<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Berawal dari Meja Makan, Peran Ibu Rumah Tangga Penting Cegah Stunting</title><description>Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus gencar melakukan kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/01/320/2099266/berawal-dari-meja-makan-peran-ibu-rumah-tangga-penting-cegah-stunting</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/01/320/2099266/berawal-dari-meja-makan-peran-ibu-rumah-tangga-penting-cegah-stunting"/><item><title>   Berawal dari Meja Makan, Peran Ibu Rumah Tangga Penting Cegah Stunting</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/01/320/2099266/berawal-dari-meja-makan-peran-ibu-rumah-tangga-penting-cegah-stunting</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/01/320/2099266/berawal-dari-meja-makan-peran-ibu-rumah-tangga-penting-cegah-stunting</guid><pubDate>Minggu 01 September 2019 20:19 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/01/320/2099266/berawal-dari-meja-makan-peran-ibu-rumah-tangga-penting-cegah-stunting-0EyOChGuBn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cegah Stunting, KKP Kampanye Makan Ikan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/01/320/2099266/berawal-dari-meja-makan-peran-ibu-rumah-tangga-penting-cegah-stunting-0EyOChGuBn.jpg</image><title>Cegah Stunting, KKP Kampanye Makan Ikan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus gencar melakukan kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) untuk mendukung program nasional penanganan stunting di Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis dan stimulasi psikososial serta paparan infeksi berulang terutama dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu dari janin hingga anak berusia dua tahun.
&amp;nbsp;Baca Juga: Baru 3 Provinsi Bebas Stunting, KKP Gencar Kampanye Makan Ikan
Stunting yang terjadi pada 1.000 HPK tidak hanya menyebabkan hambatan pertumbuhan fisik dan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit, tetapi juga mengancam perkembangan kognitif yang berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan produktivitas anak di masa dewasanya.

Program Gemarikan KKP mendapatkan dukungan dari segenap unsur lembaga atau instansi pemerintah lintas sektoral, swasta, asosiasi perikanan, asosiasi profesi dan lainnya melalui Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) yang berperan sebagai inspirator, kreator, motivator, dan aktivator Program Gemarikan.
&amp;nbsp;Baca Juga: Cegah Stunting, Kebut Investasi Pembangunan SDM
Oleh karena itu, KKP memfasilitasi pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forikan untuk merumuskan program yang diharapkan bersinergi dan memperkuat program KKP dalam rangka mendukung program nasional penanganan stunting dan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

&amp;nbsp;Sekjen KKP Nilanto Perbowo mengatakan, dengan unsur lembaga atau  organisasi kemasyarakatan ini sebagai bentuk penguatan co-ownership  dalam pelaksanaan program Gemarikan dengan melibatkan organisasi  kemasyarakatan dan masyarakat umum.

Nilanto yang juga menjabat Plt Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing  Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) mengatakan, untuk dapat  mendukung terwujudnya SDM Unggul untuk Indonesia Maju yang dicanangkan  oleh Presiden Jokowi.

&quot;Semua dimulai dari meja makan, dan ibu rumah tanggalah yang memegang  keputusan penting dalam memilih dan mengolah bahan makanan yang akan  disajikan sebagai bahan santapan keluarga,&quot; ujar Nilanto, dalam  keterangan tertulisnya, Minggu (1/9/2019).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya mengajak kepada ibu-ibu para pengurus Forikan maupun TP PKK  gencar mengkampanyekan kepada anggota atau jajarannya untuk terus  mengupayakan agar ikan harus tetap ada di meka makan sepanjang masa,  sepanjang waktu. Karena ikanlah sebagai sumber protein hewani terbaik  untuk pemenuhan gizi keluarga,&amp;rdquo; tegas Nilanto.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Forikan Nasional Djoko Maryono   menambahkan,  salah satu yang disasar untuk meningkatkan konsumsi ikan   adalah kaum millennial dimana mereka mempunyai karakteristik yang sangat   berbeda.

&quot;Untuk makanan kaum milenial konsepnya &quot;ready to eat&quot; dan untuk   penyampaian informasi apapun harus lewat gadget. Untuk menyeimbangkan   pengaruh gadget ini kita harus kembali ke budaya kembali meja makan ibu.   Meja makan ibu adalah pengarahan gizi , pengarahan psikologi dan   edukasi untuk keluarga. Sehingga kemajuan bangsa ini kita mulai dari   meja makan Ibu,&quot; ungkap Djoko.

Untuk mendukung program Gemarikan dan mendorong pengurangan stunting,   KKP melakukan perjanjian kerjasama antara Ditjen Penguatan Daya Saing   Produk Kelautan dan Perikanan (PSDPKP) KKP dengan PT Aruna Jaya   Nuswantara tentang Penguatan Mutu dan Standar serta Peningkatan Akses   Pasar Berbasis Platform Digital bagi Pelaku Usaha Perikanan.

Kemudian penandatanganan Perjanjian Kerja sama tentang Program   Nasional Gemarikan antara Ditjen PDSPKP dengan Wanita Persatuan Umat   Islam (PUI), Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini   Indonesia (Himpaudi), Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia   (Perwatusi), dan Ikatan Pemberdayaan Pedagang Kecil Indonesia (Ippkindo)
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus gencar melakukan kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) untuk mendukung program nasional penanganan stunting di Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis dan stimulasi psikososial serta paparan infeksi berulang terutama dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu dari janin hingga anak berusia dua tahun.
&amp;nbsp;Baca Juga: Baru 3 Provinsi Bebas Stunting, KKP Gencar Kampanye Makan Ikan
Stunting yang terjadi pada 1.000 HPK tidak hanya menyebabkan hambatan pertumbuhan fisik dan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit, tetapi juga mengancam perkembangan kognitif yang berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan produktivitas anak di masa dewasanya.

Program Gemarikan KKP mendapatkan dukungan dari segenap unsur lembaga atau instansi pemerintah lintas sektoral, swasta, asosiasi perikanan, asosiasi profesi dan lainnya melalui Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) yang berperan sebagai inspirator, kreator, motivator, dan aktivator Program Gemarikan.
&amp;nbsp;Baca Juga: Cegah Stunting, Kebut Investasi Pembangunan SDM
Oleh karena itu, KKP memfasilitasi pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forikan untuk merumuskan program yang diharapkan bersinergi dan memperkuat program KKP dalam rangka mendukung program nasional penanganan stunting dan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

&amp;nbsp;Sekjen KKP Nilanto Perbowo mengatakan, dengan unsur lembaga atau  organisasi kemasyarakatan ini sebagai bentuk penguatan co-ownership  dalam pelaksanaan program Gemarikan dengan melibatkan organisasi  kemasyarakatan dan masyarakat umum.

Nilanto yang juga menjabat Plt Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing  Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) mengatakan, untuk dapat  mendukung terwujudnya SDM Unggul untuk Indonesia Maju yang dicanangkan  oleh Presiden Jokowi.

&quot;Semua dimulai dari meja makan, dan ibu rumah tanggalah yang memegang  keputusan penting dalam memilih dan mengolah bahan makanan yang akan  disajikan sebagai bahan santapan keluarga,&quot; ujar Nilanto, dalam  keterangan tertulisnya, Minggu (1/9/2019).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya mengajak kepada ibu-ibu para pengurus Forikan maupun TP PKK  gencar mengkampanyekan kepada anggota atau jajarannya untuk terus  mengupayakan agar ikan harus tetap ada di meka makan sepanjang masa,  sepanjang waktu. Karena ikanlah sebagai sumber protein hewani terbaik  untuk pemenuhan gizi keluarga,&amp;rdquo; tegas Nilanto.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Forikan Nasional Djoko Maryono   menambahkan,  salah satu yang disasar untuk meningkatkan konsumsi ikan   adalah kaum millennial dimana mereka mempunyai karakteristik yang sangat   berbeda.

&quot;Untuk makanan kaum milenial konsepnya &quot;ready to eat&quot; dan untuk   penyampaian informasi apapun harus lewat gadget. Untuk menyeimbangkan   pengaruh gadget ini kita harus kembali ke budaya kembali meja makan ibu.   Meja makan ibu adalah pengarahan gizi , pengarahan psikologi dan   edukasi untuk keluarga. Sehingga kemajuan bangsa ini kita mulai dari   meja makan Ibu,&quot; ungkap Djoko.

Untuk mendukung program Gemarikan dan mendorong pengurangan stunting,   KKP melakukan perjanjian kerjasama antara Ditjen Penguatan Daya Saing   Produk Kelautan dan Perikanan (PSDPKP) KKP dengan PT Aruna Jaya   Nuswantara tentang Penguatan Mutu dan Standar serta Peningkatan Akses   Pasar Berbasis Platform Digital bagi Pelaku Usaha Perikanan.

Kemudian penandatanganan Perjanjian Kerja sama tentang Program   Nasional Gemarikan antara Ditjen PDSPKP dengan Wanita Persatuan Umat   Islam (PUI), Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini   Indonesia (Himpaudi), Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia   (Perwatusi), dan Ikatan Pemberdayaan Pedagang Kecil Indonesia (Ippkindo)
</content:encoded></item></channel></rss>
