<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada Kerusuhan, BPS Papua Tak Gelar Rilis Inflasi Agustus</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) di Papua tidak melakukan rilis Inflasi Agustus yang seharusnya dilakukan pada hari ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/02/20/2099569/ada-kerusuhan-bps-papua-tak-gelar-rilis-inflasi-agustus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/02/20/2099569/ada-kerusuhan-bps-papua-tak-gelar-rilis-inflasi-agustus"/><item><title>Ada Kerusuhan, BPS Papua Tak Gelar Rilis Inflasi Agustus</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/02/20/2099569/ada-kerusuhan-bps-papua-tak-gelar-rilis-inflasi-agustus</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/02/20/2099569/ada-kerusuhan-bps-papua-tak-gelar-rilis-inflasi-agustus</guid><pubDate>Senin 02 September 2019 13:39 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/02/20/2099569/ada-kerusuhan-bps-papua-tak-gelar-rilis-inflasi-agustus-8HUyl2lTJo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BPS Papua Tak Gelar Rilis Inflasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/02/20/2099569/ada-kerusuhan-bps-papua-tak-gelar-rilis-inflasi-agustus-8HUyl2lTJo.jpg</image><title>BPS Papua Tak Gelar Rilis Inflasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) di Papua tidak melakukan rilis Inflasi Agustus yang seharusnya dilakukan pada hari ini. Hal tersebut imbas dari kerusuhan yang terjadi di Papua dalam beberapa hari belakangan ini.
&amp;nbsp;Baca Juga: BPS: Inflasi Agustus 2019 di 0,12%
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, meskipun tidak melakukan rilis namun data inflasi Papua tetap dicantumkan. Dalam rilisnya, di Jayapura alami deflasi 0,14% dan Merauke juga alami deflasi 0,18%.

Deflasinya beberapa wilayah di Papua disebabkan adanya penurunan pada harga bahan makanan. Selain itu, tarif angkutan udara juga mengalami penurunan di dua wilayah tersebut.
Baca Juga: Papua Rusuh, Bagaimana Dampaknya ke Pertumbuhan Ekonomi?
&quot;Hal ini karena ada penurunan bahan makanan dan makanan jadi, serta penurunan tarif angkutan udara,&quot; ujarnya dalam acara konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (2/9/2019)
&amp;nbsp;Menurut pria yang kerap disapa Kecuk, alasan mengapa BPS Papua tidak  melakukan rilis adalah karena dirinya memperbolehkan kepada para pegawai  untuk bekerja di rumah. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan  para pegawai BPS yang ada di Papua.

&amp;ldquo;Memang saya bilang kepada teman-teman untuk selalu waspada,&amp;rdquo; ucapnya.
&amp;nbsp;
Kecuk pun berharap semua masyarakat bisa menjaga toleransi, sehingga  kerusuhan di Papua cepat berhenti dan bisa menjalankan aktivitas  sehari-hari.

&quot;Saya harap tetap waspada dan tidka terpancing dengan isu yang tidak  terjawab dan saya harap tetap hormati keberagaman sesuai semboyan negara  kita Bhineka Tunggal Ika,&quot; kata Kecuk.

</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) di Papua tidak melakukan rilis Inflasi Agustus yang seharusnya dilakukan pada hari ini. Hal tersebut imbas dari kerusuhan yang terjadi di Papua dalam beberapa hari belakangan ini.
&amp;nbsp;Baca Juga: BPS: Inflasi Agustus 2019 di 0,12%
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, meskipun tidak melakukan rilis namun data inflasi Papua tetap dicantumkan. Dalam rilisnya, di Jayapura alami deflasi 0,14% dan Merauke juga alami deflasi 0,18%.

Deflasinya beberapa wilayah di Papua disebabkan adanya penurunan pada harga bahan makanan. Selain itu, tarif angkutan udara juga mengalami penurunan di dua wilayah tersebut.
Baca Juga: Papua Rusuh, Bagaimana Dampaknya ke Pertumbuhan Ekonomi?
&quot;Hal ini karena ada penurunan bahan makanan dan makanan jadi, serta penurunan tarif angkutan udara,&quot; ujarnya dalam acara konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (2/9/2019)
&amp;nbsp;Menurut pria yang kerap disapa Kecuk, alasan mengapa BPS Papua tidak  melakukan rilis adalah karena dirinya memperbolehkan kepada para pegawai  untuk bekerja di rumah. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan  para pegawai BPS yang ada di Papua.

&amp;ldquo;Memang saya bilang kepada teman-teman untuk selalu waspada,&amp;rdquo; ucapnya.
&amp;nbsp;
Kecuk pun berharap semua masyarakat bisa menjaga toleransi, sehingga  kerusuhan di Papua cepat berhenti dan bisa menjalankan aktivitas  sehari-hari.

&quot;Saya harap tetap waspada dan tidka terpancing dengan isu yang tidak  terjawab dan saya harap tetap hormati keberagaman sesuai semboyan negara  kita Bhineka Tunggal Ika,&quot; kata Kecuk.

</content:encoded></item></channel></rss>
