<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kronologi Transfer Rp800 Triliun ke Bank Mandiri, Ada Nama Raja Salman Lho</title><description>PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjelaskan kronologi dana terkait hoax dana transfer Rp800 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/30/320/2098578/kronologi-transfer-rp800-triliun-ke-bank-mandiri-ada-nama-raja-salman-lho</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/30/320/2098578/kronologi-transfer-rp800-triliun-ke-bank-mandiri-ada-nama-raja-salman-lho"/><item><title>Kronologi Transfer Rp800 Triliun ke Bank Mandiri, Ada Nama Raja Salman Lho</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/30/320/2098578/kronologi-transfer-rp800-triliun-ke-bank-mandiri-ada-nama-raja-salman-lho</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/30/320/2098578/kronologi-transfer-rp800-triliun-ke-bank-mandiri-ada-nama-raja-salman-lho</guid><pubDate>Jum'at 30 Agustus 2019 14:03 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/30/320/2098578/kronologi-transfer-rp800-triliun-ke-bank-mandiri-ada-nama-raja-salman-lho-sGbPiaNpOF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Mandiri soal Transfer Rp800 Triliun (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/30/320/2098578/kronologi-transfer-rp800-triliun-ke-bank-mandiri-ada-nama-raja-salman-lho-sGbPiaNpOF.jpg</image><title>Bank Mandiri soal Transfer Rp800 Triliun (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjelaskan kronologi dana terkait hoax dana transfer Rp800 triliun alias 50 miliar euro yang melibatkan warga negara asing bernama Michael Olsson.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas mengatakan, awal mula kasus ini dimulai pada 1 April 2019. Ketika itu, Olsson mendatangi Bank Mandiri cabang Cempaka Mas untuk menanyakan transfer dana sebesar 50 miliar euro.
&amp;nbsp;Baca Juga: Soal Dana Transfer Rp800 Triliun, Mandiri: Kalau Benar Bisa Pindah Ibu Kota 2 Kali
Kemudian, pada 2 April 2019 yang bersangkutan mengirimkan email ke Bank Mandiri cabang Cempaka Mas serta surat ke kantor pusat Bank Mandiri di tanggal 18 April, yang keduanya menanyakan hal sama.

Lalu, pada 24 April 2019, Bank Mandiri mengirimkan surat penjelasan kepada Olsson bahwa tidak pernah ada transfer sebesar 50 miliar euro ke rekening Olsson. Lalu, Bank Mandiri pun mengundang Olsson pada 25 April ke kantor cabang Cempaka Mas untuk menjelaskan kembali tentang validitas transfer itu.

Namun, Bank Mandiri justru menerima somasi pada tanggal 7 Mei 2019 dari Olsson dengan mengatasnakan PT Shields Security Solutions melalui kantor pengacara Jamil Hamid dan Partner dengan surat somasi nomor 0276/JHP-JH/Surt-Som/BM/IV/2019 tertanggal 30 April 2019 dan no. 0279/JHP-JH/Surt-Som/BM/V/2019 tertanggal 6 Mei 2019. Somasi tersebut juga telah ditanggapi Bank Mandiri dengan memberikan penjelasan bahwa memang transfer tersebut tidak pernah ada.
&amp;nbsp;Baca Juga: Dana Transfer Rp800 Triliun, Bank Mandiri: Hoax
&amp;ldquo;Anehnya kembali dana ini diakui oleh nasabah tersebut setelah sebelumnya ia menanyakan kepada kami Bank Mandiri pada bulan april jadi sebenarnya dia sudah nanya pada bulan April saya dapet kiriman dari Barclays Bank bener apa enggak kita sudah sampaikan itu tidak benar di bulan april,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Plaza Mandiri, Jakarta, Jumat (30/8/2019).

Lalu pada tanggal 28 Agustus 2019 Olsson dikabarkan melaporkan Bank Mandiri ke Kepolisian terkait hal yang sama. Olsson bahkan menyebarkan informasi tersebut ke media-media nasional.

&amp;nbsp;
Dalam informasi tersebut, Olsson menceritakan bahwa yang bersangkutan  memiliki rekening di Bank Mandiri atas nama PT Shields Security  Solution dan menerima transfer dana sebesar 50 miliar euro atau setara  dengan Rp800 triliun dari keluarga Raja Salman melalui Barclays Bank,  London.

Asal tahu saja, Shields Security Solution memiliki kredit di Bank  Mandiri sebesar Rp5 miliar dan berstatus menunggak pembayaran kewajiban.

&amp;ldquo;Kemudian tiba tiba beberapa hari lalu ada sejumlah media online yang  memuat komplen nasabah tersebut yang menyatakan bahwa mendapat kiriman  Rp800 triliun kebetulan media onlinenya juga yang sudah kami laporkan  pda kepolisian karena ada berita hoax sebelumnya juga jadi apakah ada  kait mengkaitnya kami tidak tahu,&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/09/25/53281/268904_medium.jpg&quot; alt=&quot;Raja Salman Resmikan Kereta Cepat Hubungkan Jeddah-Madinah-Makkah&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Kemudian lanjut Rohan, perseroan juga sempat menanyakan beberapa kali  kepada pihak bank Barclays yang disebut-sebut telah mentransfer Rp800  triliun kepda Bank Mandiri. Namun ternyata, pihak Barclays pun membantah  tersebut dan meminta kepada Bank Mandiri untuk tidak menggubrisnya.

&amp;ldquo;Beberapa hari mesti dilihat di emailnya. Karena kami memang request  ke Barclays Bank. Ini adalah yang baru dan lama udah kita hapus  emailnya. Kita sudah  jawab bulan April kalau ini palsu. Silahkan  ditanya juga Barclays,&amp;rdquo; katanya.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjelaskan kronologi dana terkait hoax dana transfer Rp800 triliun alias 50 miliar euro yang melibatkan warga negara asing bernama Michael Olsson.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas mengatakan, awal mula kasus ini dimulai pada 1 April 2019. Ketika itu, Olsson mendatangi Bank Mandiri cabang Cempaka Mas untuk menanyakan transfer dana sebesar 50 miliar euro.
&amp;nbsp;Baca Juga: Soal Dana Transfer Rp800 Triliun, Mandiri: Kalau Benar Bisa Pindah Ibu Kota 2 Kali
Kemudian, pada 2 April 2019 yang bersangkutan mengirimkan email ke Bank Mandiri cabang Cempaka Mas serta surat ke kantor pusat Bank Mandiri di tanggal 18 April, yang keduanya menanyakan hal sama.

Lalu, pada 24 April 2019, Bank Mandiri mengirimkan surat penjelasan kepada Olsson bahwa tidak pernah ada transfer sebesar 50 miliar euro ke rekening Olsson. Lalu, Bank Mandiri pun mengundang Olsson pada 25 April ke kantor cabang Cempaka Mas untuk menjelaskan kembali tentang validitas transfer itu.

Namun, Bank Mandiri justru menerima somasi pada tanggal 7 Mei 2019 dari Olsson dengan mengatasnakan PT Shields Security Solutions melalui kantor pengacara Jamil Hamid dan Partner dengan surat somasi nomor 0276/JHP-JH/Surt-Som/BM/IV/2019 tertanggal 30 April 2019 dan no. 0279/JHP-JH/Surt-Som/BM/V/2019 tertanggal 6 Mei 2019. Somasi tersebut juga telah ditanggapi Bank Mandiri dengan memberikan penjelasan bahwa memang transfer tersebut tidak pernah ada.
&amp;nbsp;Baca Juga: Dana Transfer Rp800 Triliun, Bank Mandiri: Hoax
&amp;ldquo;Anehnya kembali dana ini diakui oleh nasabah tersebut setelah sebelumnya ia menanyakan kepada kami Bank Mandiri pada bulan april jadi sebenarnya dia sudah nanya pada bulan April saya dapet kiriman dari Barclays Bank bener apa enggak kita sudah sampaikan itu tidak benar di bulan april,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Plaza Mandiri, Jakarta, Jumat (30/8/2019).

Lalu pada tanggal 28 Agustus 2019 Olsson dikabarkan melaporkan Bank Mandiri ke Kepolisian terkait hal yang sama. Olsson bahkan menyebarkan informasi tersebut ke media-media nasional.

&amp;nbsp;
Dalam informasi tersebut, Olsson menceritakan bahwa yang bersangkutan  memiliki rekening di Bank Mandiri atas nama PT Shields Security  Solution dan menerima transfer dana sebesar 50 miliar euro atau setara  dengan Rp800 triliun dari keluarga Raja Salman melalui Barclays Bank,  London.

Asal tahu saja, Shields Security Solution memiliki kredit di Bank  Mandiri sebesar Rp5 miliar dan berstatus menunggak pembayaran kewajiban.

&amp;ldquo;Kemudian tiba tiba beberapa hari lalu ada sejumlah media online yang  memuat komplen nasabah tersebut yang menyatakan bahwa mendapat kiriman  Rp800 triliun kebetulan media onlinenya juga yang sudah kami laporkan  pda kepolisian karena ada berita hoax sebelumnya juga jadi apakah ada  kait mengkaitnya kami tidak tahu,&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/09/25/53281/268904_medium.jpg&quot; alt=&quot;Raja Salman Resmikan Kereta Cepat Hubungkan Jeddah-Madinah-Makkah&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Kemudian lanjut Rohan, perseroan juga sempat menanyakan beberapa kali  kepada pihak bank Barclays yang disebut-sebut telah mentransfer Rp800  triliun kepda Bank Mandiri. Namun ternyata, pihak Barclays pun membantah  tersebut dan meminta kepada Bank Mandiri untuk tidak menggubrisnya.

&amp;ldquo;Beberapa hari mesti dilihat di emailnya. Karena kami memang request  ke Barclays Bank. Ini adalah yang baru dan lama udah kita hapus  emailnya. Kita sudah  jawab bulan April kalau ini palsu. Silahkan  ditanya juga Barclays,&amp;rdquo; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
