<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri Rini Ungkap Susahnya Bangun Tol Trans Sumatera</title><description>Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno melakukan kegiatan susur Tol Trans Sumatera</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/30/320/2098515/menteri-rini-ungkap-susahnya-bangun-tol-trans-sumatera</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/30/320/2098515/menteri-rini-ungkap-susahnya-bangun-tol-trans-sumatera"/><item><title>Menteri Rini Ungkap Susahnya Bangun Tol Trans Sumatera</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/30/320/2098515/menteri-rini-ungkap-susahnya-bangun-tol-trans-sumatera</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/30/320/2098515/menteri-rini-ungkap-susahnya-bangun-tol-trans-sumatera</guid><pubDate>Jum'at 30 Agustus 2019 11:26 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/30/320/2098515/menteri-rini-ungkap-susahnya-bangun-tol-trans-sumatera-aLmV15eu6l.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Rini Tinjau Tol Trans Sumatera. (Foto: Okezone.com/Waskita Karya)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/30/320/2098515/menteri-rini-ungkap-susahnya-bangun-tol-trans-sumatera-aLmV15eu6l.jpeg</image><title>Menteri Rini Tinjau Tol Trans Sumatera. (Foto: Okezone.com/Waskita Karya)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno melakukan kegiatan susur Tol Trans Sumatera. Dia mengatakan, bahwa pembangunan jalan Tol Trans Sumatera memerlukan perlakuan khusus mengingat area yang dilintasi merupakan vegetasi rawa.
Baca Juga: Dicek Menteri BUMN, Tol Pematang Panggang-Kayu Agung Siap Dioperasikan
&amp;ldquo;Saya terus ikuti proses pembangunan tol Trans Sumatera ini dari awal, saya tahu kendala-kendala yang dihadapi, arealnya rawa-rawa sehingga memakan waktu dalam pengerjaannya,&quot; ungkap Rini Soemarno, dalam keterangan Waskita Karya, Jumat (30/8/2019).
Saat ini, PT Waskita Karya (Persero) Tbk( WSKT) sebagai kontraktor terus berupaya menyelesaikan pembangunan ruas-ruas Tol Trans Sumatera. Di mana ruas yang dikerjakan oleh Waskita adalah ruas Terbanggi Besar&amp;ndash;Pematang Panggang dan Pematang Panggang &amp;ndash; Kayu Agung.

Jalan tol sepanjang 185 km ini direncanakan beroperasi pada akhir bulan September 2019, sementara progres pengerjaan hingga saat ini telah mencapai 98%. Selain itu, Waskita juga mengerjakan ruas Kayu Agung-Palembang-Betung sepanjang 111,69 km.
Baca Juga: Ada Tol Trans Sumatera, Bakauheuni-Palembang Kini Hanya 6 Jam
Dalam pengerjaannya dibagi menjadi 2 tahap, tahap I sepanjang 42,5 km dan tahap II sepanjang 69,19 km. Total progress pengerjaan tahap I telah mencapai 80%, sedangkan progres pengerjaan tahap II masih sebesar 8%.Sebelumnya Waskita telah menyelesaikan proyek jalan Tol  Bakauheni&amp;ndash;Terbanggi Besar Paket 2 Ruas Sidomulyo Kotabaru sepanjang 40,6  kilometer. Ruas Tol pada tahap awal memiliki jumlah lajur (2x2) dan  pada tahap akhir memiliki lajur (2x3) dengan lebar lajur 3,60 m, lebar  bahu dalam 1,50 m, lebar bahu luar 3,00 m, dan lebar median (termasuk  bahu dalam) 5,50 m.
Jalan Tol Trans Sumatera  merupakan proyek strategis nasional ini  diresmikan operasionalnya oleh Presiden RI, Joko Widodo pada tanggal 21  Januari 2018 di Lampung. Jalan tol ini merupakan jaringan dari Jalan  Trans-Sumatera dan peresmian dimulainya pembangunan jalan tol dilakukan  pada tanggal 30 April 2015 oleh Presiden Joko Widodo.

Ruas Jalan Tol ini merupakan salah satu ruas di dalam Jaringan Jalan  Tol Trans Sumatera yang ditugaskan langsung oleh pemerintah kepada PT  Hutama Karya (Persero) sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Sedangkan  pembangunan ruas tol dilakukan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT  Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk,  serta PT Adhi Karya (Persero) Tbk melalui skema penugasan dari  Kementerian BUMN. Jalan tol ini akan dioperasikan secara bertahap  sebelum dilaksanakannya Asian Games 2018.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno melakukan kegiatan susur Tol Trans Sumatera. Dia mengatakan, bahwa pembangunan jalan Tol Trans Sumatera memerlukan perlakuan khusus mengingat area yang dilintasi merupakan vegetasi rawa.
Baca Juga: Dicek Menteri BUMN, Tol Pematang Panggang-Kayu Agung Siap Dioperasikan
&amp;ldquo;Saya terus ikuti proses pembangunan tol Trans Sumatera ini dari awal, saya tahu kendala-kendala yang dihadapi, arealnya rawa-rawa sehingga memakan waktu dalam pengerjaannya,&quot; ungkap Rini Soemarno, dalam keterangan Waskita Karya, Jumat (30/8/2019).
Saat ini, PT Waskita Karya (Persero) Tbk( WSKT) sebagai kontraktor terus berupaya menyelesaikan pembangunan ruas-ruas Tol Trans Sumatera. Di mana ruas yang dikerjakan oleh Waskita adalah ruas Terbanggi Besar&amp;ndash;Pematang Panggang dan Pematang Panggang &amp;ndash; Kayu Agung.

Jalan tol sepanjang 185 km ini direncanakan beroperasi pada akhir bulan September 2019, sementara progres pengerjaan hingga saat ini telah mencapai 98%. Selain itu, Waskita juga mengerjakan ruas Kayu Agung-Palembang-Betung sepanjang 111,69 km.
Baca Juga: Ada Tol Trans Sumatera, Bakauheuni-Palembang Kini Hanya 6 Jam
Dalam pengerjaannya dibagi menjadi 2 tahap, tahap I sepanjang 42,5 km dan tahap II sepanjang 69,19 km. Total progress pengerjaan tahap I telah mencapai 80%, sedangkan progres pengerjaan tahap II masih sebesar 8%.Sebelumnya Waskita telah menyelesaikan proyek jalan Tol  Bakauheni&amp;ndash;Terbanggi Besar Paket 2 Ruas Sidomulyo Kotabaru sepanjang 40,6  kilometer. Ruas Tol pada tahap awal memiliki jumlah lajur (2x2) dan  pada tahap akhir memiliki lajur (2x3) dengan lebar lajur 3,60 m, lebar  bahu dalam 1,50 m, lebar bahu luar 3,00 m, dan lebar median (termasuk  bahu dalam) 5,50 m.
Jalan Tol Trans Sumatera  merupakan proyek strategis nasional ini  diresmikan operasionalnya oleh Presiden RI, Joko Widodo pada tanggal 21  Januari 2018 di Lampung. Jalan tol ini merupakan jaringan dari Jalan  Trans-Sumatera dan peresmian dimulainya pembangunan jalan tol dilakukan  pada tanggal 30 April 2015 oleh Presiden Joko Widodo.

Ruas Jalan Tol ini merupakan salah satu ruas di dalam Jaringan Jalan  Tol Trans Sumatera yang ditugaskan langsung oleh pemerintah kepada PT  Hutama Karya (Persero) sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Sedangkan  pembangunan ruas tol dilakukan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT  Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk,  serta PT Adhi Karya (Persero) Tbk melalui skema penugasan dari  Kementerian BUMN. Jalan tol ini akan dioperasikan secara bertahap  sebelum dilaksanakannya Asian Games 2018.</content:encoded></item></channel></rss>
