Butuh Rp466 Triliun, Begini Skema Pembiayaan Pemindahan Ibu Kota</title><description>Ibu kota resmi dipindahkan dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur (Kaltim).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/29/470/2098054/butuh-rp466-triliun-begini-skema-pembiayaan-pemindahan-ibu-kota</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/29/470/2098054/butuh-rp466-triliun-begini-skema-pembiayaan-pemindahan-ibu-kota"/><item><title>Butuh Rp466 Triliun, Begini Skema Pembiayaan Pemindahan Ibu Kota</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/29/470/2098054/butuh-rp466-triliun-begini-skema-pembiayaan-pemindahan-ibu-kota</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/29/470/2098054/butuh-rp466-triliun-begini-skema-pembiayaan-pemindahan-ibu-kota</guid><pubDate>Kamis 29 Agustus 2019 11:56 WIB</pubDate><dc:creator>Adhyasta Dirgantara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/29/470/2098054/butuh-rp466-triliun-begini-skema-pembiayaan-pemindahan-ibu-kota-QpxOFmOcZ5.png" expression="full" type="image/jpeg">Skema Pembiayaan Ibu Kota Pindah (Foto: Instagram/@kemensetneg.ri)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/29/470/2098054/butuh-rp466-triliun-begini-skema-pembiayaan-pemindahan-ibu-kota-QpxOFmOcZ5.png</image><title>Skema Pembiayaan Ibu Kota Pindah (Foto: Instagram/@kemensetneg.ri)</title></images><description> 
JAKARTA - Ibu kota resmi dipindahkan dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur (Kaltim), lebih tepatnya di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Kebutuhan pembiayaan ibu kota pindah mencapai Rp466 triliun.
&amp;nbsp;Baca Juga: Ini Tahapan Pembangunan Ibu Kota Baru
Banyak pihak yang mengkhawatirkan proses pemindahan ibu kota ini akan memberatkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Tetapi Presiden Jokowi sudah menegaskan bahwa pembiayaan APBN untuk ibu kota pindah hanya 19%.

&quot;Perlu disampaikan total kebutuhan untuk ibu kota baru Rp466 triliun. nantinya 19% dari APBN,&quot; ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin 26 Agustus 2019.
&amp;nbsp;Baca Juga: Biaya Ibu Kota Pindah Rp466 Triliun, Hanya 19% dari APBN
Seperti dilansir dari data yang disediakan oleh Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, skema pembiayaan pemindahan ibu kota tidak akan memberatkan APBN.

&quot;Kita simak yuk skema Pembiayaan Pemindahan Ibukota Negara, ternyata tidak memberatkan APBN loh! Ayo kita cermati dengan bijak ya,&quot; demikian seperti dikutip instagram @kemensetneg.ri, Jakarta, Kamis (29/8/2019):
&amp;nbsp;Berikut rincian dan skema pembiayaan pemindahan ibu kota baru

1. APBN

Dalam pemindahan ibu kota ini, APBN hanya mengeluarkan 19,2% dari  total Rp466 triliun. Biaya yang dikeluarkan oleh APBN ini akan  diproyeksikan untuk membangun infrastruktur pelayanan dasar, Istana  Negara &amp;amp; bangunan strategis TNI/Polri, Perumahan Dinas  ASN/Polri/TNI, pengadaan lahan, ruang terbuka hijau, pangkalan militer.
&amp;nbsp;
 
2. Swasta

Selanjutnya, biaya pemindahan ibu kota akan ditanggung oleh pihak  swasta sebesar 26,2%. Dari dana tersebut, akan difokuskan untuk  membangun perumahan umum, perguruan tinggi, science techno park, sarana  kesehatan, peningkatan bandara, pelabuhan &amp;amp; jalan tol, shopping  mall, MICE (meeting, incentive, convention, exhibition).

3. KPBU (Kerjasama Pemerintah - Badan Usaha)

KPBU menjadi yang terakhir dan akan mengeluarkan dana terbesar dari  skema pembiayaan pemindahan ibu kota kali ini. Mereka akan merogoh kocek  sebesar 54,6%.
Adapun dana tersebut akan dialokasikan untuk Gedung Eksekutif,  Legislatif &amp;amp; Yudikatif, infrastruktur utama selain yang tercakup  APBN, sarana pendidikan &amp;amp; kesehatan, museum &amp;amp; lembaga  permasyarakatan, sarana &amp;amp; prasarana penunjang.
&amp;nbsp;</description><content:encoded> 
JAKARTA - Ibu kota resmi dipindahkan dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur (Kaltim), lebih tepatnya di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Kebutuhan pembiayaan ibu kota pindah mencapai Rp466 triliun.
&amp;nbsp;Baca Juga: Ini Tahapan Pembangunan Ibu Kota Baru
Banyak pihak yang mengkhawatirkan proses pemindahan ibu kota ini akan memberatkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Tetapi Presiden Jokowi sudah menegaskan bahwa pembiayaan APBN untuk ibu kota pindah hanya 19%.

&quot;Perlu disampaikan total kebutuhan untuk ibu kota baru Rp466 triliun. nantinya 19% dari APBN,&quot; ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin 26 Agustus 2019.
&amp;nbsp;Baca Juga: Biaya Ibu Kota Pindah Rp466 Triliun, Hanya 19% dari APBN
Seperti dilansir dari data yang disediakan oleh Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, skema pembiayaan pemindahan ibu kota tidak akan memberatkan APBN.

&quot;Kita simak yuk skema Pembiayaan Pemindahan Ibukota Negara, ternyata tidak memberatkan APBN loh! Ayo kita cermati dengan bijak ya,&quot; demikian seperti dikutip instagram @kemensetneg.ri, Jakarta, Kamis (29/8/2019):
&amp;nbsp;Berikut rincian dan skema pembiayaan pemindahan ibu kota baru

1. APBN

Dalam pemindahan ibu kota ini, APBN hanya mengeluarkan 19,2% dari  total Rp466 triliun. Biaya yang dikeluarkan oleh APBN ini akan  diproyeksikan untuk membangun infrastruktur pelayanan dasar, Istana  Negara &amp;amp; bangunan strategis TNI/Polri, Perumahan Dinas  ASN/Polri/TNI, pengadaan lahan, ruang terbuka hijau, pangkalan militer.
&amp;nbsp;
 
2. Swasta

Selanjutnya, biaya pemindahan ibu kota akan ditanggung oleh pihak  swasta sebesar 26,2%. Dari dana tersebut, akan difokuskan untuk  membangun perumahan umum, perguruan tinggi, science techno park, sarana  kesehatan, peningkatan bandara, pelabuhan &amp;amp; jalan tol, shopping  mall, MICE (meeting, incentive, convention, exhibition).

3. KPBU (Kerjasama Pemerintah - Badan Usaha)

KPBU menjadi yang terakhir dan akan mengeluarkan dana terbesar dari  skema pembiayaan pemindahan ibu kota kali ini. Mereka akan merogoh kocek  sebesar 54,6%.
Adapun dana tersebut akan dialokasikan untuk Gedung Eksekutif,  Legislatif &amp;amp; Yudikatif, infrastruktur utama selain yang tercakup  APBN, sarana pendidikan &amp;amp; kesehatan, museum &amp;amp; lembaga  permasyarakatan, sarana &amp;amp; prasarana penunjang.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
