<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Emas Terus Naik, Harus Beli atau Jual?</title><description>Harga emas terus menunjukkan tren kenaikan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/30/320/2097586/harga-emas-terus-naik-harus-beli-atau-jual</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/30/320/2097586/harga-emas-terus-naik-harus-beli-atau-jual"/><item><title>Harga Emas Terus Naik, Harus Beli atau Jual?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/30/320/2097586/harga-emas-terus-naik-harus-beli-atau-jual</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/30/320/2097586/harga-emas-terus-naik-harus-beli-atau-jual</guid><pubDate>Jum'at 30 Agustus 2019 06:24 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/28/320/2097586/harga-emas-terus-naik-harus-beli-atau-jual-OKzVB6ngpG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga Emas Terus Naik, Harus Jual atau Beli? (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/28/320/2097586/harga-emas-terus-naik-harus-beli-atau-jual-OKzVB6ngpG.jpg</image><title>Harga Emas Terus Naik, Harus Jual atau Beli? (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Harga emas terus menunjukkan tren kenaikan. Tercermin dari emas Antam yang mencatatkan rekor tertingginya di harga Rp774.000 per gram.




Adanya tren kenaikan harga emas, tentu membuat keinginan untuk menjual emas yang dimiliki guna mengambil untung. Namun apakah benar saat ini waktu yang tepat untuk menjual emas?

&amp;nbsp;Baca Juga: Naik Rp5.500, Harga Emas Antam Menuju Rekor Baru

Ternyata tidak. Analis PT Garuda Berjangka Ibrahim menilai, saat ini bahkan waktu yang tepat untuk membeli emas. Menambah koleksi dari instrumen investasi satu ini.

Dia menjelaskan, emas menjadi pilihan aset tidak berisiko (safe haven) di tengah memanasnya perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Investor berlomba-lomba mengamankan dananya di instrumen emas, membuat harga emas mengalami peningkatan,
&amp;nbsp;Baca Juga: Harga Emas Naik Dipicu Ketidakpastian Perang Dagang AS-China
Maka, melihat relasi perdagangan kedua negara yang masih terus menegang, dipastikan harga emas akan terus mengalami kenaikan kedepannya. Hal ini menjadi potensi untuk membeli emas, bukan malah menjual emas.



&quot;Emas itu sebagai salah satu safe haven. Ini masih cukup positif untuk emas, kedepan harganya masih akan lanjut menguat,&quot; ujarnya kepada Okezone, Jumat (30/8/2019).
&amp;nbsp;

Dia menyatakan, saat ini emas Antam memang mengalami penurunan dari  posisi tertingginya di lusa kemarin. Menurutnya, ini hal yang wajar  mengingat kondisi global memang ditengah ketidakpastian.

Meski demikian, melihat kondisi perang dagang yang diperkirakan masih  akan terus berlanjut, maka nilai emas bakal terus meningkat.

Ibrahim bahkan menekankan, ketika nilai emas sedang turun dari posisi tertingginya saat ini, maka sangat tepat untuk membeli.

&quot;Jadi ini kesempatan bagi investor untuk bisa melakukan pembelian di  harga terendah. Emas di tahun 2019 ini memang sangat berkilau sekali  harganya,&quot; jelasnya.

&amp;nbsp;

Ibrahim menjelaskan, selain perang dagang antara AS dan China, harga  emas kedepannya turut dipengaruhi sejumlah kondisi global lain. Di  antaranya, soal keluarnya Inggris dari Uni Eropa atau Brexit, ketegangan  geopolitik di Timur Tengah dan Semenanjung Korea, serta penurunan suku  bunga acuan oleh seluruh bank sentral saat merespons pelemahan ekonomi  global.



&quot;Ini yang akan menyebabkan orang-orang beralih ke safe haven, salah satunya emas,&quot; ungkap dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga emas terus menunjukkan tren kenaikan. Tercermin dari emas Antam yang mencatatkan rekor tertingginya di harga Rp774.000 per gram.




Adanya tren kenaikan harga emas, tentu membuat keinginan untuk menjual emas yang dimiliki guna mengambil untung. Namun apakah benar saat ini waktu yang tepat untuk menjual emas?

&amp;nbsp;Baca Juga: Naik Rp5.500, Harga Emas Antam Menuju Rekor Baru

Ternyata tidak. Analis PT Garuda Berjangka Ibrahim menilai, saat ini bahkan waktu yang tepat untuk membeli emas. Menambah koleksi dari instrumen investasi satu ini.

Dia menjelaskan, emas menjadi pilihan aset tidak berisiko (safe haven) di tengah memanasnya perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Investor berlomba-lomba mengamankan dananya di instrumen emas, membuat harga emas mengalami peningkatan,
&amp;nbsp;Baca Juga: Harga Emas Naik Dipicu Ketidakpastian Perang Dagang AS-China
Maka, melihat relasi perdagangan kedua negara yang masih terus menegang, dipastikan harga emas akan terus mengalami kenaikan kedepannya. Hal ini menjadi potensi untuk membeli emas, bukan malah menjual emas.



&quot;Emas itu sebagai salah satu safe haven. Ini masih cukup positif untuk emas, kedepan harganya masih akan lanjut menguat,&quot; ujarnya kepada Okezone, Jumat (30/8/2019).
&amp;nbsp;

Dia menyatakan, saat ini emas Antam memang mengalami penurunan dari  posisi tertingginya di lusa kemarin. Menurutnya, ini hal yang wajar  mengingat kondisi global memang ditengah ketidakpastian.

Meski demikian, melihat kondisi perang dagang yang diperkirakan masih  akan terus berlanjut, maka nilai emas bakal terus meningkat.

Ibrahim bahkan menekankan, ketika nilai emas sedang turun dari posisi tertingginya saat ini, maka sangat tepat untuk membeli.

&quot;Jadi ini kesempatan bagi investor untuk bisa melakukan pembelian di  harga terendah. Emas di tahun 2019 ini memang sangat berkilau sekali  harganya,&quot; jelasnya.

&amp;nbsp;

Ibrahim menjelaskan, selain perang dagang antara AS dan China, harga  emas kedepannya turut dipengaruhi sejumlah kondisi global lain. Di  antaranya, soal keluarnya Inggris dari Uni Eropa atau Brexit, ketegangan  geopolitik di Timur Tengah dan Semenanjung Korea, serta penurunan suku  bunga acuan oleh seluruh bank sentral saat merespons pelemahan ekonomi  global.



&quot;Ini yang akan menyebabkan orang-orang beralih ke safe haven, salah satunya emas,&quot; ungkap dia.</content:encoded></item></channel></rss>
