<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Fakta di Balik Menteri Rini Tunjuk Sunarso Jadi Bos BRI</title><description>PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) kini memiliki Direktur Utama baru, yakni Sunarso.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/03/278/2100058/3-fakta-di-balik-menteri-rini-tunjuk-sunarso-jadi-bos-bri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/03/278/2100058/3-fakta-di-balik-menteri-rini-tunjuk-sunarso-jadi-bos-bri"/><item><title>3 Fakta di Balik Menteri Rini Tunjuk Sunarso Jadi Bos BRI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/03/278/2100058/3-fakta-di-balik-menteri-rini-tunjuk-sunarso-jadi-bos-bri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/03/278/2100058/3-fakta-di-balik-menteri-rini-tunjuk-sunarso-jadi-bos-bri</guid><pubDate>Selasa 03 September 2019 14:28 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/03/278/2100058/3-fakta-di-balik-menteri-rini-tunjuk-sunarso-jadi-bos-bri-6RKLCePlgL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dirut BRI Sunarso (Kanan) (Foto: Okezone.com/Yohana Artha Uly)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/03/278/2100058/3-fakta-di-balik-menteri-rini-tunjuk-sunarso-jadi-bos-bri-6RKLCePlgL.jpg</image><title>Dirut BRI Sunarso (Kanan) (Foto: Okezone.com/Yohana Artha Uly)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) kini memiliki Direktur Utama baru, yakni Sunarso. Sebelumnya, dia merangkap jabatan sebagai Wakil Direktur Utama dan Plt. Direktur Utama, menggantikan Suprajarto.
Keputusan pengangkatan Sunarso tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BRI pada Senin, 2 September 2019. Selain mengangkat Sunarso, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai pemegang saham mayoritas, juga melakukan perombakan pada banyak Direksi BRI.
Terpilih memimpin bank pelat merah dengan aset terbesar di Indonesia, yakni mencapai Rp1.288 triliun di semester I-2019, lalu bagaimana sepak terjang karir Sunarso? Berikut sejumlah fakta yang dirangkum Okezone.
Baca juga: Rombak Direksi Bank BRI, Kementerian BUMN: untuk Penyegaran
&amp;nbsp;
 
1. Karier Bankir Sunarso
Sunarso memulai karier sebagai bankir di Bank Dagang Negara (BDN). Setelah BDN di merger dan menjadi Bank Mandiri, dia melanjutkan karirnya di bank berlogo pita emas tersebut.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sah, Sunarso Resmi Jadi Dirut BRI
Di sana dia pernah menjabat sebagai senior officer, Senior Vice President Group Head Plantation Specialist, sampai menjadi Executive Vice President Group Head Agro-Based Corporate Banking. Hingga pada 2010, pemegang saham Bank Mandiri menunjuknya sebagai Direktur Commersial &amp;amp; Business Banking. Jabatannya itu diemban selama 5 tahun.
Kemudian Sunarso melanjutkan karir bank di BRI pada tahun 2015, dia ditunjuk menjadi Wakil Direktur Utama BRI. Namun pada Oktober 2017, Menteri Rini menggeser Sunarso menjadi Direktur Utama PT Pegadaian (Persero). Di bawah kepemimpinan Sunarso, kinerja Pegadaian memang baik.
 
&amp;nbsp;Baca juga: BRI Dipastikan Punya Dirut Baru 2 September
Tercatat sepanjang 2018, laba bersih perusahaan gadai berplat merah itu tumbuh 9,4% (year on year/yoy) menjadi Rp2,7 triliun. Total aset tumbuh 9,2% yoy menjadi Rp53,2 triliun dan outstanding loan tumbuh 9,4% menjadi Rp40,3 triliun.
Namun, Rini kembali melakukan perombakan, mengembalikan Sunarso menjadi Wakil Direktur Utama BRI pada Januari 2019. Hingga pada akhirnya, Sunarso kini menjabat Direktur Utama BRI, menggantikan Suprajarto.2. Penunjukkan Sunarso dan Pemberhentian Suprajarto
Penunjukkan Sunarso menjadi Direktur Utama BRI merupakan isu yang  sudah beredar sebelum RUPSLB BRI diselenggarakan. Meski, pihak  Kementerian BUMN saat itu enggan membenarkan kabar tersebut.
&quot;Saya belum tahu,&quot; kata Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa  survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo ketika ditemui di  Menara BNI, Jakarta, Jumat (30/8/2019).
Sebelum penetapan Sunarso, pemberhentian Suprajarto lebih dulu  menjadi polemik. Sebab, Menteri Rini menggeser Suprajarto menjadi  Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN). Hal itu  ditetapkan dalam RUPSLB BTN pada Kamis, 29 Agustus 2019.
&amp;nbsp;
Tak terima keputusan tersebut, Suprajarto langsung mendeklarasikan  penolakan dan mengundurkan diri dari jabatan Direktur Utama BTN, di hari  yang sama. Dia merasa tak pernah sekalipun diajak bicara, apalagi  musyawarah oleh Rini soal pergeseran jabatan pada dirinya. Sehingga  sejak saat itu, kekosongan kepemimpinan BRI sudah diisukan akan diisi  oleh Sunarso.
Terkait pengaruh pemberhentian Suprajarto terhadap kondisi internal  perusahaan, Sunarso menyatakan, sejauh ini kondisi tetap terkendali.  Menurutnya, kinerja BRI sejak dulu hingga saat ini tetap dalam keadaan  prima.
&quot;Memang kemarin ada (kejadian) waktu RUPSLB. Tapi saya kira soal  kondisi internal, sejauh saya sampaikan, bahwa BRI kinerja baik dan dari  dulu baik. Maka komitmen kami menjaga terus hal yang sudah baik,&quot;  ujarnya dalam konferensi pers usai RUPSLB di Kantor Pusat BRI.
Meski bank plat merah yang dipimpinnya menorehkan kinerja yang baik, Sunarso memastikan
tak akan berpuas diri. Bersama susunan direksi yang baru, Sunarso  bakal terus mencari pembaharuan dalam diri BRI agar terus berkembang  lebih baik, terutama di sektor UMKM.
&quot;Tugas tim baru menjaga yang sudah baik dan selalu jaga ruang  improvement. Jadi tidak ada kata kita sudah paling top, tapi harus ada  ruang penyempurnaan,&quot; ucapnya.3. Fokus Sunarso Pimpin BRI
Sunarso menyatakan, dalam memimpin BRI kedepannya bakal fokus pada  digitalisasi dan tetap membawa identitas BRI yang merupakan bank dengan  menyasar segmen masyarakat hingga di pelosok Indonesia.
Menurutnya, dengan digitalisasi segala aktivitas perbankan di BRI  akan menjadi lebih cepat dan efisien, atau istilahnya &quot;Go Smaller Go  Shorter&quot;. Artinya menyasar segmen lebih kecil, namun dengan proses lebih  cepat karena digitalisasi.
&quot;Komitmen tim saya kira tetap konsisten kami akan dominan di UMKM,  dengan misi BRI melayani rakyat sebanyak mungkin dengan harga semurah  mungkin,&quot; katanya.
Dia menyatakan, beberapa langkah yang akan ditempuh dalam  digitalisasi adalah menurunkan biaya dan efisiensi proses. &quot;Digitalisasi  akan mengarah dua hal, digitalkan bisnis proses untuk memperoleh  efisiensi, kedua digitalisasi menemukan bisnis model untuk create value  baru bagi shareholders,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) kini memiliki Direktur Utama baru, yakni Sunarso. Sebelumnya, dia merangkap jabatan sebagai Wakil Direktur Utama dan Plt. Direktur Utama, menggantikan Suprajarto.
Keputusan pengangkatan Sunarso tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BRI pada Senin, 2 September 2019. Selain mengangkat Sunarso, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai pemegang saham mayoritas, juga melakukan perombakan pada banyak Direksi BRI.
Terpilih memimpin bank pelat merah dengan aset terbesar di Indonesia, yakni mencapai Rp1.288 triliun di semester I-2019, lalu bagaimana sepak terjang karir Sunarso? Berikut sejumlah fakta yang dirangkum Okezone.
Baca juga: Rombak Direksi Bank BRI, Kementerian BUMN: untuk Penyegaran
&amp;nbsp;
 
1. Karier Bankir Sunarso
Sunarso memulai karier sebagai bankir di Bank Dagang Negara (BDN). Setelah BDN di merger dan menjadi Bank Mandiri, dia melanjutkan karirnya di bank berlogo pita emas tersebut.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sah, Sunarso Resmi Jadi Dirut BRI
Di sana dia pernah menjabat sebagai senior officer, Senior Vice President Group Head Plantation Specialist, sampai menjadi Executive Vice President Group Head Agro-Based Corporate Banking. Hingga pada 2010, pemegang saham Bank Mandiri menunjuknya sebagai Direktur Commersial &amp;amp; Business Banking. Jabatannya itu diemban selama 5 tahun.
Kemudian Sunarso melanjutkan karir bank di BRI pada tahun 2015, dia ditunjuk menjadi Wakil Direktur Utama BRI. Namun pada Oktober 2017, Menteri Rini menggeser Sunarso menjadi Direktur Utama PT Pegadaian (Persero). Di bawah kepemimpinan Sunarso, kinerja Pegadaian memang baik.
 
&amp;nbsp;Baca juga: BRI Dipastikan Punya Dirut Baru 2 September
Tercatat sepanjang 2018, laba bersih perusahaan gadai berplat merah itu tumbuh 9,4% (year on year/yoy) menjadi Rp2,7 triliun. Total aset tumbuh 9,2% yoy menjadi Rp53,2 triliun dan outstanding loan tumbuh 9,4% menjadi Rp40,3 triliun.
Namun, Rini kembali melakukan perombakan, mengembalikan Sunarso menjadi Wakil Direktur Utama BRI pada Januari 2019. Hingga pada akhirnya, Sunarso kini menjabat Direktur Utama BRI, menggantikan Suprajarto.2. Penunjukkan Sunarso dan Pemberhentian Suprajarto
Penunjukkan Sunarso menjadi Direktur Utama BRI merupakan isu yang  sudah beredar sebelum RUPSLB BRI diselenggarakan. Meski, pihak  Kementerian BUMN saat itu enggan membenarkan kabar tersebut.
&quot;Saya belum tahu,&quot; kata Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa  survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo ketika ditemui di  Menara BNI, Jakarta, Jumat (30/8/2019).
Sebelum penetapan Sunarso, pemberhentian Suprajarto lebih dulu  menjadi polemik. Sebab, Menteri Rini menggeser Suprajarto menjadi  Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN). Hal itu  ditetapkan dalam RUPSLB BTN pada Kamis, 29 Agustus 2019.
&amp;nbsp;
Tak terima keputusan tersebut, Suprajarto langsung mendeklarasikan  penolakan dan mengundurkan diri dari jabatan Direktur Utama BTN, di hari  yang sama. Dia merasa tak pernah sekalipun diajak bicara, apalagi  musyawarah oleh Rini soal pergeseran jabatan pada dirinya. Sehingga  sejak saat itu, kekosongan kepemimpinan BRI sudah diisukan akan diisi  oleh Sunarso.
Terkait pengaruh pemberhentian Suprajarto terhadap kondisi internal  perusahaan, Sunarso menyatakan, sejauh ini kondisi tetap terkendali.  Menurutnya, kinerja BRI sejak dulu hingga saat ini tetap dalam keadaan  prima.
&quot;Memang kemarin ada (kejadian) waktu RUPSLB. Tapi saya kira soal  kondisi internal, sejauh saya sampaikan, bahwa BRI kinerja baik dan dari  dulu baik. Maka komitmen kami menjaga terus hal yang sudah baik,&quot;  ujarnya dalam konferensi pers usai RUPSLB di Kantor Pusat BRI.
Meski bank plat merah yang dipimpinnya menorehkan kinerja yang baik, Sunarso memastikan
tak akan berpuas diri. Bersama susunan direksi yang baru, Sunarso  bakal terus mencari pembaharuan dalam diri BRI agar terus berkembang  lebih baik, terutama di sektor UMKM.
&quot;Tugas tim baru menjaga yang sudah baik dan selalu jaga ruang  improvement. Jadi tidak ada kata kita sudah paling top, tapi harus ada  ruang penyempurnaan,&quot; ucapnya.3. Fokus Sunarso Pimpin BRI
Sunarso menyatakan, dalam memimpin BRI kedepannya bakal fokus pada  digitalisasi dan tetap membawa identitas BRI yang merupakan bank dengan  menyasar segmen masyarakat hingga di pelosok Indonesia.
Menurutnya, dengan digitalisasi segala aktivitas perbankan di BRI  akan menjadi lebih cepat dan efisien, atau istilahnya &quot;Go Smaller Go  Shorter&quot;. Artinya menyasar segmen lebih kecil, namun dengan proses lebih  cepat karena digitalisasi.
&quot;Komitmen tim saya kira tetap konsisten kami akan dominan di UMKM,  dengan misi BRI melayani rakyat sebanyak mungkin dengan harga semurah  mungkin,&quot; katanya.
Dia menyatakan, beberapa langkah yang akan ditempuh dalam  digitalisasi adalah menurunkan biaya dan efisiensi proses. &quot;Digitalisasi  akan mengarah dua hal, digitalkan bisnis proses untuk memperoleh  efisiensi, kedua digitalisasi menemukan bisnis model untuk create value  baru bagi shareholders,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
