<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Saudi Aramco Bakal IPO di Bursa Tokyo?</title><description>Perusahaan minyak terbesar Arab Saudi, Saudi Aramco dikabarkan akan mempertimbangkan Tokyo Stock Exchange.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/30/278/2098628/saudi-aramco-bakal-ipo-di-bursa-tokyo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/30/278/2098628/saudi-aramco-bakal-ipo-di-bursa-tokyo"/><item><title>   Saudi Aramco Bakal IPO di Bursa Tokyo?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/30/278/2098628/saudi-aramco-bakal-ipo-di-bursa-tokyo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/30/278/2098628/saudi-aramco-bakal-ipo-di-bursa-tokyo</guid><pubDate>Jum'at 30 Agustus 2019 15:52 WIB</pubDate><dc:creator>Maghfira Nursyabila</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/30/278/2098628/saudi-aramco-bakal-ipo-di-bursa-tokyo-THUu5LRSPT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saudi Aramco IPO di Bursa Tokyo? (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/30/278/2098628/saudi-aramco-bakal-ipo-di-bursa-tokyo-THUu5LRSPT.jpg</image><title>Saudi Aramco IPO di Bursa Tokyo? (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA -  Perusahaan minyak terbesar Arab Saudi, Saudi Aramco dikabarkan akan mempertimbangkan Tokyo Stock Exchange atau Bursa Efek Tokyo sebagai tempat berlabuh masuk pasar modal dengan mekanisme penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).
&amp;nbsp;Baca Juga: Aksi Demo Bikin Alibaba Tunda IPO di Bursa Hong Kong
Hal ini tidak terlepas dari ketegangan geopolitik dan ekonomi di London dan Hong Kong yang belum usai. Dengan demikian, London dan Hong Kong batal menjadi tempat pencatatan saham perdana terbesar di dunia.

&quot;Dilaporkan bahwa kedua pusat keuangan, London dan Hong Kong siap menjadi tuan rumah IPO Saudi Aramco. Tapi nampaknya Aramco lebih condong menjauh dari ketidakpastian geopolitik,&quot; demikian laporan The Wall Street Journal seperti dilansir Business Insider, Jumat (28/8/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Arab Saudi Batalkan Rencana IPO Aramco
Sementara itu, tahun ini Aramco dikabarkan akan melepas saham senilai USD50 miliar di Saudi Exchange dengan penawaran lanjutan pada tahun 2020 atau 2021, padahal awalnya Aramco berencana untuk mengumpulkan USD100 miliar melalui penawaran umum yang akan menjadikannya IPO terbesar di dunia.

Perang dagang AS-China yang terus memanas juga memberikan dampak pada raksasa e-commerce China, Alibaba yang juga menunda IPO di Hong Kong karena kekacauan politik.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/07/08/57972/295794_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pekan Kedua Bulan Juli, IHSG Merosot 0,19 Persen &quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Walau begitu, untuk saat ini Alibaba tetap menjadi pemegang IPO  terbesar di dunia setelah debut publiknya di tahun 2016 dan berhasil  mengumpulkan USD25 miliar.

Perusahaan-perusahaan tampak berkecil hati untuk mengejar pencatatan  saham di London dan Hong Kong karena Brexit yang mungkin tidak ada  kesepakatan menimbulkan ketidakpastian, dan ketika para pemrotes  menentang RUU ekstradisi yang kontroversial.

Kehilangan IPO Aramco juga akan menjadi pukulan besar bagi London dan  Hong Kong ketika mereka mencoba untuk bersaing dengan Bursa Efek New  York sebagai pusat keuangan global utama untuk daftar perusahaan publik  baru.

Menurut Wall Street, Aramco mulai meninjau kembali daftar publik  bulan lalu dan berencana untuk mendaftarkan 5% sahamnya untuk membantu  Arab Saudi agar memperluas ekonominya di luar sektor minyak.
</description><content:encoded>JAKARTA -  Perusahaan minyak terbesar Arab Saudi, Saudi Aramco dikabarkan akan mempertimbangkan Tokyo Stock Exchange atau Bursa Efek Tokyo sebagai tempat berlabuh masuk pasar modal dengan mekanisme penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).
&amp;nbsp;Baca Juga: Aksi Demo Bikin Alibaba Tunda IPO di Bursa Hong Kong
Hal ini tidak terlepas dari ketegangan geopolitik dan ekonomi di London dan Hong Kong yang belum usai. Dengan demikian, London dan Hong Kong batal menjadi tempat pencatatan saham perdana terbesar di dunia.

&quot;Dilaporkan bahwa kedua pusat keuangan, London dan Hong Kong siap menjadi tuan rumah IPO Saudi Aramco. Tapi nampaknya Aramco lebih condong menjauh dari ketidakpastian geopolitik,&quot; demikian laporan The Wall Street Journal seperti dilansir Business Insider, Jumat (28/8/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Arab Saudi Batalkan Rencana IPO Aramco
Sementara itu, tahun ini Aramco dikabarkan akan melepas saham senilai USD50 miliar di Saudi Exchange dengan penawaran lanjutan pada tahun 2020 atau 2021, padahal awalnya Aramco berencana untuk mengumpulkan USD100 miliar melalui penawaran umum yang akan menjadikannya IPO terbesar di dunia.

Perang dagang AS-China yang terus memanas juga memberikan dampak pada raksasa e-commerce China, Alibaba yang juga menunda IPO di Hong Kong karena kekacauan politik.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/07/08/57972/295794_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pekan Kedua Bulan Juli, IHSG Merosot 0,19 Persen &quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Walau begitu, untuk saat ini Alibaba tetap menjadi pemegang IPO  terbesar di dunia setelah debut publiknya di tahun 2016 dan berhasil  mengumpulkan USD25 miliar.

Perusahaan-perusahaan tampak berkecil hati untuk mengejar pencatatan  saham di London dan Hong Kong karena Brexit yang mungkin tidak ada  kesepakatan menimbulkan ketidakpastian, dan ketika para pemrotes  menentang RUU ekstradisi yang kontroversial.

Kehilangan IPO Aramco juga akan menjadi pukulan besar bagi London dan  Hong Kong ketika mereka mencoba untuk bersaing dengan Bursa Efek New  York sebagai pusat keuangan global utama untuk daftar perusahaan publik  baru.

Menurut Wall Street, Aramco mulai meninjau kembali daftar publik  bulan lalu dan berencana untuk mendaftarkan 5% sahamnya untuk membantu  Arab Saudi agar memperluas ekonominya di luar sektor minyak.
</content:encoded></item></channel></rss>
