<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bos AP I: TP4 Bantu Pembangunan Infrastruktur Lebih Cepat</title><description>Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan (TP4) sangat membantu kelancaran pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/02/320/2099770/bos-ap-i-tp4-bantu-pembangunan-infrastruktur-lebih-cepat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/02/320/2099770/bos-ap-i-tp4-bantu-pembangunan-infrastruktur-lebih-cepat"/><item><title>Bos AP I: TP4 Bantu Pembangunan Infrastruktur Lebih Cepat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/02/320/2099770/bos-ap-i-tp4-bantu-pembangunan-infrastruktur-lebih-cepat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/02/320/2099770/bos-ap-i-tp4-bantu-pembangunan-infrastruktur-lebih-cepat</guid><pubDate>Senin 02 September 2019 18:53 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/02/320/2099770/bos-ap-i-tp4-bantu-pembangunan-infrastruktur-lebih-cepat-tFaXuSP6Hi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">TP4 Percepat Pembangunan Infrastruktur (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/02/320/2099770/bos-ap-i-tp4-bantu-pembangunan-infrastruktur-lebih-cepat-tFaXuSP6Hi.jpg</image><title>TP4 Percepat Pembangunan Infrastruktur (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) I Faik Fahmi menyebut Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan (TP4) sangat membantu kelancaran pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta hingga akhirnya infrastruktur itu bisa selesai lebih cepat dari yang diharapkan.

&quot;TP4 membantu kami dalam banyak hal. Mulai dari sisi administrasi. Ketika ada masalah legal, kami langsung konsultasi untuk mencari solusi dan mereka selalu bisa memberikan masukan yang baik,&quot; kata Faik Fahmi.
&amp;nbsp;Baca Juga: Pembangunan Bandara YIA Dinilai Sangat Cepat
Sebagaimana diketahui, proses pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta disebut-sebut sebagai salah satu pembangunan bandara tercepat yang pernah dilaksanakan di Indonesia. Dari target pengerjaan 24 bulan, bandara yang terletak di Kulonprogo itu bisa rampung hanya dalam 17 bulan.

Selain karena kerja keras dan komitmen yang selalu dipegang teguh AP I selaku pengelola lapangan terbang tersebut, beberapa pihak di luar itu jaga memainkan peran yang sama pentingnya, salah satunya adalah Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan (TP4) Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

&amp;nbsp;Baca Juga: Tinjau YIA, Presiden Jokowi: Ini Bandara Besar Sekali
Secara riil TP4 mengeluarkan Legal Opinion/Pendapat Hukum, Legal Advice berupa review semua perjanjian, addendum, saran-saran, rekomendasi-rekomendasi dan melaksanakan pengawasan, monitoring/site visit terhadap progress pekerjaan sesuai dengan kontrak serta memberikan solusi terhadap masalah-masalah yang dihadapi di lapangan.
&amp;nbsp;Direktur Utama AP I mengatakan bahwa mereka selalu memastikan bahwa  konstruksi yang dikerjakan sesuai dengan spesifikasi yang tertuang dalam  kontrak. &quot;Jadi ini bukan hanya soal cepat. Kualitas konstruksi juga  diawasi dengan ketat,&quot; sambungnya.

Sedianya, tidak hanya Bandara Internasional Yogyakarta yang terbantu  oleh hadirnya TP4. Proyek-proyek lain yang dikelola AP I seperti  pengembangan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Bandara Syamsudin Noor,  Banjarmasin, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar juga  berjalan dengan lebih baik karena pengawasan yang dilakukan TP4.

&quot;Pembangunan terminal di Bandara Ahmad Yani Semarang juga bisa  selesai dalam 11 bulan, padahal target kami 18 bulan,&quot; ucap Faik dan  menambahkan, keterlibatan TP4 dalam pembangunan infrastruktur juga telah  mengubah iklim investasi di Indonesia. Demikian dikutip Antaranews,  Jakarta, Senin (2/9/2019).
&amp;nbsp;
Dulu, ujar dia, badan usaha milik negara tersebut merasa khawatir  untuk melaksanakan investasi di sektor pengembangan infrastruktur. &quot;Kami  takut ada kesalahan yang akhirnya berujung pada masalah hukum. Akhirnya  banyak dari kami yang menahan diri,&quot; ucapnya.

Namun, dengan pengawalan tim dari Kejaksaan Agung tersebut, pelaku  usaha tidak lagi khawatir karena seluruh proses diawasi dan dengan  seksama dan dikawal dengan baik sehingga pengambilan keputusan oleh  manajemen dapat segera dilaksanakan tanpa adanya keragu-raguan.
Dia menyebut, realisasi investasi AP I melonjak drastis sejak TP4   terjun mengawasi proyek infrastruktur. Pada 2018, investasi perseroan   mencapai Rp12 triliun pada 2018 dan ditargetkan tumbuh lagi hingga   Rp17,5 triliun pada tahun ini. &quot;Jumlah itu jauh dari periode 2014-2017   yang rata-rata per tahun hanya Rp3,6 triliun,&quot; papar Faik.

Pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta sendiri menelan biaya   untuk pembebasan tanah dan proses konstruksi sekitar Rp11 triliun dengan   kontrak tahun jamak.

Bandara tersebut dibangun untuk mengakomodir jumlah penumpang pesawat   terbang yang melalui Bandara Adi Sucipto Yogyakarta yang sudah  mencapai  8,4 juta orang pada 2018, sementara kapasitas tampung bandara  eksisting  Adi Soetjpto hanya mampu menampung 1,8 juta penumpang per  tahun.

Kini dengan adanya bandara baru YIA, Yogyakarta yang merupakan salah   satu provinsi dengan beragam destinasi wisata memiliki bandara yang  jauh  lebih mumpuni dengan kapasitas tampung hingga 20 juta penumpang  per  tahun.

Bandara Internasional Yogyakarta juga bisa disinggahi pesawat berbadan besar seperti Boeing 777 dengan muatan penuh.</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) I Faik Fahmi menyebut Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan (TP4) sangat membantu kelancaran pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta hingga akhirnya infrastruktur itu bisa selesai lebih cepat dari yang diharapkan.

&quot;TP4 membantu kami dalam banyak hal. Mulai dari sisi administrasi. Ketika ada masalah legal, kami langsung konsultasi untuk mencari solusi dan mereka selalu bisa memberikan masukan yang baik,&quot; kata Faik Fahmi.
&amp;nbsp;Baca Juga: Pembangunan Bandara YIA Dinilai Sangat Cepat
Sebagaimana diketahui, proses pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta disebut-sebut sebagai salah satu pembangunan bandara tercepat yang pernah dilaksanakan di Indonesia. Dari target pengerjaan 24 bulan, bandara yang terletak di Kulonprogo itu bisa rampung hanya dalam 17 bulan.

Selain karena kerja keras dan komitmen yang selalu dipegang teguh AP I selaku pengelola lapangan terbang tersebut, beberapa pihak di luar itu jaga memainkan peran yang sama pentingnya, salah satunya adalah Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan (TP4) Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

&amp;nbsp;Baca Juga: Tinjau YIA, Presiden Jokowi: Ini Bandara Besar Sekali
Secara riil TP4 mengeluarkan Legal Opinion/Pendapat Hukum, Legal Advice berupa review semua perjanjian, addendum, saran-saran, rekomendasi-rekomendasi dan melaksanakan pengawasan, monitoring/site visit terhadap progress pekerjaan sesuai dengan kontrak serta memberikan solusi terhadap masalah-masalah yang dihadapi di lapangan.
&amp;nbsp;Direktur Utama AP I mengatakan bahwa mereka selalu memastikan bahwa  konstruksi yang dikerjakan sesuai dengan spesifikasi yang tertuang dalam  kontrak. &quot;Jadi ini bukan hanya soal cepat. Kualitas konstruksi juga  diawasi dengan ketat,&quot; sambungnya.

Sedianya, tidak hanya Bandara Internasional Yogyakarta yang terbantu  oleh hadirnya TP4. Proyek-proyek lain yang dikelola AP I seperti  pengembangan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Bandara Syamsudin Noor,  Banjarmasin, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar juga  berjalan dengan lebih baik karena pengawasan yang dilakukan TP4.

&quot;Pembangunan terminal di Bandara Ahmad Yani Semarang juga bisa  selesai dalam 11 bulan, padahal target kami 18 bulan,&quot; ucap Faik dan  menambahkan, keterlibatan TP4 dalam pembangunan infrastruktur juga telah  mengubah iklim investasi di Indonesia. Demikian dikutip Antaranews,  Jakarta, Senin (2/9/2019).
&amp;nbsp;
Dulu, ujar dia, badan usaha milik negara tersebut merasa khawatir  untuk melaksanakan investasi di sektor pengembangan infrastruktur. &quot;Kami  takut ada kesalahan yang akhirnya berujung pada masalah hukum. Akhirnya  banyak dari kami yang menahan diri,&quot; ucapnya.

Namun, dengan pengawalan tim dari Kejaksaan Agung tersebut, pelaku  usaha tidak lagi khawatir karena seluruh proses diawasi dan dengan  seksama dan dikawal dengan baik sehingga pengambilan keputusan oleh  manajemen dapat segera dilaksanakan tanpa adanya keragu-raguan.
Dia menyebut, realisasi investasi AP I melonjak drastis sejak TP4   terjun mengawasi proyek infrastruktur. Pada 2018, investasi perseroan   mencapai Rp12 triliun pada 2018 dan ditargetkan tumbuh lagi hingga   Rp17,5 triliun pada tahun ini. &quot;Jumlah itu jauh dari periode 2014-2017   yang rata-rata per tahun hanya Rp3,6 triliun,&quot; papar Faik.

Pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta sendiri menelan biaya   untuk pembebasan tanah dan proses konstruksi sekitar Rp11 triliun dengan   kontrak tahun jamak.

Bandara tersebut dibangun untuk mengakomodir jumlah penumpang pesawat   terbang yang melalui Bandara Adi Sucipto Yogyakarta yang sudah  mencapai  8,4 juta orang pada 2018, sementara kapasitas tampung bandara  eksisting  Adi Soetjpto hanya mampu menampung 1,8 juta penumpang per  tahun.

Kini dengan adanya bandara baru YIA, Yogyakarta yang merupakan salah   satu provinsi dengan beragam destinasi wisata memiliki bandara yang  jauh  lebih mumpuni dengan kapasitas tampung hingga 20 juta penumpang  per  tahun.

Bandara Internasional Yogyakarta juga bisa disinggahi pesawat berbadan besar seperti Boeing 777 dengan muatan penuh.</content:encoded></item></channel></rss>
