<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PGN Akan Ambil Alih Bisnis LNG dari Pertamina</title><description>PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk akan mengambil bisnis gas alam cair (LNG) dari PT Pertamina (Persero).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/30/320/2098740/pgn-akan-ambil-alih-bisnis-lng-dari-pertamina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/30/320/2098740/pgn-akan-ambil-alih-bisnis-lng-dari-pertamina"/><item><title>PGN Akan Ambil Alih Bisnis LNG dari Pertamina</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/30/320/2098740/pgn-akan-ambil-alih-bisnis-lng-dari-pertamina</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/30/320/2098740/pgn-akan-ambil-alih-bisnis-lng-dari-pertamina</guid><pubDate>Jum'at 30 Agustus 2019 19:15 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/30/320/2098740/pgn-akan-ambil-alih-bisnis-lng-dari-pertamina-H8bRfmNoj5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">LNG (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/30/320/2098740/pgn-akan-ambil-alih-bisnis-lng-dari-pertamina-H8bRfmNoj5.jpg</image><title>LNG (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk akan mengambil bisnis gas alam cair (LNG) dari PT Pertamina (Persero). Ambil alih ini menyusul PGN menjadi anak buah holding BUMN Migas yang diinduki oleh PT Pertamina (Persero).

Direktur Utama PGN Gigih Prakoso mengatakan, saat ini pihaknya bersama dengan Pertamina sedang dalam proses transisi. Namun proses perpindahan kontrak ini masih dalam kajian sebekum akhirnya benar-benar diambil alih oleh PGN.
 
&amp;nbsp;Baca juga: PGN Rancang Pembangunan Pipa Gas di Ibu Kota Baru 
&amp;ldquo;Perpindahan kontrak masih dalam proses kajian dan sesuia dengan aturan berlaku saat ini,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Hote Four Season, Jakarta, Jumat (30/8/2019).
&amp;nbsp;
Menurut Gigih, sambil menunggu proses transisi ini pihaknya memiliki tugas untuk melakukan kegiatan pengelolaannya terlebih dahulu. Termasuk juga mencarikan pasar dan proyek yang sudah berkontrak dengan PT Pertamina.
 
&amp;nbsp;Baca juga: PGN Rombak Direksi dan Komisaris, Ini Formasi Terbarunya
&amp;ldquo;Kami sudah jelaskan bahwa saat ini LNG pertamina sedang dalam proses ditransisikan ke PGN tapi ada beberapa hal catatan bahwa saat ini kami lakukan kegiatan pengelolaannya dulu sehingga LNG yang berkontrak dengan Pertamina kami bertugas carikan pasar, mencarikan proyek agar seluruh komoditas ini ke pelanggan yang butuhkan LNG,&amp;rdquo; jelasnya.Sementara itu Direktur Stategi dan Pengembangan Bisnis Syahrial  Mukhtar mengatakan, saat ini juga pihaknya tengah melakukan kajian  bersama dengan Pertamina selaku induk holding BUMN migas. Kajian itu  termasuk revisi kontrak yang selama ini sudah dipegang oleh PT  Pertamina.

&amp;ldquo;Bahwa ini lagi ada proses revisi, namun kita sudah mulai kegiatan  LNG ini untuk pengembangan yang baru di mana pada dasarnya LNG itu nanti  untuk penuhi gas domestik dan pengembangan energi di global,&amp;rdquo; jelasnya.

Penyaluran gas LNG ini nantinya akan ditunjukan untuk domestik maupun  luar negeri. Untuk domestik sendiri nantinya akan dipasok menuju  industri, power dan daerah-daerah timur dan Kepulauan.

&amp;ldquo;Di global, kita udah kembangkan infras bbrapa negara di Asia dan  kita juga kembangkan trading arms sendiri hingga untuk dukung kegiatan  LNG global,&amp;rdquo; kata Syahrial.

&amp;ldquo;Kemudian kita juga punya aset di US di mana itu produksi gas, dan  itu akan jadi LNG yang akan dimanfaatkan untuk domestik dan global,&amp;rdquo;  imbuhnya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk akan mengambil bisnis gas alam cair (LNG) dari PT Pertamina (Persero). Ambil alih ini menyusul PGN menjadi anak buah holding BUMN Migas yang diinduki oleh PT Pertamina (Persero).

Direktur Utama PGN Gigih Prakoso mengatakan, saat ini pihaknya bersama dengan Pertamina sedang dalam proses transisi. Namun proses perpindahan kontrak ini masih dalam kajian sebekum akhirnya benar-benar diambil alih oleh PGN.
 
&amp;nbsp;Baca juga: PGN Rancang Pembangunan Pipa Gas di Ibu Kota Baru 
&amp;ldquo;Perpindahan kontrak masih dalam proses kajian dan sesuia dengan aturan berlaku saat ini,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Hote Four Season, Jakarta, Jumat (30/8/2019).
&amp;nbsp;
Menurut Gigih, sambil menunggu proses transisi ini pihaknya memiliki tugas untuk melakukan kegiatan pengelolaannya terlebih dahulu. Termasuk juga mencarikan pasar dan proyek yang sudah berkontrak dengan PT Pertamina.
 
&amp;nbsp;Baca juga: PGN Rombak Direksi dan Komisaris, Ini Formasi Terbarunya
&amp;ldquo;Kami sudah jelaskan bahwa saat ini LNG pertamina sedang dalam proses ditransisikan ke PGN tapi ada beberapa hal catatan bahwa saat ini kami lakukan kegiatan pengelolaannya dulu sehingga LNG yang berkontrak dengan Pertamina kami bertugas carikan pasar, mencarikan proyek agar seluruh komoditas ini ke pelanggan yang butuhkan LNG,&amp;rdquo; jelasnya.Sementara itu Direktur Stategi dan Pengembangan Bisnis Syahrial  Mukhtar mengatakan, saat ini juga pihaknya tengah melakukan kajian  bersama dengan Pertamina selaku induk holding BUMN migas. Kajian itu  termasuk revisi kontrak yang selama ini sudah dipegang oleh PT  Pertamina.

&amp;ldquo;Bahwa ini lagi ada proses revisi, namun kita sudah mulai kegiatan  LNG ini untuk pengembangan yang baru di mana pada dasarnya LNG itu nanti  untuk penuhi gas domestik dan pengembangan energi di global,&amp;rdquo; jelasnya.

Penyaluran gas LNG ini nantinya akan ditunjukan untuk domestik maupun  luar negeri. Untuk domestik sendiri nantinya akan dipasok menuju  industri, power dan daerah-daerah timur dan Kepulauan.

&amp;ldquo;Di global, kita udah kembangkan infras bbrapa negara di Asia dan  kita juga kembangkan trading arms sendiri hingga untuk dukung kegiatan  LNG global,&amp;rdquo; kata Syahrial.

&amp;ldquo;Kemudian kita juga punya aset di US di mana itu produksi gas, dan  itu akan jadi LNG yang akan dimanfaatkan untuk domestik dan global,&amp;rdquo;  imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
