<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cabai hingga Biaya Kuliah Penyebab Inflasi di Agustus</title><description>Badan Pusat Statistik mencatat angka inflasi pada Agustus 2019 sebesar 0,12%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/02/20/2099524/cabai-hingga-biaya-kuliah-penyebab-inflasi-di-agustus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/02/20/2099524/cabai-hingga-biaya-kuliah-penyebab-inflasi-di-agustus"/><item><title>Cabai hingga Biaya Kuliah Penyebab Inflasi di Agustus</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/02/20/2099524/cabai-hingga-biaya-kuliah-penyebab-inflasi-di-agustus</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/02/20/2099524/cabai-hingga-biaya-kuliah-penyebab-inflasi-di-agustus</guid><pubDate>Senin 02 September 2019 12:05 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/02/20/2099524/cabai-hingga-biaya-kuliah-penyebab-inflasi-di-agustus-MxcP6xtAEd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cabai (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/02/20/2099524/cabai-hingga-biaya-kuliah-penyebab-inflasi-di-agustus-MxcP6xtAEd.jpg</image><title>Cabai (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik mencatat angka inflasi pada Agustus 2019 sebesar 0,12%. Sementara secara tahunan, angka inflasi dari Januari hingga Agustus adalah 2,48%.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, inflasi tertinggi disumbang oleh sektor pendidikan hingga olahraga yang berkontribusi sebesar 1,21% terhadap inflasi secara keseluruhan. Hal ini disebabkan adanya kenaikan pada biaya pendidikan baik itu dari Pendidikan Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: BPS: Inflasi Agustus 2019 di 0,12%
&amp;ldquo;Pendidikan, rekreasi dan olahraga memberikan andil yang paling besar yakni 0,09% adanya kenaikan uang sekolah SD 0,05%. Masing-masing 0,02% uang kuliah akademi 0,01%,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (2/9/2019).

Menurut pria yang kerap disapa Kecuk, secara tahunan memang pada periode ini inflasi tertinggi memang disebabkan karena sudah memasuki tahun ajaran baru.  Sehingga biasanya selalu mengalami kenaikan terhadap harga biaya pendidikan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menanti Pengumuman BPS, Inflasi Agustus Diprediksi di 0,2% Imbas Harga Cabai
&amp;ldquo;Juli-Agustus biasanya inflasi pendidikan akan alami kenaikan karena tahun ajaran baru,&amp;rdquo; ucapnya.

Selain itu lanjut Kecuk, secara keseluruhan memang untuk bahan makanan dan transportasi justru mengalami deflasi sebesar 0,55%. Khusus untuk bahan makanan mengalami deflasi 0,19% dan berikan andil inflasi 0,06%.

Komoditas apa yang sumbangan deflasi pertama penurunan harga bawang merah karena sedang musim panen raya di berbagai sentra produksi bawang merah di Bima, Pati, Nganjuk dan Brebes. Andil bawang merah ke deflasi 0,08%&quot; jelasnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: BI Proyeksi Inflasi Agustus 0,15%, Cabai dan Emas Jadi Penyumbang Terbesar
Adapun beberapa komoditas pangan yang memberikan andil kepada inflasi adalah cabai rawit dan cabai merah. Sementara komoditas lainnya seperti bawang merah justru mengalami deflasi.

Sementara bawang putih andil deflasi 0,02%. Daging ayam ras dan sayur buah-buahan masing-masing 0,01%.

&quot;Dari kelompok pangan, cabai merah memiliki andil 0,20% karena kenaikan harga. Selain itu, cabai rawit juga menyumbang 0,06%&quot; kata Kecuk.
Kemudian makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau memiliki andil  sebesar 0,05% inflasi 0,26%. Rokok kretek dan rokok kretek filter  masing-masing 0,01%.

Tak hanya itu yang menyebabkan inflasi lainnya adalah sewa perumahan  yang memiliki andil 0,02%. Lalu ada juga kenaikan air minum sebesar  0,01%.

&quot;Perumahan inflasi berikan andil 0,04% di sana komoditas yang berikan  andil inflasi yang dominan ada dua kenaikan tarif sewa rumah andilnya  0,02%. Kenaikan air minum Pam 0,01% ini yang sebabkan,&amp;rdquo; kata Kecuk.

&amp;ldquo;Kalau bisa disimpulkan, inflasi Agustus disumbang kenaikan cabe  merah, cabe rawit, uang sekolah, emas, ada tarif sewa rumah. Di satu  sisi ada komoditas yang menurun angkutan udara, harga bawang merah harga  bawang putih,&amp;rdquo; imbuhnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik mencatat angka inflasi pada Agustus 2019 sebesar 0,12%. Sementara secara tahunan, angka inflasi dari Januari hingga Agustus adalah 2,48%.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, inflasi tertinggi disumbang oleh sektor pendidikan hingga olahraga yang berkontribusi sebesar 1,21% terhadap inflasi secara keseluruhan. Hal ini disebabkan adanya kenaikan pada biaya pendidikan baik itu dari Pendidikan Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: BPS: Inflasi Agustus 2019 di 0,12%
&amp;ldquo;Pendidikan, rekreasi dan olahraga memberikan andil yang paling besar yakni 0,09% adanya kenaikan uang sekolah SD 0,05%. Masing-masing 0,02% uang kuliah akademi 0,01%,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (2/9/2019).

Menurut pria yang kerap disapa Kecuk, secara tahunan memang pada periode ini inflasi tertinggi memang disebabkan karena sudah memasuki tahun ajaran baru.  Sehingga biasanya selalu mengalami kenaikan terhadap harga biaya pendidikan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menanti Pengumuman BPS, Inflasi Agustus Diprediksi di 0,2% Imbas Harga Cabai
&amp;ldquo;Juli-Agustus biasanya inflasi pendidikan akan alami kenaikan karena tahun ajaran baru,&amp;rdquo; ucapnya.

Selain itu lanjut Kecuk, secara keseluruhan memang untuk bahan makanan dan transportasi justru mengalami deflasi sebesar 0,55%. Khusus untuk bahan makanan mengalami deflasi 0,19% dan berikan andil inflasi 0,06%.

Komoditas apa yang sumbangan deflasi pertama penurunan harga bawang merah karena sedang musim panen raya di berbagai sentra produksi bawang merah di Bima, Pati, Nganjuk dan Brebes. Andil bawang merah ke deflasi 0,08%&quot; jelasnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: BI Proyeksi Inflasi Agustus 0,15%, Cabai dan Emas Jadi Penyumbang Terbesar
Adapun beberapa komoditas pangan yang memberikan andil kepada inflasi adalah cabai rawit dan cabai merah. Sementara komoditas lainnya seperti bawang merah justru mengalami deflasi.

Sementara bawang putih andil deflasi 0,02%. Daging ayam ras dan sayur buah-buahan masing-masing 0,01%.

&quot;Dari kelompok pangan, cabai merah memiliki andil 0,20% karena kenaikan harga. Selain itu, cabai rawit juga menyumbang 0,06%&quot; kata Kecuk.
Kemudian makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau memiliki andil  sebesar 0,05% inflasi 0,26%. Rokok kretek dan rokok kretek filter  masing-masing 0,01%.

Tak hanya itu yang menyebabkan inflasi lainnya adalah sewa perumahan  yang memiliki andil 0,02%. Lalu ada juga kenaikan air minum sebesar  0,01%.

&quot;Perumahan inflasi berikan andil 0,04% di sana komoditas yang berikan  andil inflasi yang dominan ada dua kenaikan tarif sewa rumah andilnya  0,02%. Kenaikan air minum Pam 0,01% ini yang sebabkan,&amp;rdquo; kata Kecuk.

&amp;ldquo;Kalau bisa disimpulkan, inflasi Agustus disumbang kenaikan cabe  merah, cabe rawit, uang sekolah, emas, ada tarif sewa rumah. Di satu  sisi ada komoditas yang menurun angkutan udara, harga bawang merah harga  bawang putih,&amp;rdquo; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
